
HAI READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU...
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT...**
" Kami permisi mr leonard, terima kasih atas kerjasama nya.". Pamit Devan dengan membungkuk kan badannya.Lalu ia pun menarik Selina agar ikut keluar dengan nya, Selina menuruti kemauan Devan.Karena ia sendiri sebenarnya juga sudah merasa tak nyaman berada di situ.
Ketika sudah berada di parkiran,tangan Selina yang masih di genggam Devan langsung di lepasnya.Devan yang baru menyadari hal tersebut hanya tersenyum kikuk,dan menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Maafkan aku, ku pikir tadi kita masih di dalam jadi untuk menghindari kemauan konyol tuh aki aki".Alibi Devan
__ADS_1
Selina yang ingin bertanya mengurung kan niat nya tersebut, tapi ia berencana tetap akan bertanya.
Devan masuk kedalam mobil, dan diikuti Selina yang duduk di samping nya. Keduanya tak berbicara, karena maklum baru mengenal dalam hitungan jam.
" Tuan apa boleh saya bertanya, apa maksud dari perkataan anda tadi.Jika mulai dari sekarang, saya akan selalu menemani anda meeting "? Tanya Selina penasaran
"oh itu yaa ,memang seperti itu kenyataannya. Mulai sekarang kamu akan bekerja menjadi sekertaris saya".Sahut Devan santai
"iya tapi kan saya belum melamar pekerjaan di kantor anda"?Sahut Selina
"oh masalah itu jangan kamu pikirkan ya, bukankah aku adalah bos nya. Lagian tadi kan kamu bilang mau cari kerjaan,ya sudah kamu di terima ".Sambung Devan lagi
" Ah baik lah terima kasih banyak Tuan, saya tak menyangka jika bisa langsung mendapatkan pekerjaan ".Ujar Selina senang.
" Memangnya kamu baru sampai di sini atau bagaimana "? Tanya Devan penasaran
" Iya aku baru sampai kemarin Tuan". Sahut Selina
" Bisa stop memanggil ku dengan sebutan Tuan, karena aku tak setua itu.Panggil apa saja tapi tolong jangan panggilan yang menggelikan itu". Pinta Devan sambil tertawa Kecil
__ADS_1
" Terus aku harus panggil nya apa dong, kan Tuan bos nya aku"? Tanya Selina bingung
" Senyaman kamu saja deh, gimana kalau panggil nya mas saja".Pinta Devan
Selina langsung membulatkan matanya, ia tak percaya jika Devan memintanya untuk memanggil dirinya Mas.
" Seumur hidup Tuan, aku tidak pernah mendengar seorang Sekertaris memanggil Bosnya dengan sebutan Mas.Jadi aku tetap akan panggil Tuan saja, demi kenyamanan bersama ".Sahut Selina kekeh
"Aishh Lina plis deh, itu untuk kenyamanan kamu tapi bukan untuk aku.So jadi jangan? membantahnya, atau bakalan ku suruh kamu panggil suamiku saja". Ancam Devan
Selina menghembuskan nafas nya kasar, pasalnya jika yang di hadapan nya kini adalah Dinda sudah di tabok kepalanya. Namun kali ini berbeda, karena orang tersebut adalah atasan barunya nanti.
" Ok gimana kalau saat di kantor kamu panggil nya Tuan, tapi kalau kita lagi sendiri kamu panggilnya mas saja".Devan kembali mengajak kompromi ulang.
" Ya sudah baiklah ". Ujar Selina pasrah
Keduanya kini sudah menuju ke apartemen nya Selina, dan tak ada pembicaraan serius lagi di antara mereka.
" Mas kita mampir di supermarket dahulu ya, soalnya ada yang harus aku beli. Soalnya tadi kan sempat di cancel, oleh Tuan yang terhormat".Selina menyindir Devan secara halus, namun Devan hanya tersenyum.
__ADS_1
Ia sangat senang karena tadi Selina sudah mau memanggil nya sesuai permintaannya.