AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 309


__ADS_3

Like N KOMENNYA


LOPE U FULL


LANJUT ***


" Iya memang aku bukan pacarnya kalau seseorang memberikan saran kepada orang lain dalam menjalani sebuah hubungan, karena saat aku PDKT sama Alina saja tanya sama tante Google!" jelas Rafa membuat Xavier hanya bisa mendengus kesal.


" Astaga ini orang kemarin-kemarin Sombongnya minta ampun, aku pikir dia melakukan sesuatu itu atas inisiatif sendiri eh tau-taunya perlu bantuan sama makhluk tak kasat mata!" sinis Xavier software dalam hati.


Rafa menatap kearah asistennya itu, karena dirinya yakin jika Xavier Tengah mengumpatnya.


" jangan mengumpat ke dalam hati, karena jika sampai hal itu terjadi Lebih baik kau pergi gali kuburan sendiri sesuai dengan ukuran yang kamu inginkan mau lebar atau kecil kita tergantung kemauan mu!" tegas Rafa membuat Xavier menatap heran kenapa tuannya itu.


" memangnya tuan menyuruhku menggali kuburan untuk siapa, Lagian Apa gunanya penjaga makam jadi harus kita yang menggalinya?" tanya Xavier penasaran.


Rafa mendengus kesal masa iya pembicaraannya dari tadi tidak dipahami sedikitpun oleh pria yang ada di hadapannya kini, kalau begitu sebenarnya otaknya sedang berkeliaran ke arah mana sampai hanya ada tubuh saja tanpa pemikiran sama sekali aja.


" menurut kamu aku menyuruhmu untuk menggali kuburan untuk siapa, bisa tidak sekali-sekali setiap kali aku sekali ngomong kamu langsung paham tidak perlu harus diulang-ulang lagi?" Rafa benar-benar diuji kesabarannya oleh pria sedang jatuh cinta itu.


" Dulu aku pernah jatuh cinta bahkan bucinnya parah sampai sekarang tapi tidak sampai-sampai bego kaya kamu, kamu ini otakmu serasa sudah tidak berfungsi lagi dengan benar terus apa gunanya coba kamu hidup?" sinis Rafa tak bisa menahan kekesalan.


"Ya Aku salah lagi kan,padahal dia yang ngomong kenapa aku yang selalu tidak pernah benar?"Batin Xavier frustasi.


"Maafkan saya Tuan,Tapi untuk sekarang pikiran saya masih bisa di pake buat berfikir.Nanti kalau besok lusa sudah error saya pasti akan kasih kabar, Biar tuan tidak memaksakan diri untuk berbicara kepada saya! " ujar Xavier melemas membuat Rafa mengerutkan keningnya karena kebingungan.


" kamu kalau kelakuan begini terus bisa menghancurkan Citra pria tulen di muka bumi ini, masa hanya kayak begini saja kamu mendadak jadi orang bodoh? di mana rasa percaya diri yang selama ini kamu Junjung begitu tinggi, masuk ke dalam tanah atau lagi tidur? " sinis Rafa membuat Xavier kebingungan harus menjawab apa.


" Ya tuan anda itu selalu benar padahal dulu yang patah hati terus minggat ke luar negeri itu siapa ya, bahkan sampai bertahun-tahun tidak mau pulang? " Xavier hanya bisa mengeluh dalam hati Mana berani berbicara secara langsung bisa berabe urusannya'


" jadi kamu sudah di deadline belum sama tante Adele, karena aku penasaran kamu kali ini masih bisa kabur darinya atau tidak? " tanya Rafa sambil tersenyum mengejek. karena dirinya merupakan saksi kenapa sampai Xavier memilih mengabdi kepada keluarga Roberto daripada meneruskan bisnis keluarga mereka.


mendengar mamanya disebut Xavier hanya bisa menghela nafasnya kasar, dirinya saja pusing jika berhadapan dengan wanita paruh baya 1 itu'


padahal selama beberapa bulan terakhir ini dirinya sedikit bernafas lega karena sang mama tidak membahas soal jodohnya lagi, hanya saja kesalahan yang ia lakukan semalam membuat ketenangan itu seolah telah lenyap.

