AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 134


__ADS_3

HAII KAKAK KAUM REBAHAN,,MAAF BARU BALIK SOALNYA SIKON LAGI TAK MENDUKUNG πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™βœŒβœŒ


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


LANJUT ***


Alex kesal karena Selina tak kembali membujuknya,yang ada malah menikmati bubur Ayam itu sendiri.Padahal dalam hati ia sangat berharap mungkin ada tawaran berikutnya,tapi sayang tak ada sama sekali.


"Oh istriku,tahukah dirimu jika suamimu ini juga ingin makan," lirih Alex dalam hati.


"woii bang gengsi kok dipelihara,lapar kan jadinyaπŸ˜‹πŸ˜‹;;


"Sayang," panggil Alex.


"Hem." Sahut Selina cuman berdehem saja.


"Astaga Yang,menyahutnya pangjangin dikit dong," ujar Alex dengan nada merajuk.


"Hemmmm." Selina berdehem panjang seusai keinginan suaminya itu.


"Yaelah mintanya apa tapi dikasihnya apa." gerutu Alex.


Mendengar gerutuan suaminya itu,membuat Selina menghentikan kegiatannya lalu menatap jengah kearah suaminya itu.


"Tadi disuruh menyahutnya yang panjang makanya tadi sudah ku panjangkan," ujar Selina.


"Maksudnya menyahut dengan jalan lain begitu." Sahut Alex.


"Oh maaf bro tidak bisa,soalnya jalannya lagi buntu karena masih di cor." balas Selina santai.

__ADS_1


Alex hanya menggeleng kepalanya,istrinya memang orang yang sangat sulit untuk diajak berdebat karena pasti akan selalu menang.Ingin ia egois agar Selina selalu mendengarkan dirinya,tapi Alex tak berani melakukan itu karena ia takut istrinya bakal minggat lagi.


"Sayang kamu mau makan nggak,soalnya masih ada satu mangkuk lagi nih aku udah nggak sanggup lagi," tawar Selina.


"Istriku yang terbaik,


"Ya kalau kamu memaksa apa boleh buat,aku bakal makan." Sahut Alex yang pura pura jual mahal padahal ingin.


"Ya sudah aku suapi ya," sambung Selina lagi.


Karena jarak keduanya yang saling berdampingan,memudahkan Selina untuk menyuapi suaminya itu.


"Bagaimana buburnya,enakkan?" Tanya Selina memastikan.


"Biasa saja." sahut Alex.


"Iya biasa saja rasanya,soalnya ada yang makan sampe mangkuknya juga ingin ditelan," sindir Selina sambil memicingkan matanya ke arah Alex.


Setelah Selesai menyuapi Alex dan menyimpan kembali mangkuk diatas nakas.Selina kembali membaringkan tubuhnya,karena lukanya masih sakit.


Alina dan Rafa sudah kembali kerumah karena umur Leonard tak diijinkan menjaga pasien apalagi Alina yang masih kecil.


"Kek,selama ini tinggal dimana?" Tanya Alina penasaran.


"Kakek tinggal di Italy,Roma." Sahut Leonard.


"Wow itu jauh ya,Kek?" Tanya Alina lagi.


"Sangat jauh,hampir sama jaraknya dengan rumah Adek dulu," ujar Leonard.


"Ya kalau begitu Kakek pindah kesini saja daripada jauh tinggalnya,kasihan umur kakek yang sudah tua baru lama duduk dipesawat," saran Alina sambil menatap kearah kakeknya itu.

__ADS_1


"Kamu memang anak pintar ya,soalnya kasih solusi yang terbaik," puji Leonard.


"Yaiyalah aku kan anaknya Ayah sama Bunda." Alina berbangga diri.


Sedangkan Rafa kini tengah termenung sendirian,ia semenjak datang kesini kepribadiannya lebih pendiam.Entah apa yang dipikirkan oleh pemuda tampan itu,hanya dirinya sendiri yang tahu.


*****


auto skip ya ..


Soalnya monoton kalau cerita soal orang sakit,pasti hanya makan,tidur dan minum obat,sungguh membosankan...


Setelah dirawat kurang lebih selama dua minggu,akhirnya pasangan suami istri itu pulang keruma.Dan itu artinya dua minggu lebih Selina kembali ketanah air,sampai sekarang ia pun tak tahu menahu mengenai kabar orang tuanya itu.


Sebagai seorang anak bohong kalau tak merindukan orang tuanya,terlepas dari hal menyakitkan yang pernah mereka torehkan.


Dalam hidup tak ada kata mantan anak atau mantan orang tua,karena keduanya merupakan unsur yang tak terpisahkan dari sebuah keluarga.


Saat mobil yang mereka tumpangi sampai dirumah mewah milik Alex ,sudah disambut oleh wajah bahagia orang orang terkasih.


"Selamat datang Ayah dan Bunda,jangan sakit lagi atau aku bakal sedih," ujar Alina sambil memeluk Ayahnya.


"Iya Ayah janji tidak akan sakit lagi,karena Ayah kan masih punya urusan dengan Bunda yang belum terealisasikan," goda Alex pada sang istri.


Karena Alina masih kecil ,ia tak terlalu ambil pusing dengan apa yang dikatakan Alex.Namun berbeda dengan Leonard dan Ben yang sedang mengeryitkan keningnya karena heran dengan kata kata Alex,mungkinkah karena sudah sembuh jadi libidonya Alex muncul dipermukaan.


"Ya sudah ayo masuk Nak,daripada mendengar sesuatu yang tidak tidak disini;" sindir Selina sambil menarik tangan Alika.


Selina dan Alex memutuskan untuk tidak memakai kursi roda,karena keduanya tak ingin bermanja manja dengan sakit.


*SEGITU DULU YA..YANG PENTINGKAN UDAH PULANG...

__ADS_1


NANTI BESOK BARU DEH YANG LEBIH HOT😠😠


__ADS_2