AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 297


__ADS_3

Like N KOMENNYA


LOPE U FULL


LANJUT ***


Alina memasang wajah cemberut nya ketika Rafa mengajaknya pulang, padahal dirinya masih ingin melihat orang berantem terus saling adu jotos.


"Ih Mas kok gitu sih,aku kan masih disini?" Tanya Alina kesal.


"Kamu mau melihat orang bertengkar,Astaga Yang kamu kok tambah aneh aneh saja?" Tanya Rafa heran.


" Ih kamu kok ngomong gitu sih, Memangnya salahnya di mana kalau melihat orang bertengkar? Padahal mereka sendiri dengan sukarela menunjukkan pertengkaran mereka, ya jadi kita tinggal menikmatinya saja rugikan kalau drama yang ditunjukkan tidak ditonton?" tanya Alina Ketus.


" bukan seperti itu itu juga Yang, Memangnya saat melihat mereka bertengkar perut kita bakalan kenyang? yang ada kita jadi terpengaruh dengan apa yang kita lihat dan kita dengar, padahal sebisa mungkin dalam hidup apa yang pantas kita lihat ya boleh kita lihat tapi yang tidak pantas kita tonton lebih baik tidak usah!" Rafa berusaha memberi pengertian pada Alina agar tidak terlalu lebih mementingkan hal duniawi yang akhirnya bisa merugikan diri sendiri.


" Ya sudah deh, Ayo kita pergi beli bakso mercon biar kenyang biar panasnya juga sekalian menggigit!" ajak Alina sambil memasang wajah cemberut.


" nah gitu kan enak dilihatnya, daripada ngebantah terus jadinya kan capek bikin pusing akhirnya pertengkaran Tak Bisa dihindarkan! " goda Rafa membuat Alina tak bisa untuk tidak tersenyum.


Kini pasangan itu berkeliling kota untuk mencari makan, karena waktu sudah hampir menunjukkan pukul 9 tapi keduanya masih belum makan apa-apa.


Berbeda dengan Lala yang dijamu layaknya tuan putri, Siapa yang tidak melayang siapa yang tidak Tersanjung ketika kehadirannya begitu dihargai.


" kalian sudah berapa lama sih pacarannya?" tanya Adele penasaran.


" 1 tahun

__ADS_1


" belum pacaran...


jawaban yang diberikan Lala dan Xavier berbeda, membuat Adele menatap heran ke arah kedua nya.


Apalagi jawaban yang tidak kompak yang langsung keluar begitu saja tanpa berpikir, membuat Siapa saja yang mendengarnya pasti akan merasa curiga.


" Kalian kok jawabnya seperti itu, tidak ada cerminan kalau lagi pacaran? Atau jangan-jangan kalian lagi berantem ya, Wah kalau sampai hal itu terjadi Mama tidak terima bakalan gagal lagi punya menantu!" sinis Adele ke arah putranya yang dari tadi terlihat frustasi karena jawabannya diberikan oleh Lala.


" ini sih mungil Kenapa sih harus jawab seperti itu, ya Jadinya Mama curiga kan?" sungut Xavier dalam hati.


" Aduh maaf mah tadi itu salah ngomong, apa yang dikatakan Mas Xavier itu benar kami itu sudah pacaran 1 tahun dan sekarang otw menikah....


perfect


Pucuk dicinta ulam pun tiba itulah yang dirasakan oleh Xavier kini, Bagaimana tidak dengan sadar dan mau Lala sendiri yang mengatakannya.


Daripada tiap hari bersolo karier terus lama-lama bisa menghasilkan 1 album di dalam kamar mandi, padahal dalam hati ingin sekali ada teman duitnya biar bisa diajak berbagai macam gaya.


Mulai dari gaya katak loncat sampai burung bangau merayap pun boleh, kalau tidak percaya buktikan sendiri gimana rasanya..


Bagaikan mendapatkan angin segar di padang gurun begitulah perasaan Adele kini, siang malam menantikan kehadiran sang menantu Akhirnya hari ini dibawa juga oleh Putra cucunguk nya itu.


