
HAII I'M BACK
Kini keduanya telah sampai di restoran yang di maksud.Terlihat seorang pria paruh baya, melambaikan tangan kearah mereka.
" Maaf Tuan, kami sedikit terlambat"..Sapa Ben
"Tak apa, saya juga baru sampai". Sahut Adam
Sedangkan Alex tak mengeluarkan suara, hanya langsung duduk di kursi dengan tampang datar.
" Ingin pesan makan, atau langsung to the point"? Tanya Alex yang sangat tak suka dengan yang namanya basa basi.
" Langsung saja Tuan, sambil memesan makanan nya".Sahut Adam
" Ok baiklah, saya harap anda mendengarkan baik baik.Karena saya tak kan pernah mengulanginya lagi dan jangan banyak tanya". Tegas Alex
__ADS_1
Sedangkan Adam nugroho, hanya menundukan kepala.Ada sedikit ketakutan,
" Saya ingin besok menikahi putri anda, karena saya yakin anda pasti tak keberatan.Karena hanya itulah persyaratan yang saya minta, dan satu lagi jangan juga anda mengharapkan sepeser pun dari saya.Karena itu tak kan terjadi, bukan kah kalau kifa menjalin kerja sama semua akan baik baik saja".Ujar Alex dingin
" Baik Tuan, saya paham.Dan tak kan bertanya lagi.Tapi kalau boleh tahu,kenapa anda ingin menikahi anak saya, bukan kah banyak wanita lain"? Tanya Adam
" Saya paling tak suka dengan wanita, yang selalu mengira terhebat dan berada di atas awan". Balas Alex
" Haha, selina rasakan penderitaan itu, karena saya yakin pria ini akan menghancurkan hidup mu". Gumam Adam dalam hati.
" Baik lah Tuan, saya mengerti saya akan pastikan besok selina akan berada di sana". Ujar Adam
Sedangkan Ben, terlihat mengepal kan tangan nya.Ia tak tahu apa yang ada di pikiran Tuan nya kini.Ia sangat Yakin, kalau tuan nya tersebut, pasti merencanakan sesuatu yang akan menghancurkan hidup Selina.
" Terserah kau saja Tuan, tapi jangan lupa.Jika karma itu pasti ada dan saat itu terjadi aku adalah orang pertama yang menertawakan mu". Gumam Ben Dalam hati.
__ADS_1
Ia memang sangat tak menyeujui ide konyol nya Alex.Namun apa daya nya yang hanya seorang bawahan saja.
Sedangkan di tempat lain, Selina, Rivan dan Dinda sedang menikmati bakso.Selina berlomba makan pedas dengan Dinda.Sedangkan Rivan, tak henti hentinya tersenyum melihat tingkah keduanya.
" Sel, senyuman mu mengalihkan dunia ku.Semoga kau selalu bahagia, aku janji akan menjaga mu semampuku dan sebisaku". Lirih Rivan dalam hati.
" Mas, dimakan dong bakso nya.Emang nya mas nggak laper apa? Ayo cepat makan pingsan dulu baru tahu rasa". Ujar Selina setengah kesal, karena Rivan hanya mengaduk makanan nya saja.
"Iya aku makan,tapi jangan cemberut ya, nanti cantik nya hilang". Goda Rivan
" Ia pak betul nanti kalau cantik nya hilang, nggak laku lagi."Dika menimpali
" Kalau nggak laku kan ada mas Rivan, iya kan mas"? Tanya Selina yang menatap Rivan
"Dengan senang hati, akan ku lakukan apa pun untuk mu". Sahut Rivan memandang penuh cinta kearah Selina.
__ADS_1
Respon selina biasa saja, berbeda dengan Dinda.Ia merasa bahwa Rivan menyimpan perasaan padanya.
"Ya Tuhan, ku mohon bahagiakan lah Selina selalu, sudah cukup ia menderita selama ini". Lirih Dinda dalam hati.Ia sangat kasihan melihat Selina yang selalu di perlakukan tak adil oleh keluarganya