AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 277


__ADS_3

Like N KOMENNYA


***LOPE U FULL


LANJUT*** ***


tak berselang lama mereka pun sampai di kediaman milik keluarga Roberto di Roma Italia, tampak kediaman itu sangat megah membuat siapapun yang melihatnya pasti akan sadar jika yang punya adalah orang kaya.



Dinda melongo keheranan selama 10 tahun dirinya berada di negara ini ia tak pernah melihat sama sekali Mansion semegah ini, dirinya bahkan sempat berdiri di tempat untuk menikmati ciptaan tangan manusia yang sedang berada di hadapannya.


keningnya mengkerut ketika melihat sebuah bangunan megah berada di samping Mansion yang berada dihadapannya itu, kira-kira itu tempat apa lagi masa iya gudang?



" Lina ini tempat Apaan ini Kok berjejer, di depan ini miliknya Siapa yang disamping itu miliknya siapa?" tanya Dinda penasaran.


" Oh yang putih di depan ini miliknya daddy-nya Alex Terus yang disamping itu yang lampunya lagi terang miliknya kami!" jelas Selina membuat Dinda terkagum-kagum.


ia menatap sinis arah Rivan yang baginya tidak bisa menandingi kekayaan keluarga Roberto, punya Mansion saja dua belum lagi real estate yang lain dan apapun itu yang membuat kerajaan bisnis keluarga Roberto tidak bisa tertandingi oleh dunia.


" Kenapa kamu lihatin aku begitu?" tanya Rivan penasaran.


" aku itu yakin pasti tidak bisa bersaing dengan Alex, melihat kemewahan yang ada di depan mata Kamu sekarang bisa tidak kamu kasih ke Selina?" tanya Dinda sinis membuat Rivan tertawa kecil.


" kamu meremehkan aku sekarang, Menurut kamu aku orang miskin itu? lain kali Jangan menilai seseorang hanya dari tampilan luar saja, karena belum tentu yang kamu lihat itu sesuai dengan kenyataan!" ujar Rivan sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


" Menurut kamu aku harus bagaimana percaya dengan sikap kamu yang berencana jadi pebinor, asal kamu tahu melakukan hal itu tidak ada bagusnya sama sekali! jadi Jangan coba-coba berpikiran untuk melakukan yang hal aneh-aneh, karena aku yang bakalan berdiri di depan dan menantang kamu!" Ketus Dinda lalu berjalan masuk mengikuti langkah kaki Selina.


" Astaga kamu jadi wanita kok susah sekali, aku tidak ada ingin berdebat tapi kamu mau ingin cari gara-gara denganku?" Ketus Rivan.


"Oh jadi ceritanya kamu mau marah marah tidak jelas,terus buat aku jadi diam saja begitu?" Tanya Dinda sinis.


"Hei kalian berdua kalau mau mesraan jangan disini,nanti malu di lihat orang dengan tingkah kalian sok manis itu!" Sungut Alex lalu menarik tangan istrinya agar mengikutinya ke dalam rumah.


"Dinda ayo sini kenapa di situ terus,apa tidak capek kaki kamu?" Tanya Selina penasaran sambil menatap penuh tanya ke arah Dinda.


" Ah tidak juga aku kan lagi mau ngobrol sama si tuan Orlando doang, kamu kalau mau jalan lebih duluan saja aku kan ada teman jalannya!" ujar Dinda menatap kearah Rivan yang sedang menatap Intens pada Selina.


Rivan mendelik kesal mendengar perkataan Dinda barusan, Ia tak ada niat untuk berjalan bersama dengan wanita se cempreng Dinda yang hobinya hanya mengajak berdebat saja.


" kamu tidak salah ngomong, perasaan kita tidak Sedekat Itu jadi jangan sok akrab padaku!" Rivan mengatakan hal itu sambil tersenyum mengejek.


" kok aku bisa bisanya ya terdampar di sini dan ngobrol sama kamu, Ya sudah ayo masuk kedalam kasihan tuh kaki kamu Kalau dipaksa berdiri terus!" ajak Dinda lalu menarik tangan Rivan agar mengikuti dirinya.


