AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 236


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMENNYA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


LANJUT ***


"Jadi kamu berubah pikiran begitu?" Tanya Rivan memastikan.


"Nah itu tahu,jadi jangan banyak tanya lagi aku lagi malas bicara banyak hari ini!" Ketus Alex tajam.


"Tapi aku lapar!" Ujar Rivan sendu.


"Lho lapar kok kesini,kenapa tidak pulang rumah kamu saja!" Kesal Alex.


"Sama saja kalau pulang juga tidak ada yang masak,akhirnya bakal makan angin juga kan?" Rivan memberikan alasan agar sobat nya itu mengerti keadaan bujang lapuk.


"Itu mah derita kamu bukan urusan kami,benar tidak sayang?" Tanya Alex memastikan pendapat sang istri.


"Biarkan saja dia makan,kasihan anak orang sudah tidak laku laku sekarang tak ubahnya pengemis padahal katanya pemilik perusahan!" Kali ini Selina yang giliran mengejek Rivan.


Rivan tak habis pikir dengan perkataan Selina yang sangat menyudutkan dirinya.


"Kamu kok tega Lina?" Tanya Rivan lirih membuat Alex ingin muntah.


"Stop pasang wajah menjijikan itu aku mau muntah!" Sindir Alex membuat Rivan mendengus kesal.


"Aku itu bicara ke Selina,kenapa jadi kamu yang ngegas ya?" Omel Rivan kesal.


"Oh anda sepertinya lupa Tuan Rivan Orlando,Selina Beatrix Roberto itu adalah istri Alex Roberto jadi kami satu hati tidak tergantikan!" Alex sengaja mengatakan hal itu agar Rivan sadar atas posisinya kini.


"Dan aku adalah masa depan Selina Orlando," Batin Rivan.


Ia mana berani bicara langsung pada Alex,jika nantinya bakal ada perang dingin lagi dan Selina akan lebih sulit untuk di gapai.


"Bisakah kita makan?" Tanya Selina.


"Abang Dimana Yang?" Tanya Alex heran.


"Tadi katanya cari adek di taman!" Ujar Selina.


"Abang lagi keluar katanya mau ada urusan!" Sahut Rivan menimpali.


"Lho kok gitu sih?" Kesal Selina.

__ADS_1


"Adek sudah ke kampus tapi nanti mampir dulu di rumahnya si pendek!" Alex sengaja mengatakan hal itu biar Rivan jangan terlalu banyak bicara.


"Ya sudah ayo kita makan!" Ajak Selina dan segera duduk di samping Alex.


Rivan merasa sedikit cemburu,ketika melihat Selina yang begitu perhatian pada Alex.


Woii Bang ya jelas lah dia perhatian,orang itu suaminya masa iya harus perhatian ke orang lain.


Karena jika hal itu terjadi,bisa di pastikan maka akan ada namanya orang ketiga.


"Aku tidak di layani begitu?" Tanya Rivan penuh harap.


"Tidak,soalnya aku kan punya suami yang otomatis harus aku utamakan jadi kalau Mas mau ada yang layani saat makan ayo sana pergi dari jodoh!" Sahut Selina santai tak peduli dengan tanggapan Rivan nantinya.


Dengan wajah yang tak bersemangat,Rivan melanjutkan makan nya walaupun hati sedikit panas ketika di cuekin Selina.


Apa yang bukan punya kita,maka biar sekeras apapun berusaha tetap saja tidak ada perubahan.


"Kamu mau ke kantor?" Tanya Rivan memastikan ketika melihat stelan Jas yang di pakai Alex.


"Menurut kamu,aku harus lola terus seperti kamu begitu?" Tanya Alex sinis.


"Ya elah sensi amat sih jadi orang,aku kan cuma tanya doang jawabnya santai saja bisa kan?" Oceh Rivan kesal.


"Habisnya kamu aneh lihat aku sudah rapi begini tapi masih saja kasih pertanyaan yang aneh begitu,apa pernah lihat orang pergi gembala kerbau pake jas?" Sinis Alex.


"Yang kamu hari ini mau kegiatan apa?" Tanya Alex pada sang istri yang dari tadi sibuk mengunyah makanan tanpa peduli dengan perdebatan kedua pria itu.


"Aku kayanya mau dirumah saja deh." Sahut Selina.


"Tidak ada niat buat temani suami mu ini kah biar tambah semangat kerja begitu?" Tanya Alex memastikan.


