AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 141


__ADS_3

GUYS AKU SEBENARNYA BINGUNG LHO,,CERITA INI SUDAH MEMASUKI EPISOD SEGINI TAPI LIKE NYA BELUM MEMENUHI TARGET...


AKU SEBENARNYA MEMBUTUHKAN VOTE N LIKE...TAPI TERKESAN SEPERTINYA MENGEMIS..


LANJUT ***


Alex masih memasang wajah cemberut nya karena Daddynya yang memancing kekesalan pria beranak dua itu.


"Daddy nggak bisa dong memutuskan sendirian seperti ini," bujuk Alex yang merasa frustasi karena perkataan Daddy.


"Astaga nih anak benar benar ya,memangnya kamu pikir tadi itu serius apa?" Tanya Leonard kesal karena melihat tingkah Alex yang seperti bocah.


"Syukurlah," gumam Alex pelan.


"Eits,jangan senang dulu boy ada pekerjaan berat yang sedang menanti kamu yaitu membujuk istrimu," ledek Leonard.


Alex yang tadi tersenyum langsung murung,karena ia melihat dengan jelas wajah kesal istrinya tadi.Memang ia juga merutuki kebodohan yang telah ia lakukan,masa mau berbuat *** *** tapi tak melihat tempat.


"Dad bisa bantuin nggak?" pinta Alex memelas.


"Lha enak saja kamu lagian Daddy mana ingat hal begituan orang dudanya juga sudah lama." Kesal Leonard karena Alex membuatnya mengingat statusnya kini.


"Haha aduh maaf aku lupa kalau pria tua satu ini adalah jomblowanto tua yang sudah tak laku lagi," ejek Alex membuat Leonard menatap tajam kearahnya.


Selina yang sudah selesai mengurus Alina langsung menuju meja makan,wanita itu langsung memasang tampang sangarnya.


"Diam,dasar otak udang." Kesal Selina sambil menghardik kasar kearah Alex.


"Aishh salah lagi," gumam Alex pelan.


Alina yang melihat wajah tak mengenakkan Ayahnya itu merasa heran,karena sungguh sangat tak enak dipandang mata.


"Ayah mukanya bisa tidak digantengin dikit soalnya bikin sakit mata," ujar Alina polos.

__ADS_1


"Buaaa haha, ampun perutku sakit," lirih Leonard dan Ben karena capek ketawa,kedua pria itu kompak langsung tertawa mendengar perkataan Alina barusan.


"Puaskan saja tertawa kalian sebelum tertawa itu dilarang dan gigi kalian copot habis dari tempatnya," sarkas Alex yang sudah tak bisa menahan kekesalannya.


"Kalian kalau mau sarapan lebih dahulu saja aku pergi melihat Abang dulu ya," pamit Selina.


"Nggak usah Bunda,Adek saja yang panggil Abang kesini Bunda urus Ayah saja," tawar Alina sambil turun dari tempat duduknya.


"Makasih ya Dek,tau aja kalau Ayah lagi ingin dimanja," ujar Alex sambil tersenyum penuh kemenangan.


"Daddy,Ben ayo silahkan makan," pinta Selina.


"Lho Yang kok gitu sih,yang jadi suami kamu disini itu aku masa kamu lupa." Alex tak terima Selina mengacuhkan dirinya.


"Melupakan demi kebaikan nggak ada salahnya kan?" Tanya Selina balik dengan tatapannya yang tajam.


Alex seperti kerbau yang dicucuk hidungnya,ia tak membantah perkataan Selina dan tanpa suara lagi mengambil makanan untuknya.


Sementara itu Ben bergidik ngeri bagaimana tidak,ia melihat seorang pria dingin,arogan dan cuek seperti Alex langsung takluk dibawah seorang wanita cantik disisinya itu.


"Apa lihat lihat," bentak Alex kepada Ben karena ia yakin pasti asistennya itu sedang menertawakan dirinya.


"Ah tidak kok Bos aku hanya sedang melihat meja ini,yang sepertinya sangat bagus." Ben berkilah sebelum benar benar kena amukan.


Sementara itu Alina yang berada dikamar Abangnya langsung tersenyum pasalnya Abangnya itu sudah tampan.


"Wow Abangku memang yang terbaik," puji Alina sambil mencium pipi Rafa yang sedang berjongkok mengambil sisir yang jatuh(masa iye🤣✌)


Deg..


"Oh my kalo gini mah aku bakal jadi pedofil beneran," gumam Rafa sambil tersenyum.


"Ayo Bang kita keluar makan," ajak Alika.

__ADS_1


"Hemm." Sahut Rafa singkat.


"Ishh Abang mah tega,masa sama si amor bilangnya sayang sayang giliran sama aku hem hamm doang," ketus Alina.


"Lebay," ejek Rafa sambil mengacak rambut adik kecilnya itu.


Kini keduanya sudah berjalan menuju meja makan,dalam hati Rafa bertekad kalau akan meminta izin untuk kuliah diluar negeri.


"Bang kalau Adek besar ingin punya pacar yang tampannya seperti abang," ujar Alina antusias.


"Hemm jangan bicara yang aneh aneh,sisir rambutnya saja belum bisa malah sebut begituan," ejek Rafa.


"Abang nyebelin deh." Kesal Alina lalu berjalan sambil menghentakan kaki menuju kearah Ayah Bundanya itu.


"Lho Adek kok mukanya jelek begitu?" Tanya Selina penasaran.


"Abang nyebelin," ketus Alina.


"Banggg," panggil Selina sedang Rafa hanya menyengir kuda sambil menunjukan jarinya berbentuk V.


"Emang ngapain?" Alex bertanya daripada dirinya tadi hanya korban ejekan yang lain mending mengalihkan perhatian.


"Ya kan Adek bilang kalau sudah besar nanti bakal punya pacar tampan seperti Abang,eh Adek malah dikatain masih kecil nggak boleh ngomong seperti itu." Sahut Alina kesal.


"Abang memang benar kok Sayang,kamu jangan bicara seperti itu lagi ya," pinta Selina.


Alina hanya menganggukan kepalanya,ia tak ingin membantah lagi.


"Kenapa nggak pacaran saja sama Abang kalau sudah besar?" Tanya Leonard yang sangat mengerti tatapan Rafa tadi.


Duarrr


Rafa merasakan ingin pergi dari sini,karena sejujurnya pertanyaan ini yang mewakili perasannya kini.Pemuda tampan itu ingin tahu dengan jelas jawaban orang tua angkatnya itu.

__ADS_1


***Penasarankan😉😉😉


Like nya broooo***


__ADS_2