AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 263


__ADS_3

Like N KOMENNYA


Terima kasih


LANJUT ***


Alina menatap heran ke arah sahabatnya itu, Bagaimana tidak saat orang lain senang dekat dengan pria tampan eh malah dia selalu menolak mentah-mentah.


" loh Kamu bukannya harus senang karena bakalan ketemu sama cowok tampan, Eh ini malah menolak mentah-mentah lagi Kan rugi? "tanya Alina penasaran.


"Kalo cowoknya model begituan aku mah Ogah,biar pun semua pria di dunia ini mati dan tersisa hanya mereka berdua saja!" Ketus Lala.


Alina menatap penuh selidik kearah Lala,karena sangat penasaran dengan maksud perkataan Lala barusan.


"Yakin kamu?" Tanya Alina penuh selidik.


"Ishhh yakin lah,menurut kamu apa hah?" Tanya Lala ketus.


"Jangan marah kali Bebs,aku kan hanya bercanda lagian kamu masa tega membiarkan aku tidur dengan keadaan rumah hanya aku dan Bang Rafa doang?" Bujuk Alina lagi.


"Memangnya Bang Rafa itu orang nya mesum ya?" Tanya Lala memastikan.


" Ih kamu itu aku ngomong apaan sih tadi, kok bisa-bisanya otak kamu miring sebelah? " kesal Alina sambil menoyor pelan jidat milik Lala itu.


" ih Beb aku kok dipukul sih, situ pikir ini tembok yang di toyor toyor gitu terus enggak ada rasa sakit sakitnya? " ketua Lala kesal.


Alina menatap Jengah kearah sahabatnya itu sebab dari tadi tingkahnya selalu saja bikin emosi, ia bicara apa di responnya apa Siapa sih yang tidak emosi ataupun kesal.


" ya sudah jadi gimana Jadi kan nginep di rumah aku, Tolong jangan ditolak ya Atau aku ngambek nih sama kamu? " bujuk Alina lagi.


" Tapi kan aku sudah bilang tadi mana tahan ketemu sama tu cowok dua yang satu milik kamu Terus yang satu milik Negeri antah berantah, jadi tolong ya Jangan buat aku harus mengucapkan kata-kata yang paling tidak aku sukai!" sahut Lala dengan wajah penuh permohonan kepada sahabatnya itu tapi namanya Alina jika tidak dapat membujuk seseorang Lala Maka jangan panggil dirinya seorang anak Alex Roberto.


" kamu mah tega tidak ada rasa persaudaraan apalagi setia kawan, kamu nggak kasihan sama aku yang malamnya harus tidur dengan penuh rasa cemas karena takut pintu kamarnya bakalan digedor dari luar!"ujar Alina mendramatisasi keadaan dirinya.


Lala mati kutu ketika melihat wajah memelas Alina tadi, inilah hal yang paling ia benci dia itu kata tidak tega!


" kamu kok tega banget sih Lina mengeluarkan kata-kata yang tidak bisa aku tolak, Kamu kan tahu aku orangnya kayak gimana Apa kamu nggak kasihan? " ujar Lala memelas.


" kamu juga yang nggak kasihan sama aku,tidak bakalan tidur tenang malam ini dan seterusnya dan akhirnya besok bangun pagi dengan mata panda? " sahut Alina dengan ekspresi yang sangat ketakutan dan penuh permohonan.


Lala mendengus kesal karena ia yakin Alina akan melakukan segala macam cara biar dirinya bisa menginap di rumahnya, Lagian kalau sudah begini ya Mana bisa menolak ya pasrah saja jalan satu-satunya.


" kamu mah tega bisa-bisanya membuat aku mati kutu begini, puaskan kamu karena aku pasrah tidak bisa membantah lagi?" tanya Lala sinis dengan wajah cemberut nya.


Alina tersenyum penuh kemenangan begitulah dirinya tidak akan pernah kalah dari Lala, sambil menyilangkan kakinya Alina duduk santai menatap kearah Lala Yang Sedang kocar-kacir membereskan barang-barangnya.


