
HAII READERKU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
LANJUT ****
"Kalian itu kalau dibiarkan tambah ngelunjak ya,kalau begini terus lama lama bisa kukasih nilai D tanpa terkecuali," Ancam Mery.
"Aishh Ibu jangan marah marah dong,apa tidak takut darah tinggi nya kumat terus langsung masuk UGD padahal belum laku laku," ujar Cindy salah satu pembenci Alina.
"Iya betul Bu,apa tidak sayang umur?"Lala menimpali yang membuat mery serasa ingin menelan hidup kedua muridnya itu.
"Bisa kita mulai pelajarannya,karena bukan Ibu saja yang sensi tapi saya juga?" Ketus Alina serius membuat siapa saja mengakui aura yang dipancarkan oleh putri tunggal keluarga Roberto itu.
Mery tak bisa berkomentar lagi,meskipun ia merasa Alina adalah saingan terberat nya tapi ia juga tak boleh mengedepankan ego diatas segala nya.
Kini kelas itu sangat sunyi karena sudah tak ada lagi percakapan apapun itu,mereka tak bisa selalu bercanda tanpa ada keseriusan.
Sementara itu diperusahan Roberto Group,semua mata memandang kearah pria yang turun dari mobil dengan kaca mata yang masih melekat diwajahnya serta memakai pakaian Formal menambah kesan Tampan dan berkarisma.
"Wow siapa sih gerangan yang berjalan disamping presdir kita," gumam Elsa salah satu wanita yang merindukan belaian pria.
"Sepertinya aku harus mendekati nya,karena Presdir terlihat sangat dekat dengannya," Sambung nya lagi.
"Kamu sampaikan kesemua Divisi untuk bergabung di Aula karena ada yang harus aku sampaikan pada semuanya," perintah Alex tegas kepada Resepsionis disitu.
"Wah kira kira apa ya gerangan yang ingin disampaikan?" Tanya Mereka yang berada disitu.
Rafa sama sekali tak peduli tatapan para wanita disitu,karena baginya mereka hanyalah nyamuk yang ingin memangsa seseorang.
"Ternyata wanita jaman modern seperti sekarang sama saja kelakuan nya seperti wanita barat.Tidak punya malu bahkan senang mengumbar aurat,apa tidak takut pada wanita hidung belang," gumam Rafa pelan sambil menggeleng kepalanya.
"Kamu kenapa Nak,apa kamu sakit?" Tanya Alex khawatir.
"Aku baik saja Yah,lagian masa tadi sehat sekarang langsung sakit kan aneh," ucap Rafa sambil tersenyum.
"Ingat ya tunjukan kewibawaan kamu,karena Ayah perhatikan dari tadi semua wanita menatap lapar kearahmu." Alex memperingati putranya itu.
__ADS_1
"Iya Ayah tenang saja,lagian punyaku lebih dari segala galanya dibandingkan yang ada dihadapanku kini." Jelas Rafa serius.
"Bagus tunjukan keseriusan dirimu agar Ayah percaya,karena putri Ayah harus mendapatkan pria yang tanggung jawab dan setia seperti Ayahnya." Alex memuji dirinya sendiri.
"Ya ya benar sekali,kalau Ayah berani mah aku Yakin Bunda sampai sekarang pasti masih laku," Goda Rafa membuat Alex merasa kesal karena putranya itu sudah berani menggoda dirinya.
"Kamu itu ya benar benar mengesalkan,suka sekali membuat Ayahmu kesal.Apa tak capek tuh mulut ,lama lama Ayah pecat jadi anak mantu," omel Alex kesal.
"Jangan dong Yah,masa aku harus puasa lagi dan berjuang lagi mendapatkan restu dari Ayah.Lama lama aku bakal puasa terus seumur hidup,dan akhirnya jadi bujang lapuk," Ucap Rafa frustasi.
"Makanya jangan berani sama Ayah,nanti bakal menyesal," ejek Alex yang kini mereka sudah sampai di aula tempat semua karyawan menunggu.
"Silahkan Tuan dan Tuan muda," ujar orang kepercayaannya Alex sambil membungkukan badannya.
Ayah dan Anak itu tak ada ekspresi sama sekali,keduanya bahkan terlihat sangat serius dengan tatapan yang datar dan dingin.
"Astaga kenapa aura mereka sangat kuat ,buat aku jadi meleleh jadinya," gumam Elsa yang sok cari perhatian pria mana saja yang ia tahu itu sangat kaya.
"Kalian saya kumpulkan disini untuk memperkenalkan putra sekaligus CEO terbaru perusahan ini," jelas Alex yang langsung mendapatkan tepuk tangan seluruh Karyawan disitu.
"Apa,jadi dia adalah pengganti Bos sekaligus Anaknya Tuan Alex,ah sungguh sepertinya aku harus ngebut untuk mendapatkan hatinya," Gumam Elsa sambil tersenyum smirk.
"Silahkan Boy,perkenalkan dirimu kepada semuanya." Perintah Alex.
"Baik selamat pagi semuanya." Sapa Rafa.
"Pagi Tuan." Sahut semua kompak.
