
HAII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT ^^^
Alina terlihat sangat kesal karena sepanjang perjalanan Lala selalu saja menggodanya,padahal dirinya lagi tak ingin berdebat dengan semua kekonyolan yang dilakukan Lala.
"Untung juga hanya kamu satu satunya sahabatku kalau tidak sudah kudepak jauh jauh," kesal Alina.
Namun sayang semua itu tak didengar oleh Lala,karena sudah masuk kedalam rumah yang tersisa hanyalah Alina masih dalam mobil untuk kembali kerumahnya.
Sesampainya dirumah terlihat keadaan sepi,ia yakin kedua orang tuanya sedang ada urusan diluar yang tak mungkin ditinggalkan.
"Huft coba kalau ada Abang,pasti aku bakal ada teman buat ngobrol," gumam Alina sendu sambil menatap kearah pintu kamar Rafa yang dulu selalu ditempati sang Abang.
Rafa semenjak memutuskan untuk kuliah diluar negeri,tak sekalipun kembali kerumah ini. Entah apa yang membuat pemuda tampan itu tak pernah pulang,padahal jika menyangkut tiket atau transportasi sungguh keluarga mereka tak pernah kekurangan sedikitpun.
Alina memutuskan untuk masuk dan istirahat dalam kamar Rafa,entah mengapa hari ini ia sangat merindukan Rafa.mungkinkah akibat dari perbincangan mereka tadi pagi,yang sungguh jauh dari kesan harmonis.
"Maafin aku Bang,jika tadi marah marah nggak jelas," gumam Alina bermonolog.
Tanpa Alina sadari jika Rafa sedang tersenyum menatap wanita cantik yang sedang tertidur di ranjangnya itu.Tadi setelah mendapatkan laporan dari Lala,pria tampan itu serasa memenangkan jakpot yang bernilai fantastis.
Iya,Lala adalah orang yang dibayar sekaligus menjadi pengawal Alina saat berdekatan dengan pria lain. Ia tak mau kecolongan jika lengah terhadap Alina,bukan rahasia umum lagi jika wanita cantik selalu saja menjadi incaran banyak pria.
Rio,adalah salah satu kesalahan fatal yang dilakukan Rafa,bagaimana tidak Rio merupakan kekasih pertama Alina disaat dirinya sedang mencoba meredam perasaanya.
"Kamu cantik dan tak kan ku lepaskan walaupun Ayah sama Bunda melarangnya. Karena bagiku kamulah segalanya,dan tak kan pernah tergantikan." gumam Rafa sambil tersenyum.
Masih membekas dalam ingatan pemuda tampan itu,perkataan sang Ayah yang menolak mentah mentah Rafa menjadi suami dari Alina.
Bukan karena tak sayang atau apa tapi Alex tak ingin hubungan adek kakak itu hancur hanya karena perasaan yang mereka milikki.
Tak ada didunia ini dengan sebutan mantan adik atau pun Kakak,tapi kalau mantan suami istri atau kekasih itu pasti ada.
Rafa berjanji setelah merasa dirinya layak,ia akan menemui Alex dan meminta restu.terlepas dari Alina yang mau atau tidak,itu semua tergantung dari perjuangan Rafa untuk mendapatkan hati wanita cantik itu.
__ADS_1
Rafa terpaku pada wanita cantik yang sedang tertidur,wajah yang tetap terlihat cantik walaupun dalam keadaan terlelap.Membuat mata yang memandang tak ingin berpaling kepada yang lain,hingga tetap menatap kearah nya saja.
Rafa menatap intens bibir merah yang menantang dirinya selalu untuk mencicipinya,jiwa kelelakiannya seakan berontak jika berkaitan dengan Alina.
Ia selalu bersolo karier menggunakan sabun dan tangan,tapi sambil membayangkan jika itu semua yang melukan adalah Alina.Parah kan otak Rafa,tapi mau bagaimana lagi karena dirinya normal dan sudah pantas melakukan *** ***.
