AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
Episode 245


__ADS_3

hai Rider ku tersayang


jangan lupa like and comment nya


karena dukungan kamu semangat untukku


i love you full


Happy reading ya guys!!!


lanjut***


sudah cukup kesabaran seorang Alex Roberto sudah di ambang batas, ia harus menemukan Bocah Tengil itu yang berani menantang dirinya.


sedangkan Rivan di seberang tertawa bahagia sebahagia mungkin, ia akhirnya bisa menang yang dari Alex dan terbukti dalam pikirannya ia yakin 100% jika Alex sedang emosi sekarang.


" Kamu di mana sekarang cepat katakan, terus sebelum itu telepon para penggali makam agar selesai berkelahi dengan ku kamu langsung tidur tenang! "ujar Alex tajam datar dan dingin.


Rivan bergidik ngeri membayangkan ekspresi sahabatnya itu, ia yakin jika dirinya dekat dengan Alex Roberto kini pasti dirinya bakal dijadikan samsak hidup.


"Astaga Bro, kamu serius begitu Memangnya Menurut kamu aku sekarang di mana ? "tanya Rivan penasaran.


"diam kamu, cepat katakan kamu ada dimana sekarang sebelum aku kesitu dan menghajar dirimu! "teriak Alex dari seberang.


Rifan sudah menjauhkan ponselnya dari pinggir, sebab sudah tak sanggup mendengar omelan Alex yang unfaedah itu.


" kan sudah aku katakan tadi kalau aku ada di rumah nya Selina, Masa begitu harus diulang lagi otak kamu eror hari ini ini? "Ketus Rivan kesal .


" Aduh kamu sepertinya sudah bosan nih hidup ya, segalanya hal yang membuat aku emosi hari ini. jadi sekarang katakan dengan jujur, sebelum anak buah aku yang bergerak mencarimu dan Setelah itu mereka membuatmu menjadi pizza gulung yang paling enak!: ancam Alex serius tanpa ada embel-embel untuk bermain-main dahulu.


" loh kok kamu gitu Lex, masa kamu pikir aku bohong Aku di rumah Ah tidak kemana-mana panas. aku kan lagi perawatan biar lebih glowing, supaya saat berduaan dengan Selina terlihat sangat serasi begitu? " goda Rivan dari seberang membuat Batas kesabaran akhir Alex sudah selesai.

__ADS_1


ibarat kata bagaikan suhu akhir diukur dari bumi, panas membara menggigit jiwa membelenggu hati menghempaskan raga membuat siapa saja jadi termewek-mewek.


" kamu berani sama saya, Baiklah Tunggu saya di situ nak. siap-siap pasang kuda-kuda yang kuat, kalau bisa jurusnya juga sekalian! "kesal Alex.


rivan akhirnya mematikan panggilan itu sebab suasananya sudah tak mendukung untuk dibawa bercanda, Alex benar-benar marah Mungkinkah dirinya mengatakan hal yang bodoh membuat pria itu marah?


"Lex Ayolah, aku tadi itu benar-benar serius aku lagi di rumahnya Selina loh! masa aku harus berbohong begitu, dengan apa yang tidak kulakukan sekarang ! "sahut Rivan dari seberang.


Alex mematikan panggilan itu secara sepihak jika melanjutkan lagi obrolan itu bisa dipastikan ponselnya yang keluaran terbaru dan harganya dulu mau itu bakal tidur cantik di jalanan.


" kurang ajar, bisa-bisanya aku dikerjain sama pria aneh itu untung juga sahabat kalau tidak bisa dipastikan bakalan turun satu Batalyon Infanteri mencari keberadaan Rivan sampai di bawah kolong tempat tidur sekalipun.


karena perdebatan yang tak berarti dengan refund, Alex sampai tak sadar kalau kini dirinya sudah sampai di depan rumahnya.


Mang Beno yang sedang berjaga langsung membukakan pintu gerbang untuk junjungan nya itu, Senyum selalu terbit di wajah pria kepala plontos itu.


tak terdengar keluhan apapun dari pria itu ia bekerja sepenuh hati, hingga membuat Alex tak pernah memecat pria itu.


" Makasih Mang," ujar Alex Tulus.


