AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 233


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMENNYA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


LANJUT ***


Lala memperhatikan wajahnya di cermin,ia sangat yakin jika wajahnya pasti laku di pasaran.


"Huh,aku cantik manis imut lagi,pasti bakal dapat jodoh Oppa tampan!" Batin Lala lagi.


Di saat orang lain sudah tertidur,gadis mungil itu malah sibuk mengukur penampilannya pantas atau tidak.


Begitupun Mikael,ia juga tak kalah sibuk dengan Lala mencoba menilai penampilannya kenapa sampai Alina menolak dirinya.


"Coba Saja aku yang kenal dia lebih dahulu,pasti tidak akan seperti ini jadinya.Coba saja aku yang ketemu lebih dahulu,pasti aku yang akan dia pilih!" Ujar Mikael monolog.


"Tapi bukankah mereka belum menikah,jadi tak ada larangan dong buat jadikan dia istriku." Sambung Mikael lagi.


Sebenarnya mencintai itu Sederhana,terletak bagaimana cinta itu di nyatakan dan di rasakan.


Cinta Itu tak bisa di paksakan harus tetap bersama,karena semuanya sudah ada yang atur.


Tuhan sudah menciptakan manusia dengan jodoh masing masing,walaupun sudah di ambil orang lain pasti akan kembali juga.


Mikael entah mengapa tak bisa berpaling dari Alina,padahal bukan sedikit wanita yang mengantri untuk dekat dengannya.


Begitupun dengan Rivan,yang selalu saja tidak bisa lepas dari Selina.


"Semoga besok aku kerumah mereka,sudah tidak ada masalah lagi!" Gumam Rivan pelan.


Vigo yang sudah pulang,malam ini ia ingin benar benar istirahat tidak ada beban pikiran tentang kehidupan dunia nyata.


Skip Keesokan paginya...


'Pagi Sayang!" Sapa Rafa.

__ADS_1


Alina tak bergeming sama sekali,jangan ditanya lagi kenapa mereka bisa terdampar di tempat tidur yang sama.


Berawal dari hanya berbaring saja,terus berubah jadi tidur beneran dan akhirnya sampai pagi.


"Sayang,ayo bangun tidak kuliah kah?" Tanya Rafa pelan.


"Hemm kamu yang kuliah aku malas!" Sahut Alina sambil mata terus terpejam.


"Lho mana bisa begitu,Kuliah di wakilkan orang lain?Kalau begitu terus bisa di pastikan mau jadi apa negeri ini,habis sudah generasi berbakat!" Ujar Rafa mencoba menasihati Alina.


"Ya kalau begitu diam saja kan,yang kuliah kan aku kamu tidak bisa jadi sesuka hati ku dong kapan perginya.Lagian ini masih Pagi,sana keluar sebelum nanti kena amukan dari Ayah!" Usir Alina sambil terus tertidur.


"Kamu kok masih Pagi usir aku Yang?" Tanya Rafa tak terima.


"Ya elah habisnya situ menyebalkan sekali,orang masih tidur tapi perintahnya aneh aneh!" Gerutu Alina kesal.


"Ya namanya kan cinta,apa apa mesti di ingatkan!" Sahut Rafa.


"Hadeuh Bang,sebelum negara api menyerang ya anak sekolah kalau sudah harus pergi ya mesti pergi sebelum disuruh panjat pagar." Ujar Alina kesal.


"Nah itu tahu,kalau begitu bangun dong masa iya tidur terus sih?" Rafa menarik Alina agar bangun karena ia ingin melakukan sesuatu yang romantis di pagi hari.


("_")


"Mau ajakin kamu mandi bareng!" Ujar Rafa sambil tersenyum.


"Astaga nih om om memang keterlaluan sekali sih,pagi pagi gangguin orang tidur Hanya untuk ajak mandi bareng?" Omel Alina hanya pasrah ketika di bopong Rafa menuju kamar mandi.


Bahkan dengan tanpa malunya pria itu membuka seluruh pakaiannya di hadapan Alina,membuat wajah wanita itu bak kepiting rebus.


