
LIKE N KOMENNYA
Terima Kasih
💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT ***
Selina mendengus kesal pasalnya suaminya itu selalu saja merasa benar tidak pernah mau disalahkan, padahal sudah jelas-jelas Iya yang selalu memaksa kehendaknya tanpa memikirkan perasaan orang lain.
ketika melihat Selena keluar dari kamar mandi, Alex senyum-senyum sendiri karena berhasil membuat istrinya itu terkapar lemas tak berdaya tadi Kalau sekarang mah wajahnya ditekuk karena digempur habis-habisan oleh suaminya.
padahal katanya cepat saja tapi kenyataannya jauh daripada perjanjian, mengingat mereka sebentar malam akan pergi kalau tidak ia kan tidur dan tidak mau bergerak kemana-mana.
Alex bukannya merasa bersalah ia malah merasa bangga, sebab merasa menjadi pria yang sangat perkasa karena bisa membuat istrinya itu tak berdaya.
" dasar pria bisa-bisanya menggarap habis diriku padahal tiap hari selalu saja main kuda-kudaan, tapi tidak ada puas puasnya itu stock santannya kebanyakan atau kelebihan atau bagaimana ya? " sungut Selina dalam hati.
" muka kamu kenapa yang ditekuk begitu?" tanya Alex santai seperti tak menyadari kesalahannya tadi.
Selena tapi ingin menjawab karena sama saja ujung-ujungnya pasti Alex yang ingin selalu menang sendiri, daripada membuat dirinya tambah berdosa dengan mengeluarkan kata-kata yang tak seharusnya Bukankah diam itu adalah emas?
" Sayangku kamu diam saja dari tadi aku tanya kamu loh, gigi kamu sakit atau gimana? "tanya Alex kelihatan lebaynya minta ampun.
" cepat kamu mandi sana setelah itu pergi ke kantor Abang, Aku mau keluar mencari angin jangan coba-coba mencari!"sahut Selina yang sudah berbalik menuju ke arah pintu.
Alex hanya mengedikkan bahunya pertanda bingung dan tak peduli,, ia sama sekali tak menyadari apa yang membuat istrinya itu menjadi dingin kepadanya.
" dasar wanita aneh-aneh saja pemikirannya, tadi baik sekarang sekarang jutek sebentar manis sorenya pahit malamnya dingin!" Sungut Alex cemberut.
Selina memilih menuju ke minimarket yang berada dalam Kompleks Perumahan itu, yang ingin membeli stok es krim untuk putrinya karena ia tahu betul kesukaan Alina yang tidak mengenal waktu itu.
entah kebetulan atau memang sengaja menjadi kebetulan, Selina bertemu dengan Vigo asistennya Rivan yang sedang membeli rokok di minimarket tersebut.
" Selamat sore Nyonya Selina!" sapa Vigo sambil menundukkan badan.
" Sore juga Tuan Vigo, ada juga di sini?" tanya Selina penasaran.
Selina celingukan menoleh kesana kemari takutnya ada Rivan juga di situ, karena ia tak ingin menimbulkan kesalahpahaman antara dirinya dan suaminya yang posesif nya minta ampun itu.
Vigo paham dengan gestur tubuh Selina itu, pasti wanita itu sedang memastikan keberadaan Tuhannya yang memang tidak pernah move on dari wanita yang berada di hadapannya itu.
" saya datang sendiri kok nyonya, tuan Revan sekarang berada di rumahnya karena sebentar malam ia akan pergi ke luar negeri menyelesaikan masalah perusahaannya di sana! "ujar Vigo yang entah mengapa membuat Selina mengusap dadanya pelan karena merasa lega lega lega nya kira-kira Mungkin beberapa waktu kedepan Hidupnya akan tenang tidak ada namanya perdebatan antara suaminya dan Rivan.
" Oh saya juga tidak mencarinya kok hanya merasa tumben saja kamu bisa bebas dari dia biasanya kan kalian berdua kan kayak perangko, Ya sudah Tuan Vigo Saya mau ada urusan keluar sebentar!" pamit Selina yang entah mengapa sudah tak ada niat untuk berbelanja sama sekali .
__ADS_1
" syukur juga tadi si burik tidak ada, kalau tidak bisa panjang urusannya! lama-lama satu minimarket ini bisa diborong sama dia, Dasar pria aneh pantasan saja tidak laku-laku sikapnya saja begitu! "gerutu Selina kesal karena selalu berhati-hati jika keluar rumah Takutnya nanti akan berpapasan dengan Rivan.
" kecantikan Nyonya Selina yang tidak pernah luntur itu yang membuat Tuan Rifan begitu tergoda, kasihan kasihan cinta bertepuk sebelah tangan itu mah namanya! " batin Vigo yang menatap kearah punggung Selina yang semakin menjauh.
