AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 122


__ADS_3

MAAFKAN AKU TERSEYENG


KARENA BEBERAPA HARI INI MENGGANTUNG CERITANYA...


MAKLUMLAH LAGI FOKUS DI PLATFORM SEBELAH (GN)


KALAU BERKENAN SILAHKAN MAMPIR YA DISANA


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT ***


Leonard masih berusaha membujuk Alina yang menyalahkan dirinya karena membuat Ayahnya kelelahan.


"Alina nggak salah Ayah capek mungkin kurang istirahat jadi saat sampai disana usahakan jangan sedih ya.Kasihan Ayahnya pasti sedih terus Bunda pasti ikutan," bujuk Leonard.


"Well Grandfather i promise always keep smile in there". Janji Alina.


Keduanya berjalan mengikut dokter tersebut, sedangkan Sopirnya sudah disuruh menunggu dimobil.Karena tidak terlalu bagus banyak orang berkunjung saat malam.


Langkah mereka terhenti ketika dokter tersebut berhenti tepat disebuah ruangan,dan langsung mempersilakan Leonard untuk masuk.


"Silahkan tuan ini ruangan tuan muda," ujar Dokter tersebut.


"Ok baik terima kasih ya." Sahut Leonard.

__ADS_1


Ketika masuk didalam pemandangan yang ada dihadapannya kini membuat Leonard tak bisa berkata apa apa lagi.


Bagaimana tidak Selina tertidur disamping Alex sambil memeluk tangannya,seolah tak ingin dilepaskan lagi.


Padahal dalam pikiran Leonard adalah ia khawatir jangan sampai Selina mengacuhkan Alex.Tapi ternyata semua itu tak terbukti dengan apa yang dilihatnya kini.


Alina mendekati Bundanya dan memegang pundaknya,gadis kecil tersebut terlihat sangat sedih melihat kondisi Ayahnya.


Seorang anak yang berusia hampir sepuluh tahun,mustahil untuk tidak mengerti dengan keadaan yang ada.Ia bisa paham saat sedang sedih ataupun senang,karena daya berpikir anak jaman sekarang sangat berbeda dengan dahulu.


Selina yang merasakan jika ada yang memegang pundaknya,akhirnya terbangun dan menoleh kebelakang.Dirinya dibuat terkejut ketika melihat ternyata Alina yang melakukan itu,ia bingung dengan siapa Alina datang.


"Lho Ana kok disini,memangnya kamu datang dengan siapa?" Tanya Selina penasaran.


Selina belum sadar jika sedari tadi Leonard tengah memperhatikan dirinya dan putrinya,ia hanya tersenyum melihatnya.


"Adek datang dengan Opa." Sahut Alina sambil menunjuk kearah Leonard.


"Tu tuan," ujar Selina terbata bata.


"Iya nak Daddy senang kamu pulang." Sahut Leonard sambil memeluk menantunya itu.


Selina terdiam ia masih berusaha mencerna maksud dari perkataan Leonard tadi,mengapa tidak memarahinya.


"Maafkan aku Tuan karena keadaan Alex sekarang ,tapi sungguh keadaan seperti ini tak kuinginkan sama sekali," lirih Selina.


Leonard memandangi wajah Selina yang terlihat merasa bersalah,ia sungguh tak tega melihatnya.


"Untuk apa minta maaf Nak,apa yang Alex alami murni bukan kesalahanmu tapi sudah menjadi takdir yang kuasa.Justru Daddy senang karena kamu mau kembali dan menemaninya menjalani semuanya,jika memang Tuhan berkehendak Daddy minta kamu jangan menyalahkan dirimu," pinta Leonard sambil tersenyum.

__ADS_1


"Aku yakin Alex pasti kuat melawan penyakit ini," lirih Selina lagi.


"Semoga saja semuanya sesuai kemauan kita." Sahut Leonard yang berusaha membesarkan hati menantunya itu.


Rafa dan Ben sedari tadi hanya menjadi penonton setia,tidak ada niat untuk menyela karena menurut mereka Selina butuh orang untuk menyampaikan keluh kesahnya.


"Abang ,Uncle Ben kok kalian duduk deketan awas nanti suka lho," ejek Alina yang sudah mulai kembali sifat aslinya setelah melihat Bundanya tersenyum tadi.


"Ya ampun nona kecil anda memang keterlaluan,masa pria setampan ini dituduh punya kelainan ono ono," gumam Ben dalam hati.


"Adek kamu kalau ngomong sembarangan saja,masa Abang kamu setampan ini kok dijodohkan sama Uncle Ben?" kesal Rafa.


"Hehe bercanda kali Bang,apa nggak capek tuh mulut marah melulu," goda Alina.


"Sudah kalian berdua bisa diam nggak?, sudah tahu Ayahnya lagi sakit tapi kalian berdebat melulu.Ayo Rafa kamu salim kakek kamu dulu,tuan ini Rafa Abangnya Alina," ujar Selina.


"Kamu jangan panggil Daddy,tuan ya Nak panggil Daddy saja seperti Alex karena kamu kan istrinya Alex," balas Leonard.


"Iya baik Dad,maafkan aku." Selina merasa tak enak hati.


Rafa bangkit dan menyalim tangan Leonard ,pria paruh baya tersebut hanya tersenyum dan menepuk pelan pundak Rafa.


"Namaku Rafa Roberto Kek," ujar Rafa berkenalan.


"Ih Abang kok gitu sih masa panggilnya Kakek ,padahal Opa lebih gaul lho." kesal Alina karena panggilan Rafa beda darinya.


"Kamu yang salah panggilnya,masa kami kamu panggil Ayah Bunda dan Abang tapi Kakek kamu panggil Opa." Sahut Selina tak ingin dibantah.


"Sudahlah ikut kemauan Bunda kamu ya,Kakek suka panggilan apapun yang penting intinya kalo Kakek punya cucu." Leonard berkata begitu agar Alina tak cemberut lagi.

__ADS_1


"Baiklah aku ikut Abang saja deh," ujar Alina sambil tersenyum.


(Nanti sore baru sambung lagi ya))


__ADS_2