AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 320


__ADS_3

Like N KOMENNYA


LOPE U FULL


LANJUT ***


kini keduanya sudah sampai di rumahnya keluarga Alex Roberto, tampak rumah dalam keadaan yang sangat ramai tidak seperti biasanya.


" rumah Kok rame ya Perasaan hanya Alina saja di dalam rumah, Ih jangan-jangan tuh anak melakukan hal yang tidak tidak lagi!" tanya Lala pelan.


" kamu kalau ngomong jangan sembarangan! lebih baik kita masuk memastikan saja, daripada punya pemikiran yang macam macam jadinya tidak bagus!" ajak Xavier yang tidak ingin kekasihnya itu mempunyai pemikiran yang terlihat seperti terlalu mencurigai seseorang tanpa alasan yang jelas.


" astaga maaf tadi aku keceplosan nanti kalau didengar sama Alina bisa berabe urusannya, sudah tahu kan sifatnya tuh anak itu kalau lagi marah bisa kering semua air laut akibat dari mendengar perkataannya nonstop itu?" jelas Lala Sambil tertawa.


sedangkan di dalam rumah terdengar suasana sedang heboh karena kedatangan Rafa yang baru pulang dari kantor, pria itu sangat terkejut melihat kehadiran kedua orang tuanya padahal sebenarnya dalam hati dirinya Ingin cepat pulang Agar bisa tidur sambil memeluk tubuh Alina.


" Abang kenapa wajahnya ditekuk seperti begitu, kayak ada sesuatu yang mengganjal begitu bikin ayah sama Bunda penasaran saja atau tidak kalau melihat kamu seperti begitu terus?" tanya Selina yang tak bisa menahan senyuman di wajahnya karena wajah Rafa itu sungguh sangat tidak sedap untuk dipandang.


" Iya kamu benar sekali Bunda aku saja jadi penasaran sebenarnya ini anak kenapa lagi kayak kesal harapannya tidak sesuai kenyataan seperti begitu, atau jangan-jangan dia lagi mengharapkan sesuatu yang tidak kita ketahui?" tanya Alex yang pura-pura tidak tahu menahu padahal dirinya paham dengan perubahan mood yang Rafa Tunjukkan itu karena dirinya juga pernah berada di posisi yang begitu.


Rafa mendengus kesal mendengar apa yang dibicarakan oleh kedua orang tuanya itu, mereka seperti sangat menikmati wajah kesal Putra mereka itu.


" sayang, aku mau mandi bisa tidak siapkan pakaianku?" tanya Rafa kepada Alina yang dari tadi sibuk saja pada ponselnya.


dalam hati Rafa berharap agar Alina tak menolak permintaannya itu dan bisa menemaninya sejenak berduaan dalam kamar, maklumlah yang sedang bucin bawaannya dunia adalah milik mereka berdua saja yang lain dianggap seperti kecoak yang lagi numpang cari nyamuk.


" semoga saja dia tidak menolak apa yang aku ingin nonton soalnya udah kangen banget nih pengen cium aroma nya dia yang memabukkan itu, ayolah sayang Jangan tolak dong kemauan ku yang ini!" pinta rafa dalam hati sambil menatap Alina penuh harap yang tanpa ia ketahui ternyata Selina lina menyadari hal itu


" Ya sudah boleh kok ayo masuk ke dalam biar nanti abang yang tunjukan yang mana yang mau dipakai Aku kan nggak ngerti yang selalu begituan!" ajak Alina yang sudah bersiap hendak berdiri tapi perkataan Selina membuat ia mengurungkan niatnya itu.


" kamu ngobrol sama ayah saja saja adek, nanti soal urusannya Abang biar Bunda yang bantu siapkan hitung-hitung sebagai tanda perpisahan karena kan kalian sedikit lagi bakalan menikah!" Rafa hanya bisa menghela nafasnya kasar mendengar apa yang dikatakan oleh Bundanya itu padahal tadi ia sempat merasa senang yang tak terhingga ternyata sayang harapan tak sesuai dengan rencana.