" Sayang Tadi katanya mau cari angin kok sekarang kembali lagi, apa mau aku temani atau gimana? "tanya Alex heran.
" ogah Ayo kita ke ini kantornya Abang, soalnya aku capek kalau jalan kaki muter-muter kagak jelas lebih enakan ke kantor Abang banyak pria tampan di sana! "ajak Selina yang tanpa sadar telah membuat ada yang cemburu.
" kalau kamu mau ke kantor Abang hanya untuk melihat pria tampan lebih baik tidak usah, karena aku tidak akan mengijinkan hal itu terjadi sebab aku paling tidak suka mata kamu keranjang kepada orang lain! "ujar Alex dingin mendengar istrinya memuji orang lain terang-terangan di hadapannya pula.
"Eh aku kan hanya bercanda Lagian mereka Mana berani lihat aku kalau tahu Suaminya seposesif kamu, Sudah ah jangan berlebihan Aku capek lihatnya! "kesal Selina.
"ya Siapa suruh tadi kamu Puji pria lain kalau mereka tampan, begini-begini kan suamimu paling tampan loh ngalahin Oppa Oppa tampan Korea kamu itu!" ujar Alex narsis.
" Widih kamu sadar juga ya kalau oppa-oppa Korea aku itu tampan? " Sindir Selina sambil tersenyum mengejek.
" Sayang jangan mulai lagi deh nanti aku garap kamu sampai tidak bisa jalan baru kamu bilang sulap, Ya sudah ayo kita ke kantornya Abang siapa tahu ada cewek cantik juga di sana!"ajak Alex yang mencoba membuat Selina cemburu karena ia memuji orang lain tapi sayang harapan tak sesuai ekspektasi.
" ya sudah kamu cari cewek cantik aku cari cowok tampan 1 samakan tidak ada yang dirugikan, dan juga tidak ada yang namanya menang sendiri! " sahut Selina tanpa beban membuat Alex melongo dibuatnya.
" kamu itu sebenarnya cinta tidak sama aku, soalnya kamu bicarakan hal itu tuh seperti tanpa beban begitu? "tanya Alex heran.
mulai lagi kan lebay nya tuh aki-aki!
" Menurut kamu gimana, coba kamu pikirkan baik-baik deh kalau aku tidak cinta sama kamu ngapain juga mau balik lagi ke sini padahal disana aku sudah punya usaha walaupun kecil-kecilan? " tanya Selina sambil mengerutkan keningnya.
" Ayo kita ke kantornya Abang sekarang, sebelum terlambat Soalnya kita harus sudah di bandara sebelum pukul tujuh! " ajak Alex sambil menarik tangan istrinya itu.
di kampus Alina sedang stres Bagaimana tidak kelakuan absurd Lala itu membuat dirinya hanya bisa menggelengkan kepala, sahabatnya yang bertubuh mungil itu secara terang-terangan menggoda mahasiswa tampan yang kuliah di situ.
" kamu itu punya malu tidak sih jadi wanita kok murahan sekali, hei mereka itu lihatin kamu saja kayak mau muntah tapi kamu yang sok kecakepan? " tanya Alina sinis.
Lala bahkan sengaja mengibaskan rambutnya ia percaya diri dong jika dirinya cantik, jadi tidak ada salahnya jika tebar pesona sedikit.
" Eh kamu iri atau apa sih masa sahabat kamu yang Oke begini kamu bilang jelek, mata Kamu tuh yang harus di permak biar berfungsi dengan benar!"Sahut Lala jutek.
" Idih Aku mah nggak ada kerjaan kalau sampai iri sama kamu, Lagian ini aku berbicara sesuai kenyataan lho tingkah kamu tuh bikin malu saja!" kesal Alina karena Lala saja masih tetap mempertahankan pemikirannya itu .
" Nih lihat ya aku godain mereka pasti mereka bakalan Langsung kasih nomor hp-nya! " ujar Lala yang sudah bersiap-siap dengan gaya centilnya.
Mungkin orang kelamaan jomblo jadi otaknya mungkin rada rada miring sedikit, Jomblo itu sebenarnya bukan kebiasaan tapi kayaknya suatu penyakit yang Jomblo itu sebenarnya bukan kebiasaan tapi kayaknya suatu penyakit yang tidak bisa disembuhkan jika tidak ada jodohnya sama sekali.
" Halo tampan Kamu pasti mau kenalan sama aku kan, boleh kok aku sih mau saja?" Tanya Lala penuh percaya diri membuat Alina di sampingnya hanya bisa geleng-geleng kepala.
" Astaga nih anak bener-bener bikin malu saja!" batin Alina kesal.
