AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 194


__ADS_3

HEHE MAAF YA JIKA ADA NAMA YANG KANAN AKU TARUH DIKIRI BEGITU PUN SEBALIKNYA...


MAKLUM LAH LAGI KEJAR TARGET JADI ...SEGALA SESUATU NYA JADI KELIRU...


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


LANJUT ***


"Jadi kamu kapan pulang kerumah Yang?" Tanya Rafa diseberang.


"Hadeuh kamu itu gimana sih,baru saja istirahat eh langsung tanya kapan pulang.Terus aku mesti jawab apa gitu,masa harus bilang Wow gitu," ejek Alina sambil mengeryitkan keningnya melihat jiwa kepo milik Hendra.


"Ya aku kan harus tanya,siapa tahu nanti kita bisa pulang bareng," Rafa memberikan alasan kepada kekasihnya itu.


"Modus! Jangan bilang karena mau pulang bareng kamu nekat tinggalin pekerjaan,awas saja kalau itu terjadi aku bakal tabok kepala kamu!" ancam Alina.


"Hehe,kamu tahu saja kalau itu yang sekarang ada dalam pikiranku." Tawa Rafa dari seberang.


"Ishh ada saja kamu itu kelakuannya,sudah makan siang belum?" Tanya Alina.


"Nanti sajalah soalnya tuh manusia satu sudah datang bawa berkas,buat sebentar mau dipake rapat sama klien dari luar." Gerutu Rafa yang melihat kedatangan Xaver membawa setumpuk berkas.


"Manusia siapa sih?" Tanya Alina bingung.


"Itu lho yang jadi tangan kanan,kaki kanan ,telinga kanannya Ayah." Sahut Rafa sambil menatap sinis kearah Xaver yang dari tadi tidak berani mengeluarkan suara karena melihat aura kekesalan yang terpancar jelas diwajah Rafa.


"Haha itu sepertinya bakal jadi makan sama minuman kamu setiap harinya,jadi sabar saja ya!Oh iya hampir lupa sebentar kliennya cewek atau cowok?" Tanya Alina kepo ni ye..

__ADS_1


"Sebentar klien nya pria atau wanita?" Tanya Rafa kepada Xaver.


"Pria Tuan,Sudah tua dan dia normal karena sudah memiliki istri dan anak," jelas Xaver membuat Rafa ingin sekali menerkam pria itu dan membuang nya kelaut.


"Haha,Ampun deh Yang aku setuju kalau dia yang jadi sekertaris kamu karena orangnya jujur banget," ucap Alina dari seberang dengan tawanya yang besar.


"Aku matikan dulu ya,selamat bekerja ya ingat klien kamu itu normal dan punya istri anak lho," goda Alina langsung mematikan panggilan itu sebelum mendengar Rafa yang murka.


"Kamu itu memang benar benar kurang diajar,kamu sadar tidak tadi sudah membuat harga diriku jatuh dihadapan kekasihku," sarkas Rafa kasar.


"Maafkan saya Tuan,tadi itu saya hanya ingin coba menyampaikan sesuatu yang saya kira akan berguna." Sahut Xaver membela dirinya.


"Siapa suruh jawab perkataan saya tadi?Kamu itu dari tadi hingga sekarang,hobi sekali memancing emosi.Jangan bilang kalau kamu itu salah satu haters saya,oh tidak apa yang sudah kulakukan," gusar Rafa.


"Tuan anda kelebihan nonton sinetron kaya nya,jadi langsung dapat penghargaan the king of the drama," batin Xaver.


"Namanya Indra Tuan,dia sekarang ada diruangan meeting sedang menunggu anda.Karena jika tadi dia yang datang kesini,pasti Tuan akan kaget karena dia yang datang tiba tiba," jelas Xaver.


"Baguslah,awas saja jika orang yang kamu pilih kelakuan nya mirip kamu.Dia bakal ku buat tidur serumah denganmu,agar kamu tahu betapa menyebalkan dirimu," gerutu Rafa sambil berlalu menuju ruangan yang dimaksud.


Alina kini sedang disidang oleh Hendra,pria itu tak terima jika kekasih hatinya memilih pria lain dibandingkan dirinya.


"Tadi itu siapa," Tanya Hendra serius.


"Kamu tanya ke siapa," Tanya Alina bingung karena mereka ada bertiga jadi entah pertanyaan itu ditujukan untuk dirinya atau Lala.


"Ya kamu lah,mau siapa lagi coba?" Ketus Hendra.


"Lagian aku mana mau jawab pertanyaan tak bermutu miliknya itu," ejek Lala serius.

__ADS_1


"Aku juga bukan orang bodoh,yang mau saja bertanya pada orang yang punya otak Masih setengah jadi milik kamu itu," Sahut Hendra tak kalah sengit.


"Idih ada yang ngegas nih,entah karena kesal atau lagi terbakar apa cembukor," sindir Lala.


"Kamu itu kenapa sih jadi cewek bawaannya cari perkara terus dengan ku,untung juga beda jenis coba kalau sama sudah kuajak duel," gerutu Hendra.


"Ya ampun kalian ini kenapa sih,lebih baik berantem dikasur sana daripada dihadapan ku terus.Bikin sakit mata tau tidak,malah lebih parah buat aku jadi darah tinggi nya pada kumat." Ucap Alina yang sudah jengah menatap kearah pasangan yang hobinya berdebat itu.


"Tadi itu siapa?" Tanya Hendra lagi.


"Oh itu,sebenarnya pacar sekaligus calon suamiku." Sahut Alina malu malu.



"Eh apa tadi kamu bilang,calon suami?" Tanya Hendra memastikan jika telinga masih berfungsi dengan benar.


"Iya!"


"Terus aku gimana dong ,masa iya jomblo terus," ucap Hendra sendu.


"Terus apa hubungannya dengan ku?" Tanya Alina balik.


"Ya rencananya kan kamu itu bakal ku jadikan pacar,terus setelah itu langsung deh kubawa kamu pelaminan."Jelas Hendra serius.


"Lha kamu pikir Alina itu kucing,yang dengan gampang diajak kawin.Anak orang itu woii,anak orang lagian yang menjadi calonnya sekarang itu tidak main main lho.Seorang CEO terkenal dan pastinya ganteng,seksi,menggoda apalagi roti sobeknya itu," ucap Lala.


"Kamu mah berlebihan deh,nanti anak orang nangis kamu yang tanggung jawab," Alina menimpali.


"Haha kalau jujur itu semua bakal terasa indah ,dan terdengar seperti ada sesuatu yang plong.' Sahut Lala santai berbeda dengan Hendra yang sedang bengong.

__ADS_1


__ADS_2