" Masama tuan , tapi saya juga kepo lo Tuan boleh tidak saya bertanya? " tanya Mang Beno takut-takut sambil kepalanya terus tertunduk ke bawah.


" Aduh maaf ya mang tapi lain kali saja ya , soalnya saya masih punya urusan yang sangat penting menyangkut hidup dan mati saya yang tak bisa ditinggal sama sekali. nanti kalau Mamang kepo di-cancel aja dulu, biar hidup lebih tenang dan rambut bisa tumbuh hehehe! "bujuk Alex dan menuju kamarnya.


Mang Beno hanya geleng-geleng kepala melihat sikap tuannya itu, ia tak percaya dengan perubahan sikap tuannya yang bisa-bisanya mengajaknya bercanda.


" ah hatiku mulai tergoyahkan nih, aku kayaknya ngefans deh sama Tuan saja soalnya sudah bisa diajak bercanda! "gumam Bang Beno pelan.


Alex berjalan dengan cepat karena kakinya yang panjang membuat dirinya tak membutuhkan waktu berapa lama untuk menyusuri rumahnya yang semegah itu, hanya satu tujuannya kamar dan mencari sang istrinya.


" sayang, sayang kamu di mana. "teriak Alex meskipun dari masih dari lantai bawah.

__ADS_1


Namun sayang Lagi dan lagi tak ada tanggapan sama sekali, membuat pria tampan itu kembali mengeluarkan suara bassnya yang membuat Selina terlonjak kaget.


" sayang kamu di mana sih, aku dari tadi nyariin kamu loh masa nggak nyaut nyaut udah gitu suara aku udah kedengaran Di mana-mana kok masih saja belum dijawab?! Ketus Alex kesal.


" Astaga tuh orang dari dulu sampai sekarang tidak tahu berubah, masa orang lagi bongkar muatan di dalam tuh kamar mandi harus balas teriakannya, "Ketus Celina kesal.


ceklek


Alex membuka kamarnya dan Selina lalu mencari sosok yang sangat ia cari, Namun sayang kamar dalam posisi kosong melompong.


"Oh Tuhan cobaan apalagi ini , bisa-bisanya istriku menghilang di siang bolong begini? aku harus cari kemana, awas aja kalau itu bocah tengik macam-macam pada istriku. "Ketus Alex kesal.


namun yang satu tak ia sadari, kalau dirinya belum memeriksa kamar mandi tapi sudah menyimpulkan saja sesuatu yang tidak dipastikan kebenarannya.


Selina yang sudah selesai urusannya, keluar dari kamar mandi dan menatap heran ke arah suaminya itu.


mendengar ada yang keluar dari kamar mandi ,Alex tadi yang yang sedang menatap langit- langit menoleh kearah sumber suara dan mengerutkan keningnya.


" Lho kok bisa kamu keluar dari situ, Padahal tadi aku nyariin kamu sampai bengkok loh tidak bisa lurus-lurus lagi! " tanya Alex heran.


Selina menatap lebih heran ke arah ah suaminya, Masa orang masuk dalam kamar mandi kok dikasih pertanyaan yang aneh begitu?


apa ia tak sadar jika siapa saja bisa masuk dalam kamar mandi, katanya pintar kok kasih pertanyaan yang tidak ada bagus-bagusnya seperti itu.


" kamu itu itu sudah bangun tidur atau belum sih, Masa aku masuk dalam kamar mandi kok kata kamu tanya seperti itu tu? "kesal Selina .


Alex menggaruk kepalanya yang tak gatal, wajah cemberut Selina itu membuat dirinya sedikit was-was jangan sampai ia menjadi amukan emak-emak berdaster bisa berabe urusannya.


"Hehehe maaf yang, aku tadi tidak sengaja bertanya seperti itu soalnya bingung mau cari kamu kemana lagi aku aku terlihat dari sono sampai sini Kok nggak ada yang muncul nggak ada yang nongol nggak ada yang jawab pertanyaanku? "saat Alex memaksakan senyuman di wajahnya.


ketika Selina ingin menjawab terdengar Deru mesin mobilnya Alina, Putri cantiknya itu keluar sendiri dalam mobil tanpa tanpa bersama dengan Rafa.

__ADS_1


__ADS_2