
Like N KOMENNYA
LOPE U FULL
LANJUT ***
Selina yang tengah asyik berbincang dengan putrinya merasa heran ketika tidak melihat jagoan di dalam rumah itu, entah Dimana keberadaan putranya itu membuat dirinya penasaran.
" adek selama bunda sama Ayah jalan kamu baik-baik kan sama Abang di rumah, Soalnya dari tadi kok Bunda penasaran Abang dimana sih Ih kok enggak kelihatan sama sekali? " tanya Selina memastikan membuat Alina menatap heran ke arahnya.
Kok bisa tiba-tiba Selina punya pemikiran aneh seperti itu, Padahal selama mereka pergi Alina dan Rafa tidak pernah menelepon sekedar mengadukan keadaan mereka' ada saja orang tua zaman sekarang mengkawatirkan sesuatu yang tidak berdasarkan yang jelas.
" Bunda maksudnya apa yang ngomong seperti itu, Aku bingung jawab apa nanti soalnya pertanyaannya aneh sekali?" bukannya menjawab Alina malah bertanya balik karena memang apa yang dikatakan oleh Selina itu sangat tidak masuk akal.
" kamu ini bukannya menjawab pertanyaan orang tua malah balik bertanya, Bunda kan tanya kok abang tidak kelihatan jadi selama Kami pergi kalian baik-baik saja kan di sini gitu maksudnya! " jelas Selina membuat Alina ingin sekali tertawa karena ternyata memang benar setiap orang tua itu selalu saja mengkhawatirkan sesuatu yang sangat berlebihan terhadap anaknya padahal tidak terjadi apa-apa coba kalau terjadi apa-apa bisa lebih panjang urusannya.
" ya Bunda juga kalau kasih pertanyaan aneh Abang kan jam begini masih bekerja, Jadi kalau dia belum pulang ya artinya belum kelihatan toh di rumah ini?" sahut Alina membuat Selina Akhirnya ingat jika sekarang masih jam kantor Lagian mereka juga tidak memberi kabar tadi ketika hendak Pulang makanya putranya itu tidak tahu menahu sama sekali.
" Leonard nggak ikut Bunda ke sini, soalnya aku kangen banget sama dia? " tanya Alina memastikan.
" Opa masih mengurus urusan Ayah di sana yang lagi sedang bermasalah, mungkin Nanti kalau kalian mau menikah baru dia datang! " jelas Selina membuat Alina kebingungan.
" kalian sudah pulang kalau masalah disana belum beres es dan aku mah bukannya waktu itu saat mau pergi Katanya di sana lagi bermasalah jadi ayah sama Bunda pergi mengeceknya? Kenapa hasil akhir kalian pulang lebih dulu terus membiarkan Oppa yang mengurus semuanya, Apa kalian tidak kasihan sama Opah yang sudah tua seperti itu masih bisa dipaksa buat bekerja terus setidaknya mengerti dong sama keadaannya dia yang sudah tua? " tanya Alina Yang Tak habis pikir dengan sikap orang tuanya itu karena sesuatu yang dilakukan itu tidak sesuai dengan rencana mereka dari awal karena kalau seperti begitu jadinya lebih baik tidak usah jalan sekaligus Daripada sama saja hasil akhir tetap Leonard yang bakalan turun tangan.
" kamu pikir Ayah sama Bunda bisa meninggalkan kalian berdua lama-lama di sini Siapa sih yang tidak tahu dengan pemikiran kalian itu pasti bakalan menggunakan Kesempatan Dalam kesempitan, Jadi sebelum hal yang tidak diinginkan itu terjadi lebih baik Kami mewaspadai lebih dahulu karena kami juga tidak ingin sesuatu terjadi akibat dari kata liburan kami sendiri! "apa yang dikatakan oleh Selina itu membuat Alina ingin sekali tertawa karena ternyata perbuatan mereka berdua itu menjadi bahan kewaspadaan orang tua mereka.
" ih kalian pikir Kami anak kecil apa segala sesuatu harus dikasih ingat seperti itu, Ya sudah kalau kayak begitu kewaspadaan kalian mendingan Ayah sama Bunda cepatan urus pernikahan kami biar kalau mau jalan pergi berlibur Berapa lama pun suka-suka kalian! " goda Alina membuat Selina mendengus kesal.
"Dasar plin-plan tadi ngomongnya tidak tega sama Opah sekarang setelah mendengar hari itu langsung semangat 45 Dasar anak tidak tahu diri sukanya Bikin kesal orang tua saja!" Sungut Selina tapi dianggap angin lalu oleh Alina karena menurutnya mulut Bundanya itu memang dari dulu sampai sekarang tidak pernah direm kalau saat mau berbicara jadi untuk apa juga dirinya harus ambil pusing toh itu sudah kebiasaan di rumah pasti bakalan susah di hentikan.
"Ye kenapa kami yang malah disalahkan,bukan nya itu semua karena perkataan Bunda barusan kalau mencemaskan aku sama Abang bakal melakukan hal yang tidak tidak ?" Kesal Alina karena selalu saja melakukan hal yang biasa saja tapi di tanggapi dengan luar biasa oleh Bunda nya itu.
