
Lagian komennya terima kasih
lanjut **
Revan sangat terkejut dengan suara teriakan Alex dari pintu keluar, pada hal ini lagi sore menuju malam yang cerah tidak ada petir ataupun badai Kenapa Alex atau marah-marah tidak jelas kepadanya?
" Woi keluar kamu ngapain di dalam saja, awas aja juga kutemukan kamu bakal habis ku gorok leher mu!"teriak Alex dari arah depan.
" tuh orang kena apa lagi sih, Datang teriak-teriak di rumah orang tidak jelas?" kesal Rivan dari dalam rumah.
Revan memilih menghampiri Alex yang berperilaku layaknya orang kesurupan, karena jika tidak maka bisa dipastikan para tetangga bakalan heboh sendiri.
Vigo yang merasakan Aura yang mencekam di sekitarnya, Memilih tetap di dalam mobil karena tidak ingin ikut campur dengan urusan kedua manusia paruh baya itu.
" cari aman saja deh daripada nanti kena Sleding, apalagi postur tubuh kedua laki-laki itu bisa habis dibuat remuk oleh mereka!" ucap Vigo pelan.
Revan yang sudah keluar dan melihat ekspresi depan pintu dengan baju yang lengannya digulung, terlihat membawa dongkrak mobil entah apa yang ingin dilakukan di dengan benda itu.
"Kamu gila atau sinting hah, kok bisa-bisanya datang-datang ke rumah orang terus melakukan hal yang tidak-tidak?Untung juga aku tidak mengambil Palu, kalau tidak bisa bonyok ya kamu!" tanya Rivan jengkel.
"Diam kamu cepat kembalikan istriku sekarang!"Tegas Alex membuat Rivan merasa heran memangnya ia melakukan apa tadi?
"Kamu masih normal kan?" Tanya Rivan dengan tatapan menyelidik.
"Aku bilang apa tadi,cepat katakan di mana istriku sekarang!" Alex tetap pada pertanyaan awalnya tadi.
"Ya aku juga bakal tetap menjawab hal yang sama,kamu masih waras kan?" Tanya Rivan balik yang masih tetap pada pendiriannya.
Bugh
Alex memukul Rivan akan tetapi sayang karena mengenai pilar rumah itu.
Tapi karena gengsi tak ada namanya mengeluh,ataupun meringis kesaktian.
Bugh
__ADS_1
Kali ini giliran Rivan yang membalas pukulan Alex,tapi Sayang juga sih karena pukulan meleset dan tidak pada tempatnya.
"Awww,Oh Tuhan jurus Bebek goyang atau apa ini?" Teriak Vigo karena merasa kaget dengan pukulan Rivan yang tiba-tiba mengenai pipinya itu.
Salah sasaran
" loh kok kamu tiba-tiba muncul di sini, ya jadinya kena kamu kan? sudah Jangan sungut banyak, pergi dari sini sebelum pipimu sebel aku hajar juga!" ujar Rifan datar.
Vigo mengelus pipinya yang terlihat memar, Bagaimana tidak tangan bulat besar milik Revan itu butuh sempurna mendarat di pelipisnya.
"dasar tuan tidak berguna bisa-bisanya memukul asisten nya sendiri, sudah sana pergi belajar pukul orang baru datang melawan ku! "ejek Alex sambil tersenyum mengejek.
" kurang ajar kamu manusia tidak berguna, ini semua itu gara-gara kamu muncul tidak jelas mengamuk kayak orang gila sekarang mau ngeyel lagi!" kesel Rifan menatap tajam ke arah Alex
Alex menarik kerah baju Rivan begitupun juga dengan Rivan tak mau kalah, tatapan keduanya seolah ingin membunuh satu sama lain
" dasar pria Kurang ajar, kamu itu sebenarnya tidak tahu mencari istri atau memang ingin harap gampang saja?"tanya Alex membuat Rivan mengeryitkan keningnya.
" Maksud kamu ngomong kayak gitu apa, Memangnya istri siapa yang ku ambil? terus yang bilang aku tidak bisa mencari istri itu siapa, hati-hati kalau bicara karena aku bukan anak kecil yang hanya mendengarkan nya saja meskipun harga diri diinjak-injak!" Rifan mengatakan hal itu sambil memberikan tatapan menusuk untuk Alex Siapa yang tidak emosi ketika apa yang tidak dilakukan tetapi secara gamblang dikatakan dengan jelas?
"Heh, mana ada maling ngaku? cepat katakan di mana istriku, sebelum rumahmu Ini kuhancurkan tak berbentuk dan segala usahamu hanya tinggal nama!" sarkas Alexa tajam.
Rivan dan Alex menoleh kearah sumber suara lalu mengerutkan kening mereka, lebih-lebih Alex merasa sangat terkejut dengan kehadiran istrinya yang tiba-tiba itu.
" loh kamu kok di sini Bukannya tadi diculik sama dia, makanya tadi aku datang ke sini untuk menyelamatkan kamu dari pria Kurang ajar seperti dia?" tanya Ali sambil menunjukkan ke arah Rifan Yang sepertinya belum paham dengan keadaan yang ada.
