
HAII READER KU TERSEYENG
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
LANJUT ****
Selina hanya menggelengkan kepalanya,suaminya itu memang benar benar membuatnya spot jantung.
"Dasar tua bangka yang tak punya malu,main lepas sembarangan saja kain penutup itu.Lama lama tidak sadar bakal nanti ,melepaskan nya di depan umum,"gerutu Selina kesal.
"Sayang aku ini pria muda yang daya ingatnya masih Tinggi sekali,lagian kamu ihklas jika aset berharga milik nya kamu dilihat sama orang lain?" Goda Alex .
"Pake pakaian yang cepat,tingkah kamu sudah seperti anak gadis tau tidak.Yang biasanya pake ini alas itu,jadinya hancur rusak habis semuanya," Omel Selina lagi.
"Aku itu bingung lho Yang sama kamu,cantik iya manis apa lagi tapi kasihan cara marah suami nya Beh parah,"Ucap Alex tanpa beban.
"Oh jadi kamu sekarang menyesal karena punya istri seperti ku?" sinis Selina lagi.
"Nah itu lihat kan,aku nya ngomong apa kamunya ngamuk karena apa?" Tanya bingung.
"Jangan banyak bicara kamu,Ayo jalan biar pake tuh boxer saja.Biar semua orang lihat,ternyata Alex Roberto itu Mesumnya akut!" sindir Selina karena sudah jengah melihat semua perbuatan Alex dihadapanya kini.
"Kenapa ya,di dunia ini kaum pria yang selalu salah?padahal jaman dulu itu kaum pria itu raja,bahkan ya kalau suaminya ngomong gini. Ayo layani aku sekarang buat aku puas,kalau tidak aku bakal cari yang baru!" Ucap Alex mengikuti gaya bicara orang jaman dulu yang membuat Selina mengambil sandal nya dan menampok kepalanya.
Bugh,,
"Heii kasih perumpamaan itu sadar diri,sekarang bukan hidup dijaman batu jadi kalau bicara asal saja tanpa peduli perasaan orang lain.Terus kamu itu omongan nya selalu saja lari kebegituan,lama lama kusleding beneran deh!" Gerutu Selina karena bayangkan saja.
Membangunkan Alex pake proses,mandi pake drama ganti baju apalagi. Terus waktunya untuk serius kapan,masa iya sampe kucing bertanduk dulu baru kelar.keburu Koit deh,terus tidak akan ada faedahnya sama sekali.
"Kita disini itu buat jagaian anak sakit,Bukan untuk nostalgia lagu lawas nya milik kamu itu. Lagian nih ya,kamu itu pria tapi aduh mama sayangeee mulut ngalahin emak emak kalo nonton sinetron ikan terbang," Omel Selina.
"Maaf Yang,jangan marah marah terus dong.Hidup ini itu dibawah santai saja,jangan terlalu tegang cukup aku saja yang tegang," goda Alex yang ternyata otaknya benar benar terkontaminasi bakteri apakah itu author saja pusing mikirnya.
__ADS_1
"Ya sudah ayo istriku tercinta dijagat raya ini kita keluar," ajak Alex sambil memasang senyum terbaiknya membuat Selina yang marah marah tadi berubah jadi manis.
"Hemm baiklah!" Sahut Selina.
Keduanya kini masuk didalam ruangan tempat Rafa dirawat,Terlihat Dokter dan suster sedang berada disitu sedangkan Alina tepat berada disamping Rafa.
"Pagi...
"Pagi Tuan." Sahut Dokter yang walaupun sibuk bekerja tapi tetap menyempatkan diri menyapa pemilik rumah sakit itu.
"Pagi Juga Uncle!" Sahut Mikael membuat Mood Alex yang tadi indah bak bunga yang sedang bermekaran langsung layu bagaikan disiram air panas.
"Kamu!!
"Shut diam!" Selina langsung membentak Alex karena ia yakin suami rempongnya itu pasti akan mengajak Mikael berdebat.
Kalau cari Lala Oh tenang saja,dia kini sedang terdampar manis di samping Mikael.
