AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 296


__ADS_3

Like N KOMENNYA


LOPE U FULL


basudara dong semua tra Bisakah kamu kasih kamu komen deng kamu Pu Like, soalnya novel ini deh tra bisa jalan kalau seng Ada like.


LANJUT ***


"karena kalian berdua baru datang jadi malam ini bakalan menginap di sini, Ingat tidak ada bantahan sama sekali!" tegas Adele membuat Xavier menghembuskan nafasnya kasar.


" ya tidak bisa begitu dong Ma, nanti kalau orang tuanya Lala cariin gimana? lagian tadi aku izin hanya sementara saja bukan sampai bermalam, Mama tolong dong jangan memaksa seperti ini Kasihan anak gadisnya orang itu!" bujuk Xavier agar Adele bisa merubah kemauannya barusan.


" Ih kamu mah gitu, Kenapa sih selalu tega sama orang tua? Lagian kalau bermalam di rumahnya mama lebih aman daripada di tempatnya kamu, siapa sih yang tidak tahu otak mesum nya pria yang sudah bangkotan seperti kamu?" sinis Adele tak mau kalah.


" aku bisa kontrol diri dong mah, buktinya sampai sekarang anak orang tidak kenapa-napa kan?" jelas Xavier tak mau kalah.


" pokoknya mama tetap pada pendirian, Bila perlu Mama minta nomor orang tua nya Lala agar Mama yang menghubungi mereka secara langsung!" ternyata sikap Xavier itu menurun dari sang Mama yang sangat keras kepala dan tidak ingin kemauannya itu dibantah sedikit saja.


" Jadi gimana Kamu mau kan menginap di sini, nanti kalau orang tua kamu marah Mama yang bakalan tanggung jawab?" Adele kini merubah panggilan Lala padanya menjadi mama karena dirinya yakin jika Gadis itu adalah calon menantunya kelak.


" aku nurut aja deh apa kata tante, Lagian sekarang aku juga nginep kok di rumahnya Alina soalnya Ayah sama Bunda lagi pergi ke Italy!" perkataan Lala itu disambut senang oleh Adele namun tidak dengan putranya yang malah merasa kesal atas kejujuran Lala barusan


" Kenapa sih harus ngomong seperti itu, nanti kalau mama monopoli dia terus akunya dapat apa dong?" sungut Xavier dalam hati.


" Ya sudah karena pembahasan pentingnya sudah selesai Sekarang kita makan, soalnya perut Mama sudah tidak bisa diajak kompromi lagi nih! " ajak Adele sambil menarik tangan Lala agar ikut dengannya ke meja makan sedangkan Xavier dianggurin begitu saja.


" berbuat sesuka hati anda saja Nyonya Adele Adiguna karena ini adalah hari terakhir aku membawanya ke sini, soalnya tobat Bukannya dia dekat denganku malah menempel sama mama terus akunya cuma jadi obat nyamuk doang!" sungut Xavier dalam hati.


Adele yang melihat tatapan sinis Sang putra merasa kesel jadinya, dirinya pun menatap tajam kearah pria itu dengan tatapan mengintimidasi.


" kalau selama ini kamu bawa menantu Mama ini kesini tidak mungkin kan Mama bakalan monopoli dia, karena ini akibat buah dari keterlambatan kamu yang menyadari umur Makanya mama sabotase dia biar kamu tobat sekalian!" Sindir Adele yang tak dipedulikan sama sekali oleh Xavier.


" ini saja masih proses PDKT, sudah sahnya dari Hongkong. palingan Sebentar Dari sini aku bakalan kena bulan-bulanan amukannya dia, enaknya di Mama sengsara nya di aku!" sungut Xavier dalam hati.


begitupula dengan Lala ia berjanji dalam hatinya, kalau besok nanti pulang ya bakalan menghabisi Xavier hingga tak berbentuk sebab Sudah berani membuat dirinya terjebak dalam situasi yang tak menyenangkan seperti ini.


