
HAII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMENNYA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
LANJUT ***
Alina menatap sinis kearah Lala,masih segar dalam ingatannya tentang perkataan Lala yang murahan kemarin.
"Idih gaya murahan seperti itu,nanti tukang parkiran bakal naksir juga sama kamu!" Ledek Alina tajam.
"Eh enak saja kalau ngomong,aku itu punya target tertentu kalau mau cari jodoh.Emang kamu pikir mata aku rabun begitu,jadi tidak bisa lihat mana yang tampan dan error." ketus Lala.
"Bodoh amat,yang penting aku senang kamu mau apa mah terserah situ aku mah ok!" Ejek Alina santai.
"Kamu sudah makan belum Say?" Tanya Lala memastikan.
"Makan dari hongkong,aku kesini tadi pagi saja belum ada orang rumah yang bangun." Ketus Alina.
Lala hanya tersenyum smirk,ia sebenarnya merasa lucu dengan tingkah sahabatnya itu tapi juga merasa berharga karena memiliki yang kaya tapi mau berteman dengannya.
"Ya sudah ayo kita keluar,jangan sampai Nyonya rumah sudah masak semua!" Ajak Lala.
"Kamu nggak takut di marah sama Ibu begitu,bangun pagi belum mandi nggak ada kerjaan terus hanya harap makan saja?' Tanya Alina heran.
"Ihh Ana kamu menyebalkan sekali sih jadi orang,aku kan nggak mau kamu kelaparan jadinya aku ajak kamu keluar!" Kesal Lala.
"Makanya kalau mau cepat laku itu bangun nya pagi,terus bantu orang tua biar jodohnya tidak di patok ayam!" Ejek Alina membuat Lala memasang wajah cemberutnya.
"Auh ah aku mandi saja,capek bicara sama kamu yang tidak jelas satu!" Kesal Lala menuju kamar mandi.
"Hahaeee ada yang marah nih ye,aku mah biasa saja tidak ada yang luar biasa!" Ejek Alina yang sengaja membuat Lala kesal.
"Ana,My Ayang Bebeb aku sleding kau nanti." Gemas Lala.
Alina hanya terkekeh geli,memilih pergi keluar dan melihat apa yang dilakukan oleh Mira.
"Ibu masak apa?" Tanya Alina ketika melihat Mira sedang membolak balik masakan dalam penggorengan.
__ADS_1
"Ibu lagi masak nasi goreng Nak,Lala nya mana kok tidak ikutan keluar?" Tanya Mira memastikan.
"Lagi Mandi Bebek Buk!"Sahut Alina santai.
"Dasar anak gadis tidak berguna,sukanya cari perkara pagi pagi.Masa bangun pagi itu susah sekali,padahal bukan perkara yang sulit!" Kesal Mira.
"Hehe iya Buk." Alina hanya cengesesan karena ia juga sebenarnya tak beda jauh dari Lala.
Tadi saja ia bangun pagi karena di ganggu oleh Rafa,kalau tidak mah ia pasti masih molor juga kan.
"Mau aku bantuin Buk?" Tanya Alina.
"eh tidak usah Nak,masa udah cantik tapi bau asap!" Ujar Mira sambil tersenyum.
Alina hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal,ia segera memutuskan untuk kembali kedalam kamar sekalian mengecek Lala sudah selesai atau belum.
"Pendek,sudah belum sih mandinya?" Tanya Alina karena pintu kamar mandi yang tak kunjung terbuka.
"Belum Beb,kamu keluar lebih dulu saja!' Teriak Lala dari dalam.
"Aku udah keluar nih baru masuk lagi!" Sahut Alina ketus.
"Maaf,soalnya tadi sekalian panggilan alam untuk bongkar muatan!" Ujar Lala.
"Kecuali mulut kamu ember,nah itu baru semua orang bakal tahu.: Sahut Lala yang sangat yakin jika Alina bukan orang seperti itu.
"Ayo cepetan nanti telat lho!" Pinta Alina lagi.
Lala keluar dengan sudah menggunakan pakaian lengkap,membuat Alina hanya bisa geleng geleng kepala.