" ingat bawa barangnya harus banyak biar jangan pulang pergi lagi, karena Ayah sama Bunda tidak jelas kapan pulangnya ke tanah air!" perintah Alina tanpa beban dengan ekspresi santai membuat Lala ingin menghajar dirinya.


" Diam kamu jangan banyak bicara sebelum aku berubah pikiran, Jadi orang kok nyolot banget situ pikir aku pembokat mu apa?" Ketus Lala kesal Sambil mengacak-acak isi lemarinya.


Alina hanya menggeleng-gelengkan kepalanya ia yakin sebentar jika Mira melihat keadaan kamar Lala yang berantakan bak kapal pecah itu, pasti bakal ada namanya perang dunia keenam Yakin dong!

__ADS_1


" wow aku penasaran loh Lihat reaksi ibu saat masuk ke kamar kamu?


a. apakah akan marah?


B. apakah akan tersenyum?


C. Apakah biasa saja?


Menurut kamu gimana reaksi ibu kamu, Kalau aku sih yes?" ejek Alina sambil menahan tawanya.


" diam kamu hobinya cari masalah saja, kamu mau aku berubah pikiran terus tidak mau ikut pulang begitu?" Ketus Lala kesal.


" Ih jangan gitu dong aku kan hanya bercanda tadi kamu kok dibawa serius sih, Jangan marah lagi ya say ya ya!"bujuk Alina agar Lala tak marah-marah lagi.


" suka-suka aku lah mau ngapain Kenapa kamu yang repot, sudah berangkat sebelum Ibu tahu keadaan ini kamar!" ajak Lala sambil menarik kopernya keluar dari kamar diikuti oleh Alina dari belakangnya.


" Ya sudah tapi sebelum itu minta izin dulu sama Ibu nanti Kalau dianya cari anak gadisnya hilang aku lagi yang disalahin, Terus kalau bisa jujur mah sama keadaan kamar kamu aku yakin kalau dia tahu sendiri kamu bakalan di SmackDown nantinya"! ujar Alina sambil tersenyum mengejek.


" Ih jangan gitu dong Biarkan saja dia marah-marah, Lagian tugasnya Ibu kan membereskan kamar anaknya terus anaknya membuat itu lebih beres lagi!" sahut Lala membuat Alina hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya itu yang tidak ada rasa takut sama mulut cempreng ibunya.


" ibu ibu Bu di mana sih?" Tanya Lala penasaran karena tak kunjung menemukan Mira di mana-mana.


" Ibu ada di sini nak, lagi petik jengkol buat dimasak!" teriak Mira dari halaman belakang membuat Lala dan Alina menyusul dirinya.


" Ibu lagi petik jengkol ya? "tanya Alina memastikan.


" ada kamu toh Neng, Iya Ibu lagi ama jengkol nih buat dimasak nanti malam!kamu datang dari kapan kok Ibu nggak tahu?" tanya Mira penasaran.


" lho Memangnya Ayah sama Bunda kamu ke mana?" tanya Mira penasaran.


" Mereka lagi ke luar negeri Soalnya lagi mau ngurusin pekerjaan di sana,boleh Lala temani aku selama mereka pergi?" tanya Alina lagi karena ia juga mengingat jika Raffa dan Xavier sedang menunggunya dan Lala di mobil.


" Ibu sih yes nanti kalau soal bapak nya Lala biar ibu yang bilangin ke dia, Soalnya emang gak enak kalau hanya kamu sama Abang kamu di rumah kan belum halal kalian!" sahut Mira sambil tersenyum.


" Makasih ya Bu, kalau begitu Kami pergi dulu Soalnya lagi ditungguin Abang di depan!" pamit Alina.


" tunggu, Lala belum membereskan barang-barangnya selama di sana jadi cepat sana kamu pergi berberes lelet amat sih jadi orang!"perintah Mira sambil memasang wajah garangnya.


