AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 235


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMENNYA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


LANJUT ***


Rivan memaksa untuk masuk dalam rumah,tapi tetap saja Mang Beno tidak mengijinkan hal itu.


Karena pria berkepala plontos itu lebih takut dengan amarah Tuannya daripada yang lain,sebab cara Alex mengamuk sungguh membuat rubuh tiang tengah.


"Maaf Tuan,nanti lain kali saja ya kalau Tuan Alex sudah memberikan izin!" Ujar Beno tak enak hati.


"Tapi saya kan sudah biasa datang kesini,jadi bukan orang asing lagi dong !" Bujuk Rivan lagi.


"Tapi kan tetap saja tidak bisa,soalnya saya bayangkan cara marah Tuan Alex sungguh membuat saya merinding!" Ujar Beno sambil bergidik ngeri.


"Biarkan saja dia mau magang model apa,yang penting saya bisa bersama dengan mereka.Jadi tolong buka pintu nya,karena aku mau masuk!" Tegas Rivan lagi.


"Maaf Tuan,silahkan pulang dulu ya!" Ujar Beno lalu pergi kembali ke pos satpam.


Rivan mendengus kesal,ia bukan marah pada Beno hanya saja kesal pada Alex yang sangat posesif itu.


"Ah masa iya sudah capek capek datang gagal lagi,aku kan kangen pada bidadari surgaku!" Batin Rivan frustasi.


Karena tak ingin berdebat dan tapi ingin tetap bertemu dengan Selina,Rivan akhirnya menjadi pagar depan pintu hanya untuk menunggu Selina keluar rumah itu.


Didalam rumah Selina sudah selesai masak,ia menyiapkan di atas meja lalu pergi melihat putri semata wayang di rumah itu.


Ceklek


Selina heran karena keadaan kamar Alina yang sepi melompom,sepertinya tidak ada kehidupan sama sekali.


"Lho nih anak kemana sih,kok bisa bisa nya menghilang pagi sekali?Jangan bilang kalau dia ada di kamar Abang,awas saja mereka bakal ku sleding kaya Papan gosok!" Oceh Selina menuju kamar Rafa.


Bertepatan dengan itu putra tampan nya sudah keluar dari dalam kamarnya,dan terlihat hendak menuju kamar Alina.


" Mau kemana kamu,terus dimana Alin?" Tanya Selina celingak celinguk mencari Alina fi belakang Rafa.


"Lho,bukan nya dia ada di dalam kamarnya?" Tanya Rafa balik.


"Tidak ada kok,Bunda pikir di kamar kamu?" Tanya Selina heran.


"Aku saja baru mau ke kamar dia Nih Bunda,tapi kok bisa tidak ada ?" Tanya Rafa bingung.


"Mungkin dia ada di taman,aku susulin dulu deh!" Ujar Rafa berlari kearah luar rumah.

__ADS_1


"Mang,Lihat Alina tidak?" Tanya Rafa memastikan.


"Oh Non Alina tadi sudah pergi pagi pagi sekali,katanya buru buru ke kampus!" Sahut Mang Beno.


"Lho kok Mamang tidak tahan dia dulu,kan supaya aku bisa antar!" Sahut Rafa cemas.


"Maaf Den,soalnya tadi Non Alina sepertinya lagi terburu buru makanya bicara sama Mamang saja tidak lama lama!" Sahut Mang Beno.


Rafa sudah tak peduli lagi,ia memilih pergi tapi langkah kakinya terhenti ketika melihat siluet orang yang sangat ia kenal.


Ia mendekati pagar depan ruang,dan menatap heran kearah orang yang berada di balik itu.


"Lho Daddy,kok bisa disini?"Tanya Rafa heran.


"Oh Tuhan My Boy yang paling tampan kaya Daddy,Ayolah Nak buka pintunya Daddy kesemutan nih!" Pinta Rivan memelas.


Rafa membuka pintunya,ia bahkan tak sadar jika Beno dari tadi memberikan kode kepadanya.


"Astaga Den Rafa ini gimana sih,masa aku kasih kode rahasia gugus tugas kok tidak di gubris?" Batin Beno frustasi.


"Ayo Add masuk kedalam,aku lagi mau ada urusan sesuatu yang penting!" Ujar Rafa memilih kearah garasi untuk mengeluarkan mobil karena ada hal yang harus ia urus.


"Daddy masuk kedalam saja ya,aku pergi dulu nanti tolong sampaikan ke Ayah sama Bunda!" Pinta Rafa lalu segera pergi dari situ dengan mobilnya.