__ADS_1


bukan Lala saja yang kebingungan sekarang ini melainkan dirinya juga, karena Adele pasti bakalan meneror dirinya bertanya soal pernikahannya dengan Lala.


" Kenapa diam saja menyesal karena sudah melakukan kekonyolan semalam, padahal menurutku itu adalah pertanda dari Tuhan bahwa kamu sudah mendapatkan jodoh. tinggal Bagaimana mengubah Jodoh kamu itu menjadi wanita yang lebih Anggun, soalnya aku kalau jadi kamu bakalan stres siang dan malam karena mulutnya itu loh yang tidak bisa berhenti nyerocos!" ledek Rafa yang bukannya memberikan solusi pada bawahannya malah menambah pikiran'


Xavier tidak ada niat membuat menjawab pertanyaan tuannya Itu sebab keburu di palang oleh panggilan dari mamanya.


" Permisi tuan saya mau mengangkat panggilan dari mama dulu, siapa tahu ada hal penting yang ingin dia bicarakan!" pamit Xavier Lalu Anda keluar dan menuju kembali ke ruangannya Tapi perkataan Rafa membuat dirinya menghentikan langkah kakinya'


" pasti Tante Adele penasaran Kapan kamu bawa dia ketemu sama keluarga calon menantunya, Wah kamu harus jujur kira-kira Kapan biar dia tidak kecewa ingat loh hanya dia yang kamu punya di dunia ini!" perkataan Rafa itu hanya di anggukan kepala oleh Xavier sebab Percuma saja berdebat dengan pria itu karena Biar bagaimanapun dia adalah majikan.


" ya Halo Ma, Ada apa ya soalnya aku lagi meeting nih? " bohong Xavier agar Mamanya itu tidak bertanya macam-macam'


" kamu kalau mau meeting ya lanjutkan saja mama tidak peduli, hanya saja Mama lagi nyasar nih!" Ketus Adele kesal.


" Lho kok mama bisa nyasar, Memangnya Mama sekarang ada di mana?" tanya Xavier penasaran.


Adele mendengus kesal mendengar pertanyaan putranya itu, coba saja kalau dari dulu safir lebih terbuka soal keberadaan Lala pasti dirinya lebih bisa mengenal dan mengetahui dimana kediaman keluarga menantunya itu.


" ini semua itu gara-gara kamu, yang selalu saja menjalani sesuatu itu diam-diam tanpa Mau mengabarkan kepada orang tua sendiri!" sungut Adele membuat Xavier bertambah bingung sebenarnya masalahnya dengan dirinya itu apa Kok bisa tiba-tiba dijadikan tersangka oleh mamanya sendiri?


" mama kalau ngomong Bisa tidak yang lebih jelas lagi, Emangnya Mama pikir aku ini bisa baca pikiran orang? jadi tahu Mama sekarang itu ada di mana, Terus pakai acara menyalahkanku lagi jadi bingung loh Ma akunya nya?" sahut Xavier tak kalah kesal dari sang mama.


" Xavier yang waras lebih baik mengalah, daripada kamu ladeni perkataan Mama kamu pasti bakalan kamu yang kepala sakit sendiri?" batin Xavier mencoba untuk lebih bersikap tenang.


" jadi di coba Mama Jelaskan kepadaku sekarang Mama ada di mana Biar aku pergi menjemput Mama sekarang juga, tolong mama jangan marah-marah yang tiba-tiba seperti ini. soalnya aku bingung harus bersikap Bagaimana, sedangkan Mama ada di mana pun saja aku tidak tahu?" bujuk Xavier membuat Adele menghela nafasnya kasar.


