AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 261


__ADS_3

Like N KOMENNYA


Terima kasih


Lanjut***


Rivan berharap agar tidak ada yang namanya undang-undang melarang yang pembunuhan, karena dirinya ingin sekali menghabisi Alex yang over posesif itu.


" dasar suami yang tingkahnya berlebihan, bikin malu saja. aku itu hanya ingin bertanya saja kalian Emangnya mau ke mana sebentar, ya makanya saat bicara dekat dengan istrimu bukan aku mau menculik diri!" kesal Rifan karena melihat kelakuan Alex yang selalu saja membuat dirinya emosi.


" suka-suka diriku lah tidak suka melihat orang dekat dengan istriku, Lagian apa urusannya dengan kamu Memangnya kamu siapa?" sinis Alex tak mau kalah.


" Ih kalian itu apaan sih selalu saja berdebat kalau ketemu, tingkah kalian tuh kayak anak kecil tahu tidak?" kesal Selina habis pikir dengan kelakuan 2 pria paruh baya yang berdiri di hadapannya kini.


Revan menggaruk kepalanya yang tak gatal karena tak tahu harus menjawab apa, berbeda dengan Alex yang memegang tangan sang istri dan berusaha untuk membujuknya.


" Sayang jangan marah dong aku kan tidak sengaja tadi, Lagian tuh mencari perkara lebih dulu kalau tidak mana mungkin aku ribut-ribut tidak jelas kayak tadi!" ujar Alex yang sengaja mengambing hitamkan Rivan.


" Aduh lebay banget sih lo, mataku sakit melihatnya karena sikap kamu yang sangat menjijikkan itu!" ejek Rivan yang membuat Alex menatap sinis ke arahnya.


" terserah aku dong kenapa kamu yang sibuk' Lagian dia itu istriku suka-suka aku mau berbuat apa!" Sindir Alex tak mau kalah.


Selina hanya bisa menggelengkan kepalanya Ia Sepertinya kalau berdekatan dengan Alex dan Rivan terus, maka bisa dipastikan serangan hipertensi akan menghampiri dirinya secepat mungkin.


" Jadi gimana kita jadi jalan atau tidak, kalau jadi ngomong jelas kalau tidak ngomong yang jelas?" tanya Selina kesal.


Rivan masih tidak paham dengan arah pembicaraan Selina tadi, dia tak menampik jika rasa ingin tahunya sedang melanda.


" kalian itu sebenarnya mau kemana sih, Masa dari tadi pertanyaanku seperti menggantung di udara hilang ditelan bumi?" tanya Rivan kesal.


" Untuk apa kamu cari tahu, tidak penting juga kan harus tahu? lagian aku mau kemana dengan istriku apa harus lapor lapor ke kamu dulu, Bisakah kamu diam saja untuk tidak terlalu mencampuri urusan rumah tangga orang lain?" sinis Alex karena kesabarannya sudah habis meladeni sikap Rivan Yang sepertinya selalu mencari tahu apapun yang ia dan Selina lakukan.


Selina sebenarnya sependapat dengan suaminya kali ini, karena ia tak ingin bertemu ataupun berbincang lagi dengan Rivan. karena sikap Rivan selalu berlebihan dan cara Alex menyikapi hal itu terkadang membuat dirinya menjadi bingung dan merasa bersalah.


" Maaf Mas sepertinya apa yang dikatakan Suamiku itu benar sekali, karena segala sesuatu yang kami lakukan tidak harus kami sampaikan ke siapapun yang bukan siapa-siapa!" Selina menimpali perkataan suaminya itu dan menarik tangan Alex agar pergi dari situ.


hancur


remuk

__ADS_1


sakit tapi tak berdarah


Patah Hati tapi tak punya jantung hati


so pasti itulah yang dirasakan Rivan kali ini.


Ia menatap sendu kearah punggung Alex dan Selina yang Makin menjauh dan sedang akan masuk ke dalam mobil, dirinya merasa nafasnya tercekat dengan perkataan Selina tadi.


bukan siapa-siapa!!


Perkataan Selina yang seolah menghunuskan pedang kearahnya dan menikam tepat di jantungnya, pria itu bahkan memukul pelan dadanya berusaha meredam kesakitan yang ia alami.


" Bisakah menoleh ke arahku sedikit saja, karena aku yakin biarpun hanya 1% saja pasti ada namaku di hatimu. Bisakah mengingat kenangan kita dahulu, karena hanya itu Inginku hanya itu pintaku." lirih Rivan yang berusaha menahan tangisnya.


Ya iyalah guys situ cowok kok pakai nangis segala, malu sama kumis yang dicukur tiap hari!


Segala sesuatu yang dilakukan dalam hidup terkadang tidak sesuai yang kita inginkan, apalagi mengharapkan sesuatu yang sudah pasti tidak akan pernah kita raih hasilnya pasti akan terasa sakit.


