
HAII READER
Like N KOMENNYA
Terima kasih🙏🙏🙏
LANJUT ***
Alex dan Selina hanya bisa tertawa sambil menggelengkan kepala mereka, putranya itu terlihat ingin sekali kawin Eh salah maksudnya menikah akan tetapi waktu dan tempat belum bisa mereka lakukan.
yang pertama Kenapa perkawinan itu belum berlangsung, karena Alex maunya Rafa menjadi orang yang tahu bertanggung jawab baik dalam pekerjaan maupun dalam hidup barulah bisa berkomitmen dalam membangun sebuah rumah tangga.
Alex tak ingin hanya karena ***** semata Mereka ingin menikah tapi rasa tanggung jawab anak-anak mereka itu kosong alias tidak ada, jadinya sebuah nilai pernikahan itu akhirnya tidak ada artinya sama sekali.
" Ayah sama Bunda bukan melarang kalian agar jangan menikah, hanya saja kami ingin kalian benar-benar siap! Lagian kita kan tinggal satu apa, bisa pengenalan daripada terburu-buru akibatnya bubar di tengah jalan!" jelas Alex agar putranya itu bisa mengerti.
Rafa menepuk jidatnya Iya bingung dengan perkataan ambigu milik ayahnya tadi, katanya mereka saling pengenalan dahulu baru menikah lah ini mereka sudah bersama dari kecil tidak pernah terpisahkan Memangnya Butuh waktu berapa lama untuk perkenalan?
" ayah sama Bunda aku pengen tanya Menurut kalian aku sama Alina itu udah kenal berapa lama, terus Perlu berapa tahun lagi untuk bisa saling mengenal?" tanya Rafa Lirih.
Alex dan Selina terdiam perkataan putranya itu memang sangat tepat sekali, keduanya terkesan seperti Ingin mengulur waktu untuk pernikahan Rafa dan Alina.
" Ayah menyuruhku mengambil alih perusahaan agar bisa menikahi Alina, aku ikuti saran itu tidak pernah bolos ataupun mengeluh. akan tetapi Terasa seperti Jalan ditempat saja tidak ada perubahan, sebenarnya apa sih yang Ayah sama Bunda inginkan? kalau memang tidak setuju Aku menikah ya Lina It's fine I'm OK, tolong jangan kasih harapan yang semu kayak gini!" sambung Rafa lagi yang terlihat putus asa dan tak ada semangat untuk melanjutkan hidupnya.
" mungkin karena aku anak angkat jadi ayah ragukan ketulusan aku, Terus bunda tidak menyadari keseriusan aku! Aku tak masalah asalkan jujur tidak membuatku menunggu seperti ini, Ayah sama Bunda Aku benar-benar mencintai Putri kalian Alina!" sambung Rafa lagi sambil berlutut dan menundukkan kepalanya menatap ke arah lantai marmer di ruangan itu.
Deg
hati Selina dan Alex bagaikan ditusuk ribuan jarum, sebegitu tersiksa kah Putra mereka selama ini akibat dari sikap keduanya yang seolah-olah malas tahu dan tak peduli itu?
" maafkan kami nak, tolong bangun jangan seperti ini! kami salah tidak peka dengan keinginan kamu, hanya saja jangan pernah mengucapkan kata-kata ANAK ANGKAT itu lagi bunda tidak terima Nak!" lirih Selina sambil menekankan kata-kata itu.
Alex meraih bahu putranya itu, membantunya berdiri lalu mendudukkannya di sofa. pria yang sudah paruh baya itu tak duduk ia Malah berdiri tajam kearah Rafa yang sedang tertunduk, rahangnya mengeras melihat betapa rapuhnya Putra yang ia dan istrinya besarkan dengan penuh kasih sayang dan kepercayaan itu.