"Tapi aku capek Lho!" Ujar Selina memelas.


"Oh iya aku lupa tadi pagi kan kita sampai tiga ronde!" Alex sengaja mengatakan hal itu agar Rivan sadar akan posisinya.


"Uhuk uhuk." Rivan terbatuk karena mendengar omongan vulgar dari Alex barusan.


"Issh kamu ini kenapa sih bicara tidak lihat keadaan?" Kesal Selina karena malu hati ada Rivan disitu.


"Oh dia itu anggap saja bayangan yang tidak terlihat jadi tidak usah pedulikan dia!" Sindir Alex tersenyum mengejek.


"Tega amat sih kalian jadi orang,kalau tahu begini lebih baik aku jangan datang tadi." Rivan sangat tak berselera makan lagi.


"Nah itu tahu kalau kehadiran kamu hanya menggangu saja,ayo sana pulang." Usir Alex.


"Enak saja,kamu itu hanya modus saja kan biar aku pergi kamu pikir aku bodoh begitu?" Rivan tak mau kalah.


Selina jengah dengan tingkah kedua orang tua itu,yang satu anak anaknya sudah pada besar eh yang satu bujang lapuk tapi tetap tidak sadar umur.

__ADS_1


"Aku sudah selesai silahkan lanjutkan perdebatan kalian.ingat habis makan jangan lupa cuci piring,setelah itu baru boleh pergi!" Selina segera pergi dari situ dan kembali ke kamar.


Alex dan Rivan hanya saling menatap tanpa bisa berkomentar,karena Nyonya rumah sudah mengamuk.


"Itu semua gara gara kamu kan,kenapa sih pagi pagi sudah terdampar di rumah orang?"Alex menyalahkan Rivan karena Selina yang marah tadi.


"Lho kok aku sih,coba dari tadi kamu mengalah kan aku tidak mungkin berdebat?" Rivan tak mau disalahkan.


"Sudah numpang makan tapi masih saja ngeyel!" Sindir Alex kesal.


"Woiii Kalian jangan lupa cuci piring!" Teriak Selina dari depan kamar membuat kedua pria dewasa itu menghentikan perdebatan mereka dan menoleh kearah sumber suara.


"Iya!" Sahut Alex dan Rivan kompak setelah itu hanya terdengar dentingan sendok dan garpu.


Di lain tempat Alina yang sudah sampai di rumah Lala,langsung mengetuk pintu.


Tok tok tok


"Iya sabar!" terdengar sahutan dari dalam.


Saat Mira membuka pintu,senyuman langsung terbit di wajah wanita paruh baya itu ketika tahu siapa yang datang.


"Pagi Ibu!" Sapa Alina.


"Astaga ternyata anak Ibu toh yang datang,ayo masuk Nak tuh Lala masih molor di kamarnya!" Ujar Mira antusias.


"Aku langsung kekamar Lala saja ya Buk!'Pinta Alina sambil tersenyum.


"Silahkan Nak,Ibu juga mau lanjutin masak!" Ujar Mira sambil mengusap pelan kepala Alina.


Karena sudah tak asing lagi dengan rumah Lala,membuat Alina dengan mudah tahu dimana letak kamar gadis pendek itu.


Ceklek


Alina langsung membulatkan matanya ketika melihat penampakan dalam kamar Lala,kertas dimana mana sedang pemiliknya masih molor tidak berbentuk.


"Astaga Snow white Kw,aku boleh datang pagi pagi eh tahu tahunya dia masih molor dengan wajah tak berbentuk!" Omel Alina lalu mengambil bantal dan membekap wajah Lala.


"Oh Tuhan aku mati aku mati!" Ujar Lala dengan nafas nya yang tercekat.


"Mati saja loe,aku datang pagi sekali kamu malah enakan disini.Kalau tahu begini lebih baik aku tidur saja,atau mesraan dengan calon Misua!" Kesal Alina.


Lala mencoba menetralkan nafasnya,karena sungguh perbuatan Alina tadi dirinya sempat mati suri sedetik.


"Ana,kamu kok tega sih?Tadi kalau aku mati gimana?" Tanya Lala cemberut.


"Tinggal kubur saja kok repot!" Ejek Alina santai.


"Enak saja kalau ngomong,aku itu masih mau cari jodoh tau tidak?" Kesal Lala cemberut.

__ADS_1


__ADS_2