__ADS_1
" sorry kak aku boleh dong kenalan sama kakak cantik yang di sampingnya itu!" sahut adik tingkat tersebut sambil menunjuk ke arah Alina membuat lalala kesal dirinya yang supaya merayu malah Alina yang dipilih.
" loh kok dia sih padahal aku kan ada di hadapan kamu sekarang, memangnya kelebihan dia daripada aku tuh apa? "Tanya Lala sambil memasang wajah cemberutnya.
" dia itu cantik manis tinggi semampai lagi!"sahut adik tingkat itu tanpa beban membuat Lala kesal.
" jalan yuk Capek tebar pesona malah tidak laku! "ajak Lala sambil menarik tangan Alina agar menjauh dari situ.
" Loh kok malah jalan tadi katanya mau cari mangsa biar tidak jomblo lagi, Memangnya sudah laku mana Aku penasaran Siapa orangnya? "ejek Alina ingin tertawa tapi tertahan melihat wajah Lala yang cemberut itu.
" diam kamu orang lagi kesal juga malah diejek,aku tobat kalau mau cari pasangan bawa kamu soalnya berat!" Ketus Lala kesal.
" lho berat Kenapa Memangnya kamu pikul aku gitu?" tanya Alina penasaran.
"ya Iyalah jelas berat orang semuanya pasti milih kamu daripada aku,aku mah tobat kalau jalan bareng kamu lagi! "Ketus Lala sambil menatap tajam ke arah Alina.
" Eh siapa juga mau maniso sama pria yang kamu taksir, aku kayak orang yang gak ada kerjaan saja.Lagian priaku lebih tampan, bule lagi yang lebih hot Buatan luar negeri! " sahut Alina sambil tersenyum mengejek.
" Iya aku tahu jangan berlebihan begitu deh sok pamer kamu, Awas aja kalau punya aku nanti lebih tampan terus kamu naksir Bahkan aku colok matamu itu!" ancam Lala sambil menatap tajam ke arah Lina.
" Idih sok sok-an punya jodoh ganteng model kayak kamu tuh cocoknya tukang parkir, selalu senyum terus sukanya Kasih kode minggir Mbak minggir Mas Yes mantap !" Ejek Alina.
" Ih kamu ini keterlaluan banget sih jadi orang, untung juga cantik coba kalau jelek sudah aku permak wajah kamu pakai setrikaan!" sungut Lala.
" hehehe katanya ni orang ngambek lucu banget sih jadi orang aku jadi gemes deh, sudah ayo kita ke kantin saja laper banget nih!" ajak Alina sambil menarik tangan Lala yang masih saja memasang wajah cemberutnya yang paling tidak sedap dipandang.
Alina merupakan salah satu idola di kampus karena wajahnya yang cantik dan sikapnya yang kalem,, jangan lupa nilai plusnya yaitu anak pemilik kampus itu.
ia tak berani didekati oleh pria di area kampus itu, karena mereka masih sayang nyawa dan masih ingin menempuh pendidikan di salah satu kampus elit di kota tersebut.
"kita mau beli apaan Aku kenyang lo?" Tanya Lala penasaran.
" apa saja yang penting bisa ganjal nih perut, soalnya cacing-cacing sudah pada disco minta dikasihani!"sahut Alina santai.
pasrah hanya bisa mengikutinya langkah kaki Alina itulah yang dilakukan Lala, mulutnya hancur hari ini sebab sudah tebar pesona kesana kemari hasilnya masih nol Balak.
" siang bu ada jualan apa nih? "tanya Alina penasaran saat sudah sampai di kantin kampus itu.
"Siang juga Nona Alina, tumben jajan di kantin biasanya kan tidak pernah? "tanya ibu penjaga kantin.
" Iya soalnya tadi nggak bawa bekal dari rumah, soalnya buru-buru takut telat. Kamu mau makan apa Lala, atau minum saja biar lebih praktis? "tanya Lina pada sahabatnya itu.
" Iya deh minum saja soalnya mulut Aku udah capek banget nunggunya soalnya tadi terlalu banyak bicara, kamu pesen deh aku mau duduk capek!" sahut Lala sepertinya tak ikhlas.
" Iya Baiklah aku pesan berhubung aku kan orang baik, jadi selalu menurut apa kata orang! "Sindir Alina pelan membuat Ibu pemilikan pas itu hanya bisa tertawa mendengar perdebatan kedua Sahabat karib itu.
__ADS_1
" non Lala nya kenapa tuh, dari tadi wajahnya kok ditekuk terus?" tanya ibu pemilik kantin itu.
" lagi PMS kali bu, saya pesan minuman saja ya Bu ya yang dingin barangkali otak teman saya mau didinginkan! " Alina mengatakan pesanan Lala tadi.