
HAII READER KU TERSEYENG
AKU BINGUNG NIH...
KARYA MIMA AH YANG TERPAKSA SELINGKUH...BANYAK PEMBACANYA EH TAPI LIKE NYA BOBO SEMUA ðŸ˜ðŸ˜..
HAPPY READING YA GUYS
LANJUT ***
Mikael tak peduli dengan kesunyian malam,karena baginya urusan nyali dan hati itu beda tipis.
Nyali takut nanti ada orang jahat yang macam macam,
Hati takut nanti sudah berjuang,eh malah ditolak mentah mentah tidak pake masak lebih dulu.
"Baiklah Ael,selamat berjuang Boy," gumam Mikael saat sudah sampai diruangan tempat Alina berada.
Ceklek
Netranya membulat manakala yang dilihatnya malah orang lain,dengan posisi tidur saling berpelukan.
"Lha ini orang aneh semua,terus gadisku dimana?" Gumam Mikael yang melihat Xaver dan Lala tertidur bagaikan pasangan yang tengah dimabuk asmara.
"Mungkin diruangan lain nya?" Mikael memeriksa ruangan yang terletak paling ujung setelah ruangan ICU.
Ceklek
Pemandangan dihadapan pria tampan itu,sungguh menyayat hati mengiris jiwa.
"Ya Tuhan kenapa sesakit ini," gumam Mikael saat melihat gadis yang dari tadi sudah memporak porandakan hatinya tengah tertidur disamping pelukan pria lain.
Jika ada kekuatan bisa menghilang,ia akan dengan senang hati membawa Alina pergi dari situ.
"Tuh orang kenapa bisa sih ketemu dia lebih dulu dibandingkan aku," gerutu Mikael.
Alina Tersadar ketika mendengar ada suara,saat membuka matanya dirinya begitu terkejut melihat keberadaan Mikael.
"Lho kamu kok bisa disini?" Tanya Alina heran.
"Ketemu kamu,tapi sayang terlambat," ujar Mikael Ambigu.
"Keluar sana,kamu itu sudah kaya parasit tau tidak!" usir Alina Pelan setengah berbisik takut Rafa bangun.
"Tidak sebelum kamu keluar dan mengobrol denganku!" Kekeh Mikael yang sepertinya tak tahu malu.
"Kamu itu kenapa sih jadi orang pemaksa sekali," gerutu Alina kesal.
"Terserah apa katamu,yang penting kamu sekarang temani aku ngobrol." Sahut Mikael.
"Sebenar nya kamu itu kenapa sih,hobinya buat darah tinggi kumat.Aku nggak bakal kemana mana,tidak sekarang ataupun nanti," Tegas Alina.
"Ya sudah aku juga tidak akan kemana mana,sekarang ataupun nanti," ujar Mikael.
__ADS_1
"Sayang,kamu ngobrol sama siapa?" Tanya Rafa pelan karena mendengar suara berisik Alina barusan.
"Bicara dengan ku!" Mikael menimpali membuat Alina menatap tajam kearah pria itu.
"Kamu siapa?" Tanya Rafa bingung.
"Bisa tidak berikan gadisku,hanya untukku saja!" Pinta Mikael serius.
"Ini maksudnya apa Sayang?" Tanya Rafa bingung.
"Ehh itu dia orang stres saja kok,yang kalau ngomong suka miring." Ujar Alina sambil tersenyum.
"Aku suka sama kekasih kamu itu," tegas Mikael serius.
Deg....
Rafa merasakan keanehan dengan suara ini,karena sama persis dengan apa yang ia mimpikan tadi.
"Kamu....
"Iya aku yang datang sekarang untuk mengambil dia dari kamu,tolong ya di ikhlaskan saja;" Bujuk Mikael lagi.
"Plakk,bisa tidak kamu kalau bicara itu dipikir dulu?Kamu pikir saya barang ,yang seenak dengkulmu diover kesana kemari!" ujar Alina tajam.
"Sayang kamu kenal dia?" Tanya Rafa pelan.
"Tidak,dan tidak ingin kenal manusia model begini," gerutu Alina.
"Aku orang yang sudah berjasa untuk hidup kamu ,jadi bisa tidak sekarang kamu giliran berjasa untukku," ucap Mikael.
"Ahhh Yang kamu jangan percaya manusia sinting ini ya!" pinta Alina sambil menahan emosinya.
"Wahh ternyata kalian pasangan serasi ya,padahal saya tadi hanya bercanda saja," ejek Mikael sambil tertawa kecil.
"Jadi kamu pikir pembahasan yang tidak jelas tadi itu bercanda Hah?" Tanya Alina Ketus.
"Aku nya bercanda kamu nya yang ngegas,ya sudah aku ikuti saja apa mau kamu." Sahut Mikael santai.
