AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 184


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA YA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUK KU...


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


LANJUT ^^^


Jika semuanya terlihat seperti sungguhan oh tidak ternyata Alex hanya ingin mengerjai anak anak mereka itu.Karena ia kesal mereka berhubungan tapi tak memberi tahu mereka,bahkan terkesan menyembunyikan nya.


Alex juga kesal karena Rafa pulang bukannya mengurus perusahaan,eh malah pacaran. Padahal dirinya sudah senang melihat sang putra pulang,karena ia sudah menyusun rencana untuk berduaan dengan istrinya.


Ia merasa ingin puas berduaan dengan Selina ,membayar waktu yang terlewat dahulu .Ia ingin memberikan waktu 💯% untuk istrinya itu.


"Yah,kok tega amat sih sama anak sendiri?" Tanya Selina heran.


"Ya iyalah tega sedikit soalnya mereka kan tidak ingat dengan kebutuhan makan minum orang tuanya itu. Masa aku sudah tua begini harus urusin perusahaan terus,kalau begitu punya anak untuk apa coba?" ujar Alex sambil memeluk istrinya itu.


"Iya iya Kamu benar semuanya,tak pernah salah dan tak pernah terbantahkan apalagi di komentar banyak orang." Sahut Selina jengah.


"Yap,begitulah suamimu ini yang terbaik dari segalanya," ujar Alex narsis.


Rafa dan Alina kini sedang kebingungan,akibat dari keras kepala Rafa kini keduanya akan disidang oleh orang tua mereka.


Alina ingin sekali menghilang dari permukaan bumi,agar tak menatap wajah garang Ayahnya kalau lagi marah. Namun semua sudah terjadi tak ada jalan mundur,mau tak mau suka tak suka ia harus menghadapinya.


Rafa sebagai laki laki kalut juga,mungkinkah Ayahnya marah kepadanya yang tak tahu diri mengangap anak angkat seperti dirinya sederajat dengan anak kandung.


Akan tetapi cinta tak dapat dipaksakan,cinta datang karena sudah ditadirkan,cinta datang karena memang ia adalah jodohnya.


Jadi biarpun dihadang dengan golok oleh Alex,ia akan tetap melangkah walaupun kepalanya taruhannya.


"Aku tidak akan melepaskan dia walaupun Ayah mengambil nyawaku ataupun mencambuk tubuhku," gumam Rafa yakin.


"Aku akan tetap mendukung Abang,biarpun Ayah membunuhku," batin Alina.


uwu uwu uwu


Saat Raf keluar kamar setelah selesai mandi,ia melihat Alina juga sudah keluar dengan wajahnya yang tampak sudah segar.

__ADS_1


Rafa mengagumi Alina yang tampak cantik apalagi dengan senyum khas nya itu.



"uh cantiknya kekasih ku ini ,kalau begini terus kira kira aku kuat menahannya tidak ya?" gumam Rafa.


Alina pun sama terpesona dengan ketampanan Rafa,yang sungguh menggoda imannya.Jika tampan begitu terus apa nanti banyak pelakor yang berkeliaran di sekitarnya .


"Sayang,kamu kok bisa ganteng sekali kalau begini kamu ngajakin aku khilaf juga boleh kok aku iklas," gumam Alina pelan.



(Babang tampan)


"Sayang ayo kita ketemu Ayah sama Bunda," ajak Rafa yang mengejutkan Alina yang sedang melamun.


"Ehh apa Yang?" Tanya Alina gagap karena ketahuan melamun.


"Kita ketemu Ayah sama Bunda," ujar Rafa yang mengulang perkataan nya lagi.


"Ayo." Sahut Alina yang hendak berjalan dahulu tapi ditarik oleh Rafa membuat Alina menatap heran kearahnya.


"Kenapa?" Tanya Alina bingung.


"Nah begini baru ayok jalan," ujar Rafa sambil tersenyum.


"Ihh aku kira ada apa,padahal hanya begini doang!" ketus Alina.


"Yang ,tangannya dilepasin ya!Tadi kan Ayah ngomong kamu nggak ingat apa,nggak ada yang bakal nyulik orang sudah dalam rumah kok," ujar Alina mengulang perkataan sang Ayah.


"Huft sekarang karena kamu masih anak Ayah jadi aku lepasin,tapi nanti kalau sudah jadi istriku bakal kubawa kemana mana," gerutu Rafa.


