AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 321


__ADS_3

Like N KOMENNYA


LOPE U FULL


***LOPE U FULL


LANJUT******


semua orang di situ menatap aneh pada pria yang baru saja selesai berkata yang tidak jelas, Bagaimana tidak merasa aneh Rafa terlihat seperti orang yang sangat tidak jelas maksud dari perkataannya itu'


" Kamu kenapa Aneh sekali hari ini, Memangnya ada yang salah kalau mereka menikah? dan juga lagian kalian itu harus bersyukur dia tidak menghilang begitu saja tapi datang memberitahu walaupun ia tahu segala konsekuensi yang bakal dihadapi, jadi sebagai orang yang ia hormati setidaknya kalian menghargai dong apa yang dikatakannya tadi?" kali ini si lina Tak habis pikir dengan sikap pria dewasa yang ada dalam rumahnya Sebenarnya ada apa dengan isi otak mereka.


" bukan begitu Bunda hanya saja aku itu tidak ingin dia melakukan hal yang tidak-tidak, Menurut kalian aneh tidak tidak berhubungan apa-apa tiba-tiba langsung menikah?" Raffa masih saja menolak keinginan Xavier dan Lala untuk menikah.


Lala yang sudah Jengah dan rasa tidak suka dengan apa yang Rafa katakan, tidak mau menyampaikan pendapatnya agar segala sesuatu yang terjadi di rumah itu tidak membuat dirinya bakalan merasa kesal berkepanjangan.


" Abang juga pengen menikah seperti kami ya silakan saja, Terus satu lagi jangan berkata soal hubungan kami yang katanya tadi tidak jelas terus tiba-tiba? karena yang menjalani itu kami bukanlah Abang, jadi Harusnya bersyukur dong Kami datang ke sini untuk memberitahukan hal itu!" jelas Lala membuat Xavier mendengus kesal karena kekasihnya itu bakalan mempersulit dirinya untuk meminta izin tapi yang namanya Lala sejak kapan mengalah dengan keadaan.


" kayaknya yang Lala ngomong tadi benar deh kalau Abang itu sedang merasa iri karena mereka menikah lebih dulu, jadi alangkah baiknya kalau kalian menikah di hari yang sama saja di tempat yang sama agar semua masalah kelar!" Celina menimpali apa yang dikatakan oleh Lala karena memang terlihat dan terdengar begitu sangat Tidak diragukan kebenaran.


semua orang di situ sudah tidak tahu harus berbicara apa lagi karena semuanya terjadi secara mendadak begitu pula seperti dirasakan oleh Lala beberapa saat yang lalu, begitu pula yang dirasakan oleh Alina kini yaitu sesuatu yang tidak direncanakan tetapi tiba-tiba menjadi topik pembahasan.


" kalian lagi bicarakan apa sih aku jadi bingung, memangnya tidak ada hal penting lain yang harus dibahas Selain itu? lagian yang rencana mau menikah itu kan Lala sama paman Xavier Kenapa harus ke aku dan Abang, Memangnya kalian pikir menikah itu gampang langsung dor langsung jadi?" kali ini Alina berbeda pendapat dengan mereka semua tapi yang namanya Rafa tidak mungkin dong menangis Bukankah hal ini sangat ia harapkan selama ini.


" aku setuju sama pendapat nya Bunda dan lusa kami bakalan menikah Oleh karena itu Xavier kamu tolong urus undangan untuk semua kolega kita, karena aku ingin pernikahan ini bakalan diingat oleh semua orang sepanjang masa!" perintah Rafa yang tanpa sadar jika sebenarnya safir juga mau menikah Kenapa menjadi pihak yang disuruh-suruh!


Lala lagi dan lagi sangat tidak merasa terima dengan apa yang dikatakan oleh Rafa barusan, yang dari awal berencana menikah lusa itu adalah mereka yaitu dirinya dan Xavier Kenapa jadi Rafa yang memerintah.


