AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 193


__ADS_3

HAII READERKU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU....


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


LANJUT ***


Lala tambah kesal dengan jawaban yang diberikan Alina tadi,bukannya memberikan jawaban yang baik eh ini malah uji kesabaran iman dan jiwa.


"Sudah yuk bicara tidak jelasnya,kita kekantin saja ya karena kalau berdebat itu butuh tenaga!" ajak Lala sambil menarik tangan Alina agar ikut dengannya.


"Haha,iya juga ya bukan kah kita kalau ngomong itu perlu tenaga.Karena saat buka mulut itu harus menggerakan anggota tubuh,makanya orang kalau sakit itu ngomong saja susah." Alina menimpali.


"Hallo cantik aku ikut dong kekantinya," ucap Hendra salah satu mahasiswa yang selama ini cari perhatian ke Alina tapi harus terhenti karena ia tahu jika Alika berpacaran dengar Rio.


Ngomong soal Rio pasti kalian penasaran kan,tuh Alien nakal dimana?


Yang pastinya dia sudah tidur ditempat yang seharusnya semua orang berpulang,menikmati kata dia bisa lihat aku tapi aku tak bisa melihat dia alias hantu.


Ah Rio sayang sekali dengan masa mudamu,begitulah kata pepatah dari jaman batu sampai jaman modern.Apa yang kau tabur itulah yang akan kau tuai.


LANJUT **


"Eh tempat disini itu luas,bisa tidak jangan terlalu mengekor Alina! Lagian dia juga belum tentu mau dideketin sama kamu?" gerutu Lala kesal.


"Ya elah nih orang mulutnya pedas amat sih,padahal aku kan hanya mau berteman doang," gerutu Hendra akan sikap Lala yang selalu sensi saat dekat dengannya.


"Haha sudah deh kalian! Kenapa sih setiap ketemu bawaannya berantem melulu,kalau berantem dibawah kasur aku dukung deh," ejek Alina sambil menahan tawanya ketika wajah Lala yang dalam posisi mode garang.


"Kamu ih tega sekali jadi orang,masa kamu jodohkan aku sama manusia yang masa penciptaan Masih setengah jadi," omel Lala.


"Heh,kamu pikir aku juga mau apa sama cewek yang isi otaknya masih sisa dalam perut emak lo," Hendra menimpali.


"Nah itu lihatkan ,kalian itu memang berjodoh buktinya saat sekarang ini isi dalam otak kalian berdua berantem kan!" sindir Alina lagi membuat aura permusuhan antara Hendra dan Lala makin muncul dipermukaan.

__ADS_1


"Ralat tolong diralat,aku itu dari masih putih biru sampe putih abu abu terus sekarang Sudah pake yang bebas dan nanti tidak pake apa apa pun cintanya tetap sama kamu.Masa dengan tak punya perasaan kamu jodohin aku sih,terus yang mau dijodohkan setidaknya selevel lha sama kamu kalau ini mah remahan pupil kamu belum setara juga," gerutu Hendra yang otomatis memberikan sindiran tak langsung pada Lala.


"Oh Tuhan tolong ,kamu berani mengejek ku?Ahh secara tak langsung kamu jatuhkan harga diriku,kalau bukan cs kita bertiga kamu sudah ku jadikan capcay telor keong.Terus kamu juga Lina,masa tega sih bantu cari jodoh untuk temanmu ini makhluk seperti dia," gerutu Lala sambil menunjuk kearah Hendra.


"Haha,kalian ini unyu unyu lho kelihatannya,aku saja sampe iri karena melihat keromantisan kalian," ejek Alina sambil memesan makanan karena dari tadi melihat perdebatan manusia beda jenis itu dihadapan nya.


"Mbak saya mau pesan," teriak Alina santai tak peduli dengan kehadiran Lala dan Hendra.


"ciee ada yang lagi kasmaran nih ye,soalnya belum ada yang mau pesan makanan. Atau kalian mau menikmati waktu berdua saja,supaya bisa bebas suap suapan? Ya sudah kalau begitu aku pindah saja deh,terserah kalian mau gigit gigitan atau cakar cakaran aku nggak peduli," goda Alina santai.


"Alina Roberto,kamu itu kenapa sih suka sekali lihat aku marah?" sarkas Lala kesal.


"Mau pesan apa Non?" Tanya Mbak kantin.


"Bakso beranak yang level pedasnya sedang,terus minumnya air hangat saja ya," Pinta Alina.


"Kalau kalian berdua?" Tanya Alina memastikan.


"Mereka mau makan hati!" Alina yang menjawab membuat Lala dan Hendra menatap tak percaya pada Alina.