"Sabar sabar ya Sayangku ,jangan marah marah nggak jelas apa tidak capek tuh mulut?" goda Alina sambil tersenyum.


"Ayah sama Bunda mana sih?Tadi katanya mau ngomong penting sampe bikin jantung ku ajeb ajeb minta tolong," Oceh Alina kesal.


"Sabar sabar sayangku." Rafa mengulang perkataan Alina tadi.


"kamu mah gitu hobinya." Gerutu Alina.


"Ehemm,malu sama kumis," sindir Alex.


"Heh,kumis mana yang harus malu perasaan biasa saja?" Tanya Selina heran.

__ADS_1


"Tuh anak kamu sok romantis padahal kaku kaya pakaian yang dicuci pake air asin." Ejek Alex kepada putranya itu.


"Yah,jangan gitu dong sama Abang!" Alina tak terima kekasihnya diejek.


"Yakin itu Abang bukan sayang nya kamu?" Tanya Alex sambil tersenyum mengejek.


"aishh Ayah tuh kenapa sih mulutnya rempong banget." omel Alina.


"Ya punya mulut harus dipake buat ngomong lha,masa hanya untuk makan doang bisa gede kaya banteng dong." Alex yang cerewet tingkat dewa nya sudah kambuh.


"Sudah ayo duduk,apa tidak capek tuh mulut dari tadi nyerocos terus." Akhirnya ibu suri turun tangan juga kalau tidak dipastikan besok pagi barulah mereka makan.


"Alina kamu ditengah Ayah sama Bunda,"perintah Alex tak ingin dibantah.


Selina tak terima dengan cara Alex,yang terkesan memojokan Rafa membuat Selina tak tega dan langsung bangun ingin duduk di samping putranya itu.


"Jangan coba coba kamu berdiri Yang,karena aku ingin menasihati anak muda ini yang seperti nya melupakan kita." Tegas Alex.


"Tapi kamu tega Yang ,masa anaknya ditinggal sendiri disini." Tolak Selina kesal.


"Sudah Bunda aku nggak papa kok,lagian kalian ada disebelah juga kan," bujuk Rafa.


Selina menarik nafasnya kasar ,karena tak mungkin membantah suaminya yang sedang serius.Selina hanya masih tak tega dengan putranya itu ,karena pasti Rafa akan gelisah.


"Kalian berdua tau kan alasan Ayah panggil kalian untuk duduk disini,dan kamu Abang jangan pernah pikir Ayah mengasingkan kamu .Ayah hanya ingin kamu sadar dan bertanggung jawab dengan status kamu,Ayah berharap kamu kesini untuk melanjutkan perusahan bukan untuk gangguin adek kamu.Jadi bisakah kalian hentikan segalanya,Adek melanjutkan kuliah dan kamu melanjutkan perusahan!" Pinta Alex serius.


"Ayah sudah tua otomatis kamu anak laki laki kami satu satunya yang harus menggantikan Ayah dikantor. Bisakah menunda dulu segalanya agar fokus perusahaan,karena kalau kamu membantah maka Alina Ayah jodohkan," sambung Alex lagi.


"Jadi Ayah maksud aku menjauhi Alina,dan melupakannya agar fokus pada perusahaan?" Tanya Rafa memastikan.


"Kurang lebih seperti itu." Sahut Alex santai.


"Jika aku tak memilih perusahan maka hubungan kami tetap berjalan?" Tanya Rafa memastikan.


"Nah kapok kamu Alex,makan kata kata sendiri; ejek Author.


"Bukan begitu tapi maksud Ayah tadi itu...


"Baiklah Aku memilih Adek dari pada perusahan." Sahut Rafa serius.


"Nak,kamu mah tega Ayah tadi kan hanya minta tolong buat ngertiin Ayahmu ini,jadi uruslah perusahan jangan hanya pacaran melulu.Jangan jawab seperti itu dong,nanti Ayah gimana?" Tanya Alex frustasi.


"Ya sudah Ayah pilih saja restuin kamu dan aku pimpin perusahan atau Aku tak merestui kami maka aku akan meninggalkan semuanya dan cari pekerjaan lain agar bisa hidup dengannya." Kali ini giliran Rafa yang membuat ultimatum.

__ADS_1


__ADS_2