Gadis mungil itu bahkan mematikan ponselnya,karena tak ingin diganggu Ibunya di rumah.
"Sudah bisa dihubungi Bu?" Tanya Pak Eko kepada istrinya.
"Boro boro dijawab,yang ada malah selingkuhan nya yang selalu setia menjawab panggilan semua orang dua puluh empat jam," gerutu Mira yang mengingat kesetiaan operator yang selalu menjawab sepanjang waktu.
Nomor yang anda hubungi sedang berada diluar udara atau sedang tak terjangkau atau bila anda ingin menyusulnya segera booking tiket Roket luar angkasa.
Nah begitu kan kurang lebih perkataan mereka..
Sementara itu Xaver yang melihat tingkah Lala yang genit,langsung menarik kerah baju gadis itu agar segera menjauh.
"Kamu itu masih kecil,belum pantas sok cantik apalagi sok dewasa.Lebih baik pulang sana,belajar masak air dulu gosong apa nggak!" Ucap Xaver setengah berbisik.
"Kamu itu kenapa sih,sukanya sibuk melulu dengan urusan pribadiku.Yang bakal ngejalanin hidup kan aku,bukannya kamu yang sok akrab;" Omel Lala setengah berbisik pula.
"Gadis,Ayo kita pergi cari makan!" Ajak Mikael yang jengah melihat Alina yang dari tadi setia berdiri di samping Rafa tanpa berpaling sedikitpun.
__ADS_1
"Ishh kamu itu kenapa sih,kalau mau makan ya jalan sendiri sana pake panggil segala." Kesal Alina yang melihat Mikael dari tadi bukannya pulang eh malah nempel dipojokan terus.
"Sayang kamu sini dong jangan jauh jauh," panggil Rafa yang melihat tatapan penuh harap dari Mikael.
"Bocah kamu itu bisa menjauh dari sini tidak,atau kamu mau saya panggil truck untuk derek kamu!" Ujar Alex tajam tapi setengah berbisik.
"Jangan marah Uncle peace,nanti cepat beruban lho," sindir Mikael.
"Kalian kenapa bisik bisik segala?" Tanya Selina bingung.
"Ahh tidak ada kok Aunty." Sahut Mikael sok akrab.
"Jadi gimana dok keadaan nya?" Tanya Alina penasaran setelah pemeriksaan telah selesai.
"Keadaannya sudah mulai membaik,hanya belum bisa pulang.Karena harus diamati setiap waktu,sebab benturan dikepala Tuan Muda sangat kuat jadi kita takut nanti kenapa napa."Jelas Dokter itu.
Jika semua nya menganggukan kepala tanda setuju,berbeda dengan Alex yang akan mulai pecah otak bertambah hari lagi dirinya puasa.
"Oh Nasib nasib,padahal sudah Satu kali dua puluh empat jam aku puasa.Eh malah ini mungkin bisa bertambah lagi,kalau begini Mah lama lama kubangun hotel kedap suara di rumah sakit ini," Batin Alex frustasi.
"Ayah kenapa,kelihatannya lagi mikirin Sesuatu?" Tanya Alina heran.
"Bukan hanya memikirkan sesuatu melainkan dua sampe tiga hal." Sahut Alex pelan.
"Apa?
"Kepo,anak kecil tidak boleh tau!" Kesal Alex ketika Mikael juga ikut menimpali.
"La,kamu nggak pulang?" Tanya Alina bingung.
"Nggak!" Sahut Lala singkat.
"Lho kenapa?" Tanya Alina lagi.
"Soalnya aku kan lagi ngapelin cowok tampan;" ucap Lala sambil tersenyum kearah Mikael yang malah bergidik ngeri melihatnya.
__ADS_1
"Kamu bisa tidak jangan lihat saya seperti itu,soalnya saya Alergi sama kamu," sindir Mikael yang sebenarnya sudah tak nyaman dengan kelakuan Lala tapi demi Alina ulat bulu sekalian pun akan ia ladeni.