"Nih orang saraf beneran nih,kamu pulang tidak ?" Kesal Alina lagi.
"Sayang jangan marah marah ya,nanti aku makin cinta deh," goda Rafa yang melihat tatapan tak biasa Mikael untuk kekasihnya itu.
"Aku kan sudah janji tidak akan marah lagi,karena kamu itu lebih dari segala galanya," sindir Alina agar Mikael sadar diri dan segera pergi dari situ.
"Ahh aku tidur dulu ya,gadisku kalau mau kemana mana jangan lupa panggil aku ya! Karena mulai sekarang aku yang akan menjadi kaki kamu,dan juga bahu untuk kamu bersandar," pinta Mikael serius.
Mikael memang terlihat tak gentar untuk menunjukan perasaannya,karena baginya jika cinta itu memang untuknya sekalipun Alina sudah menikah pun pasti akan bisa kembali padanya.
"Kamu itu sebenarnya siapa?Dari tadi seolah sedang memakasakan sesuatu,yang bukan milik kamu?" Sarkas Rafa tengah menahan sakit.
"Ada apa ini?" Tanya Seseorang yang suara Bariton nya saja sudah terdengar tegas.
__ADS_1
"Aduh mati aku,ternyata nih Om Om sudah bangun.Kalau begini terus mah kalah telak jadinya,baru mau kabur lewat mana nih," gumam Mikael dalam hati.
"Tuh orang siapa Yah?" Tanya Rafa pelan.
Alex menatap tajam kearah yang ditunjuk oleh Rafa,rahangnya mengeras karena ternyata orang yang disuruh pergi muncul lagi.
"Kamu itu sudah bosan hidup atau mau saya kasih berhenti hidup kamu sekarang!" Bentak Alex dingin.
"Jangan marah Om,nanti kalau darah tingginya kumat kan repot jadinya!" bujuk Mikael.
"Kamu pikir saya nikah sama Tante kamu?" Sarkas Alex lagi.
Bagaimana tidak emosi,karena Mikael tak ada tanda tanda gentar dengan ancaman Alex.
"Om maaf ya,tapi saya tadi sepertinya salah masuk kamar," bohong Mikael.
"Oh ya,masa sih? terus kamu pikir tampang suka bohong kaya kamu saya percaya begitu,ini mana lagi asisten sialan itu," ujar Alex sambil menggerutu karena tak melihat keberadaan Xaver.
"Om cari tuh orang yang lagi mesraan di sebelah?" Tanya Mikael memastikan.
"Satu kali lagi kamu panggil saya Om,saya akan patahkan batang leher kamu," ancam Alex.
"Uncle boleh?" cicit Mikael pelan tapi masih bisa didengar oleh Alex membuat pria paruh menatap tajam kearahnya.
"Sayang,dia itu siapa sih?" Bisik Rafa pelan.
"Dia itu pria tua yang mesum sukanya ngikutin aku!" jelas Alina Pelan.
"Apaa?" Tanya Rafa hingga tak sadar suaranya terdengar semuanya.
"Kenapa Bang?" Tanya Alex penasaran.
"Kamu pergi dari sini,sebelum saya yang akan menghabisi kamu!" Ujar Rafa pelan dengan tatapan matanya mengandung ancaman.
"Ayolah Bang,jangan marah marah.Orang tadi aku hanya numpang istirahat saja kok,jangan marah marah lah.Apa tak sayang kepalanya lagi diperban,tangannya lagi diikat seperti itu?"Tanya Mikael pelan.
"Aku pergi ke Lala dulu ya!" pamit Alina yang kesal kalau lama lama disitu apalagi melihat wajah menyebalkan milik Mikael itu.
Lala kini sedang tertidur manis ,sambil ber bantal kan lengan pria yang katanya Om Om Mesum itu.
"Astaga Lala Marlela muka korean nama jawa!" Teriak Alina depan pintu karena terkejut dengan penampakan di hadapannya kini.
"Ada maling ada maling," teriak Lala karena kaget mendengar teriakan Alina tadi.
Begitu membuka matanya,Lala begitu terkejut ketika melihat Alina sedang berdiri bersedekap dan posisi dirinya dipeluk oleh Xaver.
"Maling yang mana eneng?" Tanya Alina sambil menatap tajam kearah Lala yang sedang menggaruk kepalanya tak gatal.
"Ternyata kamu memang gerak cepat sekali ya Eneng,karena tadi siang usaha eh sekarang sudah tidur diperlukan," sindir Alina .
"Aishh aku bingung kok bisa ya,tidur bareng dia ?" Tanya Lala bingung.
"Kamu saja bingung apalagi aku,ya sudah kamu bangunin Uncle Ver sana;' perintah Alina lalu kembali kekamarnya.
__ADS_1