AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 278


__ADS_3

Like N KOMENNYA


***LOPE U FULL


LANJUT*** ****


Selina menatap tak percaya kearah Suaminya itu,karena rasa rasanya dia hanya menanyakan Rivan kenapa jadi marah marah tidak jelas begitu?


"Kamu itu kenapa sih suka sukanya bicara tidak jelas,padahal aku hanya bertanya doang ke mereka.Soalnya kasihan mereka kan tamu kita jadi otomatis harus kita urus, Bukan malas tahu begitu saja ke mereka!" ujar Selina malas.


" sayang mereka itu bukan anak kecil, jadi jangan terlalu berlebihan seperti itu karena kesannya kamu sekolah melupakan aku sebagai suamimu!" tolak Alex yang masih tetap pada pendirian.


" ya Iya terserah kamu saja deh Aku capek ngomong soalnya kamu selalu marah-marah tidak jelas, aku saja bingung harus gimana? perasaan hanya ngomong gitu doang, tapi kok kamu selalu saja marah-marah tidak terima lah bingung harus bagaimana?" kesal Selina karena jalan pikiran Alex yang membuat ya bingung sama sekali.


" lah itu kamu tahu jalan pikiran suamimu ini aneh, Kenapa kamu juga selalu bertingkah aneh? bukannya diikuti kemauannya, malah berbuat sesuatu yang tidak aku suka!" ujar Alex sambil memasang wajah cemberut nya.


" terserah mau kamu apa Aku no comment deh, soalnya hidup dengan kamu itu serba salah tidak ada manis-manisnya. padahal kata orang air minum saja ada manis-manisnya, tapi kamu kok tidak ada!" Sindir Selina lalu segera pergi dari situ karena tak ingin berdebat dengan suaminya lagi.


Alex tertawa pelan karena sudah memancing emosi sang istri, apalagi wajah cemberut Selina yang sungguh menggemaskan baginya. Jika saja Tidak ada orang lain di tempat itu mungkin sudah diserang Selina sekarang juga, dan membuat wanita cantik itu tidak bisa berjalan dengan benar.


" Hei jangan lihat sahabatku dengan tatapan mesum seperti itu, sudah tua bukannya bertobat malah tambah garing! apa tidak capek pinggang kamu diajak kolaborasi terus, kasihan banget sih jadi orang!" Sindir Dinda membuat Alex menatap tajam ke arahnya.


" eh Ibu cantik nan cempreng mempesona, bisa tidak jangan ikut campur! Kalau kamu sayang sama dia, lebih baik bujuk dia agar lebih romantis sama suaminya!" kesal Alex karena Adinda Bukan membela dirinya malah memarahinya lagi.


" Kamu kenapa marahin dia jangan macam-macam kamu ya, dia itu lagi berduka Lho bukannya dihibur kamu malah tambah beban pikirannya lagi! Awas aja kalau sampai dia bersedih lagi, Bakalan ku kuhajar kamu sampai patah tulang!" kesal Rivan kepada Alex karena sudah berani memarahi Dinda tanpa sebab.


" Oh jadi kamu belain dia terus salahin aku begitu, Ya sudah lanjut belain dia terus aku mah bisa apa? palingan cuma jadi penonton doang, yang tidak berdaya karena kekurangan sekutu!" Sindir Alex lalu segera pergi dari situ.


" Nah itu kalau otak kamu itu sedikit bergeser jadinya kekurangan sekutu, jadi orang itu manis sedikit jangan terlalu menunjukkan sikap yang maunya dihargai tapi tidak mau menghargai orang lain!" setelah selesai mengatakan hal itu Rivan lalu segera pergi dari situ.


Dinda memilih menyusul Selina yang sedang menunggunya di depan teras, wanita itu menjulurkan tangannya menyambut kedatangan sahabatnya itu dan membawanya masuk ke dalam rumah.


" kamu kalau tinggal di sini jangan sungkan-sungkan ya, Anggap saja rumah sendiri terus apa yang kamu inginkan tinggal bilang saja sama parah Maid yang ada!" jelas Selina.


" Iya cantik Tenang saja Kamu kan tahu aku kayak gimana, yang penting kalian nya saja yang tidak bosan bosan terhadapku yang sangat bawel ini! kalau kalian sudah bosan ngomong saja, jangan menunjukkan wajah yang tidak baik karena aku orangnya cepat rasa!" pinta Dinda sambil tersenyum.


" justru kamu yang nantinya takut kebosanan karena berada di sini terus, maka dari itu aku selalu ngomong ke kamu untuk jujur apa yang kamu rasakan dan tidak menyembunyikan apa yang tidak kamu sukai! " Selina mengatakan hal itu dengan begitu tulus karena baginya Dinda sudah ia anggap seperti saudara sendiri.


" nah ini kamar kamu terus yang di sebelah itu kamarnya Mas Rivan yang di sebelah sana kamarnya Vigo, terus kami kamarnya ada di lantai atas. kalau kamu lihat kamar yang pintunya warna hitam, itu miliknya Daddy mungkin sekarang lagi istirahat soalnya dia sudah sangat tua untuk terlalu berlama-lama duduk!" jelas Selina yang di anggukan kepala oleng Dinda pertanda mengerti.


