AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 60


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG...


PERCAYA ATAU TIDAK TAPI JODOHNYA SELINA DI TANGAN AUTHOR LHO....


HAHA BERCANDA KALI GUYS.....


LOPE U FULL...


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT ***"


Selina yang ingin menghubungi Devan,langsung ia urungkan niat tersebut. Karena ternyata orang yang di maksud ,kini berada dihadapanya.


" Lho Tuan sudah disini ,padahal tadi saya mau hubungi"? Tanya Selina penasaran


" Hemm kebetulan aku sudah di depan tadi ,pas mau masuk dengar kamu sebut Nama aku.Ya sudah dari pada rugi pulsa,lebih baik kan aku masuk saja". Devan berkilah agar Selina tak curiga jika sebenarnya ia dari tadi sudah berada di ruangan itu.


Dan mendengar semua percakapan ,antara Selina dan Rivan. Namun tak ingin menjadi nyamuk ,makanya saat di cari dulu barulah ia muncul.


Rivan yang melihat Devan menatap Selina, dengan tatapan yang seperti menyiratkan sesuatu. Ia langsung mencium puncak kepala Selina ,di hadapannya Devan ingin menunjukkan bahwa wanita ini adalah miliknya.


Wajah Selina langsung memerah karena malu ,ia sebenarnya ingin menegur perbuatan Rivan. Tapi tak enak karena sekarang ada Devan di antara mereka ,tak ingin membuat harga dirinya Rivan jatuh.

__ADS_1


Sedangkan Devan merasakan sakit di dadanya ,karena melihat Rivan yang berani menyentuh Selina. Sedangkan dirinya bisa apa, sekedar memandang saja tak mampu.


Karena saat ia mencoba untuk akrab dengan Selina ,wanita itu selalu menjaga jarak.Apakah perhatian yang ia berikan selama sebulan ini,tak bisa membuat wanita itu sadar akan ketulusan nya.


" Oh iya Tuan kenalkan ini Mas Rivan ,dari indonesia ". Ucap Selina yang mencoba mencairkan suasana yang terasa canggung.


" Devan Raharja Rekan kerja nya Selina ,sekaligus yang menjaga Selina selama ini." Ujar Devan sambil menyodorkan tangannya kearah Rivan,ia mengatakan hal tersebut untuk menunjukkan peran penting nya dalam kehidupan Selina selama sebulan ini.


" Rivan Orlando calon suaminya Selina sekaligus sahabat dan juga saudara nya". Sahut Rivan tak mau kalah.


Selina memandang jengah keduanya ,seperti seorang anak kecil yang mengklaim miliknya. Padahal dirinya ya miliknya bukan milik orang lain.



Yang sedang menatap kearah Devan, ia yakin pria tersebut pasti tengah kesal kepadanya kini***.



***Babang Devan Raharja


Yang juga tak kalah menatap Rivan, karena yang merasa diri di atas angin kali ini***.


" Huft kau pikir seorang Devan akan kalah, hoho anda salah sangka Tuan". Gumam Devan dalam hati.


" Tuan apa sudah bisa pulang sekarang "? Tanya Selina

__ADS_1


" Oiya aku hampir lupa ,tadi kata dokter kamu sudah boleh pulang. Ayo kubantu kamu beberes ,setelah itu kita boleh pulang ".Ujar Devan


Namun ia mungkin melupakan sesuatu ,jika Rivan kini berada ditengah mereka.Dan tak tahu respon pria itu akan seperti apa,ketika melihat ucapan Devan .


" Mmm terimakasihTuan,"Sahut Selina


"Kalau kamu pulang ,aku nya gimana "? Tanya Rivan dengan wajah yang terlihat sedih


Selina dan Devan mengerutkan keningnya ,mendengar pertanyaan Rivan barusan. Kenapa sampai ia bertanya seperti itu ,memangnya selama ini pria ini menginap dimana?


" Lho kok mas tanya seperti itu,kalau aku pulang ya artinya mas juga pulang juga lah". Sahut Selina


" jadi kamu ijinkan aku pulang bareng kamu"? Tanya Rivan senang.


Devan langsung menatap aneh kearah Rivan ,kok bisa bisa nya berkata seperti itu.Ingin ia membantah tapi apakah Selina akan membelanya atau tidak?


" Ehh maksud kamu apa hah,enak saja menggunakan keadaan Selina untuk berduaan dengannya.Ingat kalian itu belum sah,jadi nggak boleh seatap". Tekan Devan


" Iya benar itu Mas,lagian apa yang kamu pikirkan. Masa kita harus hanya seatap berdua saja ,nanti orang ketiganya setan tau nggak". Selina menimpali perkataan Devan tadi yang mana membuat Devan langsung besar kepala ,kembang hidung besar telinga.


" Hemm baiklah ,tapi aku sekarang mau ikut ke Apartemennya kamu.Nanti dari situ baru aku pulang,tapi ingat ya kalau aku bakalan sering berkunjung ". Ujar Rivan sambil tersenyum.


Selina hanya menanggapi dengan tersenyum ,karena percuma saja berdebat dengan Rivan yang tak mungkin mau mengalah.


Devan sebenarnya ingin membuang Rivan agar menjauh,tapi entah itu bisa terjadi atau tidak.

__ADS_1


__ADS_2