
HAII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT ***
Alex langsung memeluk istrinya yang wajahnya kalau cemberut bertambah cantik,dan sungguh jika dirinya sehat sudah pasti ia akan langsung menerkamnya.
"ehh yang ijinkan kamu main peluk peluk tuh siapa,sudah tahu pinggangnya lagi encok tapi sombongnya minta ampun," ejek Selina sambil berusaha melepaskan pelukan Alex.
"Memangnya kamu tidak mau dipeluk olehku?" Tanya Alex dengan wajah yang cemberut.
"Jangan lebay deh kamu,sembuhin dulu tuh penyakitnya baru boleh melakukan apapun sekehendak hati," sindir Selina.
"Kalau misalkan aku nggak sembuh gimana?" Tanya Alex memastikan.
"Huss kalau ngomong tuh sembarangan saja." Kesal Selina.
"Iya lagian kita kan jangan terlalu berharap karena harus juga berpikir soal kemungkinan yang lainnya agar jangan terlalu kecewa nantinya." Alex sebenarnya tak ingin mengatakan hal tersebut.
Alex hanya tak ingin membebankan Selina dengan harus merawat dirinya,walaupun sebenarnya tugas istri adalah merawat suaminya.
"Terserah kamu mau bicara apa,ayo kembali tidur." kesal Selina.
Alex menatap kearah Daddynya yang seperti tahu apa yang dirasakan putranya itu.Tapi tak bisa berkata apa apa ,saat pandangannya tertuju kearah Alina yang sedang menatapnya.
__ADS_1
"Heii cantiknya Ayah kok hanya disitu apa nggak mau deket sama Ayah disini?" Tanya Alex.
"Nggak boleh nanti kalau Ayah dekat Adek lagi Ayah tambah sakit," tolak Alina.
"Lho kok bicara seperti itu yang ada Ayah kalau dekat sama adek pasti akan langsung sembuh benar nggak Yang?" Alex meminta jawaban dari sang istri agar membantunya.
"iya benar apa yang Ayah katakan lagian kok bisa sih adek punya pikiran begitu?" Tanya Selina heran.
"Habisnya kan saat bertemu adek,Ayah langsung sakit," ujar Alina.
"Terserah kamu saja tapi ingat jangan bicara seperti itu lagi Bunda nggak suka dengarnya.Dan kamu Yang udah ayo tidur apa nggak capek tuh mulut komat kamit melulu,Abang kalian pulang ya bareng Uncle Ben dan Kakek," perintah Selina.
"*Bisa dipastikan posisi anda benar benar lengser tuan muda dengan kehadirannya nyonya," gumam Ben dalam hati.
" menantuku memang terbaik karena tegas dan aku yakin Alex pasti mati kutu dan tak bisa berkutik*," tawa Leonard dalam hati.
"Adek tinggal disini bareng Ayah sama Bunda kan?" Tanya Alina penuh harap.
"Lex kamu nggak papa kalau Dad pulang?" Tanya Leonard memastikan.
"Aku nggak Papa kok Dad,kan ada istriku yang bakal jagain aku," balas Alex.
"Iya Daddy tenang saja kalau dia melawan nggak nurut bakal kutampol pake sepatu." Sahut Selina.
"Haha baiklah kalau begitu kami pulang dulu ya," pamit Leonard.
"Abang jagain adek ya ingat jangan main game online sampai pagi,awas saja kalau besok Bunda lihat mata panda kalian." Selina memperingati kedua anaknya itu.
"Sayang sudahlah kamu kok makin menggemaskan sih," bisik Alex.
Selina tak membalas hanya menatap tajam kearah suaminya itu ,ia heran dengan Alex padahal sedang sakit keras tapi sikapnya seperti tak terjadi apa apa.
__ADS_1
Akhirnya semua orang yang berada disitu pulang,dan tersisa hanya pasangan suami istri tersebut.Selina yang merasakan kantuk berjalan menuju sofa dan membaringkan tubuhnya,Alex yang melihat hal itu merasa tak terima.
"Yang kok kamu malah tidur disitu terus akunya gimana?" Tanya Alex heran.
"Ya kamunya tidur disitu aku disini,ada saja pertanyaan kamu." Sahut Selina yang tak habis pikir dengan jalan pikiran suaminya itu.
"Maksudnya aku itu kalau kamu tidur disitu terus aku tidur sendiri begitu disini?" Alex memperjelas maksudnya.
"Ya iyalah kamu tidur sendirian kan yang pasiennya kamu bukan aku tapi kamu." Sahut Selina santai.
"Kamu naik keatas temani aku sekarang atau aku sendiri yang turun untuk angkat kamu keatas tempat tidur," ancam Alex.
"Kamu itu sadar nggak sih kalau sekarang lagi pake alat bantu pernapasan dihidung kamu,dan infus ditangan kamu tapi malah minta yang aneh aneh," gerutu Selina kesal.
Tanpa banyak bicara Alex melepaskan alat bantu pernapasan dan membuangnya ,ketika hendak membuka infusnya Selina langsung mencegahnya.
"Ya Tuhan kamu itu sebenarnya kenapa sih hah,bisa tidak jangan terlalu memaksakan diri nanti kalau kenapa napa gimana?" Selina sudah tak tahu berbicara apa lagi melihat sikap Alex yang selalu memaksa kehendaknya.
"Apa salah hanya minta tidur ditemani istri sendiri,kamu saja yang selalu menjaga jarak dengan...
Ucapan Alex terhenti ketika Selina menutup mulutnya dengan sebuah ciuman,ia bahkan tak tahu harus berkata apa apa lagi.
Ketika melihat suaminya yang sudah terdiam,Selina langsung menjauhkan wajahnya tapi langsung menoleh kearah lain.
Alex yang merasakan ciuman yang Selina kasih hanya singkat saja,membuatnya ingin meminta lebih lagi.
"Yang kok ciumnya hanya sebentar doang?" Tanya Alex tak terima.
Selina mengeryitkan keningnya begitulah sikap pria dikasih hati minta jantung,bukannya bersyukur tapi malah meminta lebih.
"Sudah sana tidur," ujar Selina langsung naik dan berbaring disamping Alex untung juga ranjangnya sedikit luas jadi keduanya tak terlalu kesusahan.
__ADS_1
Alex sebenarnya kesal masa setelah naik tidur dengannya Selina malah membelakangi dirinya ini mah sama saja dengan dirinya yang tidur sendirian.