" kamu itu anak Ayah sama Bunda, stop mengatakan hal-hal yang tidak masuk akal kayak tadi hanya karena kamu belum menikah sama adik kamu! ingat jika sampai kamu mengatakan hal itu lagi Ayah bakal pukul kamu sampai tidur di ICU selama 1 bulan!" tegas Alex yang tak ingin dibantah.
Rafa mengangkat wajahnya menatap ke arah orang yang seperti ayah dan bunda itu, air matanya jatuh begitu saja Persetan dengan segala macam image cool dan Arogan yang selama ini ia Tunjukkan ke orang lain.
" Maafkan Aku Ayah Maafkan aku bunda, jika tadi mengatakan hal yang menyakiti hati kalian! Sekali lagi maafkan aku tidak ada maksud yang lain dari perkataanku yang tadi, tolong Ayah Bunda jangan membenciku karena hanya kalian saja yang aku punya?" lirih Raffa sambil menahan tangisnya.
Selina yang melihat air mata putranya hatinya menjadi teriris karena tak tega, Ia pun Hendak membawa Raffa dalam pelukan akan tetapi suara Bariton Alex membuat dirinya menghentikan hal itu.
" Sayang jangan coba-coba kamu peluk pria lain selain aku, siapapun kapanpun dan dimanapun! karena kamu itu hanya milikku bukan orang lain, Jadi kamu bocah tengik stop menangis nanti membuat jiwa sosial istriku bangkit di permukaan!" ujar Alex tajam tak ingin dibantah.
Selina yang tadi hendak menangis begitupun Rafa, langsung terhenti tidak ada niatan mau melanjutkan acara mewek mewek nya lagi.
__ADS_1
" itu gara-gara kamu kan air mataku kembali lagi ke kandangnya, orang tadi sudah di ujung tanduk kok ya nggak jadi gara-gara tingkah kamu yang aneh itu!" gerutu Selina kesal.
" Iya benar Bun aku setuju, ini orang tua kita lagi terbawa suasana eh dianya malah posisif tidak pada tempat dan waktu kan jadi kesal!" Rafa menimpali perkataan Bundanya itu.
" Ya terserah aku lah mau posesif kek atau apalah Kenapa kamu yang sewot, Lagian dia kan istriku terserah aku mau ngapain dia bukan urusan kamu!" ujar Alex tak mau disalahkan.
" Ih aki-aki tidak malu sama umur sudah sana pergi Katanya ini malam mau ke Italy, ingat pulang bawa oleh-oleh yang banyak jangan hanya bawa tangan kosong percuma katanya ngurusin perusahaan kalau tidak punya uang buat beli oleh-oleh!" sinis Rafa terhadap ayahnya itu yang hanya disambut oleh gedikan bahu Alex.
Selina tertawa kecil melihat tingkah Putra dan suaminya, setiap masalah pasti tidak akan berlarut-larut dengan sikap mudah memaafkan Rafa dan absurdnya suaminya itu.
Alex selalu saja punya cara agar anggota keluarganya tidak saling men diam-diam kan, ia bangga dan bahagia ternyata perjuangannya selama 10 tahun terbayarkan lunas dengan memiliki keluarga kecil yang bahagia loh bukan Keluarga Cemara!
" Bunda nanti kalau sampai di sana kasih kabarin aku sama adek ya, ya soalnya aku yakin kita pasti kangen banget sama Bunda!" pinta Rafa pada Selina dan hanya dibalas anggukan kepala oleh Bundanya itu.
" eh Enak saja kamu mana bisa begitu, dia itu istriku Kenapa kamu kangen sama dia aku melarang hal itu terjadi!" sahut Alex tak terima.
" iya iya Terserah anda saja tuan ayah yang penting sekarang Tolong pergi Soalnya pekerjaanku masih, karena Setelah kalian pulang aku sudah tidak ingin berurusan dengan yang namanya gunung-gunung putih manjulang di atas meja aku. Soalnya aku ingin berduaan dengan my honey bunny sweety berbulan madu di Bali, terus mengarungi langit biru sampai ke awan yang ke-7!" usir Rafa sambil kembali duduk di tempat kebesarannya itu untuk memeriksa berkas yang sudah bertumpuk-tumpuk bak tisu toilet yang digantung di mana-mana.
