
HAII READER KU TERSEYENG...
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUK KU...
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS.
LANJUT...
Rivan keluar dari kamar Alex dengan emosi meluap luap, ia tak menyangka jika Alex mempunyai pikiran yang sangat picik.
Mengorbankan masa depan dan kebahagiaan seorang gadis, karena ambisi masa lalu nya.
" Akhh aku harus kerumah nya Selina, memastikan keadaan nya.Jika sampai brengsek tersebut melakukan hal yang tidak tidak, kupastikan besok tak kan ada nama Alex roberto di cerita mu lagi thor".Kesal Rivan
pria mana yang tak marah, jika kekasih hatinya di hina orang lain.Bahkan hal yang sama sekali tak di lakukan nya,di tuduh kan begitu saja.
__ADS_1
Dengan kecepatan penuh, menyalip setiap mobil yang di hadapan nya tak lama Rivan pun sampai di rumah Selina.Namun pria tampan tersebut mengerutkan kening nya, pasal nya rumah Selina tampak sunyi seperti tak ada kehidupan di dalam nya.
Dengan langkah yang tetap semangat, Rivan mengetuk pintu rumah Selina.Namun sama sekali tak ada respon sama sekali, rivan bahkan sampai berteriak.
" Sel kamu di dalam kan, ini aku Rivan"? Teriak Rivan memanggil Selina
Namun lagi lagi, Rivan harus menelan kekecewaan.Ia bingung sebenarnya Selina kemana, mengapa tak menjawab panggilan nya tadi.
Tak ingin menyerah Rivan menghubungi ponsel Selina, tapi ia kembali menelan kekecewaan.Karena hanya ada jawaban dari operator seluler, bahkan tak aktif.
"Ya ampun Sel, kamu dimana sih, tau nggak kalau aku khawatir"? Ucap Rivan sambil mengacak rambut nya.Ia pun teringat kepada Dinda, ia adalah sahabat satu satunya yang pasti tahu dimana Selina.
Sesampainya di perusahan Alex, Rivan langsung menuju keruangan bagian pemasaran tempat Dinda berada.
Ia bahkan tak membalas semua salam para pegawai di situ, ia memilih langsung mencari keberadaan Dinda.
" Dinda kamu tahu nggak Selina ada dimana"? Tanya Rivan langsung tanpa basa basi.
" Astaga Pak, anda mau buat saya mati muda ya, kalau saya jantungan gimana"? Kesal Dinda
__ADS_1
" Selina dimana"? Tanya Rivan yang bahkan tak peduli dengan kekesalan Dinda
" Lho bukan nya Selina masih di culik, bahkan dari kemarin saya hubungi nomornya masih tak aktif". Sahut Dinda
" Jadi Selina belum menghubungi kamu sama sekali"? Tanya Rivan lagi
" Belum pak, apa sudah ada kabar terbaru"? Tanya Dinda lagi
" Bodoh kalau saya tahu untuk apa saya kemari.Buang buang waktu saja, sudah saya mau kembali cari Selina lagi"? umpat Rivan kesal dan langsung menuju parkiran untuk kembali ke kantor nya.
Sedangkan Dinda kesal kepada Rivan, yang datang tanpa diundang.Sudah begitu marah marah tak jelas,pergi pun dengan wajah di tekuk.
" Dasar pria aneh, datang tanpa di undang marah marah lagi.Untung juga tampan, coba kalau jelek sudah ku kasih cium sepatu ku".Gumam Dinda kesal
Alex yang masih mengumpul kan kesadaran nya, hanya duduk termenung.Apakah yang di katakan Rivan semuanya benar, jika iya artinya Alex telah melakukan kesalahan besar.
" Ben apa aku telah melakukan kesalahan kali ini, bagaimana jika semua yang di katakan Rivan benar"? Tanya Alex sambil menatap Ben
" Akhirnya tuan anda sadar juga, jika telah melakukan kesalahan". Gumam Ben dalam hati tanpa bicara coba kalau sampai Alex dengar haha bisa keok kau ben
__ADS_1