AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 256


__ADS_3

Langsung saja GUYS....


LANJUT ***


"Cantik lagi antri apa?" Tanya Kebon salah satu play boy penghuni kampus.


Alina memilih diam daripada meladeni perkataan yang tidak berguna seperti itu,lagian untuk apa merespon pertanyan yang tidak jelas seperti itu.


"Ana Sayang ,cepetan dong aku mau pingsan nih!" Teriak Lala yang melihat ada pria yang mencoba mendekati Sobat nya itu.


"Iya sabar Bawel ,lagian ini masih banyak orang kok!" Sahut Alina setengah teriak.


'Kamu duduk saja biar aku yang antri!" Tawar Devon sok perhatian.


Alina menatap jengah kearah pria yang selalu saja ingin menarik perhatian wanita,dengan melakukan sesuatu yang membuat emosi.


"Kalau mau berbaik hati,noh tawarin ke orang lain soalnya aku tidak butuh sama sekali!" Ujar Alina ketus.


"Lho aku kan hanya nena menawarkan saja,biar kaki kamu tidak capek!" Ujar Devon nyolot.


"Hadeuh nih orang menyebalkan sekali sih,mau nya apa sih?" Tanya Alina dalam hati.


setelah mendapatkan minuman yang dipesannya, Alina memilih menuju ke tempat duduk yang Lala berada.


" Beb kita ke kelas yuk soalnya aku udah nggak nyaman di sini, mata-mata orang pada tidak jelas Bikin kesal saja! " ajak Alina sambil tatapannya menyorot ke arah Devon yang sedang menatapnya tanpa berkedip.


Lala menganggukkan kepalanya pertanda paham karena Ia juga merasa tak nyaman dengan kelakuan Devon yang merasa diri paling tampan di situ, padahal sebenarnya merupakan produk lokal tanpa embel-embel bule-an segala.


bukan apa-apa nih pemirsa soalnya Lala kan lagi naksir sama Abang Mikael, yang merupakan produk bikinan Netherland yang sungguh memanjakan matanya.


" iya Ayo beb aku juga udah nggak nyaman Disini, soalnya semuanya mata pada nakal nakal ke kita berdua!" ajak Lala percaya diri jika dirinya juga merupakan orang yang paling diperhitungkan untuk dijadikan kekasih.


" Idih yakin banget sih loe,wow Aku penasaran kira-kira berapa banyak cowok yang naksir kamu selama ini? terus kira-kira mantan pacar kamu sudah berapa banyak ya, mungkin 100 begitu? " Tanya Alina sambil tersenyum mengejek.


" ampun Lina kamu mah tega banget sih jadi orang, udah tahu aku jomblo kekal abadi dari lahir masih saja Ditanya soal mantan? mantan di php-in mungkin kalau mantan yang lain masih jauh terbang diatas langit nggak tahu kapan turunnya!" ujar Lala sambil memasang wajah cemberut nya.


" hahaha kayaknya ada yang marah nih Padahal tadi aku bercanda doang loh, tuh kayaknya si Devon naksir tu sama kamu sana diladenin aku mah ogah punya aku lebih original tidak pakai saos tidak pakai sambal! "ujar Alina membuat Lala menghentakan kakinya karena kesal.


" Aku kesal kamu tega sama aku, biar jelek begini Aku ini sahabat terbaik kamu loh tidak ada yang lain!" gerutu Lala kesal.


" Iya maaf maaf jangan marah gitu dong tadi kan bercanda doang, Lagian tuh Kasihan anak orang udah tebar pesona capek capek enggak diladenin nanti pulang Dia mewek-mewek kasihan emaknya bujuknya harus pake kasih permen!" ujar Alina sambil memanyunkan bibirnya ke arah Devon yang masih setia menatap keduanya.


