AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 208


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA YA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUK KU


HAPPY READING YA GUYS


LANJUT ****


Mikael dengan langkah yang pelan meninggalkan rumah sakit,tubuhnya lelah begitu juga dengan pikirannya.


"Kenapa juga mau sama jodoh orang kamu Mikael,apa kata Mama di Belanda sana?" Gumam Mikael pelan.


"Bunda pulang saja ya, biar kau yang jagain Abang disini!" pinta Alina.


"Bunda nggak bakal pulang sebelum Abang kamu sadar,lagian kalau pulang juga nggak bakal tenang karena hati dan pikirkan tertinggal disini!" tolak Selina.


"Tuh orang kenapa Yah?" Tanya Alina ketika melihat Alex mendekati mereka.


"Orang stres tidak ada kerjaan,pokoknya mulai sekarang kamu tidak usah berhubungan dengan pria aneh itu!" tegas Alex kepada putrinya itu.


"Aku juga tidak ingin dekat dengan orang aneh itu,tapi dia yang nongol terus tanpa ada rasa malu," ketus Alina lagi.


"Kita sebagai perempuan jangan pernah kasih harapan ke kaum pria,karena nanti mereka bakal ganggu kita sampe dapat!" Selina menimpali.


"Iya Bunda,Aku paham kok." Sahut Alina pasti.


"Yah kita tidur disini saja ya,nanti kamu suruh pegawai kamu siapkan kamar dekat dengan ruangan Abang!" perintah Selina kepada suaminya itu.


"Siap Bos,tapi hanya kita berdua satu ruangan,dan Adek diruangan lain sendiri." Sahut Alex kekeh tak ingin dibantah.


"Ya ampun kamu tega,masa anak gadis disuruh tidur sendiri dirumah sakit sebesar ini. Kalau nanti kenapa napa,awas saja kamu ya!" Gerutu Selina kesal.


"Kan ada penjaga,lagian gunanya apa mereka digaji jika tak bisa bekerja dengan benar."Sahut Alex santai tanpa beban.


"Ishh,lagian siapa juga sudi melihat kebucinan Aki aki tua bangka,jadi aku juga akan lebih bersyukur jika tidur sendiri tidak ada yang menodai mata suciku ini," sindir Alina kesal.


"Nah itu Sayang,anak kita saja paham masa kamu tidak," goda Alex yang hanya dibalas tatapan tajam dari Selina.


Alina memilih ruangan yang langsung berdampingan dengan tempat Rafa dirawat,agar ia bisa dengan cepat mengetahui perkembangan kekasihnya itu.


Saat berada didalam ruangan itu,Alina terkejut karena dihubungi oleh Lala.Padahal ini sudah malam,ia juga ingin istirahat..

__ADS_1


"Ya hallo La,kenapa?" Tanya Alina.


"Huhu,Lina aku mau ketemu pengen curhat kamu dimana?" Tanya Lala sambil menangis.


Mendengar tangisan Lala,giliran Alina yang ingin menangis alhasil suaranya mengalahkan suara cemprengnya Lala.


"Huwaaaa,Lala aku lagi sedihh.Aku dirumah sakit,kamu datang ya pengen curhat!" pinta Alina dengan sesenggukan.


"Apaaa,kok bisa kamu terdampar disitu?" Tanya Lala bingung.


"Ya makanya datang kesini,dirumah sakit Roberto Hospital sekarang gelooo!" Kesal Alina lagi.


"OTW guys,tungguin aku ya!" Sahut Lala.


Setelah dirasa penampilan nya tak berantakan lagi,karena tadi saat sampai dirumah Lala memerankan drama lagi marah marah kepada Xaver.


Alhasil rambutnya acak kadul tak jelas,bisa dibilang sebelas dua belas lah sama nenek lampir.


"Lho kamu mau kemana lagi?" Tanya Eko Bapaknya Lala.


"Mau kerumah sakit Pak,soalnya Alina masuk rumah sakit.Pinjam mobil ya soalnya takut tidak dapat taksi jam segini,boleh ya pliss!" pinta Lala memelas.


"Jangan lupa isi bensin," teriak ibunya Lala dari dapur.


"Bukan pelit tapi kalau mogok kamu mau turun dorong?" Tanya Ibunya lagi.


"Hehe iya juga sih,tapi aneh sih Ibu yang tidak bawa mobil selalu lebih tahu kapan harus isi bensin sedang sedang Bapak tidak pernah tuh suruh suruh padahal kan dia yang bawa? Tanya Lala heran.