Rafa kini berusia 28 memasuki 29 waktu ia kuliah telah berusia 20 tahun dan Alina masih 10 memasuki 11 tahun jadi Sudah bisa dong author ajarin aselole nya biar Bang Rafa ada teman duetnya.
Terkadang sikap Rafa yang hanya setia pada Alina selalu disalah artikan jika sesama menyukai tongkat. Padahal tidak dirinya pria tulen yang suka masuk pintu depan bukan pintu belakang 🤣🤣..
Pria tampan,macho dan six pack pasti identik dengan perilaku menyimpang,woi sadar ini bukan cerita LGBT melainkan Aku Wanita Terhebat.
Rafa melanjutkan pekerjaannya,karna sebentar lagi ia ada janji temu dengan klien penyuplai bahan baku dipabrik milik perusahan Kakek Leonard.
Ia sebenarnya malas karena klien tersebut adalah seorang wanita nekat,yang selalu saja berpakaian setengah jadi yang kekurangan bahan.
Tapi karena demi profesi ia harus mengesampingkan egonya,maklumlah yang bertahan hidup dari pabrik itu bukan satu atau dua orang saja.
Tok tok tok
"Masuklah,Vicko," ujar Rafa dengan suara Baritonnya yang seksi.
"Permisi Tuan,sudah waktunya kita bertemu Miss Lora," ujar Vicko.
"Sipp Bos,anda tak usah khawatir karena Vicko selalu tahu kapan harus bertindak." Sahut Vicko percaya diri.
"Baguslah karena calon istriku lebih dari segala galanya,aku tak ingin dia berpikir macam macam karena jika hal itu terjadi bakal lebih berat perjuanganku kedepannya," ucap Rafa yang membuat Vicko menatap heran kearahnya.
"Katanya calon istri,tapi kok malah berbicara mengenai perjuangan seperti baru mulai pendekatan saja," gumam Vicko dalam hati.
"Ayo jalan atau kutinggalkan," ujar Rafa tegas yang sebenarnya kesal karena asistennya itu malah bengong dihadapanya sekarang.
"Ehh iya Baik Tuan." Sahut Vicko gugup karena telah membuat bosnya menunggu.
Kini mereka memasuki sebuah restoran bintang lima yang terkenal ditempat itu,keduanya memasuki ruangan VIP yang sudah dipesan untuk kenyamanan saat meeting berlangsung.
Rafa bukan tipe orang yang suka suasana ramai,ia lebih menikmati kesendirian yang baginya merupakan Zona teraman baginya kini.
"Permisi Tuan Roberto silahkan ikut saya kedalam,karena kebetulan Miss Lora didalam," sapa asistenya Lora yang ditugaskan untuk menunjukkan tempat yang dimaksud.
"Oh tak perlu,karena aku sudah tahu tempatnya jadi tak perlu merepotkan dirimu Nyonya," tolak Rafa yang sebenarnya merasa sakit mata melihat penampilan wanita setengah baya yang berada dihadapannya kini.
Vicko menatap jijik kearah wanita yang terlihat bibirnya merah seperti cabe rawit merah,dan belahan dadanya seperti kelapa muda yang tergantung dari tandannya.
"Dasar wanita murahan dia pikir aku dan bos bakal tergoda,sorry di diskon pun si joni bakal tak berdiri dan mau diajak bertempur," gumam Vicko dalam hati.
__ADS_1
"Ya ampun tuan sama Asistenya sama saja seksi sekali,ah andai saja saat tidur dipeluk mereka? Aku pastikan agar tak ada hari esok,yang ada waktu kuminta untuk berhenti berputar," batin wanita itu.
"Permisi Miss maaf jika kami telat," ujar Vicko yang membuka percakapan.