Bugh bugh


berkali-kali adalah melayangkan pukulan pada sang anak yang selama ini telah membohonginya, padahal sebagai seorang ibu yaitu wanita yang melahirkannya ingin sekali mengetahui soal hubungan anaknya dengan lawan jenis.


" Mama nih kenapa sih, dibawa calon menantu salah tidak dibawa salah juga maunya apa?" tanya Xavier kesal.

__ADS_1


" pake tanya lagi salah kamu di mana, Woi asal kamu tahu ya letak kesalahan kamu itu karena rencana mau menikah tanpa sepengetahuan orang tua? Memangnya kamu pikir Batu apa yang brojolin kamu biar keluar ke dunia ini, Dasar anak tidak ada sopan santunnya sama orang tua!" sungut Adele sambil mendelik kesal.


" Nah ini kan baru kasih tahu, kecuali tidak sama sekali! Lagian Mama kenapa sih jadi orang itu sensian sekali, sudah marah-marah tidak jelas pakai kegiatan KDRT segala sakit ini mah." Ya iyalah guys lu bayangin aja sandal rumah dipakai buat nengokin orang sakit jadinya.


sedangkan Lala hari ini sikapnya berubah 180 derajat, yang biasanya cempreng nya dimana-mana hari ini lagi menjaga image di depan calon mertua.


" Kamu kenapa malah senyum-senyum, bantuin aku dong?" Xavier Ketus karena dilihatnya Lala tidak ada inisiatif buat membantunya sedikitpun dari amukan sang mama.


" Idih Apa urusannya denganku Yang kenapa Aku kan situ Bukan Aku, lagian menurut aku pukulan Mama tidak ada apa-apanya Harusnya ditambah lagi biar situ keok sekalian!" Adele tersenyum senang karena Akhirnya ada yang bisa menolong dirinya ketika diajak berdebat dengan Xavier.


" Nah gitu dong nak Harus sadar yang mana yang mesti dibela dan tidak, karena memang dia ini kalau sudah dikasih hati mintanya jantung lama-lama tulang sekalian keok!" ujar Adele sambil tersenyum penuh kemenangan.


" Iya Ma aku juga paham kok, jangan khawatir ya karena aku tidak akan melupakan yang Mama bicarakan tadi!" sahut Lala sambil tersenyum.


" kamu mah tega, masa Mama saja yang kamu belain terus akunya kamu seolah tidak peduli sama sekali!" sungut Xavier.


Adele mah bodo amat dirinya tidak terlalu pusing dengan perkataan putranya itu, karena Adele tahu jika Xavier hanya ingin perhatian saja.


" sayang tidak jadi menginap di sini kita pulang aja yuk,, Soalnya kalau kelamaan di sini nanti Otak kamu terkontaminasi sama pikirannya mama! Nanti giliran dekat sama aku nya kapan, kalau setiap kali kalian bertemu selalu seperti ini?" tanya Xavier kesal.


Adele tak terima mendengar perkataan Xavier ingin membawa pergi Lala, padahal dirinya hanya ingin butuh teman buat ngobrol karena selama ditinggal pergi sang suami ia selalu sendirian di rumah itu.


" kamu kalau mau pulang ya pulang saja sendiri, ngapain coba ajakin Lala untuk ikut dengan kamu? kalau tahu model Begini lebih baik dari tidak usah bawa sekalian, biar mama tidak tahu kalau kamu itu sudah punya calon istri!" Adele benar-benar marah dengan sikap putranya yang tidak pernah mengerti dengan kemauannya itu.


" tapi kan Mah, dia kan juga perlu istirahat kalau mama ajakin ngobrol terus kapan anak orang bisa istirahat coba?" tanya Xavier heran.


" kamu jangan kelebihan lebay deh, emangnya kapan mau ngajakin Dia buat begadang? jangan ngomong sembarangan biar kemauan kamu itu dituruti, padahal sebenarnya sangat tidak masuk akal sama sekali!" sungut Adele tak mau kalah.

__ADS_1


Xavier hanya bisa menghela nafasnya kasar, karena memang dirinya tak bisa membantah jika keadaannya seperti ini.


__ADS_2