AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 192


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA YA


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


LANJUT ***


Alex hanya melongo ketika melihat istrinya keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap,padahal dalam otak mesumnya ia berpikir jika Selina hanya keluar menggunakan handuk saja.


Mesumm


"Kamu kenapa kok mukanya ditekuk begitu,ada yang salah atau bagimana?" Tanya Selina heran.


"Salah sekali malah sangat sangat salah," ucap Alex sambil melepaskan pakaiannya karena ia tak kembali kekantornya lagi membuat Selina merasa heran.


"Lho kok kamu sudah kembali dan membuka pakaian kamu,apa tidak kembali kekantor lagi," Tanya Selina heran.


"Untuk apa kembali ke kantor kalau sudah ada yang pegang semuanya?" Tanya Alex santai.


"Jadi kamu sudah kasih Abang untuk gantikan kamu dikantor?" Tanya Selina.


"Iya betul sekali!" Sahut Alex santai.


"Astaga kamu memang keterlaluan sekali,masa anaknya baru pulang langsung kamu kasih kerjaan.Apa tidak biarkan dia istirahat dulu,kasihan lho mungkin dia mau puas kan hidup dulu tapi kamu main langsung saja," gerutu Selina kesal.


"Yang,asal kamu tahu ya putra kita itu kalau tidak dikasih kerjaan itu artinya dia bakal gangguin anak kamu terus.Buktinya tadi saja kamu pikir dia ada urusan apa,ternyata dia malah datang kekampusnya adek." Sahut Alex menjelaskan.


"Etdah tuh anak super nekat sekali,lama lama bakal kuikat kaki dengan tangannya," Kesal Selina karena kelakuan putranya itu.


"Maka dari itu tidak salah jika aku menyuruhnya untuk kerja,karena itu juga untuk kebaikan kita semua dan sekaligus melatih dirinya agar menjadi pria yang bertanggung jawab kedepannya," jelas Alex lagi.


"Aku mau minta izin pergi belanja dulu ya Sayang," pinta Selina.


"No,kalau bukan aku yang antar berarti kamu tidak aku ijinkan untuk pergi kemanapun," ucap Alex serius.


"Ya ampun kamu mah tega masa harus dikawal oleh kamu terus kemana mana?" Tanya Selina tak terima.


"Itu karena aku tak ingin menjadi suami yang tidak bertanggung jawab,jadinya daripada gelisah dirumah lebih baik selalu disamping kamu," Kekeh Alex.


"Hemm baiklah daripada pembahasan lebih aneh lagi,ayo berangkat agar kupingku tak lepas," ajak Selina menarik tangan suaminya itu.


"Ciee yang lagi nggak sabaran mau pengen berduaan dengan suaminya,"goda Alex sambil tersenyum.


"ihhh kamu mah bukannya diam saja,eh malah tambah parah dasar mulut ember kaya perempuan," Omel Selina kesal.

__ADS_1


Alex hanya tertawa saja memandang istrinya yang cemberut sepanjang perjalanan menuju garasi mobil.


"Tapi untuk apa ya aku marah,perasaan aku mah harusnya senang karena suami mana yang mau anterin istrinya belanja," gumam Selina dalam hati.


Selina dengan memasang senyum termanisnya memandang kearah suaminya,membuat Alex menatap heran kearahnya.


"Sayang,ayo cepat kita serasa seperti orang pacaran begitu ya," ujar Selina semangat sambil memeluk lengan suaminya itu.


Alex merasa bahagia karena ternyata istrinya itu berubah pikiran,dan kini malah mengajaknya untuk bermesraan.


Kesampatan...


"Sayang,bagaimana kalau kita pergi jalan jalan lalu menikmati waktu berdua agar kita lebih merasakan nikmatnya sebuah rumah tangga," pinta Alex sambil tersenyum.


"Hemm modus nya kamu memang andalan,aku saja sampe meleleh dengar nya.Baiklah saatnya kencan pertama setelah puluhan tahun menikah,tapi geli juga mendengarnya karena serasa kita bagaikan anak ABG," Ujar Selina sambil terkekeh geli.


Kini keduanya menyusuri jalan ibu kota,tapi dengan laju mobil yang lambat.Terlihat keduanya menikmati waktu berdua,tanpa memikirkan pekerjaan ataupun anak anak yang selalu merecoki mereka.


Rafa yang sudah selesai urusannya,kini kembali keruangan yang akan menjadi ruang kerjanya diperusahan itu.Saat masuk dirinya heran,karena sang Ayah sama sekali tak ada disitu.Dirinya jadi bingung sendiri,sebenarnya Alex dimana.


"Ayah dimana sih,kok nggak ada didalam jangan bilang kalau ia meninggalkan ku disini sendiri," gumam Rafa.


"Xaver dimana Ayahku?" Tanya Rafa kepada bawahan Alex yang selalu mengekor dirinya.


"Tuan Alex sudah pulang dari tadi!" Sahut Xaver membuat Alex langsung menahan emosinya.


Mungkin dalam pikiran Alex adalah Rafa sudah mengerti soal pekerjaan,karena sewaktu di Italy ia sudah bekerja mengurus perusahaan Leonard.