" Oh ya sudah kalau begitu aku ngobrol saja deh sama ayah soalnya udah kangen banget loh sama Pak Tua peot ini, pengen tahu kabarnya kayak gimana sekarang masih Fit atau sudah encok?" goda Alina yang Bahkan tak menyadari jika Rafa kini tengah menatap ke arahnya.

__ADS_1


" hola semuanya buah pantasan saja ramai ternyata Ayah sama bunda sudah pulang, Kenapa tidak kasih kabar ke aku biar mungkin bisa bantu bawa koper sedikit bayarannya nggak usah Mahal deh paling cuma oleh-oleh dari Italy saja!" ujar Lala dengan suara cempreng nya itu.


Alina langsung berdiri dan menyambut sahabatnya itu karena dirinya juga khawatir dengan keadaan Lala yang berpisah dengannya dari tadi siang.


dengan kehadiran orang tuanya saja sudah hancur Ini Ditambah lagi dengan kehadiran bisa dipastikan kekasihnya itu bakalan disabotase habis sehingga tidak ada sedikitpun waktu untuknya.


" ada saja pengganggu di dunia ini ya Tuhan yang lain belum selesai datang lagi pengganggu yang lain kapan aku bisa tenang, kalau sudah tahu seperti begini keadaannya Lebih baik aku culik Alina mulai dari tadi siang biar tidak disabotase sama mereka!" sungut Raffa dalam hati lalu pergi ke arah kamarnya.


" Abang kok langsung pergi begitu saja tungguin bunda dong, katanya pengen dibantu untuk mengambil pakaian masa main pergi begitu saja sih kamu?" tanya Selina yang berdiri menyusul putranya itu namun Rafa menolak karena tujuannya meminta bantuan Ya hanya ingin modus tapi itu kepada ahlinya bukan kepada siapa-siapa,


" tidak usah Bunda aku bisa sendiri kok, mendingan temani para tamunya supaya mereka sadar jika bertamu di rumah orang itu harus sadar diri jangan membuat tuan rumah merasa tidak nyaman!" Sindir aku sambil menatap ke arah Lala yang juga sedang menatap tajam ke arahnya.


" Abang kenapa sensi sekali hari ini kayak orang yang lagi PMS tahu tidak, Masa iya orang tuanya baru pulang dari luar negeri dikasih sambutan yang tidak pantas seperti begitu? mendingan yang sekolah di dalam negeri tapi pendidikan moralnya paling mantap dan tidak terbantahkan, Nah yang satu ini mah beda sudah dibayar mahal mahal tapi unfaedah!" sinis Lala ke arah Rafa yang terlihat bodo amat dan memilih pergi dari situ.


" kalian berdua tuh kenapa sih setiap kali ketemu selalu saja unboxing, Padahal selama ini kan tidak ada permasalahan serius yang terjadi di antara kalian berdua masa iya saling Sindir seperti itu apa tidak capek marahan terus?" tanya Selina penasaran sebab tidak ada namanya ada kata akur antara Rafa dan Lala membuat dirinya kebingungan dengan situasi kedua anak manusia itu.


" ya Siapa suruh dia cari perkara lebih dulu denganku Ya sudah aku ladeni saja kan, enak saja main ngomong tanpa memikirkan perasaan orang lain tersinggung atau tidak benar tidak yang?" sahut Lala sambil menatap kearah Xavier membuat semua orang yang berada di ruangan itu gagal fokus dengan panggilan yang lolos sebutkan tadi terhadap Xavier.


" Iya benar Bunda perasaan tadi itu mereka baru habis berantem deh sekarang sudah akur ini, bahkan tadi itu aku masih ingat loh cara memanggil Paman savier dengan sebutan aku kamu begitu eh sekarang kok malah Panggil sayang-sayangan segala!" Alina menimpali perkataan Bundanya itu.