" Awas aja kalau aki-aki bangkotan sudah membuatku terjebak dengan hal yang tidak pasti, niatnya mau cari makan malah cari masalah?" sungut Lala dalam hati.


suasana yang dialami lama tak beda jauh juga yang dialami oleh Alina, Bagaimana tidak restoran tempat dirinya dan Rafa makan malah bertemu dengan sosok yang sangat menghancurkan hari mereka'


" wah Mas Rafa Ternyata kita berdua jodoh ya buktinya tahu aku sekarang ada di mana, atau Mas sengaja ya Cari tahu tempat kerja aku yang baru biar bisa sering ketemu?" tanya Fitri yang sengaja mengatakan hal itu di depan Alina agar membuat wanita cantik itu kesal.


" kamu kalau bicara jangan sembarangan ya, kalau masih ingin bisa hidup dengan bebas mulai sekarang jaga nada bicara kamu!" teges Rafa dengan rahangnya mengeras karena benar-benar tersulut emosi dengan sifat percaya dirinya Fitri itu.


" Loh memang salahnya aku di mana Mas, perasaan aku berbicara sesuai fakta deh bukan mengada-ada! karena buktinya sekarang ada di depan mata Kamu menghampiriku di sini, bukan aku yang Mencari keberadaannya kamu?" perkataan Fitri itu bener-bener membuat Alina tak bisa berpikir dengan jernih karena memang menurutnya apa yang dikatakan wanita itu benar.

__ADS_1


sebab tadi yang bersikeras agar makan di tempat itu Rafa bukan dirinya dan yang Alina yakin itu semua karena ada Fitri yang bekerja di situ, Jika seperti itu kenyataannya maka Alina bakalan benar-benar marah besar kepada Rafa.


" kamu lebih baik cepat meninggalkan kota ini sekarang sebelum kesabaranku benar-benar diambang batas, sudah aku peringatkan kamu tadi tapi ternyata belum Jera juga!" sinis Rafa dengan tatapan tajam membuat nyali Fitri sedikit menciut.


" sayang kamu percaya kan sama aku? kalau aku tidak tahu menahu wanita ini ada di sini, kita makan di tempat lainnya saja ya!" ajak Rafa sambil menggenggam tangan Alina tapi segera ditepisnya.


" nafsu makan ku sudah hilang setelah melihat kebohongan kamu ini, pantesan saja tadi kamu bersikeras makan di sini ternyata ada udang dibalik bakwan?" Sindir Alina sambil tersenyum mengejek.


Rafa mengacak rambutnya frustasi Padahal baru tadi sore keduanya berbaikan Kenapa harus ada masalah seperti begini lagi.


" Hey kamu panggil Manager restoran ini ketemu sama saya sekarang, saya kasih kamu waktu hanya 2 menit atau tempat ini bakalan kuhancurkan! dan semua pengunjung di sini kalian keluar dari tempat ini sekarang sebelum kesabaranku habis!" akal sehat Rafa sudah tak bisa berguna dengan benar akibat sangat merasa ketakutan Alina bakalan meninggalkan dirinya.


" kamu apa-apaan sih ih berbicara seperti itu kepada pengunjung yang lain, kasihan lho mereka meninggalkan makanan mereka dan pergi begitu saja? "tanya Lina Yang Tak habis pikir dengan jalan pikirannya Rafa itu yang seperti orang kesetanan.


" Maafkan aku sayang ada aku bingung cara ngomongnya gimana biar kamu mengerti, Kalau ini semua bukan aku yang merencanakan nya lagian itu wanita Kok bisa sih ada di sini?" tanya Rafa yang sudah bingung harus berkata apa lagi.