Ketika ia hendak berkomentar,terlihat panggilan dari Rafa masuk.
"Hallo Yang!" Sahut Alina sedangkan Lala tahu siapa yang menghubungi CS nya itu.
"Dasar Bucin,jangan sampai terlepas sedikit pasti bakal di hubungi langsung!" Ujar Lala monolog membuat Alina ingin tertawa.
"Kamu dimana,terus itu kayanya suara si pendek deh?" Tanya Rafa memastikan.
"Iya aku lagi di rumah nya,kenapa kamu telpon?" Tanya Alina memastikan.
"Ya gimana nggak telpon,kamu perginya tidak bilang bilang padahal aku kan panik?" Ketus Rafa.
"Panik karena apa emangnya?" Tanya Alina heran.
__ADS_1
"Aku pikir kamu minggat,puaskan kamu buat aku cemas?" Kesal Rafa lagi.
"Lebay ih,perasaan aku tadi tidak kemana mana kok kenapa selalu punya pemikiran aneh aneh begitu?" Kesal Alina.
"Aku jemput!" Ujar Rafa tegas.
"Tidak,aku langsung ke kampus bareng Lala!" Sahut Alina tak kalah tegas.
"Tidak ada bantahan kalau tidak aku bakal jemput kamu di kampus!" Ujar Rafa tak ingin dibantah.
"Ih nanti sajalah nanti aku pulang juga kok,Sayang aku itu pergi kuliah bukan mau tebar pesona atau pergi perang!" Bujuk Alina agar Rafa mau berubah pikiran.
"Katakan dimana alamat si pendek!" Pinta Rafa.
Lala yang mendengar perkataan Rafa menyebut dirinya Pendek,ia seolah merasakan ada asap yang keluar.
"Heii aku itu bukan pendek tapi mungil nan seksi,jadi mata kalian saja yang rabun tidak tahu bedakan yang mana tinggi dan mungil!" Ketus Lala.
Rafa yang mendengar perkataan Lala langsung tersulut emosi,karena ia sedang bicara serius tapi malah di ajak berdebat oleh si pendek.
"Kamu itu kalau bicara terus aku bakal potong kaki kamu biar tambah Pendek!" Ancam Rafa dari seberang membuat Lala tambah kesal.
"Woiii jailangkung,kamu kalau disini bakal kupenggal leher kamu biar koit sekalian!" Teriak Lala tak mau kalah membuat Alina jengah mendengar perdebatan dari luar dan dalam.
"Kenapa kalian jadi berdebat sih,padahal aku yang biasa saja!" Kesal Alina.
"Sayang pulang,jangan bergabung jurus dengan manusia pendek itu!" Ajak Rafa.
Lala yang ingin Teriak,langsung terhenti ketika Alina melotot kearahnya.
"Iya maaf nih aku siap siap deh!" Ujar Lala lirih karena takut dengan wajah garang sahabatnya itu.
"Sayang,aku tadi naik mobil jadi nanti pulang sendiri saja ya jangan main jemput segala lebih baik bantu Ayah di kantor!" Bujuk Alina agar Rafa tidak datang ke kampus ataupun rumah Lala.
"Tapi Yang,sore itu lama sekali lho aku bisa mati rindu nih!" Ujar Rafa lebay membuat Lala gemas di buatnya.
"Dasar posesif kelas kakap,tidak tahu malu Bule nyasar kepergok dinding!" Ujar Lala membuat Alina hanya geleng geleng kepala.
"Ya sudah aku tidak akan datang,tapi kalau sudah ke kampus kasih kabar ya jangan lupa!" Pesan Rafa berharap Alina tak melupakan hal itu.
"Iya my lope lope aku bakal ingat kok,jadi jangan marah ya aku sayang kamu banyak banyak!" Ujar Alina segera mematikan panggilan itu karena dirinya sangat malu ngegombalin pria.
"Cieee ada yang sudah berani nakal nakal ya,dasar sok jual mahal padahal murahan!' Ejek Lala membuat Alina gemas terhadapnya.
__ADS_1