" Bunda sayang Ayo pergi dari sini, soalnya pak direktur lagi mau bekerja Ngebet Kawin katanya!!" ajak Alex sambil menarik tangan Celina agar keluar dari ruangannya Rafa.
" sayang itu Xavier udah pulang dari Jepang belum, soalnya kasihan tuh anak orang sudah 2 bulan loh kamu suruh dia urus tempat usaha baru kamu yang di sana?" tanya Celina kepada suaminya mengingat keberadaan sekretaris sekaligus asisten Alex yang ia ungsikan sementara waktu ke Jepang.
" Oh iya aku lupa rencananya dia malam ini sudah bertolak dari sana, soalnya sudah beres semua urusannya dan aku akan kasih liburan selama dua Minggu!" sahut Alex sambil tersenyum.
" Astaga kamu jadi orang tuh Pelit amat sih, dia kamu suruh kerja jauh dari keluarganya Selama 2 bulan Terus kamu kasih libur hanya 2 minggu saja?" tanya Selina tak percaya dengan jalan pikiran suaminya itu yang soal masalah cuti mencuti selalu saja perhitungannya minta ampun Entah kenapa Selina pun bingung.
" terserah kamu ah itu kan urusan kamu, nanti kalau aku bangun perusahaan sendiri karyawanku tiap bulan bakalan kukasih libur 2 hari tanpa kompromis!" Ketus Selina sengaja menyindir suaminya tapi yang namanya Alex dengar dari telinga kiri tembus telinga kanan terus keluar.
keduanya terburu-buru sebab waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore, tidak ada waktu berlama-lama sebab waktu tadi itu habis terbuang dengan tingkah Alex yang selalu saja minta buat panjat kuda-kudaan.
" Awas ya kalau kita telat aku hajar kamu, ini semua gara-gara otak kamu itu yang isinya selalu saja hal-hal yang tidak benar!" ancam Celina sambil menatap horor ke arah suaminya.
" Tenang saja saya kita tidak akan terlambat, karena yang punya penerbangan itu suamimu ini bukan orang lain!" sahut Alex percaya diri bin narsis.
Selina Jengah dibuatnya memang nasib harus seperti ini punya suami kepalang narsis, tapi syukur karena penyayang tidak neko-neko Walaupun pernah menjadi Duda dua kali.
" Oh iya sayang kan Dinda itu kan tinggalnya di Itali, kalau kita cari keberadaannya terus jenguk dia boleh ya!" pinta Selina ketika memorinya keringat pada sahabatnya yang satu itu.
" Iya boleh tanya saja jangan coba-coba dekat sama suaminya itu, bule Kampret itu Aku tidak pernah mempercayainya sama sekali!" tegas Alex yang jiwa posesifnya mulai mencuat di permukaan.
" suamiku suamiku kamu ini ada saja, orangnya saja aku belum ketemu tapi peringatan nya sudah lebih dulu. ketemu beneran Gimana reaksinya lama-lama tuh Menara yang sudah miring tambah dia miringin, punya laki kok gini amat ya?" batin Selina frustasi akan tetapi malas mengatakannya soalnya nanti pembahasannya jadi panjang kali lebar dikali alas kali tinggi jadinya sama dengan pusing.
" ya ya kamu tenang saja aku bakal jaga jarak Aman kok kira-kira 1 km begitu,biar situ puas terus tidak punya pikiran macam- macam'
Alex tersenyum penuh kemenangan Ia suka dengan istrinya yang penurut seperti ini, coba kalau tiap hari begini ya jamin hidupnya bakal seperti dalam dongeng.
__ADS_1
" Good Wife!" Puji Alex.
