AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 114


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


LANJUT ***


Alex hanya menatap heran kearah Alina,yang suka sekali untuk dekat dengan Rivan yang bukan siapa siapa.


" Dulu waktu hamil Alina kamu sering pikirkan Rivan ya,sampe sekarang anaknya nggak mau lepas dari kamu"? Bisik Alex ditelinga Selina.


" Mungkin ". Sahut Selina singkat.


" Alamak nih anak sama emak sama saja,hobinya bikin kesal orang saja". gumam Alex dalam hati.


Alex sudah menyuruh para pelayan dirumahnya untuk membawa barang barang kedalam kamar mereka masing masing.


" Barang aku dibawa kedalam kamarnya Alina saja ya". Pinta Selina.


Alex yang sedang berjalan mendahului Selina langsung menyuruh Ben menghentikan kursi rodanya. ia berbalik dan menatap istrinya dengan mengerutkan keningnya,ia heran dengan jalan pikiran Selina.


" Maksud kamu apa bicara seperti tadi, yang suruh kamu tidur dengan Alina siapa?Aku suami kamu lho masak kamu biarkan tidur sendiri, apa kamu anggap aku sebagai suami kamu atau bukan"? Tanya Alex.

__ADS_1


" Oh kupikir kamu mau tidur sendiri,ya sudah jangan ngegas seperti itu ayo masuk kedalam kamar ". Sahut Selina santai tanpa memikirkan suaminya yang tengah kesal karena perkataannya tadi.


" Ben kamu turun saja kebawah nanti biar aku yang dorong suamiku ini,biar jangan terlalu banyak komentar". Ujar Selina sambil mendorong kursi roda Alex agar masuk kedalam kamar.


Ben langsung berbalik arah sambil tersenyum kecil,karena akhirnya tuan nya itu tunduk dibawah kendali nyonya nya.


" Haha selamat menempuh hidup baru Tuan,tanpa suka memerintah dan memaksa". Gumam Ben dalam hati.


Ketika ia sampai kebawah dilihatnya Alina dan Rafa serta Rivan sedang duduk santai diruang keluarga. Ben langsung bergabung dengan mereka,dan ia sangat senang karena akhirnya rumah besar tersebut terasa hidup lagi.


" Lina sama Alex dimana"? Tanya Rivan penasaran.


" Ada dalam kamarnya Tuan". Sahut Ben.


" Astaga tuh Alex memang keterlaluan ya, nih anak anaknya belum diurus eh malah sibuk dengan diri sendiri". kesal Rivan..


"etdah dasar asisten tak ada akhlak,masa mau jadi kompor gas sukanya nyerocos nggak jelas".


" Aku nggak papa kok Dad, Uncle Ben bisa tunjukkan kamarku karena aku capek". Pinta Alina.


" Oh baiklah nona mari sini saya Antar,dan Tuan muda itu kamar anda disebelah kamar nona Alika". ujar Ben..


"terimakasih Uncle Daddy kita masuk dulu ya".pamit keduanya.


" oh baiklah Daddy juga mau pulang kok,masih ada urusan". Ujar Rivan lalu bangkit berdiri dan berjalan menuju keluar rumah.


Alina dan Rafa sudah masuk kedalam kamar masing masing,karena keduany sudah sangat kelelahan.

__ADS_1


Saat Rivan sudah hendak keluar pintu,panggilan dari selina membuat langkahnya terhenti.


" Mas mau pulang ya"? Tanya Selina


" Eh iya Lina,mas mau pulang istirahat dulu soalnya capek sekali". Sahut Rivan.


" Kalau capek kan bisa istirahat disini saja,daripada nanti bakal kenapa napa ". Tawar Selina.


"ini yang kusuka dari kamu yaitu perhatianmu,tapi sayang hanya sebatas teman saja.Salahkah aku Tuhan jika punya perasaan pada jodohnya orang,ataukah harus memilih kelain hati saja ".Gumam Rivan dalam hati.


" Makasih tawarannya ,tapi aku punya sopir jadi tinggal duduk manis dibelakang saja kan.Oiya kamu kenapa keluar bukannya tadi didalam kamar,ingat istirahat yang cukup biar tidak sakit". ucap Rivan.


" Aku keluar mau cek anak anak karena belum urus mereka tadi". Sahut Selina.


" Oiya sudah aku pulang ya,jangan lupa istirahat " Pamit Rivan.


"Iya mas hati hati ya sampai rumah langsung istirahat jangan begadang lagi". Sahut Selina sambil memperingatkan Rivan.


" Iya ibu negara perintahnya banyak sekali, tapi tenang saja anak buah pasti melaksanakannya ". Sahut Rivan sambil memberikan hormat.


" Lebay deh". Ujar Selina sambil tertawa kecil.


Setelah berbincang dengan Selina,Rivan langsung memutuskan untuk pulang.Karena ia tak mau mengganggu waktu istirahat Selina,dan juga tak ingin Alex salah paham lagi.


Tanpa keduanya sadari jika dari tadi Alex sedang memperhatikan keduanya,dari layar monitor yang tersambung diponselnya.Ia tak ingin berpikiran yang aneh aneh,karena terlihat keduanya hanya mengobrol biasa saja.


Selina kini sudah berada di dalam kamar Alina,dilihatnya bidadari kecilnya itu sedang terlelap di atas kasur yang sangat nyaman itu.

__ADS_1


Selina mengusap pelan kepala Alina,putri kecilnya yang harus berpikiran dewasa diatas umurnya. Putri kecilnya yang harus hidup jauh dari kata kaya,setelah kelahirannya ditahun ketiga barulah hidup mereka dikatakan layak.


__ADS_2