"Ah Ayah bisa artinya aku juga dong,lebih baik pergi kekampus pujaan hatiku saja," ucap Rafa pelan sambil berlalu ingin pergi dari situ.


"Tuan anda mau kemana?" Tanya Xaver.


"Bukan urusanmu." Kesal Rafa.


"Tapi satu jam lagi anda ada pertemuan dengan Klien dari Belanda Tuan," ucap Xaver memperingati majikannya itu.


"Kamu perintah saya,sadar kah dengan yang kau ucapkan itu?" Tanya Rafa serius.


"Bukan seperti itu Tuan,tapi saya hanya ingin mengatakan yang seharusnya. Sebab itu adalah pekerjaan yang penting,dan tak bisa diwakilkan oleh orang lain." Sahut Xaver tegas.


"Hari ini adalah terakhir kamu dekat dengan ku,cepat carikan sekertaris yang baru dan ingat harus pria biar jelek tak apalah yang penting tidak banyak bicara," Ucap Rafa datar.


"Sekertaris nya sudah siap Tuan,sedikit lagi saya akan panggilkan dia silahkan tuan kembali keruangan," Pinta Xaver membuat Rafa ingin sekali mencekik leher pria itu.


"Kalau membunuh itu tidak dilarang,kamu ini hari bakal tinggal nama," Ancam Rafa sambil berjalan masuk kedalam ruangannya.


Xaver hanya menggeleng kepalanya,jika orang lain melihat tingkah tuan muda mereka itu pasti bakal tak percaya jika itu adalah Bos mereka.

__ADS_1


"Tuan,semoga Non Alina bisa membuat jiwa arogan anda berubah," gumam Xaver.


Oh asal kau tahu saja ya para reader,Rafa itu orangnya bakal bucin ketika dekat dengan Alina.


Rafa adalah pria mesum jika dekat dengan Alina,Ia bahkan suka sekali membuat kekasihnya itu jengkel karena tingkah pria tampan itu.



Alina yang sudah selesai urusannya dengan Bu Mery,langsung keluar dari kelas dan melihat ponselnya.


"Oh Tidak tuh orang kenapa lagi sih,apa tidak punya kerjaan selain gangguin orang," gerutu Alina kesal.


Mery yang hendak pulang merasa penasaran,karena melihat wajah kesal milik Alina.


"Heii Bocah kamu kenapa,buat diri inti padahal masih Abg," sindir Mery.


Alina yang kesal merasa heran,memangnya ia melakuan apa sampai Mery tiba tiba kepo urusannya.


"Ibu sehat kan?" Tanya Alina heran.


"Hah,kenapa kamu bertanya seperti itu?" Tanya Mery heran.


"Ya iyalah saya tanya seperti itu,orang Ibu datang tiba tiba terus ledekin saya memang nya saya salah apa ke Ibu?" Tanya Alina heran.


"Kamu itu ambil milik saya,punya saya dari dulu yang selalu saya jaga tapi kamu dengan enaknya main nyosor saja." Oceh Mery kesal.


"Maksudnya apa ya Bu,milik yang mana sih bisa tidak kalau ngomong itu jangan lari kesana kemari akhirnya balik juga ditempatnya," gerutu Alina tak kalah kesal.


"Rafa itu milik saya,ingat ya itu cuman milik saya!" tekan Mery tajam.


"Ibu dengar baik baik ya,Rafa Roberto itu adalah Abang saya dari dulu sekaligus calon suami saya.Ingat kan nama keluarga Roberto,itu adalah nama keluarga saya juga jadinya saya bingung sejak kapan dia menjadi milik kamu?" Tanya Alina tajam.


"Astaga aku kok bisa lupa ya,kalau mereka itu nama keluarga nya sama.Hadeuh lebih baik mundur daripada tersiksa,dan malu yang tak jelas," batin Mery dalam hati.


"Jadi ibu bisa jawab pertanyaan saya tadi?" Tanya Alina mengejek.


"Terserah kamu bikin capek saja," ketus Mery sambil berlalu meninggalkan Alina sendiri.


Alina tersenyum penuh kemenangan,siapa yang tidak kesal saat calon suaminya dibilang milik orang lain.


"Hah,ada saja tuh nenek lampir ngomong nya,lama lama ku museum kan biar nyaho," Kesal Alina pelan.


"Heii kamu kenapa,mau dibilang sinting ya kamu," ledek Lala yang tiba tiba muncul yang bikin Alina sangat kaget.


"Astaga kamu ini hantu atau apa ya? Tiba tiba muncul kaya hantu yang penasaran,karena semasa hidup ditolak oleh cowok sok tampan," sindir Alina sambil menahan tawanya.


"Kamu mah tega,masa aku yang sudah dandan secantik ini kamu masih bilang aku hantu.Hello mata kamu rabun siang ya,jadi tidak bisa melihat jelas makhluk apa yang sedang berdiri didepan kamu?" Kesal Lala yang merasa gemas kepada Alina.

__ADS_1


"Idih siapa bilang aku rabun siang,masa wanita sepertiku terkena rabun siang.Lagian mana ada kata yang aneh seperti itu,aku saja baru dengar;" Ejek Alina.


__ADS_2