" Aku tinggal dulu ya mau ngurusin suamiku dulu, Soalnya kamu tahu kan orangnya kayak gimana Kalau aku tidak mempedulikan urusannya?" ujar Selina Sambil tertawa kecil membuat Dinda pun ketularan tawa itu.

__ADS_1


" ih suami kamu tuh memang benar-benar menyebalkan tahu tidak, Masa dari tadi ancam Tuan Rivan karena terlalu peduli denganmu!" Dinda Tak habis pikir dengan jalan pikiran suaminya Selina, yang hobinya cemburu tidak pakai aturan.


" Ya begitulah kurang lebih jadi aku tinggal dulu, nanti sebentar makan malam aku panggilin kamu ya!" pamit Selina lalu menuju lantai atas kamar mereka karena harus bertemu dengan suaminya yang ia yakin pasti sedang kesal padanya.


"Sayang, kamu di mana?" tanya Selina karena ketika ia sudah masuk ke dalam kamar tak menjumpai suaminya di manapun.


Tanpa ia sadari ternyata Alex sedang berdiri di balkon kamarnya, sembari menikmati udara sore di musim dingin seperti ini.


" Mas kamu di mana, Kok bisa-bisanya hilang begitu saja?" tanya Selina lagi karena belum juga menampakkan batang hidungnya.


Alex menoleh ke arah sumber suara yang ia yakini bahwa itu adalah suara sang istri, dirinya sebenarnya kesal pada Selina karena cuek padanya. hanya saja akal Sehatnya menolak agar ia marah terlalu lama, Bukankah Selina adalah gambaran Bagaimana seorang tuan rumah menerima tamunya dengan tangan terbuka.


Alex tak ingin hanya karena cemburu, membuat istrinya menjadi orang yang tidak berguna dan besar kepala serta tak tahu menghargai orang lain.


Hanya saja terkadang dirinya bingung disaat hatinya ingin mencoba untuk ikhlas ketika istrinya mengurus orang lain, namun Sisinya yang lain menolak istrinya melakukan hal itu meskipun masih dalam batas yang sangat wajar.


" aku di sini sayang, kamu juga kesini deh soalnya pemandangan langit sore sangat indah!" ajak Alex ketika mendengar Selina yang mencari dirinya itu.


Selina yang penasaran memilih mengikuti permintaan suaminya itu, dan wow pemandangan di hadapannya kini sangat memanjakan mata dan pikiran.



" Sayang Mansion kita kan ada diatas bukit jadi semua tempat bisa kita lihat ya, ini keren banget sungguh pemandangan yang sangat indah!" ujar Celina antusias.


" Kamu itu sebenarnya ngomongin apa sih, aku kadang-kadang bingung sendiri Loh apa hubungannya coba musim dingin sama kita yang lebih lengket?" tanya Selina heran dengan jalan pikiran suaminya itu.


" Ya iyalah Sayang coba kamu pikirkan saja kalau misalnya musim dingin otomatis kita kalau tidur tidak bisa berjauhan, maka dari itu akan terjadi sebuah peperangan yang tidak menimbulkan penyakit ataupun luka hanya menimbulkan suara decapan dan *******!" ujar Alex ngalor ngidul membuat Selina lebih heran lagi.


" sudah Ah Ayo masuk kedalam dingin sekali di sini aku tidak tahan, kamu juga tidak pakai pakaian tebal kok sok-sokan menikmati udara sore!" ujar Selina lalu menarik tangan suaminya itu agar ikut dengannya.


" Nah itu baru aku bilang kan kalau musim dingin itu bikin hubungan suami istri tambah lengket, Nah itu buktinya kamu barusan ngajakin aku masukkan karena nggak tahan dingin?" boda Alexa menaik-turunkan alisnya.


" kamu yang Kayaknya tidak sehat Kalau musim kayak begini, soalnya otak kamu pada miring miring sebelah tidak berfungsi dengan benar syukur-syukur tidak ikutan beku kayak salju?" ledek Selina lalu masuk ke dalam kamar mandi karena ingin mandi air hangat.


Alex menatap heran ke arah istrinya itu Kenapa susah sekali buat diajak romantisan, padahal suasana sedang mendukung Tapi tetap saja kemauan yang tidak mendukung.


" kenapa aku Berasa kayak gagal honeymoon ya, padahal tempat waktu dan keadaan sangat cocok sekali. masa iya harus gagal lagi dan gagal lagi, apa aku harus gerak cepat ya biar dia nggak keluar terus ngurusin itu kutu kupret di luar!" gumam Alex lalu ikutan masuk ke dalam kamar mandi untuk bergabung dengan Selina di dalam.


Selina sedang membelakangi pintu tidak sadar Jika ada yang masuk, dirinya asik dengan dunia sendiri karena memang berendam saat begini sangat menyenangkan.


" nah ini dia yang namanya pucuk dicinta ulam pun tiba, jadi aku harus pelan-pelan agar dia nya tidak ngamuk!" batin Alex lalu mendekat ke arah istrinya itu setelah melepaskan atribut ribet yang melekat di tubuhnya.

