
HAII READER KU TERSEYENG
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT***
Alex memang tak bisa berkutik setiap kali Selina sudah menunjukkan wajah garangnya,ia membiarkan Selina untuk beristirahat diranjang.
"Ah punya bini kok gini amat ya,masa masih ingin mesra mesraan tapi malah dianggurin," gumam Alex pelan tapi masih bisa didengar oleh Selina.
"Yang,aku bukannya nggak mau tapi tolong sadarlah dengan keadaan fisik kita yang belum mendukung.Waktu dua minggu setelah operasi itu bukan waktu yang lama lho,aku khawatir jangan sampai lukanya memang kering diluar tapi dalamnya masih basah," Sahut Selina memberi pengertian kepada suaminya itu.
"Nah itu dia,aku juga bingung setiap bersama kamu pasti bawaannya selalu ingat hal yang menjerumus kesitu," balas Alex yang juga sedang bingung.
"Ya sudah nggak papa,aku janji bakal turuti kemauan kamu saat sudah sembuh," janji Selina sambil memberikan senyuman yang termanis mungkin.
"Aww aku meleleh Yang kalau lihat senyuman kamu yang seperti itu," goda Alex yang mana membuat Selina terkekeh geli.
"Gombalan receh," ejek Selina.
Saat hendak memejamkan mata Alex teringat akan putra sulung mereka yang tadi terlihat tak terlalu bersemangat,yang mana membuat Alex menjadi bingung melihatnya.
__ADS_1
"Yang si abang kenapa ya,kok kelihatan murung?" Tanya Alex.
"Astaga aku juga baru ingat sekarang,aduh malah udah malam lagi mungkin besok pagi baru aku tanya keadaannya." Sahut Selina sembari memukul otaknya.
"Hemm benar juga Yang,besok pagi jangan lupa ya cari tahu soalnya jangan sampai tuh anak merasa kekurangan kasih sayang," ujar Alex.
Selina merasa tersentuh mendengar perkataan suaminya itu,ia sangat bahagia karena Alex tak membedakan dalam memberikan perhatian.
"Makasih ya Mas,karena sudah mau menerima abang," ujar Selina tulus.
"Iya tetap saja kamu dilarang untuk terlalu dekat dekat dengan pria lain termasuk sama putra kita juga.Asal kamu tahu ya sama pakaian dalam nya kamu pun aku cemburu lho,karena tiap hari itunya kamu nempel terus sama dia tapi untuk akunya sulit sekali." kesal Alex sambil memasang wajah cemberut.
Wajah Selina pias karena malu,bagaimana tidak ucapan suaminya itu terkesan vulgar.Bahkan pakaian dalamnya pun menjadi sasaran kecemburuan suaminya itu,ada ada saja pikiran pria dewasa.
Alex merasa bahagia karena saat istrinya sadar atau tidak memanggil dirinya Sayang,padahal hal itu sangat jarang disebutkan Selina selama ini.
"Oh jadi kamu kalau aku jalan sama cewek lain kamu nggak bakal cemburu gitu?" Tanya Alex yang ingin memancing istrinya.
"Oh tenang saja Bang,kan aku sudah bilang kalau cemburu itu yang kreatif.Jadi kalau misalnya kamu jalan dengan satu cewek aku juga bisa dong malah mungkin lebih dari satu cowok daripada rasakan cemburu yang bakal menguras habis isi stok airmataku." Sahut Selina santai.
"Coba saja kalau berani ,bakal kuikat kamu dengan tali biar nggak bakal kemana mana." Kesal Alex.
"Haha makanya kalau mau mancing aku tuh pikir pikir dulu ya," ledek Selina.
Sedangkan dikamar Rafa pemuda tampan itu sedang termenung,ia bingung dengan pikirannya.Hatinya mencoba menepis rasa yang tak seharusnya ada tapi mau bagaimana lagi,tak bisa dipungkiri jika dirinya merasa sayang pada adik kecilnya itu.Dan ia sadar jika rasa itu bukan hanya karena keduanya adik Kakak,melainkan pria kepada wanita.
__ADS_1
Padahal pria tersebut sudah mencoba mengalihkan perasan dengan berhubungan dengan wanita lain.Namun tetap saja ia masih tak bisa menghilangkan rasa itu,mungkinkah harus pergi menjauh saja.
"Ingat Rafa dia adek kamu dan jangan bersikap layaknya seorang pedofil yang tak bermoral." Rafa mencoba mensugesti dirinya agar tak berlarut larut dalam pikiran bodohnya.
(***guys bingung ya,kenapa harus author selipin cerita Rafa. Sebenarnya author sudah atur ceritanya dari awal,jadi tak ada salahnya diselipkan disini.
Karena kalau cerita soal Alex dan Selina pasti hanya monoton saja,soalnya kan author sudah pernah bilang ceritaku tak pernah mengusung tema yang berat.Masa hidup sudah berat tapi dunia halu malah tambah parah,ogahh.
Jika kalian cari soal perselingkuhan ataupun Pelakor maupun PEBINOR oh kalian salah tempat***.)
LANJUT
Rafa tak tahu perasaan suka kepada adik kecilnya sejak kapan,yang jelas ketika melihat tatapan matanya ia seperti menatap wajah Bunda yang selalu tersenyum kepadanya.
Ia hanya yakin jika selama ini sayang kepada adiknya itu karena kemiripan dengan Bunda mereka.
"Sepertinya aku memang harus menjauh dari keluarga ini,sudah ditampung ataupun disayang malah ngelunjak," ujar Rafa dalam hati.
Bersambung...
nb:
Kenapa autor selipin Cerita Rafa dan Alina..
Sayang lho Babang Rafa yang ganteng hanya dijadikan figuran.
__ADS_1