Entah mengapa Rivan tak bisa menolak sama sekali perkataan Dinda barusan, bahkan pegangan tangan wanita itu sama sekali tak diprotes nya.


" Wah ini baru bisa dibilang couple zaman now, tidak bisa terbantahkan dan otomatis pasti didukung oleh seluruh jagat!" gumam Vigo yang terlihat lebih antusias ketika Dinda dan Rivan dekat.


Rivan yang merasa Jika ada yang sedang memperhatikan dirinya menoleh ke arah belakang, dirinya dibuat terkejut dengan Tatapan yang diberikan Vigo kepada mereka.


" Kamu kenapa lihatnya Sampai sebegitunya?" tanya Rivan heran.


" Ah tidak apa-apa Tuan, Aku hanya ingin melihat burung di udara yang sedang terbang terlihat sayapnya begitu indah!" sahut Vigo ambigu.

__ADS_1


" kamu itu lama-lama bisa jadi orang aneh tahu tidak, jangan bilang karena makanan sini tidak cocok sama lambung kamu membuat otak kamu juga ikutan miring?" tanya Rivan sinis.


" Terserah anda saja Tuan Mau mengatakan apa, Saya hanya bisa diam dan menikmati tanpa ingin berkomentar sebab komentar itu dilarang!" Sindir Vigo pelan.


" kamu itu Jadi orang kok cerewet banget, tinggal jalan masuk saja kok repot? tuh ditungguin sama Miss dan Mister Roberto, Nanti kalau kita diusir alamat tidur di jalanan atau tidak?"Kesal Dinda Entah mengapa dirinya seolah peduli dengan kehadiran Rivan di rumah itu.


" Kenapa kamu sibuk dengan urusan ku, perasaan kalau kamu mau masuk ya masuk saja ngapain sibuk dengan aku yang masih disini?" sarkas Rivan sinis membuat Dinda akhirnya tersadar dengan kesalahan yang dilakukan barusan.


" Maafkan aku yang tadi terkesan lebay, Maafkan aku juga jika membuat kamu tidak nyaman! aku duluan masuk ke dalam, Permisi semuanya!" pamit Dinda sambil menundukkan kepalanya tak berani menoleh ke arah siapapun lagi.


Rivan menatap punggung Dinda dengan perasaan bersalah, dirinya menjadi tak enak hati kepada wanita yang tadi tanpa sadar ia sudah perlakukan secara kasar padahal masih dalam suasana berduka'


" tuan Apa Anda tidak ada niat buat mengejarnya begitu, kasihan loh anak orang sudah berduka dimarahin tanpa sebab lagi?" tanya Vigo memastikan.


Rivan mendelik kesal mendengar perkataan Vigo barusan, dirinya seolah bingung dengan isi otak asisten nya itu.


" kamu kalau bisa punya mulut dipakai buat bicara hal-hal yang lebih berguna, Karena Aku bukan anak kecil yang bisa seenaknya kamu perintah sesuka hati kamu?" Ketus Rivan lalu berjalan tanpa sadar kakinya yang terkilir tambah parah.


" Oh Tuhan kok bisa-bisanya aku melupakan hal ini', terus Sakitnya tambah parah lagi!" Rivan merutuki kebodohannya yang akibat terlalu memandang gengsi dirinya cedera.


" Ada yang bisa saya bantu Tuan?" Tanya Vigo yang mencoba untuk menawarkan bantuan.


" tidak perlu, Karena Aku bukan anak kecil yang bisa kamu perintah atau meminta tolong pada orang yang sombong sepertimu!" Entah mengapa Rivan terlihat lebih sensitif.


" Eh Dinda kok kamu sendirian saja Mas Rivan nya dimana, terus asistennya itu juga di mana Kok nggak kelihatan dari tadi?" tanya Selina memastikan.


" sayang kamu kenapa sibuk sama orang lain, padahal jelas-jelas suamimu yang tampan itu ada di sini loh?" tanya Alex tak terima dengan perhatian yang Selina diberikan untuk orang lain.

__ADS_1


__ADS_2