__ADS_1


surganya dunia I am coming


Selina terkejut dan hendak melompat keluar dari dalam bak kamar mandi jika Alex tak menahan tangannya, ia tak menyangka jika suaminya itu nekat melakukan hal yang tidak pernah ia sukai itu.


" Ih kamu tidak bisa sabaran apa aku kan baru masuk masa iya keluar saja, Lain kali itu kalau mau melakukan sesuatu harus permisi dulu Jangan asal nyelonong begitu saja kamu pikir disini anak bebek yang lagi mandi?" tanya Selina Ketus.


" Hehehe maaf soalnya kalau mandi sendiri kan lama, Jadi aku pikir untuk berdua saja sekalian kan cepat!" kilah Alex tak mau disalahkan.


" Haduh sama saja otakmu itu tidak jauh-jauh nya dari daerah segitiga siku-siku, jadi Sudah jangan banyak berdebat lah ya lanjutkan kegiatanmu aku juga sudah selesai kok!" Ketus Selina kesal karena Alex yang sulit sekali untuk dibilang.


" loh aku terlalu sekali Kamu memangnya aku gigit atau aku Sleding, tidak kan malah Kamu semua badannya tidak ada yang remuk redam hancur berantakan?" kesal Alex membuat Selina langsung bungkam.


memang benar sifat seorang Selina kebanyakan lebih memilih mengalah, karena ia tidak suka ribut ribut yang tidak jelas apalagi hanya karena masalah sepele.


" kalau begitu kamu pasti mau dong aku ajak begituan, soalnya suasananya lagi mendukung loh?" tanya Alex memastikan membuat Selina ingin sekali tertawa.


" Aduh kebiasaan kamu deh memang tidak pernah berubah hobinya hanya cari perkara, Padahal kita kan baru di sini dingin dingin dan dan basah-basahan!" Sindir Selina sambil menarik tangan suaminya itu agar ikut dengannya.


" ya terserah kamu saja deh aku mah bisa apa, pasti hanya numpang Sleding doang!" goda Alex membuat Selina hanya tersenyum saja.


kini keduanya sudah mulai melakukan foreplay di atas tempat tidur, pasti dong selama ini Tahunya si Abang yang agresif kan? nah kali kalian itu salah besar, karena si emak emak lebih agresif malah.


woman on top


oh jangan lupakan posisi sexy itu, belum lagi kedua Gunung kembarnya Selina yang melambai lambai minta dibelai, membuat Alex lebih bersemangat memberikan stimulasi untuk sang istri.


keduanya Bahkan tak peduli dengan kehadiran dua tamu eh salah maksudnya 3 karena Vigo juga masuk hitungan ya, padahal ketiga manusia itu sedang menatap kearah pintu kamar mereka yang daritadi pemiliknya tidak keluar-keluar juga.


" ini kita yang bodoh karena duduk menunggu atau memang mereka sengaja membuat kita menunggu?" tanya Rivan heran.


" aku yakin ini semua salah kamu, jangan banyak sungut Lebih baik diam saja!" Dinda dengan tanpa perasaan memarahi Rivan yang tidak tahu apa-apa itu.


Rivan mengerutkan keningnya sebenarnya Dinda ada dendam masa lalu apa dengannya sampai selalu saja mencela pembicaraan, padahal Ia merasa di hidupnya yang lalu tidak pernah mencari masalah dengan wanita cerewet itu.


" kamu tuh sebenarnya ada masalah apa denganku, kok bisa-bisanya selalu mengganggu hidupku padahal aku tidak ada keinginan buat mengganggu kamu?" tanya Rivan sinis.


" Ya iyalah aku kesal sama kamu, ini semua gara-gara Kamu makanya Alex tidak mengizinkan istrinya untuk keluar dan menemui kita!coba kamu kalau jadi pria jangan terlalu sok imut, ingat Itu bininya orang bukan barang mainan kamu yang bisa kamu ambil dan buang Sesuka Hati,!" Dinda tak kalah sinis dengan Rivan memang keduanya bagaikan anjing dan kucing yang tidak pernah akur sama sekali.


" sebenarnya masalah kamu denganku itu apa, atau jangan-jangan kamu kesal karena tidak ada yang memperhatikan kamu! Terus bisanya menciptakan sebuah masalah yang sebenarnya tidak ada sama sekali, bisa tidak jadi wanita sedikit menjaga image!" sinis Rivan Sambil mencoba untuk menetralkan Deru nafasnya yang sudah sangat besar karena menahan emosinya.


" bodo amat suka-suka aku lah mau ngapain Kenapa kamu yang repot, jadi jangan coba-coba Panggil Namaku sekali saja aku bakalan hajar kamu!" ancam Dinda Tak kalah sinis dari Rivan.

__ADS_1


Percayalah saat kedua orang itu berdebat hanya sepasang mata dan sepasang telinga yang paling sengsara saat ini, bagaimana perdebatan unfaedah itu tidak ada yang mau mengalah sedikitpun padahal sebenarnya tidak ada pentingnya sama sekali.


__ADS_2