
HAII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT ***
" Jadi apa bisa tindakan lainnya supaya suamiku bisa sembuh?" Tanya Selina penasaran.
" Tetap pada rencana awal yaitu mencarikan pendonor yang cocok,tapi kalau bisa dalam waktu dekat ini.Karena kondisi tuan muda tak bisa menunggu terlalu lama,kalau bisa harus dalam bulan ini," ujar dokter yang menangani Alex selama ini.
Mendengar itu semua Selina merasa dunia seakan terhenti ,kondisi suaminya apakah separah itu sehingga harapan untuk sembuh adalah sebuah mukjizat.
Selina keluar dari ruangan dokter dengan langkah yang pelan sambil berjalan menyusuri lorong rumah sakit untuk kembali keruangan tempat Alex dirawat.
Ben melihat wajah murung nyonya nya itu membuatnya merasa yakin jika pasti yang didengar berita kurang mengenakan.
Rafa yang sudah tak bisa menahan rasa penasaranya lagi langsung menanyakan keadaan Ayahnya kepada Selina.
" Keadaan Ayah gimana Bunda?" Tanya Rafa penasaran.
Selina menghembuskan nafasnya kasar tanpa sadar air matanya jatuh dipipi mulusnya.
__ADS_1
" Ayah kamu kondisinya sangat parah Bunda bingung harus seperti apa untuk bertindak semoga saja ada orang yang baik hati mau mendonorkan ginjalnya untuk Ayah," ujar Selina sambil memaksakan senyuman di wajahnya.
Ben adalah orang yang tahu segala sesuatu yang dilalui Alex selama ini,mulai dari ditinggalkan sang istri.Serta penyakit yang dideritanya sekarang dan segala macam bentuk pengobatan yang tak ingin dijalaninya.
Ben pernah mencoba menjalani pemeriksaan kesehatan yang ingin mencari tahu apa ginjalnya coco atau tidak dan ternyata tidak cocok.
Terlihat dokter yang menangani Alex berjalan menemui mereka ingin menyampaikan kondisi terkini Alex.
" Tuan muda untuk sekarang sudah kami pindahkan keruang inap kalau mau berkunjung silahkan," ujar dokter tersebut.
" Baik dok terimakasih banyak." Sahut Selina sambil berjalan masuk kedalam ruangan tempat suaminya berada.
Ketika masuk kedalam dilihatnya tubuh suaminya tertidur dengan alat bantu pernapasan dan infus ditangannya.Sebagai seorang istri hati Selina merasakan sakit yang teramat ,ketika orang yang berjanji akan menjaganya malah terbaring lemah.
Didekati tubuh suaminya itu lalu menarik tangannya,Selina berkali kali mencium tangan Alex yang sedang digenggamnya.
"Kamu tega buat aku begini ,apa kamu nggak tahu kalau selama ini aku sangat merindukan suamiku yang keras kepala dan juga arogan.Ayolah bangun kalau nggak aku bakal pergi lagi dan kali ini akan bersembunyi sampai air mata darahpun kalian tak kan bisa ketemu," Ujar Selina sambil diiringi tangis yang pilu.Hingga siapa saja mendengarkannya pasti akan merasakan kesedihan wanita cantik tersebut.
Diusapnya pelan rambut Alex bahkan mencium keningnya berkali kali,entah jika Alex sadar Selina bakal punya keberanian melakukannya atau tidak.
Airmatanya tanpa sadar menetes mengenai wajah suaminya yang masih betah dalam tidur panjangnya itu.
Rafa dan Ben yang sudah masuk dari tadi hanya melihat pemandangan mengharukan dihadapan mereka tanpa ada niat untuk menganggu.
" Tuan kumohon bangunlah bukannya ini yang selama ini tuan inginkan yaitu diperhatikan oleh nyonya.Jangan sampai tuan menyia nyiakan lagi kesempatan yang ada,atau akan ada penyesalan nantinya," gumam Ben dalam hati.
" Ayah bangun ya kasihan Bunda harus bersedih lagi harus menangis lagi apa Ayah tega?" gumam Rafa.
__ADS_1
Pemuda tersebut tak tega melihat raut wajah Selina yang sangat bersedih,dan sangat terpukul dengan keadaan yang ada.
Selina kini duduk disamping ranjang suaminya sambil menaruh kepalanya didekat tangan Alex.Berharap jika sadar nanti dirinyalah orang pertama yang tahu.
wanita itu tanpa sadar tertidur sambil jarinya menaut erat dengan jari Alex.Namun sisa sisa air mata masih belum mengering diwajah cantiknya itu.
Leonard yang kebetulan sudah sampai karena dihubungi Alex kemarin memberi tahu jika ia sudah menemukan istri anaknya. Membuat pria paruh baya tersebut langsung terbang dari Italy keindonesi bahkan tanpa istirahat dahulu langsung menuju kediaman putranya itu.
Leonard tampak keheranan dengan rumah Alex yang terlihat sunyi seperti tak ada penghuni.Ia pun berpikir mungkinkah Alex membohonginya tentang Selina dan cucunya.
Ketika sudah sampai didepan pintu ia membunyikan bel dan tak lama pelayan yang bekerja disitu membuka pintunya.
" Selamat datang Tuan," sapa pelayan tersebut.
" Dimana Alex," teriak Leonard kesal dan ingin sekali memberi pelajaran untuk memarahinya.
" Tuan ada di itu," ujar pelayan tersebut terbata bata.
" cepat katakan dimana dia biar kuhabisi," teriak Leonard kesal.
" Kenapa opa marahin Ayahku?" tanya Alina yang tiba tiba muncul karena mendengar orang teriak marah marah memanggil Ayahnya.
Deg
Leonard merasakan terkejut dan ada perasaan sedih bahagia serta terharu.Bagaimana tidak anak perempuan yang berada dihadapannya sungguh sangat manis perpaduan lengkap Selina dan Alex.
Meski belum mengenalnya tapi ia yakin jika anak kecil dihadapannya adalah anak Alex,apalagi tadi mendengarny menyebutkan Alex Ayahnya.
__ADS_1