
HAII READER KU TERSEYENG
VOTE NYA DONG ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
AUTHOR KAN SUDAH BILANG BAKALAN CRAZY UP KALAU DI KASIH DUKUNGAN..
LIKE NYA JUGA YA🤗🤗🤗
LANJUT ***
Setelah Selesai memesan makanan,Selina kembali ke ruangannya dan bersamaan dengan Rivan juga muncul. Selina merasa bersalah karena sudah mengatai Rivan stress ,ia kemudian tersenyum dan mengajak berbicara.
" Mas marah ya tadi aku katain"? Tanya Selina tak enak hati.
" Nggak aku malah senang karena kamu mau bercanda dengan ku,meskipun kata katanya sedikit membuat hati terluka tapi tak infeksi".Sahut Rivan sambil tertawa kecil.
" Ishh dari dulu nggak pernah berubah,ngomong nya sembarangan saja maklumlah sudah talenta ". Ketus Selina
" Iya memang bahkan sampai sekarang rasa untuk kamu pun tak berubah juga,bahkan tambah bersemi". Sahut Rivan sambil menaik turun kan alis nya.
Keduanya bercanda sampai masuk kedalam ruangan Selina,dan tak sadar jika ada sepasang mata sedang menatap keduanya.
Sepertinya ada yang terbakar tapi bukan api, ada yang terluka tapi tak berdarah..
" Nih orang lama lama bakalan ku lenyap kan betulan nih,sukanya main nyosor saja sudah tahu itu bini nya aku". Kesal Alex dalam hati.
__ADS_1
Setelah sampai di ruangan tersebut ,Selina langsung mengambil Alina dari pangkuan Alex karena tak tega dengan keadaannya.
" Sini ku gendong ,biar kamu bisa istirahat kakinya". Pinta Selina
" Iya juga sih maaf jika tak berguna untuk kalian ,sekali lagi maafkan aku"..Lirih Alex merasa bersalah.
" Ya ampun Ayah sudah ah ,jangan bicara lagi nanti ngomong lebih ngelantur lagi ". Sahut Selina yang merasa tak suka mendengarnya.
" Iya Lex kamu itu kalau ngomong sembarang terus,selalu ada harapan di setiap masalah jangan putus asa lah". Rivan menimpali
Ia bukan tipe pria yang selalu menggunakan kesempatan yang ada,karena itu baginya hanya perbuatan pria pengecut.
Alina akhirnya di tidurkan Selina di dalam kamar yang ada di ruangan tersebut ,setelah itu tak lama makanan pesanan Selina datang.Semuanya takjub dengan makanan yang ada di atas meja,karena ternyata jauh di tanah orang masih tetap bisa menemukan makanan negara sendiri.
" Wow Nyonya anda menyiapkan semuanya disini untuk kami ,ah aku jadi tersipu". Ujar Ben semangat tak sadar jika Tuan nya kini hendak menerkamnya.
" Hehe Tuan maafkan mulut ku yang tak ada akhlak ,Nyonya maafkan aku". Ucap Ben sambil tersenyum kikuk.
Ah nasib punya bos sedang masa puber, di ganggu milik nya dikit langsung taring nya keluar.
" Memangnya kamu kenapa Ben,perasaan tadi kamu ngomong nggak ada yang salah.Tapi aku restoran ini sebenarnya menyiapkan kuliner indonesia ,jadi pasti dengan mudah mendapatkannya disini". Jelas Selina
" Makasih ya Lina ,maaf jika jadi nya kamu bakalan tekor dikit karena kami akan menghabiskan yang ada disini".Ujar Rivan bersemangat
" Iya Mas makan saja aku ikhlas ,apalagi orang yang lagi kelaparan takutnya pingsan ".,Ejek Selina
__ADS_1
Rivan menatap Selina dengan mengeryitkan keningnya ,padahal ia kira tadi bahasanya mungkin sedikit lebih bagus sedikit .
" Astaga kamu tega sekali ,kita di samakan dengan orang kelaparan ".Lirih Rivan.
" Haha iya Maaf ya Mas,jadi mau makan apa biar aku ambilkan ". Tawar Selina sambil menatap kearah Rivan.
Alex merasakan dirinya sebagai suami yang tak di anggap ,karena istrinya bercanda dengan pria lain di depannya. Ia hanya memandang keduanya tanpa ekspresi ,Alex benar benar merasa menyesal karena membuat Selina merasa diri nya seperti orang lain.
Rivan yang menatap kearah Alex,sangat tahu jika dirinya telah membuat Selina melupakan Suaminya. Ia merasa sangat tak enak hati,karena sudah menambah jarak antara keduanya.
" Lina Mas bisa kok ambil sendiri,kamu layani suami kamu itu saja". Ujar Rivan pelan tak ingin Alex merasa tak nyaman.
" Astaga Sayang maafkan aku,kamu mau makan apa aku ambilkan Ya". Sahut Selina terkejut hingga tanpa sadar memanggil Alex dengan sebutan Sayang.
Jika karena sebuah kesalahan kamu mengingat ku, aku ikhlas jika harus menahan sakit hati tiap hari.Jika panggilan tersebut saat kamu tak sadar, aku senang karena hal itu membuktikan jika sudah ada aku di hatimu walau sedikit.
Alex tersenyum mendengar panggilan tanpa sadar Selina tadi,ia langsung dengan antusias minta di layani istrinya itu.
" Aku mau semuanya asalkan kamu yang ambilkan ".Ujar Alex semangat.
Rivan dan Ben hanya menatap keduanya ,dan langsung mengambilkan makanan untuk diri mereka sendiri.
Setelah melayani Alex,dan meletakkan semua makanan di pangkuan nya.Selina langsung duduk di samping Rivan ,dan ia meletakkan sepotong daging bakar ke piring nya Rivan.
" Nih Mas makan yang banyak ,biar cepat gede masa badannya seperti itu terus ". Ejek Selina
__ADS_1
" Astaga layani orang yang ikhlas dong eneng,belum juga di telan langsung di ejek". Ucap Rivan.