" mama itu lagi cari rumahnya keluarga Lala, tapi mama sepertinya nyasar. soalnya muter balik ke sana kemari jalannya tetap yang itu saja, Terus yang lebih parahnya lagi nama orang tuanya Lala itu siapa Mama tidak tahu. akhirnya tidak bisa tanya ke semua orang, Mama kan capek niat baik tapi malah apes yang didapat!" Xavier membulatkan matanya sempurna karena merasa sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh mamanya barusan. mungkin kah dirinya yang salah dengar atau itu memang Kejadian yang sesungguhnya.


" Mama tidak sedang bercanda kan, ini Nggak lucu loh Ma nanti apa kata orang tuanya Lala kalau mama ke sana? " tanya Xavier merasa heran dengan jalan pikiran Adele itu.


Adele mendengus kesal mendengar perkataan Xavier yang seolah menyalahkan dirinya, padahal sebenarnya dirinya tidak mempunyai maksud yang lain selain ingin mengenal dekat keluarga bakal calon besan.


" kok kamu malah nyalahin Mama sih Memangnya letak kesalahan Mama itu di mana? Mama kan tidak ingin kamu salah mengambil tindakan dan akhirnya merusak anak orang, jadi sebelum hal itu terjadi tidak ada salahnya kan jika mama lebih dulu bergerak agar mereka tidak salah paham nantinya?" tanya Adele memastikan.


" merusak anak orang yang seperti apa coba? sedangkan berdekatan saja pegangan tangan tidak pernah apalagi yang sampai lebih dari itu, Mama ini ada saja jalan pikirannya seolah tidak percaya pada anak sendiri?" batin Xavier heran.

__ADS_1


" Mama share lock alamat yang sekarang aku ke situ, jangan berpindah ataupun pergi mencari alamat orang rumahnya orang lagi? Lain kali kalau mau pergi kasih tahu denganku juga, kan yang menikah aku bukannya mama jadi Segala sesuatu harus dengar perkataan Mama saja!" setelah mengatakan hal itu tanpa mendengar perkataan Adele diseberang Xavier langsung mematikan panggilan.


Adele menatap nanar ke arah ponselnya sepertinya Xavier tidak sedang bercanda, namun sekarang pertanyaannya letak kesalahannya itu dimana dirinya masih bingung sampai sekarang ini kenapa Xavier tidak pernah mengerti dan keinginannya yang sangat sederhana itu.


dengan langkah yang begitu cepat safir segera keluar dari dalam kantor dan menuju ke parkiran dirinya bahkan Mengabaikan semua sapaan dan panggilan dari orang yang ia jumpai, karena masalah yang sekarang lebih penting daripada hal yang itu bukan ke hari esok masih ada tapi kalau yang ini tidak ada kata hari esok salah melangkah sedikit bisa bahaya urusannya.


Rafa yang kebetulan juga akan pulang merasa kebingungan dengan tingkah asistennya itu yang terlihat seperti orang dikejar setan, padahal perasaan tadi hanya mengangkat panggilan dari mamanya Kenapa langsung berubah begitu sikapnya?


" Woi kamu mau ke mana, Memangnya ini sudah jam pulang Terus kenapa pagi buru-buru seperti itu memangnya ada masalah apa?" tanya Rafa penasaran.


" nanti lain kali saja saya jelaskan masalahnya tuan, tapi untuk sekarang ini saya sedang terburu-buru tidak bisa berlama-lama di sini!" tanpa tedeng Aling Xavier sekarang masuk ke dalam mobilnya dan pergi dari situ meninggalkan Rafa yang sedang menatap ke arah mobilnya yang semakin menjauh.


" itu orang kesambet setan Apalagi sih, Kenapa makin kesini tingkahnya makin aneh? ini pasti gara-gara bergaul dengan si cempreng yang selalu membawa dampak buruk kepada orang di sekitarnya, Awas aja kalau sampai mereka berdua sudah jadi menikah bakalan kukirim ke tempat jauh di negeri antah berantah!" Rafa monolog.


Xavier melaju kan kuda besinya itu tanpa mempedulikan pengendara yang lain, karena mamanya sedang menunggu keberadaannya yang entah sebenarnya terdampar di bagian mana kota itu.


