
HAII READER KU TERSEYENG
BAGII VOTE DONG...
KALAU UDAH BAGI VOTE AUTHOR BAKAL CRAZY UP DEH....
PLISSSSSππππππ
ππππππππππ
LANJUT ***
Devan yang lagi dongkol dengan Rivan ,hanya mendengus kesal. Namun Selina yang tak ingin kesalah pahaman terjadi pun akhirnya angkat bicara.
" Nanti kita ngobrol di kafe kebetulan aku lapar,dan aku mohon Tuan Devan dan kamu Mas Rivan mau ya.Karena ada sesuatu yang sangat penting ,tapi ketemuan di kafe dan maaf tak ingin orang lain ada di apartemen ku.Apalagi itu adalah seorang pria, maafkan aku karena memang harus mengatakan hal ini". Pinta Selina saat ketiganya akan meninggalkan ruangan tersebut.
Rivan dan Devan tak membantah, keduanya setuju dengan permintaan Selina.Namun tak bisa di pungkiri ,jika keduanya berpikir keras apa gerangan yang ingin di bicarakan oleh Selina.
Setelah melalui perdebatan yang lumayanlah menguras emosi,dan juga kesabaran akhirnya mereka pun pulang.
" Lina kamu ikut mobil aku Ya". Pinta Rivan
__ADS_1
Mendengar tawaran Rivan kepada Selina ,membuat Devan kesal.Ia pun tak mau tinggal diam saja,karena biar bagaimanapun ia juga ingin mengantar Selina pulang.
"Ehh enak saja kamu nggak bisa begitu dong,aku yang bawa dia kesini itu artinya pulang nya juga harus bareng aku". Ujar Devan sambil menatap tajam kearah Rivan.
" Lha kalau tadi aku tahu dia bakalan sakit ,ya so pasti bakalan antar dia kesini. Dan juga tak kan membiarkan kamu,mengantar dia kerumah sakit ". Sahut Rivan tak mau kalah.
Namun keduanya tak sadar jika ,ada seorang yang tengah memandang tajam kearah mereka. Selina tak menyangka jika kedua pemilik perusahan ,yang terkenal dingin serta cuek.
Tapi kini dengan tak tahu malunya ,tengah berdebat di hadapannya. Selina bahkan sampai menggelengkan kepalanya ,karena menatap pria hello kitty itu.
" Stopp aku mau pulang naik taksi saja". ketus Selina dan langsung pergi meninggalkan keduanya yang tengah menatap heran kearahnya. Namun sepertinya belum konek,jika kini Selina tengah merajuk ke mereka.
Setelah kesadaran keduanya kembali ,mereka pun mengejar Selina yang tengah menunggu taksi.
Namun Rivan yang tak ingin di salahkan ,tak kalah menuduh Devan balik.
" Enak saja nyalahin aku,itu semua gara gara kamu karena nggak mau mengalah ". Ujar Rivan sambil terus berjalan mendekati Selina.
" Kamu tuh yang keenakan ,masa aku harus mengalah terus "? Ucap Devan. Karena keduanya makin mendekat ,jadi Selina mendengar jelas perdebatan keduanya. Ia memandang jengah kearah keduanya ,kalau ada pintu kemana saja milik doraemon ia ingin menghilang dari tempat itu sekarang.
"Lina maafin Mas ya,jika buat kamu marah.Tapi plis pulang nya bareng Mas saja,biar hati Mas tenang ". Pinta Rivan memelas.
__ADS_1
" Kamu pulangnya sama aku ,biar bagaimanapun aku bos kamu jadi harus menuruti kemauan ku".Ujar Devan tegas entah mengapa ia mengucapkan perkataan seperti itu kenyataannya Padahal dalam hati hendak berkata Lain,tapi hari ini kinerja otak dan mulutnya tak bisa di ajak sama.
" Ya sudah kalau seperti itu ,Mulai hari ini Selina bukan lagi pegawai kamu karena di berhenti bekerja. Semua kebutuhannya aku yang akan penuhi,dan sudah tak ada lagi urusan kamu dengannya". Rivan menimpali perkataan Devan ,ia paling benci dengan orang yang menggunakan kekuasaan untuk menindas yang lemah.
Devan hanya tertunduk lemas ,melihat Selina sudah di bawah pergi Rivan ke mobilnya.Namun senyuman kembali merekah di.wajahnya saat Selina memanggil namanya ,bahkan akan menunggu nya di kafe Glory.
" Tuan aku dan Mas Rivan akan menunggu anda di Kafe Glory". Ujar Selina sambil berjalan mengikuti Rivan yang tak mau melepaskan pegangan tangannya sama sekali.
" Mass aku kalau jalan ,di pegang begini rasanya seperti anak kecil baru belajar jalan deh".Ucap Selina sambil tersenyum.
Rivan yang tadi masih kesal kepada Devan ,langsung menghentikan langkahnya dan menatap Selina .
" Kamu lupa ya,kalau ternyata kamu itu memang anak kecil. Jadi harus di jaga,apalagi yang sedang tidur manis di perut kamu". Sahut Rivan
" Hehe tapi kan nggak perlu selebay itu dong".Selina sambil tertawa kecil.
Keduanya sudah masuk kedalam mobil ,menyisakan seorang pemuda tampan yang menatap nanar kearah keduanya.
Devan memilih mengikuti mobil yang di naiki Selina dan Rivan. Rivan memang bukan asli negara ini,namun karena kebiasaan mengunjungi nya.Oleh sebab itu ia sudah tak asing,dengan seluk beluk nya.
Selina sedari tadi dalam mobil ,hanya terdiam memikirkan kata yang tepat yang akan ia sampaikan nanti. Selina tak ingin menjadi orang yang egois,dan tak tahu bersyukur.
__ADS_1
Sebab baginya ia terlalu serakah ,dan orang yang lupa akan yang namanya dosa.Di rumah sakit tadi ,ia berpikir akan menolak semua perhatian yang di berikan Rivan dan Devan.
Karena baginya bergantung hidup pada pria asing,yang bukan suaminya hal tersebut adalah dosa.