"Ana Ih nyebelin banget sih kamu jadi orang, yang bilang aku suka sama tuh orang siapa tadi nggak ada kan enak sekali ya kamu jodoh-jodohin segala!"Kesal Lala.


sedangkan Devon masih menatap kearah Alina secara intens ia merasa seolah tertantang dengan sikap malas tahu yang ditunjukkan Alina itu.

__ADS_1


" apa aku kurang tampan kok bisa-bisanya dia Males tau seperti begitu, tapi jangan panggil aku Devon Raharja jika tak bisa menaklukkan wanita itu! " gumam Devon yang masih bisa didengar oleh sahabatnya Rian.


" Woi jangan gegabah kamu nggak tahu siapa itu keturunan Roberto, jangan sampai sebelum kamu beraksi tapi nasibmu sudah lebih dulu tamat! " ujar Rian mengingatkan.


Devon menatap tajam ke arah sahabatnya itu bukannya mendukung dirinya malah mematahkan semangatnya, dia menarik kerah baju Rian lalu memperingatkan sahabatnya itu.


" kamu kalau penakut jangan bawa-bawa diriku, karena aku Devon tidak pernah takut pada apapun yang ada di dunia ini. lagian nama keluarga Raharja pun tak kalah dari keluarga Roberto, jadi jangan memperingatkan hal yang mustahil akan terjadi! " ujar Devon memperingatkan dengan tatapan sinisnya kearah Ryan.


Ryan melepaskan tangan Devon dari bajunya dengan kasar, ia menggelengkan kepala ke arah sahabatnya itu yang dibutakan dengan obsesi dan cinta yang tidak jelas apa berhasil atau tidak.


" Baiklah orang pintar lakukan sesukamu, karena aku orang bodoh jadi tidak ingin berurusan dengan hal-hal yang berbau kepintaran! " Sindir Rian yang ingin agar Devon sadar.


Lala dan Alina kini sudah berada di kelasnya terlihat semua anak-anak ada yang ber cengkrama ada yang sibuk dengan ponselnya dan jangan lupa Ada yang lagi berduaan di pojokan.


" Ya Tuhan mengenaskan sekali nasibku ini dimana-mana selalu ketemu orang yang hobinya di pojokan, Kapan ya aku juga bisa di pojokan seperti mereka Pengen deh rasanya seperti apa? " ujar Lala pelan akan tetapi masih bisa didengar oleh Alina.


Alina hanya menggelengkan kepalanya, karena melihat sikap Lala Yang sepertinya tertekan ingin sekali punya jodoh biar jomblowati yang ia derita bisa tersembuhkan.


" kamu sengsara sekali ya sampai segala sesuatu kamu buat akan seperti begini, perasaan aku kalau jadi jomblo kayak kamu itu wow bakal Nikmati hidup banget. Mau jalan Tidak ada yang larang Mau ngedugem tidak ada yang melarang nge-DJ apalagi mau maraton drakor wow suka-suka!" ujar Alina cuek bebek.


" Ya sudah kalau begitu Abang rafa nya kasih ke aku saja, kan Kalau begitu aman terkendali tidak perlu capek-capek cari lagi kan? " tawar Lala sambil memasang wajah Puppy eyes nya.


Alina bukannya marah atau cemburu ia malah tertawa ngakak, Ya iyalah lucu setiap kali Rafa melihat Lala bawaannya marah-marah nah ini secara sukarela minta Rafa buat jadi pacarnya Bayangkan saja Coba gimana kejadiannya nanti.


" loh kok kamu menyahut apa gitu, Biar hati aku senang atau adem mungkin bisa tertawa sedikit-sedikit lah begitu? " tanya Lala heran.


"kamu bantu bujukin dong Masa harus aku yang ngomong, nanti Kalau dia nya nolak gimana?" pinta Lala memelas.


" Ya sudah kamu tunggu nanti aku hubungi dia terus kamu ngomong ya, bang Rafa mau nggak jadi pacarnya Lala? Lala jamin deh hidupnya Abang bakalan Indah berseri, dan bahkan selalu bahagia sepanjang waktu! " ujar Alina sambil mengeluarkan ponselnya hendak menelpon Rafa.