Lala hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena kebingungan harus menjawab apa sebab jika bagian yang seperti ini bukan keahliannya sama sekali tapi tanah ada paman Xavier kok semua bakalan aman terkendali'


" kalian bisa tidak jiwa kepo nya itu sedikit dihentikan, Soalnya kalau cara kalian bertanya seperti itu Aku sudah merasa seperti seorang tersangka yang sedang diinterogasi oleh penyidik?" Tanya Lala namun tak dihiraukan sama sekali oleh Alina dan Selina.


" suka-suka kita dong mau ngomong apa Kenapa jadi kamu yang sewot, Lagian kalau tadi kamu nggak ngomong seperti itu kita juga nggak mungkin bertanya Yang aneh-aneh. Makanya kalau bingung mau menjawab apa jangan sok pamer deh jatuhnya kan susah sendiri jadinya, Emangnya kalian pikir di dunia ini hanya kalian berdua saja ini hidup orang lain tidak atau orang lain ada cuma numpang ngekos doang?" ledek Alina membuat lalu mendengus kesal dan memegang erat tangan kekasihnya itu'


" sayang yang kamu bisa dong bantu jawab jiwa kepo nya Emak berdua ini, soalnya kasihan nanti malam bakalan penasaran terus tidak bisa tidur karena sesuatu yang didalam jiwa mereka sedang berontak minta tolong!" sungut Lala sambil memanyunkan bibirnya ke arah Xavier membuat pria itu merasakan sengsara yang berlebihan karena ingin sekali mencicipi benda kenyal yang sedang mengerucut seksi kearahnya itu.


" Ya Tuhan Xavier tahan tahan dulu lah Bro sungguh ini godaan yang paling bikin sengsara jiwa dan raga, Nanti kalau sudah halal terserah kau libas habis benda itu juga tidak masalah!" batin Xavier yang mencoba menetralkan degup jantungnya sebelum kembali harus menjadi bahan introgasi kedua majikannya itu.


" sebenarnya kedatangan kami ke sini ingin memberitahukan kalau lusa adalah hari pernikahan kami, jadi saya kesini juga mau minta cuti untuk beberapa minggu kedepan tidak bisa masuk ke kantor karena cuti menikah!" jelas Xavier dalam satu kali tarikan nafas membuat Alex yang sedang sibuk memeriksa laporan keuangan kantornya langsung menghentikan kegiatannya itu karena merasa terkejut.


" Are you serious?" tanya Alex penasaran.

__ADS_1


" Iya benar sekali tuan, maaf jika sebelumnya tidak menyampaikan hal ini terlebih dahulu. karena memang ini semua juga rencananya dadakan jadi tidak sempat untuk diantisipasi, maka dari itu saya datang ke sini sebelumnya untuk menyampaikan maksud dan tujuan!" sambung Xavier lagi membuat Alex hanya bisa menghela nafasnya kasar sungguh ini sebuah berita yang sebenarnya menggembirakan Akan tetapi karena terjadinya begitu tiba-tiba membuat dirinya kebingungan harus menjawab apa.


" Tapi kamu tahu kan peraturannya jika ingin cuti harus diajukan beberapa bulan sebelumnya, akan tetapi yang tiba-tiba seperti begini Jadi bingung harus menjawab apa?" jelas Alex dan Hanya di anggukan kepala oleh Xavier.


" saya paham dengan perkataan Anda barusan Tuan, hanya saja mau bagaimana lagi karena ini semua adalah permintaan calon mertua saya jadi otomatis tidak bisa saya tolak?" Xavier benar-benar tak enak hati dengan majikannya itu tapi mau bagaimana lagi dirinya tidak mungkin juga akan membatalkan hal yang sudah disepakati bersama keluarganya.