Rivan tersenyum penuh kemenangan,karena berhasil masuk kedalam rumah.


Ia menatap penuh kemenangan kearah Beno,ia tahu pasti pria plontos itu sedang Kesal terhadapnya.


Beno hanya menganggukan kepalanya,ia yakin pasti negara api bakal menyerang dalam rumah itu.


"Oh Tuhan,pasti sebentar lagi ada pernah dunia kedua semoga saja Nyonya mampu Toma,karena aku nyerah!" Batin Beno.


"Pagi semuanya!" Sapa Rivan setengah teriak agar orang rumah mendengar salamnya.


Alex yang berada di depan pintu kamar merasa heran,ketika mendengar suara yang sangat Familiar dengannya.


"Lho kok dia bisa masuk?" Batin Alex heran.


Ia memastikan dengan apa yang ia dengar,kira kira benar atau tidak?


Satu


dua


tiga


Netra Alex membulat ketika melihat Rivan benar benar ada di hadapannya,ia heran kok bisa pria tua itu terdampar di rumahnya.


"Kamu!" Ujar Alex tegas.


"Pagi Bro,maaf aku ganggu kah?" Tanya Rivan basa basi.

__ADS_1


"Sangat menggangu,bisakah kamu pergi!" Ujar Alex datar.


"Aku baru sampai Lho,masa.main diusir begini kamu tega?" Tanya Rivan memelas.


"Keluar!" Ujar Alex dingin tatapannya seolah hendak menerkam apa yang ada di hadapannya.


"Lex,Ayolah bro jangan begitu biar begini kita sahabat jangan kamu jadikan aku orang asing seperti ini!" Pinta Rivan memelas.


"Yang jadikan kamu orang asing itu siapa,kamu atau aku?" Tanya Alex sinis.


"Bukan begitu juga Wan,tapi apa yang aku lakukan sungguh salah tapi bisakah kamu memaafkan walau sedikit saja!" Pinta Rivan memelas.


"Kamu pergi atau Ku seret kamu dari sini!" Ujar Alex lagi.


"Ada apa ini?" Tanya Selina heran ketika mendengar ribut ribut dari dalam ruangan keluarga.


"Lina,Maafkan aku Sweety!" Pinta Rivan sambil berlutut membuat Selina tak bisa berkata apa apa lagi.


"Cukup sudah,sebelum kesabaran ku habis lebih baik kamu pergi dari sini!" Alex sudah menahan kesabarannya kali ini.


"Lex,aku salah bisakah mengerti sekali ini saja!" Bujuk Rivan sambil tertunduk.


Selina yang aslinya tak tega,ia sangat tak ingin melihat wajah penuh penyesalan milik Rivan itu.


"Mas,jangan begitu dong aku bukan Tuhan yang bisa saja memaafkan orang dengan mudah,jadi tolong jangan memperkeruh suasana jika tak ingin tambah buruk!" Tegas Selina serius.


Deg


Rivan yang mendengar penolakan dari Selina langsung tertegun,ia tak percaya jika apa yang ia lakukan kemarin membuat Selina sangat marah dan kecewa.


"Kamu masih marah?" Tanya Rivan memastikan.


"Menurut Kamu,aku harus bagaimana?" Tanya Selina sinis.


"Maaf,tapi tolong jangan membenci ku karena itu sungguh sakit!" Lirih Rivan sambil memukul dadanya.


Alex tertegun,selama hidup ini ia baru melihat Rivan terpuruk seperti itu dan semua karena istrinya tercinta.


"Bangun Mas,tidak baik seperti itu!" Pinta Selina yang tak enak hati melihat tingkah Rivan yang berlutut di hadapanya.


"Bangkitlah jangan buat mataku sakit dan istriku susah karena ulah mu yang tidak tahu malu itu!" Ujar Alex datar.


"Kalian memaafkan ku?"Tanya Rivan penasaran.


"Menurutmu?" Tanya Alex sinis.


"Hehe mana aku tahu,soalnya wajah kalian terlihat masih marah deh?" Ujar Rivan cengengesan.


"Lebay loe,sudah sana pulang jangan mengganggu keluarga orang pagi pagi begini!" Usir Alex datar.


"Tapi aku juga termasuk keluarga kalian Lho,masa hari ini jadi orang lain begitu?" Tanya Rivan heran.

__ADS_1


"Itu kemarin hari ini sudah beda,pergi sana menganggu saja." Ujar Alex ketus.


__ADS_2