"Nih orang urat malunya sudah putus,atau memang dia tidak punya urat malu ya?" Batin Alina sambil menundukan kepalanya.


"Yang,aku sudah nih sekarang giliran kamu dong!" Bujuk Rafa gemas.


"Kan yang mau mandi kamu,aku mah ogah jadi silahkan lanjutkan saja bila perlu buat album sekalian!" Ejek Alina lalu segera mengguyur dirinya di bawah shower dengan masih memakai pakaian lengkap.


Rafa berdiri terbengong,kok bisa bisanya Alina tak mempedulikan dirinya sedikitpun. Padahal kalau dengan keadaan dirinya sekarang,bisa di pastikan banyak wanita bakal meleleh.


"Yang kok tega?" Tanya Rafa tak habis pikir dengan jalan pikiran wanita cantik di hadapanya itu.


'Ya tega lah,karena jadi orang itu harus sedikit tegaan biar hidup lebih bermakna!" Sahut Alina yang sudah menyelesaikan mandinya dan menanggalkan semuanya lalu memakai jubah mandi yang berada disitu.

__ADS_1


Rafa mah masih berdiri bak patung asmat,tidak ada pergerakan sama sekali hanya matanya saja yang memindai pergerakan salah satu makhluk Tuhan itu.


Setelah selesai memakai jubah mandi itu,Alina menatap tanpa dosa ke arah Rafa yang penampilan bak bayi baru lahir itu.


"Aku udah selesai,silahkan lanjutkan ya ingat mandi yang bersih jangan ada daki yang menempel." Ujar Alina yang membuat Rafa langsung tersulut emosi.


Alina melenggang pergi begitu saja,tanpa peduli dengan keadaan pria itu.


Rafa tak jadi mandi,ia langsung memakai handuk setengah pinggang lalu keluar dan menatap tajam kearah Alina yang menatap heran kearahnya.


"Kamu kenapa kok keluar lagi?" Tanya Alina heran.


"Aku bersih,tidak kotor sudah aku kembali ke kamar!" Sahut Rafa dingin.


Alina hanya menggedikan bahu tak peduli,padahal iya yakin jika Rafa sedang marah tapi mau bagaimana lagi.


"Dasar pria,kalau sudah mau itu ya harus itu tidak pake kata tapi!" Gerutu Alina melanjutkan memakai pakaian nya.


"Coba aku di bujuk begitu,eh ini malah di biarkan saja dasar wanita tidak peka dengan kemauan pria."Ujar Rafa pelan.


Sementara itu Alex pagi ini benar benar menggarap istrinya sampai tidak berdaya,ia yang sudah tua tapi masih saja gresh terlihat lebih bersemangat.


"Oh Tuhan aku mati,hari ini aku mati di tangan Om om mesum!" Gerutu Selina pelan tapi sambil menatap tajam kearah Suaminya itu.


Sedangkan Alex hanya tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal,ia tahu memang salah tapi mau bagaimana lagi jika berhubungan dengan bagian itu.


Sebab kebutuhan ranjang adalah raja di atas segala galanya,lagian untuk apa ditahan jika di samping sudah ada orang untuk menyalurkan hal itu.


"Yang,aku kalau tidak main sama kamu terus sama siapa,masa iya sama tante girang begitu?" Tanya Alex membela diri.


"Coba Saja kalau berani,bakal ku potong anu mu menjadi Inu Mu!" Sinis Selina tajam.


"Hehe bercanda kali Yang,jangan marah ya nanti aku sama siapa?" Goda Alex sambil tersenyum menggoda.


"Sama kucing!" Ketus Selina segera bangkit dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Ia harus gerak cepat,sebelum Alex melancarkan aksi huru haranya dengan menggangu dirinya.


Pria itu selalu saja tahu membaca keadaan,ia tak pernah melewatkan kesempatan itu jika sudah di depan mata.


Karena baginya kesempatan yang ada itu sangat langkah,jadi harus di gunakan sebaik mungkin jika tidak maka hilang

__ADS_1


__ADS_2