"Ayah kan bisa mengurusnya, Bukankah selama ini Xavier tidak pernah meminta cuti? jadi kalau sekali-sekali kan tidak masalah, jika tujuannya hanya untuk sesuatu yang mulia dan kita harus mendukung hal itu?" kali ini Selina menimpalin perbincangan kedua pria dewasa itu.


" Iya bener Apa kata Bunda Kasihan lho Paman sudah tua Terus harus diperlambat untuk menikah, nanti kan Ayah bisa mengurus Semuanya sama Abang!" ujar Alina sambil menatap ke arah Lala sengaja ingin mengejek sahabatnya itu dengan kata-kata tadi.


" Ya ampun Alina tega banget masa iya laki gue dibilang udah tua, mentang-mentang dirinya mendapatkan yang sedikit di bawah level!" sungut Lala dalam hati menatap sinis kearah Alina yang tersenyum penuh kemenangan.


" Ya sudah kalau begitu tapi tunggu Rafa datang dulu ya supaya membicarakan hal ini juga kepadanya, Soalnya biar bagaimanapun sekarang Segala sesuatu harus melalui dia juga tidak bisa hanya dari saya saja!" sahut Alex tak berselang lama berapa berkeluarga dalam kamarnya dalam penampilan yang sudah segar.


" Kenapa semuanya pada melihat kearah saya, memang ini ada hal yang sedang kalian pikirkan atau gimana sampai bisa berekspresi seperti itu?" tanya Rafa penasaran.


Lala sebenarnya ingin berkomentar melihat rasa percaya diri Rafa yang begitu tinggi, padahal mungkin mereka menatap ke arah lain tapi pemikiran pria itu jika dirinya menjadi Primadona hari ini'


" sini duduk di samping Ayah sebab Ada hal penting yang ingin yang ingin kita bahas menyangkut Xavier dan Lala yang sekarang ada di sini, dan karena pendapat kamu yang belum kita dengar ya jadinya kami menunggu kamu!" jelas Alex.


" Memangnya pendapat apa yang kalian butuhkan dariku, Bukankah kalau Ayah sudah ngomong ya itu sama saja dengan aku yang ngomong?" tanya Rafa penasaran dengan hal apa yang sebenarnya kata mereka itu sesuatu yang penting tapi dirinya tidak tahu menahu sama sekali'


" maaf tuan tapi sebenarnya kedatangan saya kesini untuk mengabarkan kalau lusa saya dan Lala menikah, maka dari itu saya datang untuk meminta cuti sekaligus menyampaikan hal itu!" Rafa benar-benar tak percaya dengan apa yang ia dengarkan sekarang bukan masalah cuti melainkan pernikahan.


Siapa yang tidak merasa heran ketika dirinya yang lebih dulu berencana ingin menikah eh tahu-tahunya kedahuluan sama asistennya, Padahal selama ini pria itu tidak pernah mengatakan akan menikah ataupun menjalin hubungan dengan seseorang.


ini namanya kecolong start dong dimana harga dirinya sebagai seorang pria ketika apa yang ia idam-idamkan malah lebih dulunya orang lain.


kalau begini terus jadinya lama-lama Alina bakalan berubah pikiran, karena Lala yang selama ini musuhan sama Xavier saja dalam hitungan jam bakalan menikah nah terus dirinya yang lengket terus seperti perangko dengan Alina Kenapa masih digantung seperti jemuran begini.


" kamu sedang tidak bercanda kan, Memangnya kapan kalian berhubungan kok bisa-bisanya tiba-tiba datang terus ngomong nikah? kamu sadar kan kalau itu anaknya orang yang tidak sembarangan saja kamu permainkan Sesuka Hati, kalau iya lebih baik kamu hentikan segala maksud tujuan kamu itu karena aku sangat tidak menyukainya?" Rafa benar-benar kesal hanya sengaja mengalihkan topik nya kearah lain agar mereka tidak sadar jika dirinya juga pengen seperti yang dirasakan oleh Xavier dan Lala kini.


iri bilang Bos! oke!!!

__ADS_1


__ADS_2