AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 223


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMENNYA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


LANJUT ***


Rivan merasa bahagia karena akhirnya bisa berduaan dengan Selina,persetan dengan suaminya itu.


"Alex kasihan kemarin mungkin kamu jaga tapi hari ini dia milikku,jadi jangan harap kamu bakal dapat jatah lagi!" Ujar Rivan dalam hati.


Rivan dengan tersenyum pergi ke rumah Mewah Alex,ia berharap pujaan hati orang ada disitu.


Setelah sampai disitu ia langsung turun dan menuju kedalam rumah,namun langsung dihalangi oleh satpam karena sang empunya rumah tidak ada.


"Permisi Tuan,ada yang bisa saya bantu?" Tanya Satpam itu.


"Saya mau ketemu Selina,ada?" Tanya Rivan memastikan.


" Tuan dan Nyonya ada keluar,entah kapan baru kembali kurang tahu juga!" Sahut Satpam itu.


"Wah kok bisa sih,padahal aku ingin ketemu Dia!" Batin Rivan frustasi.


"Ya sudah Pak saya pulang dulu!" Pamit Rivan.


Satpam itu hanya menganggukan kepalanya,ia bingung kenapa Rivan datang tanpa menghubungi Alex dan Selina.


"Kok bisa Tuan datang tanpa kasih kabar ke Tuan Alex dulu!" Ujar Satpam itu dalam hati.

__ADS_1


Rivan dengan langkah gontai kembali ke kantornya ia sangat kecewa,percuma datang capek capek tapi ketemunya hanya angin saja.


Ketika sudah dekat kantornya ia mendapat panggilan dari Vigo membuat Pria itu tambah emosi,karena bertambah lagi beban pikirannya.


"Kenapa?" Tanya Rivan ketus.


"Maaf Tuan bisa temui saya di kantor Tuan Alex,soalnya dia tak mau jika meeting hanya ada saya saja!" Pinta Vigo memelas.


"Kurang ajar tuh kampret berani sekali dia begitu,iya tunggu saja nanti sedikit lagi kesitu!" Ujar Rivan datar.


"Tuh anak awas saja ya,selalu cari masalah denganku bakal kubuat perhitungan dengan nya!" Gerutu Rivan dalam hati.


Karena jarak rumah Roberto dan Kantor tidak jauh,membuat Rivan tak memerlukan waktu begitu lama.


"Silahkan Tuan ,sudah ditunggu diruangan meeting!" Ujar Vigo.


"Diam kamu jangan banyak bicara,atau bakal ku lempar dari sini!" Ancam Rivan membuat Vigo hanya bisa bungkam.


Selina yang merasa bosan memilih untuk keluar dari ruangan Alex,ia rencananya menuju ke kantin untuk mencari camilan.


"Lina,kamu disini?" Tanya Rivan antusias.


"Iya Mas,mau meeting Sama Mas Alex ya?" Tanya Selina sambil tersenyum.


"Ah tidak mau ketemu kamu kok,kalau urusan Meeting ada Vigo yang bisa mewakili!" Jelas Rivan.


"Lho kok gitu,bukannya sebagai Bos harus tanggung jawab urusan Kantor?" Tanya Selina heran.


"Baiklah kalau begitu,tapi kamu mau kemana aku temani ya?" Tanya Rivan penasaran.


"Tidak perlu aku bisa sendiri,sana kerja jangan nakal atau aku bakal hajar pake sendal!" Usir Selina.


"Tapi aku masih kangen lho sama kamu,masa disuruh pergi begitu saja!" Ucap Rivan memelas.

__ADS_1


"Aku baik lho tidak masalah,Ayo jalan aku temani!" Ajak Rivan lagi.


"Ya ampun Mas,jangan cari masalah begitu deh sana pergi kerja.Enak saja keluyuran terus biarkan suami ku duduk menunggu sampai bodok,Ayo sana kerja manusia bodoh!" Tegas Selina sambil menatap tajam kearah Rivan.


Pria itu hanya bisa menggaruk kepalanya tak gatal,ia tak mau pergi karena memang untuk berduaan dengan Selina adalah hal terlangka untuknya.


"Nanti sajalah setelah temani kamu!" Bujuk Rivan lagi.


"Dasar wajah tanpa surat surat,sukanya melawan sama orang tua!" Gerutu Selina sambil menatap tajam kearah Rivan.


"Ya kok gitu sih,aku kan hanya mau temani kamu saja kok!" Sahut Rivan frustasi.


"Baiklah terserah kamu saja,aku no komen!" Jelas Selina kesal.


Rivan tersenyum penuh kemenangan,karena ia yakin Selina mana bisa membantah perkataannya.


"Ayo kita pergi!" Ajak Rivan.


"Kemana?" Tanya Selina penasaran.


"Ke hatimu!' Goda Rivan sambil tersenyum.


"Hadeuh,terserah kamu saja aku malas komentar nanti jadinya bikin telinga sakit!" Ujar Selina ketus.


"Ya ampun jangan marah marah dong,aku tadi kan hanya bercanda jangan marah nanti cantiknya hilang!" Goda Rivan sambil tersenyum.


"Terserah kamu saja!" Ketus Selina lalu segera pergi dari situ sebelum ia tambah emosi dengan kelakuan Rivan.


Sedangkan Alex uring uringan karena Rivan yang tak kunjung datang,padahal ini adalah pembahasan soal kelangsungan kerja sama mereka.


"Nih bocah kemana sih,masa dari tadi di tunggu tapi tidak muncul juga?" Batin Alex kesal.


Padahal orang yang ditunggu sedang berduaan dengan sang istri,meskipun masih dalam batas normal.

__ADS_1


"Astaga kenapa nih orang gangguin aku terus sih,lama lama kalau Suamiku tahu bisa berabe kan?" Tanya Selina dalam hati.


__ADS_2