"Oh tak apa aku wanita penyabar kok,jadi biarpun disuruh menunggu sampai pakaian ku basah semua aku ikhlas." Sahut Lora yang perkataan nya ibarat jauh panggang dari api.
Vicko bicara apa dia nya menyahut apa membuat malu kaum wanita,yang tidak semuanya berperilaku seperti itu.
"Bisakah kita mulai meetingnya?" Tanya Vicko yang mengingat jelas permintaan bos nya tadi.
"Bisakah jangan terlalu formal bukankah sebentar lagi waktunya pulang?" Tanya Lora balik kepada Rafa yang dari tadi terlihat datar tanpa ekspresi.
"Apa anda lupa tujuan kita duduk diruangan ini,dan satu lagi sebagai rekan yang hanya untuk berbisnis jadi otomatis harus berbicara formal." Tegas Rafa yang sudah mencoba bersikap sabar tapi tetap saja Lora memancing kesabarannya dari tadi.
"Ahh anda bisa saja Tuan,padahal kita sama sama single jadi untuk apa buru buru pulang karena dirumah juga tak ada yang menunggu," bujuk Lora lagi.
Sungguh Unfaedah...
"Oh itu menurut anda Miss,karena menurut pengetahuan saya kalau dirinya sedang ditunggu oleh calon istrinya dirumah," Vicko menimpali perkataan Lora agar bisa menjaga sikap.
Lora yang merupakan wanita arogan mengepalkan tangannya dibawah meja,ketika melihat kelancangan yang dilakukan Vicko kepadanya.
Jika bukan karena menjaga image nya dihadapan Rafa,sudah dipastikan segala penghuni kebun binatang dan kalimat umpatan sudah mencuat dipermukaan.
Rafa selalu bersikap profesional kepada siapa saja tanpa terkecuali,tapi setiap kesalahan tak ada namanya toleransi karena berhubungan dengan Jutaan dollar.
Setelah membahas segala sesuatu selama satu setengah jam,kini Rafa dan Vicko hendak pulang tapi lagi dan lagi tanpa malu Lora menahan mereka.
"Oh ayolah Tuan,temani aku makan dulu ya tak enak makan sendirian saja," bujuk Lora dengan senyuman mematikan nya.
"Terima kasih tawarannya tapi sungguh aku tak berminat,karena menurutku makanan rumah lebih bergizi," tolak Rafa.
"Wow,kalau begitu sekali kali ajak aku mampir dong biar ikutan makan," pinta Lora.
Tak tahu malu kau si loreng loreng...
"Aku tak bisa makan jika berdekatan dengan orang asing," sindir Rafa dan langsung pergi dari situ.
Lora merasa tertantang memiliki Rafa,pria dingin tegas dan datar tapi sangat menawan.
"Sial,memangnya aku kurang apa sih?" Kesal Lora sesaat setelah Rafa dan Vicko pergi.
"Iya benar sekali Miss,padahal anda adalah definisi kesempurnaan itu atau mungkin mereka itu tidak normal?" Tanya Sang asisten yang langsung mendapatkan pelototan dari Lora.
"Sembarangan saja kalau ngomong,apa kamu tidak dengar kalau tadi calon istrinya sedang menunggu dirumahnya.Aku jadi penasaran seperti apa wajah orang yang sudah bisa menaklukan hati nya,tapi aku tak boleh kalah ," ujar Lora dengan tersenyum devil.
"Ya sudah kau suruh mereka urus semua makanan ini,karena nafsu makan ku sudah hilang dan sekarang aku lagi ingin digoyang para Gi**lo ku yang seksi itu," ucap Lora sambil tertawa.
__ADS_1
Ia memang seorang maniak **** yang tak bisa hidup tanpa memuaskan area dibawah pusarnya itu.Ia adalah seorang wanita yang ketagihan untuk selalu melakukan hal itu,hingga rela membayar beberapa pria yang mempunyai pekerjaan memuaskan wanita wanita kesepian.