" eh kurang ajar Maksud kamu apa, kamu menuduhku menculik istrimu begitu? jadi kelakuan kamu yang aneh tadi itu karena kecurigaan yang tidak jelas itu, Woy sadar woi ini masih sore!" Sindir Rivan.
Always suspicious
" bohong kamu, pikir aku ini orang terbodoh di dunia ini yang tidak tahu kelakuan busuk kamu di belakang yang suka saja mengincar istriku!" potong Alex yang tak ingin disalahkan.
Selina masih bingung sebenarnya tuh orang gua dari tadi berdebat Itu masalahnya apa, sampai menyinggung istri suami penculikan .
" bisa anda jelaskan tuan-tuan sebenarnya ini ada apa, terus tuh mukanya Vigo Kenapa Bonyok begitu? kalian tidak lagi rencana mau SmackDown kan, soalnya sudah enggak pantas kasihan tuh uban di kepala!" sinis Selina tajam.
__ADS_1
Alex memegang tangan sang istri Soalnya kalau Selina marah kepadanya, ia bakalan dipastikan puasa kerja malam nya alias lembur.
" Sayang jangan marah dong, bisa apa akunya jika tanpa kamu?" ujar Alex memelas membuat Rivan ingin sekali muntah karena tingkah Alex yang sok imut itu.
"Huwekk, Aku mau muntah lihatnya sudah tua tapi menjijikan sekali!" Sindir Rifan menatap Alex dengan Tatapan yang menjengkelkan berbeda saat dirinya menatap Selina penuh dengan kehangatan.
" kalian itu belum jawab pertanyaanku tadi, tadi berantem itu kenapa Apa masalahnya? terus tuh Vigo mukanya hancur begitu Itu siapa yang buat, kalian ini keterlaluan sekali lu jadi orang!" tanya Selina yang ingin memastikan kejadian yang sebenarnya agar dirinya tidak bertanya-tanya.
" itu lho yang tuh manusia 1 yang katanya orang kaya tapi tingkahnya aneh-aneh saja, dia yang memukul Vigo tadi entah apa yang menyebabkan dia bertingkah seperti itu?" ujar Alex yang seolah lepas tangan dari masalah yang ia timbulkan sendiri,
Rivan menatap seolah tak percaya dengan perkataan Alex yang merasa tidak bersalah sama sekali, membuat dirinya jadi bingung sebenarnya tuh orang punya urat malu atau tidak? tadi yang datang tiba-tiba terus ngamuk siapa?
" jangan bilang Anda amnesia dalam hitungan detik Tuan Alex, Bukannya tadi situ yang datang kayak orang kesurupan terus ngamuk depan rumah orang tidak jelas mana pakai pukul lagi untung juga muka aku tidak rusak begini-begini aset berharga tahu tidak itu?" Rifan tak tahu harus berbicara apa lagi pada Alex yang Kalau bertemu dengan Selina tingkahnya itu bagai kerbau yang dicucuk hidungnya.
" Lho kok bisa kamu datang terus pukul orang tiba-tiba seperti itu, Kamu sebenarnya ada masalah apa sih? "tanya Celina Tak habis pikir.
Aleks hanya bisa menggaruk kepalanya yang tak gatal kalau sudah Selina yang turun tangan Mana bisa Iya berkutik, itulah yang namanya suami takut istri.
jika di luar rumah terlihat garang dan sangat menakutkan, tapi jika Bersama sang istri oh mama mia Depe mau tra bisa ko tangkis.
" Siapa yang mau bertanggung jawab pada Vigo sekarang ayo Coba jawab?" keluar juga The Power of emak-emak hari ini.
" mati aku tadi juga nih tangan kenapa pakai kegiatan pukul anak orang segala, sekarang sudah didakwakan jadi kaya tersangka sendiri?" batin Rifan frustasi.
tak berbeda dengan Alex yang ternyata pria itu juga sedang gelisah, sebab wajah horor sang istrinya itu sungguh sangat menakutkan belum lagi nanti suara cempreng 5 oktafnya ngalahin speaker active.
" Sayang jangan marah dong ini semua gara-gara dia yang selalu cari perkara denganku, Kita pulang yuk kan mau jalan ke luar negerinya!" bujuk Alex menarik tangan sang istri tapi tanpa mereka sadari ternyata Rivan menyimak perkataan Alex barusan.
" tunggu!" ujar Rivan tiba- tiba.
Alex dan Selina yang hendak pergi langsung menghentikan kaki mereka dan menyimak ke arah Rifan, yang terlihat seperti Sedang berpikir keras
" kenapa lagi sih bocah, situ Pikir hidup saya hanya berdekatan dengan situ saja?" tanya Alex kesal akan tetapi tak dipedulikan sama sekali oleh pria tampan yang berada dihadapannya itu
Rifan bukannya takut jika disitu ada suaminya Selina, dia Malah mendekati wanita itu dan menatap Intens sekarang membuat pria yang berada di samping Selina itu menjadi gusar.
__ADS_1
Alex menahan tubuh Rifan agar Jangan mendekati istrinya, akan tetapi sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan itu akan sulit dirubah jika orangnya itu tidak merubah sendiri.
" Hei jangan dekat-dekat istriku jaga jarak aman di 5 meter!" tegas Alex dirinya tak terima jika istrinya dekat dengan pria lain.