Maka dari itu selama beberapa bulan ini autor mencoba sesuatu yang berbeda, dan Author yakin Kalian pasti merasa aneh kan.


ya kata kalian Cerita ini tak sesuai judul, sekarang pertanyaan Mudah Saja yaitu:


Apakah menjadi seorang wanita hebat itu hanya jika Ia berusaha tegar dan menjadi tulang punggung keluarga Setelah diselingkuhi?


cerita ini simpel saja kok!


yaitu autor ingin menunjukkan kan, bahwa wanita terhebat itu selalu bisa bertahan setiap ada cobaan yang datang.dan kebahagiaan di depan mata pasti sedang menanti dirimu, di mana ia akan kembali meraih kebahagiaan itu mungkin dengan masa lalu ataupun masa depan.


menjadi wanita terhebat itu tidak selamanya berlaku untuk single parent, tetapi menjadi wanita terhebat itu ketika ia mampu berguna bagi anak-anak ataupun suami.


Ingatlah sebuah kata yang tidak boleh dilupakan dalam hidup yaitu dibalik kesuksesan seorang suami Percayalah Ada sosok wanita yang terhebat di belakang.


jadi dalam membuat cerita , tidak melulu kan harus sedih atau pun sendirian karena apa guys sebuah novel tidak akan pernah jadi jika tokoh utamanya itu hanya seorang diri otomatis harus ada pasangannya dong biar cerita hotnya dapat di gitu,.


Author Love You GUYS Now and Later


Ok Lanjut ***


sepanjang perjalanan Selina dan Alex tak berbicara sedikitpun, apa yang ada dipikiran mereka sekarang hanya mereka dan Tuhan yang tahu.

__ADS_1


sementara itu Alina kini menuju ke kantornya Rafa, sebab pria itu sudah menelpon dirinya bahwa orangtua mereka sudah pergi perjalanan ke luar negeri.


" Ih Ayah sama Bunda aku tega sih Masa nggak kasih tahu aku kalau mereka mau pergi, kalau begini kan aku mau ikut?" kesel Alina sesaat setelah sampai di dalam kantornya Rafa.


" kan ada aku masa Kamu bukannya bahagia malah cemberut begitu?" bujuk Rafa agar kekasihnya itu itu jangan memasang wajah cemberut nya jika tidak dirinya bisa khilaf.


" ogah kalau sama kamu bisa-bisa aku digarap habis Padahal belum waktunya, jadi lebih baik baik aku ajakin Lala aja deh nginep di rumah!" jawab Alina santai.


tok tok tok


terdengar ketukan pintu dari luar hingga membuat perdebatan sepasang kekasih itu berhenti, siapa apa yang ingin masuk entahlah!


" Iya masuk!" ujar Rafa.


Ceklek


" Permisi tuan!" Sapa Xavier yang baru datang.


" Oh kamu Xavier ,silahkan duduk!" Sahut Rafa.


" Terima kasih Tuan," Sahut Xavier dan duduk di sofa yang berada diruangan tersebut tepat dihadapan Alina.


Xavier menganggukan kepala kearah Alina ,yang dari tadi menatapnya penuh penasaran.


" Selamat sore nona! " sapa Xavier pada Alina.


" Sore juga Uncle!" balas Alina sambil tersenyum.


" jangan tersenyum karena senyum itu hanya milikku saja, dan kamu jangan berani ya dihadapanku!" ujar Rafa Ketus karena Alina yang tersenyum pada Xavier itu.


Alina mendengus kesal ada saja jalan pikiran pria yang ada di hadapannya itu, masa tersenyum pada orang yang menyapa kita tidak boleh?


Sama halnya dengan Xavier, pria itu merasa heran dengan jalan pikiran Tuan mudanya itu. jika tak menyapa salah kalau menyapa juga salah maunya apa sih?


" Maafkan saya tuan jika tadi tidak lancang terhadap Nona Alina!" ujar Xavier yang tidak ingin mencari masalah sama sekali.


" mana laporan kamu tentang di sana, setelah itu nanti antarkan saya pulang!" tegas Rafa yang yang tidak peka dengan keadaan Xavier kini yang perlu sekali istirahat.


" Oh tuan anda keterlaluan sekali, saya baru dalam perjalanan jauh terus berusaha ampe eh jadi sopir pula kapan istirahat?" gerutu Xavier dalam hati.

__ADS_1


" Eh kamu jadi orang tuh, keterlaluan sekali Masa orang baru datang langsung pakai disuruh-suruh segala! dasar tuan yang tidak punya hati nurani, Uncle pasti capek kan?"Tanya Alina memastikan .


" lumayan nona tapi tidak masalah kok , saya masih punya stok tenaga untuk menjadi sopir hari ini." Xavier Mana berani menolak kemauan Rafa.


__ADS_2