" sudah kok Bu tinggal mau berangkat saja!" sahut Lala sambil tersenyum karena ia yakin ekspresi Mira sebentar ketika masuk dalam kamarnya pasti bakalan heboh sendiri.


" Ya sudah Bu kita pamit, jangan tahan-tahan lagi deh soalnya tuh ditungguin sama abang Rafa di depan nggak enak lo sama anak orang!" ujar Lala yang ingin cepat pergi dari situ karena merasa takut dengan kesalahan yang telah ia lakukan barusan.


netra Mira membulat sempurna, Bagaimana tidak ia dari dulu merupakan fans garis kerasnya Rafa. jadi setiap ada kesempatan bertemu dengan pria itu Mira bakalan heboh sendiri,siapa sih yang tidak senang bertemu dengan bule tampan dan mempesona dengan body sixpack miliknya itu.


" sabar sabar sabar tunggu dulu, apa kalian bilang tadi kalau si tampan lagi nunggu di mobil?" tanya Mira antusias.


" ih Ibu mau ngapain lagi sih jangan malu- maluin deh, kita juga mau berangkat nih sudah gelap ngapain pake tanya yang aneh-aneh segala?" Tanya Lala Ketus.


" ih suka-suka Ibu dong mau ngapain Kenapa kamu yang repot? Ya sudah ayo Alina kita susulin Abang kamu ke depan soalnya ibu kangen loh, butuh vitamin mata mau lihat yang bening-bening!"ajak Mira yang sudah tidak mempedulikan lagi dengan jengkol yang hendak dirinya ambil tadi.


Lala menghentakan kakinya kesal, dirinya merasa kurang suka dengan sikap pecicilan ibunya itu. lagian ibunya itu mungkin tidak tahu saja kalau Rafa itu memang tampan, tapi mulutnya itu pedasnya ngalahin boncabe level 16.

__ADS_1


" Ibu sudah ya Ayo masuk kedalam masakin buat bapak sebentar, kasihan tuh aki-aki pulang kelaparan tapi tidak ada yang bisa dimakan!" bujuk Lala lagi agar ibunya itu berubah pikiran.


" Kenapa kamu yang repot sih jadi orang, lagian yang punya kaki kan Ibu mata-mata Ibu kenapa kamunya sewot!" kesal Mira sambil menatap sinis ke arah Lala yang juga tak kalah sinis darinya.


" Ih kenapa sih harus punya ibu yang rempong kayak gitu malu-maluin saja deh, apa katanya tadi mulut cabe tampan? muka kayak cacing tanah itu saja dibilang tampan, terus yang model cacing kremi disebutnya apa dong?" tanya Lala yang terlihat berbicara ke diri sendiri.


Mobil Rafa yang sudah terparkir sempurna hadapannya, membuat Mira dengan cekatan melepas pegangan tangannya nya ke Alina. dirinya berlari kecil untuk segera bertemu dengan anak tampan , dirinya nya bahkan terlihat jingkrak kegirangan entah apa yang membuat dia melakukan hal itu.


" Oh Tuhan si tampan ku akhirnya muncul juga di sini, Mengapa tidak masuk saja Nak biar tante buatkan makanan enak?" tanya Mira antusias membuat Alina bergidik ngeri .


" Astaga Lala kok segitunya ya ibumu ini reaksinya lihat abang Rafa, padahal sebenarnya Biasa saja sih tidak ada manis-manisnya!" batin Alina.


" mana tali mana tali aku gantung diri sekarang nih, kenapa sih Ibu kok bisa malu-maluin begitu? nanti sebentar kalau aku diledekin sama mereka awas aja dia, aku bakalan ngambek Satu hari satu malam tanpa bicara!" ujar Lala pelan yang tidak bisa didengar oleh Mira yang sedang antusias dengan kehadiran Rafa di situ.