Selina hanya cuek bebek saja capek membalas perkataan suaminya, setiap kali ngomong terus orang respon oh dianya bakal tidak pernah berhenti lagi karena sudah dapat teman bicarakan.
" kita dari rumah langsung ke bandara saja ya, soalnya jaraknya lumayan jauh daripada nanti ke sana terus kamu capek lebih baik kan kita bisa santai santai jalan mobilnya juga pelan-pelan gitu!" saran Alex.
" ya terserah kamu saja!" sahut Selina malas.
" Iya soalnya aku kan mau ingin pelan-pelan terus merasakan gimana kalau kita main kuda-kudaan saat mobil berjalan di tengah jalan oh my god, aku yakin rasanya Maknyus tokcer mantap!" ujar Alex monolog membuat Selina yang sedang minum langsung tersedak,
uhuk uhuk
Alex langsung menepuk pelan punggung istrinya agar lebih rileks lagi, setelah itu ambilnya air yang tadi agar Selina kembali meminumnya.
" Kok bisa siang minum air kok pakai acara tersedak segala?" Alex tanpa dosa yang tidak sadar jika perkataan tadi membuat Selina seperti itu.
" kamu sadar tidak apa yang kamu katakan tadi, otak kamu tuh sebenarnya isinya apaan saja sih? kok bisa-bisanya punya pikiran yang aneh begitu situ sehat, atau masih sakit?" tanya Selina heran.
Alex tertawa kecil Ternyata perkataan yang tadinya dirinya anggap hanya bercanda, ditanggapi serius oleh istrinya.
" jadi kamu tadi itu pikiran bilang Aku beneran begitu Itu, Wah kalau model kayak begitu Aku penasaran Lho gimana rasanya terus gimana keadaan mobilnya goyang tidak ya?" tanya Alex semangat tak sadar jika Selina sudah menatap horror kearahnya.
" stop sudah tolong hentikan kesabaranku sudah hampir habis nih, kamu kalau bicara aneh-aneh seperti tadi pergi kemana begitu biar telingaku tidak terkontaminasi oleh hal-hal yang tidak jelas!" kesal Selina dengan wajahnya memerah karena menahan emosi.
sedangkan orang yang iya marahi, bersikap santai saja seolah tak terjadi apa-apa bahkan terkesan cuek seperti telinganya Tak Mendengar sumpah serapah dari istrinya itu.
Setelah sampai dirumah Alex dan Selina langsung membersihkan badan mereka,tapi karena sikap Alex yang hobinya ini dan anu maka Selina hanya bisa pasrah.
"Yang kita main di kamar mandi Yuk!" Ajak Alex.
Selina membulatkan matanya tajam,karena kaget mendengar ajakan dadakan dari sang suami.
" apa kamu bilang tadi coba bisa diulangi lagi?" tanya Selina penasaran.
Grep
Alex mengangkat tubuh istrinya itu lalu mendudukkannya di pangkuannya yang sedang duduk diatas kloset, setelah itu mulai menyatukan tubuh mereka.
Selina yang awalnya menolak akhirnya terbawa suasana dan mulai menikmatinya, Bagaimana tidak meskipun usianya sudah tidak terbilang muda lagi permainan Alex sungguh tak diragukan.
Alex melakukannya dengan cukup kasar lagi mendengar ******* dari sang istri, bibir Selina di*u***n*a habis membuat Selina benar-benar terbang melayang.
keduanya melupakan waktu yang sudah disepakati untuk pergi jam 5 menjadi molor sampai waktu yang tak ditentukan, Alex yang awalnya berencana hanya setengah jam-an kini mereka melakukannya entah kapan baru dapat meraih pelepasan.
"kamu sungguh nikmat Sayang!" desah Alex ditengah kegiatan mereka itu
__ADS_1
Selina hanya merem melek menikmati segala perlakuan suami, karena keduanya sedang berusaha meraih surga dunia.