AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 150


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


AUTHOR LAGI PANAS DINGIN LHO NULIS CERITA INI..


EH SALAH MAKSUDNYA ITU πŸ€”πŸ€”πŸ˜ŽπŸ˜ŽπŸ˜Ž


LANJUT ***


"Yang aku lanjut ketahap selanjutnya ya?" Tanya Alex yang sedang berusaha memasukan sesuatu yang dibawah sana.


"Ya elah laki gue emang mulutnya cerewet amat ya saat beginian,kalau gini terus aku mana fokus ah uh nya yang ada malah tambah dongkol," Batin Selina


Ketika semuanya sudah masuk sempurna,Alex mulai ritual kerja berat tapi nikmatnya. Ia mulai memaju mundurkan pinggangnya.


Gerakan nya semakin cepat ketika ia merasa sungguh sangat nikmat,sedang Selina yang berada dibawah kukungannya hanya mencoba menahan suaranya agar tak keluar.


"Yang ayolah keluarkan suara kamu biar tambah semangat," pinta Alex sambil terus memacu untuk meraih kenikmatan dunia.


"Hem cepatlah,malu didengar tetangga masa siang garing malah sibuk begituan memangnya malam hari nggak ada waktu apa," ujar Selina.


Alex yang paham dengan maksud Selina,tapi berbuat seolah tak peduli dengan kenyataan yang ada toh ia melakukannya dengan istri sahnya juga kan.


Tanpa keduanya sadari jika didepan kini ada sepasang telinga yang mendengar kegiatan suami istri itu.Telinganya memerah matanya memanas,ia bukan pria polos yang tak mengerti dengan kegiatan orang didalam rumah itu.


"Ahh sialan,Alex brengsek pasti ingin memanasi ku agar aku cemburu mendengar kegiatannya dengan Selina," ujar Rivan kesal.


Yap,orang yang berada diluar dan mendengar kegiatan Alex dan Selina adalah Rivan,dirinya selalu mendatangi rumah ini karena memang waktu dulu dijual oleh orang tua Selina dirinya yang membeli.

__ADS_1


Rivan memang tak pernah membiarkan rumah itu tak terawat,karena menurutnya hanya itulah kenangan yang ia punya tentang Selina.


Tiap hari dirinya selalu datang kesitu,sekedar untuk istirahat namun sepertinya hari ini bukanlah hari keberuntungannya.


Dengan langkah malas dirinya pergi dari situ,ia tak ingin nanti Selina keluar dan melihatnya.


Jika Alex mungkinlah tak kan merasakan malu kalau kegiatannya didengar orang lain,tapi Selina dipastikan akan merasa malu sekali.


Rivan sudah kembali kekantornya,karena ia merasakan sesuatu yang lain dengan dirinya. Entah itu perasan marah ataupun cemburu,dirinya tak bisa berpikir jernih lagi.


Berbeda dengan Alex yang tertidur disamping istrinya,ia merasa kelelahan karena berpacu untuk mengejar kenikmatan duniawi.


"Sayang kamu sudah tidur?" Tanya Alex.


"Hemm aku kok merasa nyaman ya dengan aroma didalam kamar ini?" Tanya Selina balik.


"Kamu sering menginap disini?" Tanya Selina.


"Tidak pernah." Sahut Alex.


Selina langsung bangkit dan menatap kebingungan kearah suaminya itu,ia bingung dengan perkataan Alex barusan.


"Hah maksud kamu apa,kalau kamu tidak pernah menginap disini terus siapa yang merawat rumah ini hingga selalu tetap bersih begini?" Tanya Selina.


"Sudahlah Yang,jangan dibahas lagi karena aku lagi nggak mood lho buat membahas semua itu." Sahut Alex yang berusaha meredam rasa cemburunya itu.


"Ishh jangan dibahas bagaimana,kalau semua ini menyangkut diriku sendiri ." Kesal Selina.

__ADS_1


"Yang kamu bisa tidak jangan pancing kesabaranku," ujar Alex.


"Aku bingung dengan kamu,padahal yang kutanya adalah hal simpel yaitu siapa yang mengurus rumah selama ini.Tak ada maksud lain karena aku hanya penasaran saja,jadi tinggal jawab kok apa susahnya sih." Kesal Selina.


"Hehe maafkan aku Yang,soalnya kalau aku jujur pasti kamu akan langsung ingin bertemu dengannya." Sahut Alex merajuk.


"Siapa sih sebenarnya?" Tanya Selina lagi.


"Tuh bocah jomblo yang sok kecakepan padahal aku sebenarnya yang paling tertampan dijagat raya ini." Sahut Alex.


"Maksudnya Mas Rivan?"Tanya Selina memastikan.


"Hemm." Jawab Alex singkat.


"Ya Sudah kalau gitu," ujar Selina cuek dan melanjutkan tidurnya yang mana membuat Alex heran.


Padahal didalam pikiran pria itu,ia mengira Selina akan meminta bertemu Rivan dan mengucapkan terima kasih.


"Cuma gitu doang jawabnya," gumam Alex pelan tapi masih bisa didengar oleh Selina.


"Ya habisnya belum apa apa saja sudah emosi,apalagi kalau aku minta ketemu sekarang bisa perang dunia jadinya." Sahut Selina.


Alex hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal,semua perkataan Selina semuanya benar.Ia mana mau mengijinkan istrinya bertemu dengan pria yang belum move on dari Selina.


Keduanya melanjutkan tidur siang yang sempat tertunda karena perdebatan unfaedah Alex tadi.Alex bahkan memeluk erat tubuh istrnya,yang sangat dirindukan selama sepuluh tahun ini.


Mungkin orang lain berpikir bahwa sosok Alex yang angkuh dan datar serta dingin bagaikan es balok,tak bisa bermesraan dengan pasangannya.Oh tidak anda salah besar,buktinya dirinya bisa jadi bucin akut lewat tangan dingin author😎😎✌✌.

__ADS_1


__ADS_2