" Mama kok bisa ya nekat seperti itu, untung juga tadi nyasar Coba kalau beneran ketemu alamatnya bisa berabe urusannya? Nanti dikiranya Lala bukannya menginap di rumahnya Alina melainkan di rumahnya seorang pria, dan akhirnya Lala bakalan dikekang agar tidak bisa keluar rumah." batin Xavier frustasi tapi mau bagaimana lagi semua sudah terjadi Mau menjelaskan kepada Mamanya juga percuma pasti tidak bakalan digubris.


tidak berselang lama terlihat mobil yang bisa dikendarai oleh Adele sedang terparkir sempurna tepat di depan rumahnya Lala, Xavier pun harap-harap cemas Mamanya itu belum masuk di dalam rumah orang tuanya Lala. kalau sampai hal itu terjadi entah nanti bagaimana kehebohan yang bakalan ada, dan juga cara dirinya menjelaskan segala sesuatu yang terjadi.


mobil Xavier tepat berhenti di samping mobil mamanya dan ketika ia menoleh ke dalam terlihat Adele masih memasang tampang kusutnya, pria itu tersenyum lega karena akhirnya apa yang ia cemaskan dari tadi tidak terjadi sama sekali.


Tok tok tok


Xavier mengetuk pelan kaca mobil mama nya, terlihat Adele menatap penuh kekesalan kepadanya mungkin karena niat baiknya itu dicegah oleh Xavier atau apalah itu.


" Ayo kita pulang, ngapain juga mau bertamu di rumah orang secara tiba-tiba? terus nanti kalau ditanya Mama jawabnya apa coba, mau melamar anak gadis orang? malu-maluin aja, emangnya mau pikir aku tidak bisa melakukan hal itu sendiri harus perlu dibantu? Aku ini sudah dewasa bukan masih ABG yang plin-plan pemikirannya, bisa tidak Lain kali kalau mau melakukan sesuatu tuh ngomong dulu Jangan asal nyelonong pergi begitu saja?" kesal Xavier Bahkan tak sadar jika dirinya itu berkata kasar kepada wanita yang melahirkan nya.


" Eh kenapa jadi kamu yang marah-marah ke mama, Perasaan di sini mama yang bantuin kamu biar jangan kelamaan kawinnya? bukannya berterima kasih malah ngeyel, awas aja ya kalau sampai calon menantu mama diambil sama orang lain karena kamu geraknya terlalu lelet!" Ketus Adele lalu segera menyalakan mesin mobilnya dan pergi dari situ Terserah mau nyasar lagi yang penting jangan di hadapan Xavier.


" Astaga aku salah lagi Padahal tadi perasaan maksudku baik deh, masa iya bertamu di rumah orang tanpa ada alasan yang jelas Nanti dikiranya mau minta sumbangan baru kapok!" sungut Xavier karena Adele tidak mau mendengar penjelasannya malah pergi begitu saja.


ketika Xavier Anda pergi ia melihat Mira dan Eko keluar dalam rumah terlihat keduanya sudah berpenampilan rapi mungkin ada keperluan di luar, tapi sepertinya keduanya tidak menggunakan mobil melainkan memesan taksi online Tidak ada salahnya kan safir bertindak sebagai menantu idaman yang menawarkan tumpangan.


" Permisi ibu bapak, mau keluar ya?" tanya Xavier Sok Dekat sok akrab alias SKSD.

__ADS_1


" Kalau iya emangnya kenapa?" tanya Mira penasaran membuat Eko menatap ke arah istrinya itu.


" pantesan tuh anaknya tidak kalah sengit cara bicaranya orang emaknya seperti ini, sabar sabar kalau suka sama anaknya harus otomatis baik dong sama orang tuanya! jika tidak ingin ditolak mentah-mentah jadi menantu, lebih baik paksakan tersenyum walaupun hati terluka!" batin Xavier.


__ADS_2