Lala menatap tak percaya kearah Alina kok bisa-bisanya dengan sukarela memberi pacarnya untuk orang lain, padahal dirinya saja lagi proses mencari nya minta ampun Kok Alina nya sudah ada kok dilepasin begitu saja?


" kamu itu sehat atau sakit sih, kok bisa-bisanya tawarin Bang Rafa untuk aku?Aku mah ogah masih terbekas di Ingatanku perkataannya selalu ngomong kalau aku tuh pendek, cebol mungil tidak berguna!" Ketus Lala.


Alina hendak tertawa akan tetapi ia menahan nya saja takut kena amukan dari Lala yang sedang dalam mode on itu, hanya saja namanya lucu itu sangat susah untuk diajak kompromi buat menahan tawa.


" hahaha kamu itu lucu banget sih Lala itu namanya kalah sebelum bertanding tahu tidak, masa aku kan hanya bantuin nawarin kamu biar cepat sold out eh malah kamu tolak mentah-mentah?" ejek Alina.


Lala memilih menuju tempat daripada berlama-lama dengan Alina membuat harga dirinya bisa bisa digantung di pohon tomat, Bagaimana tidak setiap perkataan yang keluar dari mulut Alina itu selalu sesuai dengan kenyataan yang membuat dirinya merasa kalau Alina itu sebenarnya bukan anak dari Alex dan Selina Roberto melainkan anak dari seorang cenayang terkenal.


" Ana kamu jujur deh kamu itu dukun ya? " Tanya Lala sambil memasang tatapan menelisik tubuh Alina yang berada dihadapannya itu.


" Ih kamu apaan sih zaman modern kayak gini masih percaya hal-hal tahayul begitu, aku mah kepikiran saja tidak apalagi bersinggungan langsung Idih amit-amit! "ujar Alina sampai bergidik ngeri membuat Lala tertawa.


" tapi sekarang jampi-jampi tuh yang lagi nge-hits loh, jadi kita harus update juga biar kelihatan lebih kekinian gitu! " ujar Lala yang tanpa berapi-api mengatakan hal itu karena melihat wajah tak suka milik Alina itu.

__ADS_1


" stop aku mau muntah kamu kalau berminat sono sendirian jangan ajak-ajak, soalnya otakku lagi lurus tidak miring-miring kayak kamu! "membuat Lala kesel.


Tingkah absurd keduanya itu membuat semua orang hanya bisa menggeleng geleng kepala melihatnya, cantik sih iya tapi kalau kelebihan gelo model Begitu waduh pikir-pikir lagi deh buat berminat.


" Cantik doang Tapi ngomongnya nggak difilter, percuma katanya kamera canggih tapi manusia dunia nyatanya kelakuannya hitam kayak pantatnya wajan! "Sindir salah satu teman dalam ruangan satu kelasnya Alina dan Lala.


Apa yang dikatakan wanita itu membuat jiwa Barbar Lala mencuat di permukaan,ia langsung mendekati wanita itu dan menggebrak mejanya.


Brakk


" Woi Tika si Mak Lampir, jaga mulut kamu sebelum kurobek terus kasih makan hiu di laut lepas. kalau kita berdua cantik Kenapa kamu iri karena wajah kamu itu hasil oplas bukan original, jadi jangan coba-coba menyindir kita dengan kata-kata aneh-aneh nya dari mulut songong kamu itu!" ucap Lala tajam sambil menatap Tika dihadapannya itu.


" Hei Apa kata kamu tadi awas jangan macam-macam ya, kamu pikir saya takut sama kamu terus tidak berani merobek-robek mulut kamu begitu?" tanya Tika nyolot membuat Alina jadi bingung sebenarnya duduk permasalahannya apa diantara kedua wanita terpendek itu?