" kenapa kamu malah tanya ke aku bukannya Dia Kekasih gelapnya kamu, jadi jangan berbuat sesuatu seolah Kamu memang tidak tahu sama sekali! Aku bukan anak kecil loh yang bisa kamu bohongi se kemauan hati kamu saja, kalau emang iya kamu merasa nyaman sama dia Ya lanjutkan saja aku mah biasa saja palingan sehari ninggalin kamu besok bakalan dapat gandengan yang baru!" sinis Alina sambil tersenyum mengejek.


mendengar perkataan Alina yang begitu menusuk Rafa merasakan jantungnya seolah Berhenti Berdetak, menunggu selama puluhan tahun dan ketika sudah bersama tak bisa tercapai lagi ya tak ingin hal itu terjadi'


ketika Rafa hendak menjawab perkataan Alina muncul dari arah dapur Manager tempat itu dengan takut-takut sebab yang sedang mengamuk di tempatnya adalah seorang pengusaha sukses di negeri itu'


" Permisi tuan Rafa Ada yang bisa saya bantu? " tanya Manager itu.


" Kenapa wanita ular berbisa itu bisa kerja di tempat ini, kenapa tidak menseleksi dulu orang yang melamar diri untuk bekerja disini?" tanya Rafa sinis sedangkan Alina marah sibuk dengan ponselnya sempat-sempatnya menyicil nonton drakor sedikit.


tapi yang sekarang ia pikirkan adalah berhadapan dengan Rafa yang pengaruhnya lebih tinggi dari pemilik tempat itu.


Rafa paham sepertinya ada yang tidak beres dengan wanita yang bernama Fitri itu, dan itu merupakan hal yang bisa ia pakai untuk menjelaskan kepada Alina.


" Maksud kamu perhatiannya itu seperti apa?" tanya Rafa memastikan dan ternyata Lina juga sudah mulai fokus pada perbincangan ini.


"Sebenarnya saya takut nanti dianggap tidak sopan hanya saja gerak-gerik Wanita itu sangat tidak bagus, hanya saja mungkin istri dari tuan Jaya yang bakalan bisa mengusir wanita itu!" jelas manajer restoran itu membuat Alina dan Rafa pun Saling pandang.


" jadi Maksudnya bapak


pemilik tempat ini ada affair sama wanita itu, dan itu belum diketahui sama sekali oleh istri sahnya?" tanya Lina yang ikut menimpali.


" mungkin bisa dibilang seperti itu nona, jadi saya mohon kepada anda tuan untuk tidak melibatkan saya dalam masalah ini! karena biar bagaimanapun saya sangat membutuhkan pekerjaan ini untuk biaya hidup keluarga kecil saya!" mohon manajer itu membuat Rafa tersenyum.


" Bapak tenang saja semuanya serahkan pada saya, kalau nanti bandot tua itu nekat melakukan hal yang tidak-tidak kepada bapak saya yang bakalan turun tangan langsung. karena Biar bagaimanapun restoran ini kembali bangkit setelah ada suntikan dana dari perusahaan saya, sebab Jaya adalah salah satu rekan bisnis perusahaan kami!" terang Rafa sambil menggenggam tangan kekasihnya yang sudah tidak terlalu cemberut lagi wajahnya itu.


" Silakan dinikmati makan malamnya tuan dan Nona, spesial untuk malam ini kami akan menyiapkan menu yang terbaik dari restoran ini!" tawar manajer restoran itu.


" gimana Yang masih makan atau udah kenyang? " tanya Rafa sampai menaik turunkan alisnya membuat Alina mendengus kesal.

__ADS_1


" kamu tuh sangat menyebalkan tahu tidak, awas aja kamu ya bakalan kubalas nanti!" sinis Alina.


ketika Rafa dan Elina sedang menunggu pesanan mereka Terdengar dari luar suara ribut-ribut, tapi yang namanya Rafa ketika dirinya sedang berduaan dengan Alina maka tidak akan mempedulikan keadaan di sekitar.


" Mas di luar ada apaan sih? " tanya Alina penasaran.


" ada rasa cinta aku yang sedang terdampar di depan sana hendak berlari kearah tuannya!" goda Rafa membuat Alina benar-benar kesal dan menghajar bahunya kuat.


"Awww, Sayang ini sakit kamu mau disebut KDRT karena sudah memukul calon suamimu ini, kalau punya di tempat lain mah aku ikhlas karena pasti bakalan menggoda rasanya!" bukannya berbicara hal-hal yang baik malah rasa membicarakan hal mesum di tempat umum.