" eh mana bisa begitu kamu enak saja ngomong Memangnya situ pikiran bakalan menikah situ saja kami yang lain tidak jadi, lain kali kasih perintah itu dipikir dulu jangan asal nyeplak saja keenakan dong jadinya?" sungut Lala tak terima dengan apa yang diperintahkan oleh Rafa kepada Xavier barusan.


" Astaga maaf aku lupa tadi soalnya saking semangatnya! Ya sudah kalau begitu Ayah sama Bunda saja kan yang mengurusnya, Bukankah kalian lebih berpengalaman kalau soal beginian?" Rafa benar-benar tidak peduli dengan keadaan sekitar saking semangatnya sampai ia tidak sadar jika Alina Tengah memasang wajah cemberut nya.

__ADS_1


Lala sebenarnya ingin tertawa melihat tingkah Rafa dan Alina yang tidak ada kekompakan sama sekali, Kalau sudah seperti begini mah dirinya bisa apa selain bersikap Acuh Tak Acuh orang pikirannya saja sendiri lagi mumet.


" ya sudah kalian silakan berkompromi Soalnya kami harus pergi mencari cincin kawin sebab kata bapak sama ibu besok kami harus dipingit, padahal zaman sudah canggih ini masih saja tradisi kuno kolot dibawa-bawa?" sungut Lala yang hobi sekali mengatakan ini dan itu membuat orang-orang tua menjadi tersinggung.


" kamu itu kalau ngomong enaknya saja memangnya ada salah kalau dipingit sebelum menikah, asal kamu tahu ya Semua orang tua zaman dulu itu selalu mewaspadai jika pasangan pengantin selalu bertemu terus mereka nya bakalan menjadi bosan akhirnya batal menikah. jadinya mereka sengaja memingit agar kedua mempelai itu bakalan merasakan rindu yang menggebu, jadi tidak sabar untuk menikah agar cepat bertemu dengan kekasih hatinya!" jelas Selina tapi mana bisa membuat Lala paham karena dirinya tetap pada pendirian awalnya yaitu peraturan pingit itu sangat terdengar aneh di pikiran dan juga telinganya.


" aku boleh ngomong berdua tidak sama Abang, terus Lala kamu sama paman safir kalau mau pergi ya pergi saja! Nanti kalau aku memerlukan kamu sebentar kamu tinggal share lock ya lokasi kamu di mana, biar gampang menyusulnya tapi untuk sekarang ini kalian pergi sendiri saja deh soalnya aku belum ada pembahasan secara pribadi dengan Abang!" setelah mengatakan hal itu Alina langsung menarik tangan Rafa agar ikut dengannya ke dalam kamar.


Rafa hanya bisa pasrah saja mengikuti langkah kaki kekasihnya itu yang terlihat begitu ada hal Serius yang ingin dibahas, namun saat ini membuat dirinya senang yaitu bisa berduaan dengan Alina sekarang tanpa ada yang mengganggu.


ini namanya sekali Mendayung dua tiga pulau terlampaui yaitu membahas rencana pernikahannya dan Alina sekaligus melepaskan rindu, meskipun nanti diladeni oleh Alina atau tidak itu mah urusan nanti yang penting sekarang ya di depan mata pakai dulu.


sesampainya dikamar Alina wanita cantik itu segera menutup pintu tanpa berbicara banyak, setelah itu ia duduk dan menghadap kearah Rafa jangan baca seriusnya meminta penjelasan dari pria itu.


" Abang yakin kalau kita menikah lusa bersama dengan paman Xavier dan Lala, apa tidak ingin menikah sendiri saja biar ada yang mau bantuin mengurus pernikahan kita telepon seperti begini Mereka sibuk kitanya juga sibuk akhirnya Siapa yang bantu?" tanya Alina memastikan membuat Rafa tersenyum memilih mengangkat tubuh mungil kekasihnya itu untuk duduk di pangkuannya.


