AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 105


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA


VOTE NYA JUGA YA...


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT ***


Jika memang dari awal ada niat untuk berubah ,maka usahakan segala macam perkataan yang engkau dengar kan jangan terlalu di bawa emosi.


Percayalah sebuah kepercayaan akan muncul dan bertahan ,jika dari awal engkau memang niat untuk merubah diri dan mencoba untuk meredam emosi.


Sekeras apapun watak seseorang ,ia akan luluh juga jika di dekati dan di beri perhatian serta ketulusan.Tak perlu barang mewah,karena kebahagiaan bukan hanya dari kemewahan tapi sebuah perhatian yang tulus.


Selina sebenarnya bukan ingin tak setia ataupun memikirkan pria lain, karena kesetiaan ia tak diragukan lagi.


Sebab selama ini hidup sepuluh tahun di negri orang, sekalipun tak pernah dekat dengan pria manapun. Karena baginya mengurus anak nya lebih penting, daripada mengurus makhluk yang namanya lelaki.


Kembali ke perdebatan keduanya, yang sepertinya tak ada yang mau mengalah.


" Bisa tidak sekali kali akui kesalahan mu, dan mau menuruti kemauan ku.Memang nya permintaan ku begitu susah, atau memang tak ada niat untuk kembali"?Tanya Alex sambil menatap tajam kearah Selina.

__ADS_1


" Bisa tidak juga sekali kali, anda mengakui kesalahan anda.Dan jangan menganggap dirimu selalu benar. Bisa tidak juga turunkan ego anda, yang seperti seorang diktator ". Tanya Selina balik.


" Hah jadi maksud mu dengan mengakui jika seorang istri pembangkang itu benar, dan suami yang ingin bersama itu salah"? Tanya Alex lagi.


" Pernakah juga anda berpikir, alasan ku menjadi pembangkang. Pernah kah anda berpikir, untuk sekali kali mengakui pendapat ku."Kesal Selina.


" Entah mau atau tidak, dan setuju atau pun tidak aku tak peduli.Karena besok kita pulang ke indonesia, dan tak kan kembali kesini lagi". Tegas Alex.


Tangis Selina pun akhirnya pecah,tubuhnya merosot kebawah lantai. Karena sejujurnya hal ini lah yang paling ia hindari selama ini, yaitu pulang ke rumah Alex.


" Aku akan pulang, tapi bukan untuk kembali melainkan mengurus perceraian kita". Sambil menangis dengan keuda airmata membasahi pipinya.


" Dan kamu pikir aaku bakal ijinkan sampai hal itu terjadi"? Sinis Alex..


" Bisakah ada rasa menghormati diriku, kalau memang tak menginginkan diriku tolonglah lepaskan aku.Jika memang aku punya salah, maafkan aku tapi tolong jangan memaksaku". Pinta Selina karena bingung harus mengatakan apa lagi.


" Itu tak kan pernah terjadi, karena hidup ku milik ku.seorangpun di dunia ini tak yang berhak, jadi sebaiknya anda keluar dari rumah ku sekarang ". Teriak Selina yang sudah tak bisa lagi menahan amarahnya.


Ia sangat membenci pria yang masih berstatus suaminya itu, yang selalu melakukan sesuatu sekehendak hatinya. Bahkan tak ada namanya sopan ataupun halus dalam setiap ucapannya, semua nya terkesan memaksa.


" Hah maksud mu kau mengusir ku, dari rumahmu yang hanya sepetak ini"?.Sindir Alex.


Selina menatap tajam kearah pria yang angkuh dan sombong itu, ia rasa keputusan nya dahulu untuk pergi sungguh sangat tepat.


" Oh iya Maaf Tuan yang terhormat,tapi asal anda tahu jika rumahku yang sejengkal ini adalah milik pribadi ku.Dan tanpa mengemis dari siapapun, yang penting anak anak ku nyaman dan tenang". Sinis Selina lalu segera mendorong kursi roda Alex untuk keluar dari kamar dan rumahnya.


Saat sampai di depan pintu, langkah mereka terhenti karena pertanyaan dari Rafa dan Alina.

__ADS_1


" Bunda kalian mau kemana lagi"?Tanya Rafa penasaran.


" Bunda tidak kemana mana, Rafa kamu ambil ponsel Bunda di tas dalam kamar sekarang.Dan kamu Ana, masuk kedalam kamar mu lagi sekarang ". Perintah Selina tegas tanpa ingin di bantah.


Alina yang masih merasa penasaran,mencoba untuk memberanikan dirinya bertanya.Entah nanti bagaimana respon Bunda nya, yang penting coba dulu kan.


"Lho kok aku di suruh masuk kedalam kamar Bunda,padahal aku kan masih ingin bermain sama Ayah"?.Tanya Alina heran.


" Dia mau pulang kerumah nya". Sahut Selina


" Ih Bunda kok begitu jawabnya, rumah kita kan artinya rumah Ayah juga". Kesal Alina.


" Dia tidak cocok di sini, apalagi rumah kita yang sudah kecil begini.Apalagi dia kan orang kaya, mana mau tinggal disini".Sindir Selina secara halus.


Deg


Deg


Begitulah perasaan yang berkecamuk di dalam rongga dadanya Alex,karena sindiran Selina tadi akhirnya menyadarkan nya dengan kebodohan yang baru saja ia lakukan.


Mau menyesal sungguh sudah tak ada gunanya lagi, padahal dengan susah payah mendapatkan alamatnya.Tapi kini kebodohan nya membuat jarak keduanya semakin menjauh.


***NB:


EMAK EMAK DAN KAKA KAKA TERSEYENG...


AYOLAH VOTE YANG BANYAK DONG..

__ADS_1


MASA CUMA SEDIKIT SAJA, TEGA AH KALIAN 😭😭😭😭***


__ADS_2