Selama ini Alina terkenal ceria dan happy,entah mengapa jiwa jahilnya ikutan kambuh jadinya buat orang darah tinggi pada kumat.


"Mau hati apa Non,mas nya?" Tanya Mbak kantin lagi.


"Yesss itu kan aku bilang juga apa,kalian itu kompak banget jika dilihat dari dekat," goda Alina lagi.


"Astogehh Lina,kamu hari ini kena penyakit apa sih hari ini menyebalkan sekali," omel lala.


"untung juga cinta dan akan dibawah ke pelaminan terus lanjut diajak smack down diranjang kalau tidak sudah ku tendang kaya bola," Kesal Hendra yang membuat Alina tertawa sambil memegang perutnya.


"Wah wah,aku penasaran gimana reaksi Ayah ya kalau melihat anak gadisnya ditendang sama orang!" Goda Alina membuat Hendra langsung menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Jangan dong,nanti kalau aku dipecat jadi mantu kan aku jadi galau terus bujang lapuk karena frustrasi cintanya ditolak mertua," ujar Hendra mendramatisir keadaan.


"Kalian lihat aku tidak sih dari tadi,aku masih disini lho bukan bayangan yang sedang ada diantara kau aku dan dia," omel Lala sambil memasang wajah cemberut.


"Ya elah Neng,kamu itu aneh digodain nggak mau giliran dicuekin malah nggak mau.Lama lama kubungkus dalam kardus paket,terus kirim deh ke padang gurun jadi yang ada hanya antara kau dan Unta,"Sindir Alina.


"Ishhh kamu nih kok tega sekali sih sama sahabatnya sendiri!" gerutu Lala.

__ADS_1


"Kalian ini...


"Diam!" Bentak Lala dan Alina barengan ketika mendengar Hendra yang hendak memotong pembicaraan mereka.


Hendra langsung bergidik ngeri melihat tingkah absurd kedua wanita dihadapan nya ini. Kalau Lala absurd sih tak masalah,secara dia kan penampilan seperti preman pasar.Dengan rambut yang dicat merah,terus pake celana jeans sobek sobek ditambah baju kemeja kotak kotak.


Nah ini Alina penampilannya bagaikan putri bidadari yang turun dari kayangan,terus bertransformasi jadi anak kuliahan yang dandanannya modus no glamour serta polesan make up yang natural.



"Kamu jangan menghancurkan sikap manis jodohku,dengan kelakuan hancur kamu itu!" Ucap Hendra sambil menunjuk kearah Lala.


Derth derth derth


"Diam kalian,jangan ada yang bersuara sebelum mulut kalian ku masukan sambal bakso yang lumayan wow itu," Omel Alina serius sambil menatap tajam kearah keduanya.


"Hallo Yang," Sahut Alina yang masih bisa didengar oleh Hendra yang terlihat memasang posisi telinga nya baik baik.


Kalian tahu kan jaman dulu kalau sinyal radio buruk,terus bapak biasa geser geser antena kesumber terbaik.Nah begitulah tingkah Hendra kini,ia sengaja memajukan telinga lebih mendekat kearah Alina.


"Kamu sudah selesai kelasnya?" Tanya Rafa dari seberang.


"Iya sudah dari tadi,diajar sama tuh Wewe gombel yang haus darah perjaka karena tak kunjung laku laku," omel Alina karena mengingat kelakuan Mery yang sengaja memancing emosinya.


"Lha siapa itu Wewe apa lah yang tadi kamu sebut?" Tanya Rafa bingung.


"Sudah ah jangan bahas sebelum aku marah,karena jika hal itu terjadi bisa putus telinga anak orang yang lagi dekat denganku," gerutu Alina sambil menatap garang kearah Hendra membuat Pria itu sadar dan langsung memperbaiki posisi duduk nya.


plak


"Makanya jadi cowok itu jangan kepo,sebelum telinga mu dikasih putus," sindir Lala sambil berbisik didekat Hendra.


"Heh,memangnya telinga siapa yang mau kamu eksekusi Yang?" Tanya Rafa bingung.


"Telinga kurcaci darat laut dan udara," ketus Alina.


"Sayang aku salah ya? Soalnya dari tadi kamu marah marah terus," lirih Rafa sendu.


"Ampun Alina kenapa kamu malah ngegas kedia ya?Kalau begini kan kasihan anak orang,kita nya marah marah dia yang bingung," gumam Alina dalam hati.

__ADS_1


"Maafkan aku yang,tadi itu hanya pendalaman peran jadinya selalu dibawah kemana mana." Sahut Alina merasa bersalah.


"Oh iya syukurlah aku pikir ada apa!" Ucap Rafa.


__ADS_2