Alina merasakan tidak nyaman ketika ternyata Rafa hanya ingin menunjukkan bahwa juniornya sudah dalam posisi on, Jika seperti begini mah dirinya bakal diajak berbuat yang aneh-aneh lagi Padahal mereka kan belum halal dan orang di luar pun lumayan banyak loh?


" ih Abang nih kenapa sih mesum sekali, tadi kan kita mau ngomong soal pernikahan bukan mau yang kayak beginian?" kesal Alina tapi Rafa mah bodo amat karena kapan lagi ada kesempatan seperti begini.


" nanti kita bahas begituan dari belakang doang soalnya aku kangen banget sama kamu, Tadi udah sempat aku modusin Tapi tetap saja masih dikacangin sama Bunda akhirnya gagal total!" sungut Rafa membuat Alina akhirnya sadar jika tadi rasanya ingin mendekatinya sampai berbohong soal menyiapkan pakaian.


" Ya ampun Abang kamu kok nekat begitu, pantesan Ayah sama Bunda khawatir kalau ninggalin kita terlalu lama soalnya mereka tidak percaya sama kamu. soalnya cara kamu yang seperti begini hanya buat kita malu saja karena terkesan seperti orang yang pikirannya terlalu yang menjerumus ke arah sana!" ujar Alina Yang Tak habis pikir dengan kekasihnya itu.


namun Rafa tidak menggubris sama sekali perkataan Alina itu dirinya malah sibuk mencium ceruk leher Alina yang terasa begitu menggoda aromanya, bahkan jangan melupakan tangan yang sudah tidak tinggal diam membuat Alina menggelinjang karena merasa geli'


" Abang sudah dong kita ditungguin dulu sama ayah sama Bunda, Kamu kenapa sih seperti begini kayak aku mau pergi ke mana begitu?" pinta Alina yang berusaha bersikap santai saja padahal dirinya menikmati semua sentuhan yang Rafa lakukan.


Rafa sekolah menulikan telinganya karena dirinya sedang menikmati ciptaan Tuhan yang sedang berada di pangkuannya itu, bahkan dirinya kini sudah mengeksplor tubuh Alina bagian atas, kalau pembahasan mereka nantinya Ia berpikir bahwa tidak perlu Terlalu terburu-buru pastinya mereka tetap bakalan menikah Jadi untuk apa terlalu memikirkan hal yang jatuhnya sudah pasti karena yang lebih penting sekarang memikirkan sesuatu yang sedang berontak minta tolong.


Alina yang sudah paham soal beginian karena maklumlah guru yang mengajar nya itu adalah orang yang paling berpengalaman bukan dengan wanita lain melainkan dengan dirinya, Karena Rafa bukan memberikan teori tetapi langsung praktek dan praktek itu bukan kepada orang lain melainkan kepadanya.

__ADS_1


nafas keduanya memburu seolah menuntut hal yang lebih daripada ini, Alina bahkan tanpa sadar sudah membusungkan dadanya agar Rafa melahapnya lebih dalam lagi.


" yang gimana kalau kita email nya sekarang saja soalnya kan kita bakalan menikah, Sebab aku sudah tidak bisa menahan diri lagi Ayolah tolong kamu juga pasti rasa dong kerasnya dia di bawah seperti apa?" pinta Rafa dengan suara yang begitu serak karena menahan sesuatu yang mendesak dan ingin untuk segera dilepaskan.


" kita main di luar saja bang soalnya Kamu tahu kan sakitnya seperti apa nanti kalau Ayah sama Bunda tanya aku jawab apa jika melihat ada yang tidak beres denganku, jadi di seperti biasanya saja ya jangan meminta hal yang seperti begitu Soalnya aku membayangkannya saja ngeri loh! pinta Alina sambil tersenyum.


Rafa pun menyanggupi perkataan kekasihnya itu dan menggendongnya menuju ke ranjang lalu mulai melepaskan semua benang yang menempel pada tubuh Alina, keduanya sama-sama bekerja keras hingga membuat sama-sama polos.