"Perkenalkan nama Saya Rafa Roberto putra sekaligus pengganti Ayah saya Alex Roberto. Saya mohon kerja samanya untuk semua,karena mungkin jika nanti kedepannya saya akan menyusahkan kalian." Jelas Rafa.
"Bapak kalau masih jomblo boleh dong saya mencalonkan jadi kandidat pertama," teriak Elsa.
"Oh hampir saya lupa kalau saat ini saya sudah punya tunangan atau calon istri.Mungkin semua tak asing dengan nama Alina Roberto,nah itulah dia," Sambung Rafa lagi.
Semuanya langsung terkejut ternyata pria dihadapan mereka ini adalah CEO sekaligus menantu keluarga Roberto.
"Ternyata kelakuan orang kaya itu memalukan ya,takut nanti harta pindah tangan mau tak mau adik kakak pun dijadikan pasangan menikah," Sindir Elsa yang didengar jelas oleh semua orang yang berada disitu.
"Kamu jika ingin mengatakan sesuatu harus berdasarkan fakta,bukan karena sesuatu yang kamu anggap benar menurut kamu.Kamu pikir saya orang bodoh dengan melakukan sesuatu yang berdosa,tanpa memikirkan terlebih dulu," Ujar Alex tajam yang tak terima jika anak anaknya dibicarakan.
"Satu lagi saya tekankan kalau saya adalah anak angkat keluarga Ayah sama Bunda,jadi apakah berdosa jika kami saling mencintai dan ingin menikah?" Tanya Rafa menimpali perkataan Ayahnya.
"Ihh nih Elsa kok lancang banget sih,mati kutu kan kamu akhirnya? lagian kita kaum rendahan tidak akan pernah menang melawan orang berduit,syukuri saja kita dipercaya kerja disini!" Kesal Salah satu orang yang berdiri dekat Elsa.
__ADS_1
"Mati aku,kenapa sih tadi harus keceplosan seperti itu. Ahh kalau dipecat gimana dengan shopping ataupun foya foya ku?" gumam Elsa yang malah lebih memperhatikan masalah duniawi nya bukan keselamatan nya.
"Kamu hari ini adalah hari terakhirmu,jangan pernah menginjakan kakimu diperusahanku karena jika sampai itu terjadi aku akan lupa jika kamu seorang wanita!" Sarkas Alex kasar tanpa ekspresi dengan tatapan membunuh.
Elsa yang merasa dirinya terancam antara kehilangan pekerjaan dan takut namanya masuk daftar black list maka ia langsung berlutut minta tolong.
"Maafkan saya Tuan dan Tuan Muda kalau tadi saya lancang,ampuni saya tapi pekerjaan ini adalah hidup saya," lirih Elsa sambil tertunduk menahan malu.
"Semuanya boleh bubar,tapi para kepala divisi segera keruangan meeting," perintah Alex tanpa menganggap kehadiran Elsa disitu.
"Tuan tolong!" teriak Elsa lagi dengan penampilan yang sungguh sangat kacau.
"Satpam kenapa diam saja,apa harus saya yang bertindak!" tegas Alex.
Akhirnya dengan tegas satpam yang bekerja disitu langsung menarik paksa Elsa agar keluar dari situ.Wanita itu hanya pasrah karena sadar dengan kecerobohan yang telah ia lakukan,bukankah segala kesalahan didunia harus dipertanggungjawabkan.
Rafa yang emosinya sedang diubun ubun,memilih untuk menuju keruangan Ayah nya yang akan menjadi ruangannya sekedar untuk menghubungi Alina.
Tut tut tut
Panggilan tersambung tapi sayang tidak direspon sama sekali,Rafa mungkin lupa jika Alina sedang di kampus.
Alex yang melihat kegundahan putranya itu hanya tersenyum sambil menggeleng kepalanya.Ia pernah diposisi itu yaitu sedang stres dan butuh dukungan,namun sayang orang yang dibutuhkan malah tak ada.
"Boy Ayolah,apa kamu lupa jika dia sedang Kuliah? Kalau begini terus kapan dia wisudanya,terus memang nya kamu mau istri kamu tidak tamat?" Tanya Alex yang mencoba menenangkan Rafa.
***GUYS MAAF YA HARI INI TELAT UP
MAKLUMLAH LAGI STRES SAMA TANTE CORINA YANG TIDAK TAHU HABIS HABISNYA...
PATUHILAH PROKES YA SAYONG...
AGAR KALIAN SEHAT TERUS DAN KARYA AUTHOR TETAP ADA YANG BACA🤣🤣🤣
MUNGKIN SEMINGGU INI BAKAL JARANG UP...TAPI BIAR SEHARI SATU EPISOD DOANG HANYA AKAN DIUSAHAKAN***.
***JANGAN LUPA MAMPIR YA...LIKE N KOMMENYA AUTHOR PERLU...
JIKA KATANYA TERLALU SEDIKIT MAAF YA LAGI MENCOBA UNTUK BANGKIT***...
__ADS_1
YANG INI SUDAH TAMAT SEMOGA BERKENAN