" kalian itu ada masalah apa sih, kok bisa tiba-tiba nya berdebat seperti ini nggak malu dilihatin anak-anak sekelas? " tanya Alina heran.


" diam kamu!" bentak Lala dan Tika secara bersamaan membuat Alina bergidik ngeri.


" silakan lanjutkan perdebatan kalian mau jambak-jambakan mau banting kiri kanan mau push up atau salto pun Aku ikhlas, Ayo silakan lanjut kan sok aku bakal dukung siapa yang menang!" ujar Alina agar dirinya tak ikut-ikutan gila kayak Lala dan Tika itu.


" bisa kita lanjutkan yang tadi? " Tanya Lala sambil memasang tatapan mematikannya.


" Oh jelas Siapa takut kamu pikir, bakal aku meladeni semua yang kamu inginkan tenang saja! " sahut Tika tak kalah tajam.


" dasar wanita tidak tahu malu bikin diri ke paling cantik Padahal De pe muka paling hancur, sudah begitu tinggi hanya sejengkal doang tapi mulutnya remes nya minta ampun! " Sindir Lala kesal Wah kalau model kayak begini mah Tika tidak mungkin kalah.


" kurang ajar datang datang dari luar tunjuk jago bikin diri kayak Oke padahal tokek, hus sana enyah dari muka bumi bikin sakit mata!" ujar Tika nyolot.


anak-anak dalam kelas tadi yang sibuk dengan urusan sendiri sendiri, Kini berusaha melerai pertengkaran antara Lala dan Tika.


" kalian berdua ini sebenarnya Kenapa kok tiba-tiba bertengkar begini, rebutan cowok atau apa sih?" tanya salah satu teman-teman mereka yang berusaha melerai pertikaian itu.


" diam Kamu bolot jangan ikut campur sebelum kamu juga ikutan aku Sleding!" ujar Lala kesal karena ada orang yang ikut campur dengan urusan nya.


" Hei aku kan ingin agar kalian Biar benar baikan, kok malah kamu nyolot sih aku malah katain aku bolot lagi?" Oh Tuhan bertambah lagi seterunya Lala kali ini.


" haduh tuh orang Kenapa sih, bisa-bisanya cari perkara yang tidak jelas kayak begitu bikin malu Aduh aku pulang saja deh lama-lama!" Batin Alina frustasi melihat tingkah Lala yang kayak kekanak-kanakan itu.


" Hei kamu mau ikutin aku pulang tidak daripada di sini kamu jadi kayak orang gila, kok bisa-bisanya cari perkara sama anak orang?" tanya Alina sambil memasang tatapan horornya kearah Lala hingga membuat sahabatnya itu langsung mati kutu.


" iya-iya Baiklah aku pulang , Kamu jangan marah ya tadi itu darah tinggi ku kayaknya lagi kumat deh soalnya bawaannya pengen Sleding orang nih!" sahut Lala memasang tatapan memelas nya agar Alina tak memarahi dirinya.


" Oh tidak Tuhan anda terlambat Nona Lala!!


" kamu pulang pakai ojek online saja aku malas bareng sama kamu, soalnya sikap kamu hari ini Bikin aku kesel banget tahu tidak?" kesal Alina segera mengambil tasnya dan keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


" Yah My Ayang Beb marah-marah lagi, kalau model begini terus mah bisa berabe kan jadinya? lagian tu cewek pendek ngapain tadi cari perkara buat aku juga kan jadi ngegas, ah pasrah saja deh Lagian kalau Alina lagi marah terus dideketin mah bisa jadi kayak macan!" batin Lala memilih duduk termenung di pojokan tapi bukan pacaran lho dia kan jomblowati Abadi ?


" hidih Kasihan banget sih anak orang tadi songong sekarang Mellow, nanti sedikit lagi cengeng tidak lama changing Kasihan banget sih jadi orang!"ejek Tika.


__ADS_2