" nanti kalau mau kasih tanda jangan di bagian Leherku ya Nanti ketahuan kalau kita berdua habis ngapain di dalam sini," ujar Alina sambil tersenyum dan Rafa dengan senang hati pasti bakalan mengabulkan hal itu karena bukan perkara yang sulit baginya mencari tempat tersembunyi yang paling strategis.


Rafa mulai mencium kedua matanya Alina sampai pemiliknya itu hanya bisa memejamkan matanya, setelah itu turun ke bawah dan berhenti di benda kenyal pemiliknya Alina itu bahkan pria itu menyesapnya begitu kuat sehingga diyakini pasti bakalan memerah seperti disengat tawon.


setelah itu pria yang sedang terbakar nafsu menggebu menurunkan kepalanya dan berhenti di antara buah yang menggantung tanpa bisa dipetik itu, setelah memainkan puncaknya dengan menggunakan lidah hingga pemiliknya nya mengarang penuh kenikmatan Rafa pun menikmati itu seolah bayi yang sedang kehausan.


jangan salahkan dengan tangan Alina yang Bahkan tak tinggal diam dirinya membantu mengendalikan sesuatu yang sedang berdiri di bawah sana sungguh pekerjaan yang menguras tenaga tetapi hasilnya langsung dinikmati saat itu juga keren kan???


keduanya sedang berlomba-lomba memberikan kepuasan kepada pasangan mereka itu karena Biar bagaimanapun akademik sehat mereka masih sempat bekerja, sebab Selina dan Alex pasirrandu untuk menunggu mereka dengan harapan yang tidak pasti'


" sayang, menurut kamu ini bocah berdua sedang ngapain ya Kok sampai sekarang belum nongol juga, Memangnya mereka pikir kita ini satpam jadi dengan santainya menunggu tamu yang dimaksud keluar biarpun berjam-jam lamanya?" tanya Selina yang sudah merasa gusar karena ia dan suaminya sudah seperti orang kebingungan yang duduk menunggu sesuatu yang tidak pasti'


" Bunda kayak tidak pernah Mudah Saja, Kok sampai tidak paham jika pria dan wanita sampai ber jam-jam seperti begitu? apa yang mereka lakukan sekarang Bukankah dulu sudah pernah kita lewati, jadi daripada menunggu mereka yang tidak pasti Kenapa kita juga tidak masuk ke dalam kamar dan menyesuaikan dengan gerakan mereka!" jelas Alex membuat Selina meradang.


" Apa kamu bilang kita masuk ke dalam terus mengikuti mereka, Wah kurang ajar sekali otak kamu mau mengajarkan anak sendiri berbuat hal yang tidak-tidak?" tanya Selina Tak habis pikir membuat Alex mencubit gemas wajah cantik istrinya itu.


" kamu itu Kalau dibilang sesuatu simak baik-baik dong jangan asal marah-marah begitu, Memangnya kamu pikir aku ikhlas jika tubuh kamu dilihat sama orang lain?" goda Alex membuat Selina tersipu malu karena ternyata sudah salah pengertian.


" ya Siapa suruh kamu kalau ngomong langsung aneh lebih dulu setelah itu baru memaksa orang untuk berpikir jadi jangan salahkan dong jika aku mencurigai sesuatu yang tidak jelas?" Selina mana mau disalahkan padahal memang sebenarnya Alex yang salah.


" jadi gimana sayang kita ke dalam dulu kah sambil menunggu mereka keluar, daripada kita jadi obat nyamuk padahal Ada hal penting yang bisa kita lakukan?" bujuk Alex membuat Selina menatap Jengah ke arahnya.


" aku tidak berminat Tuan Roberto, jika memang keadaan terlalu mendesak kamu ke kamar mandi saja kayaknya persediaan sabun cair lagi banyak deh!" ujar Selina yang bahkan tanpa sadar jika Alex sedang menatap kesal ke arahnya.

__ADS_1


__ADS_2