"Ya jelas dia tahu lah,orang tempat kemana saja Bapak harus pergi,jadi kapan waktu nya isi bensin dia lah yang paling tahu," Sahut Eko sambil tertawa kecil.


"Susah juga Ya Pak,punya istri perhitungan seperti Ibu?" Tanya Lala.


"Kalian gibahin Ibu Apa Hah? Pergi sana tadi katanya mau jenguk Alina,kok malah ajak suamiku untuk gosip!" Usir Ibunya Lala membuat keduanya tertawa saja.


"Aku pamit!" Teriak Lala sambil keluar dari rumah itu dan menuju garasi mobil.


"Anak kita ternyata menurun benar ya dari Ibu?" Ujar Eko kepada istrinya.


"Itu lagi Ibu saja bingung kok bisa ya?" Sahut Mira sambil tersenyum.


Karena jalanan malam tidak terlalu ramai,Lala dengan mudahnya sampai dengan waktu kurang dari satu jam.Ia langsung menanyakan keberadaan Alina,yang katanya ada disebelah ruang ICU.


Diantara ruangan ICU itu ada 2 pintu,sebelah kanan dan kiri.Lala takut salah masuk diruangan yang ada Ayah sama Bundanya Alina kan bisa berabe.

__ADS_1


Mau tak mau jurus andalan nya pun dikeluarkan..


"Alina I'm Coming Baby!" Teriak Lala cempreng membuat Alex, Selina dan Alina segera keluar.


Jika dipikiran Alex dan Selina takut Alina kenapa napa,berbeda dengan Alina yang kepikiran ada apa apa dengan Rafa.


Saat sudah diluar mereka terkejut melihat senyuman tak berdosa milik Lala,mereka bertiga bingung apa gadis pendek ini tak baca tulisan ICU.


"Woii kamu kenapa pake teriak segala?" Tanya Alina kesal.


"Hehe habisnya kan bingung mana ruangan kamu?" Sahut Lala cengengesan.


"Ya terus itu ponsel gunanya apa,Boyop?" Tanya Alina heran.


"Ya untuk nelpon lha,masa untuk dibanting." Sahut Lala lagi.


"Lina lain kali bilang teman kamu itu,jaga mulut nya jangan teriak sembarang tempat. Pasti tadi pasien koma ada yang koit,karena kaget mendengar teriakan lima oktafnya,"Ujar Alex tajam karena memang tadi diri nya sangat kaget mendengar teriakan Lala yang tiba tiba.


"Sudah jangan marah marah,lagian kita harus bersyukur karena dia mau datang terus temani Alina sendiri," bujuk Selina agar suaminya berhenti marah marah.


"Ayo masuk Yang,kalian kalau ada apa apa kasih tahu Ayah sama Bunda ya,jangan pake teriak segala!" perintah Alex.


"Ayo masuk kedalam," ajak Alina lalu berbaring diatas ranjang yang cukup luas itu.


"Lina tadi katanya kamu di ICU tapi kok masih sadar,tidak pingsan?" Tanya Lala heran.


"kamu doakan aku biar koma begitu?" Tanya Alina tajam.


"Hehe bukan begitu juga sih,tapi kan katanya di ICU tapi masih sadar dan sehat kenapa tidak tidur dirumah saja daripada disini?" Tanya Lala.


"Kekasih serta Abangku Koma La,dia ada diruang sebelah jadinya kita menginap disini," Sahut Alina lirih.


Lala langsung diam,ternyata kebodohannya dari tadi membuat sahabatnya itu tambah jadi sedih.


"Ya maafkan aku guys,sungguh tak tahu menahu soal ini," Ucap lala pelan.


"Nggak Papa kok,justru aku terhibur sedikit tadi." Sahut Alina terpaksa tertawa.


"Kenapa sampai bisa kecelakaan?" Tanya Lala penasaran.


"Aku tadi entah bodoh atau apa pergi dari rumah,hanya karena dia mau pergi ke Amerika mengurus perusahan Ayah yang sedang bermasalah.Terus dia pergi mencariku,ketika sudah tahu aku dimana dan hendak menjemputku kecelakaan itu pun terjadi," ujar Alina disela tangisnya.


"Ya ampun Beb,kamu itu kaya anak kecil tau tidak main kabur saja.Lihat kan hasilnya jadi berabe,menyesal pun sudah tidak ada gunanya lagi," ketus Lala tajam.

__ADS_1


"Kamu jangan ngomong gitu ah,aku jadi tambah merasa bersalah ini;" gerutu Alina


__ADS_2