" itu mas pria itu yang sudah kurang ajar padaku, dia yang sudah melecehkan ku setelah itu mengusirku dari tempat ini!" ujar seorang wanita yang terlihat begitu acak-acakan penampilannya.


Rafa dan Elina yang masih duduk dengan posisi membelakangi sumber suara merasa Tak asing dengan wanita yang sedang berbicara itu.


" kamu tenang saja aku tidak bakalan tinggal diam Kalau sampai ada yang berani macam-macam dengan wanitanya Jaya, ayo sini ikut denganku dan lihat bagaimana perasaannya seorang Wijaya!" ujar Wijaya dengan emosi yang berapi-api dan tak sadar dengan siapa ya akan berhadapan sebuah posisi Rafa yang masih membelakanginya.


Brakkk


" kamu berani kurang ajar dengan wanita ku, akan kubuat....'


Jaya menggebrak meja tempat Rafa dan Alina duduk akan tetapi belum habis kata-kata ancamannya perkataannya pun berhenti di tengah jalan.


Netra Jaya yang membulat ketika sadar dengan siapa ia berbicara barusan, dirinya bahkan mengerjapkan matanya berkali-kali untuk memastikan apa tidak salah lihat.


sedangkan Rafa tersenyum mengejek ke arah pria yang sudah tua bangka tapi masih berbuat seolah baru menetas.


" Kenapa tidak dilanjutkan kata-kata jagoannya kamu tadi, Padahal aku masih ingin mendengarnya?" tanya Rafa sambil tersenyum mengejek.


sedangkan Fitri tak terima ketika Jaya Hanya berdiam diri saja tidak membalas perkataan Rafa yang sombong itu, ya Bun menarik ujung baju miliknya Jaya sembari merengek.


" Mas kamu kok malah diam saja sih, pria ini tadi loh yang sudah melecehkan ku?" tanya Fitri sambil menghentakkan kakinya kasar.


" jadi orang yang kamu maksud tadi Tuan Rafa, kamu sadar tidak berhadapan dengan siapa ? tanya Jaya Sambil melototkan matanya tajam membuat nyali Fitri langsung menciut.


" tapi kan dia yang kurang ajar padaku lebih dulu, Masa sih kamu takut sama dia harusnya kan kamu belain aku pacar kamu?" tanya Fitri sambil memasang wajah cemberut.


Plak


entah kapan waktunya tapi yang pasti sebuah tamparan keras mendarat sempurna dipipinya Fitri membuat wanita itu langsung jatuh tersungkur ke bawah lantai dengan sudut bibirnya yang berdarah.


" dasar wanita ja**ng, berani-beraninya Kamu memakai uang yang merupakan kan milikku, dan kamu si tua yang sudah karatan! berani-beraninya bermain dibelakangku setelah kuangkat derajatmu dari bawah tanah, lebih baik kalian berdua angkat kaki dari tempatku sebelum kuhabisi sekarang juga!" tegas Safitra istri dari Wijaya.


merasa posisinya terancam Wijaya langsung berlutut di hadapan sang istri menangis memohon ampun, ya tak mau kembali hidup susah dan mengais tempat sampah hanya untuk bisa kenyang.


" maafin papa Ma, Papa hilang karena wanita ini yang selalu menggoda apa-apa tanpa henti. Papa janji bakalan menghabisi dia dengan tangan Papa sendiri, hanya saja Mama tolong jangan meninggalkan Papa ya mama!" pinta Jaya setelah itu tanpa banyak bicara langsung bangun dan mencekik leher Fitri hingga membuat wanita itu kehabisan nafas.

__ADS_1


Rafa yang tak ingin Alina melihat kekerasan seperti itu langsung membawa pergi kekasihnya itu pulang ke rumah, soal Kampung Tengah mah gampang jam segitu masih banyak penjual makanan yang tengah nangkring.


__ADS_2