Rafa meringis ngeri melihat reaksi yang ditunjukkan Mira tadi, ia merasa takut ketika menyiram mulai melancarkan aksinya dengan mencubit gemas pipinya itu.


" ih Anak siapa sih kamu ini kenapa ganteng banget? ibu kan jadi pengen cium cium pipinya, mana menggemaskan lagi bikin jadi pengen bungkus bawa pulang nih!" goda Mira yang hanya disambut senyum terpaksa oleh Rafa.


panas


iya itu yang dirasakan Xavier kini, Bagaimana tidak dirinya yang naksir Lala Kenapa Rafa yang dipuji Memangnya kekurangan darinya itu apa.


" ehem ehem, saya juga loh Ibu di sini ini!" ujar Xavier yang berusaha agar dirinya juga dianggap kehadirannya oleh Mira.


" kamu sopirnya kan Jangan banyak bicara deh ganggu suasana saja, lagian siapa apa apa yang mau peduli dengan kehadiran kamu yang mau terselip di manapun itu?" Ketus Mira sambil tersenyum kearah Rafa.


" Ibu sudah dong jangan malu-malu seperti ini, lagian itu kasihan abang rasanya tidak nyaman sepertinya!" bujuk Lala lagi karena melihat tingkah absurd ibunya itu.


" ih kamu memang tega tidak bisa melihat orang tua senang sedikit, Lagian kan Ibu hanya colek sedikit bukan di bungkus bawa pulang dalam lemari!" Ketus Mira kesal sambil menjauhkan badannya dari mobil.


" Sayang sudah selesai urusannya nya?" tanya Rafa memastikan karena ia sudah tak nyaman berada didekat Mira yang pecicilan.


" Sudah nih tinggal berangkat saja, ayo Lala kita jalan keburu malam nih!" ajak Alina sambil menggandeng tangan sahabatnya itu.


Rafa mengerutkan keningnya ia mana mau berdekatan dengan cewek pendek model Lala itu, karena bisa dipastikan keduanya bakalan ribut sepanjang jalan tidak ada jeda nya sama sekali.


" ibu kita berangkat ya, Nanti kalau udah sampai aku kabarin deh!" pamit Lala sambil tersenyum ke arah ibunya itu.


" sudah sana Dasar menyebalkan kalian, percuma capek-capek tadi dari belakang ninggalin jengkol yang sedap mantap Eh tau-taunya ketemu sama si tampan cuma semenit doang!" kesal Mira sambil menatap sinis kearah Lala dan Alina.


" kamu kok duduk di belakang juga, sana pindah aku mana Sudi dekatan sama si cempreng kayak kamu!" Ketus Rafa kesal tak beda jauh dari Lala yang juga ikutan kesal dengan mulut pedasnya milik Rafa itu.


" Eh tadi yang ngajakin aku masuk ke bangku belakang itu Alina bukan inisiatif aku, jadi jangan nyolot deh aku jadi stres lihatnya!" kesal Lala tak mau kalah,


sedangkan Mira sudah kembali ke halaman belakang, karena dirinya harus Menyiapkan makan malam romantis dengan sang suami dengan menu andalannya jengkol di semur kan dia.


" Wah jengkol ,Kamu itu sebenarnya ganteng loh kok bisa-bisanya tidak bisa mirip sama tuh Abang ganteng?" gumam Mira yang membayangkan jika benda bulat di tangannya itu merupakan jelmaan dari sosok pria tampan,


menghayal boleh Mak tapi jangan terlalu ketinggian loh, karena saat jatuh pasti sakitnya bakalan minta daripada ampun.


Lala sudah berpindah dari jok belakang ke depan, karena ia juga lagi malas berdebat dengan Rafa yang tidak ada rasa mengalah nya sama sekali.

__ADS_1


" Nah gitu dong jangan ada orang ketiga diantara kami karena bakalan bikin suasana tambah ribet, benar tidak sayang kalau yang aku katakan ini?" tanya Rafa ingin mendengar pendapat dari kekasihnya itu.


__ADS_2