__ADS_1
"Kalian lagi bicarakan apa sih,kelihatan wajahnya pada kusut semua?" Tanya Alex yang baru saja datang dari kamar.
"Ini Tuh Anak nya Ayah selalu saja membantah apa yang dibilang sama Bunda!" Ketus Selina sambil menatap tajam kearah Alina.
"Lho kok anak Ayah saja,memangnya Bunda kemana sana kita lagi program pembibitan?Perasaan Bunda yang memimpin deh waktu itu,jadi harusnya bilang anak kita bukan Anak Ayah saja!" Perkataan Alex yang begitu lurus tanpa memikirkan keberadaan Alina membuat Selina menjadi kesal sendiri.
"Kamu itu kenapa sih bicaranya tanpa disaring terlebih dahulu,memangnya kamu pikir dunia hanya milik kamu saja apa?" Ujar Selina sambil menatap horor kearah suaminya itu.
"Aku mau pergi saja,Oh iya aku lupa mau jelasin ke Ayah sama Bunda biar tidak salah paham.Kalau selama kalian itu pergi aku mengajak Lala menginap disini,terus Paman Xavier juga ikutan nginap disini jadi intinya bukan hanya kami berdua melainkan ber-empat!" Jelas Alina lalu segera pergi dari situ dengan tanpa mendengar jawaban yabg mau diberikan oleh Selina.
"Itu anak kenapa lagi,bukannya mendengar penjelasan Orang tua dulu malah main nyelonong pergi begitu saja?Dia pikir yang duduk disini tuh anak kecil apa,jadi tidak ada rasa hormat sama sekali?" Selina benar benar kecewa dengan anak anak jaman sekarang susah sekali untuk diatur oleh orang yang lebih tua.
"Sudahlah Bunda,jangan marah marah dong kasihan Adek kalau kita terlalu memarahi dia.Biar bagaimanapun dia itu sedikit lagi mau menikah lho,jadi biarkan dia bermanja manja dulu nanti setelah itu barulah biarkan dia mau ngapain saja bersama suaminya !" pinta Alex yang tak ingin istrinya itu terlalu marah marah yang akhirnya darah tinggi bakal kumat kepermukaan.
"Hehe iya juga sih,oh iya hampir lupa kamu sudah hubungi Daddy kalau kita sudah sampai dengan selamat ?" Tanya Selina memastikan.
"Sudah,tapi aku kesal !" Sungut Alex membuat Selina merasa heran.
"Lho memangnya Daddy kenapa ?" Tanya Selina.
"Oh iya aku juga hampir lupa menelpon Dinda,kira kira dia di rumahnya Mas Rivan gimana!" Ujar Selina membuat Alex bertambah kesal.
"Nah Tuh kan kamu juga jadi ketularan dengan Daddy,Padahal aku ada disini malah membahas orang lain gimana sih perasaan kalian?" Sungut Alex membuat Selina gemas lalu mencium pipi suaminya itu.
"Shut,diam jangan banyak bicara nanti tambah jelek !" Ledek Selina lalu fokus pada ponselnya.
Sementara itu Adele yang sudah sampai di rumahnya Lala langsung tersenyum,karena ternyata calon besannya itu tak seburuk dengan apa yang ia pikir selama ini.
"Hallo Bapak sama Ibu,perkenalkan saya Adele Mamanya Xavier!" Ujar Adele sambil tersenyum.
"Hallo Nyonya,perkenalkan Saya Mira dan ini Suami saya Eko tapi bukan Mie lho!" Ujar Mira membuat semua orang tertawa karena merasa lucu.
__ADS_1
"Tapi tetap Ibu Naksir kan,buktinya bertahan sampai bertahun tahun!" Ledek Adele membuat semuanya tak bisa menahan tawanya.
"Yap benar sekali Mah,aku itu setuju karena selama ini Ibu selalu menjelekkan Bapak padahal kalau tidak ada Bapak dunianya serasa redup tanpa penerangan!" Lala Menimpali apa yang dikatakan oleh Adele.
"Sudah stop nanti kalau Ibu menangis karena galau,wah bisa kebanjiran kita semua!" Eko bukannya menghentikan semuanya dirinya malah membuat sesuatu bertambah parah.
"Ya sudah kalau karena kita sudah berkumpul semua disini Saya ingin menyampaikan maksud dan tujuan bertemu ibu dan bapak, Mohon maaf bila kedatangan saya kesini sempat menggoda ibu sama bapak tapi ya Saya tidak punya maksud tujuan lain seperti tidak menghormati itu dan apa-apa atau apapun itu!" Adele sempat menjeda Apa yang hendak ia bicarakan karena biar bagaimanapun sebenarnya urusan begini adalah haknya kaum pria tapi menyangkut karena statusnya janda mau tak mau Ia yang mengambil alih melakukan hal ini.
" saya tadi sempat datang ke sini hanya saja karena tidak tahu rumah ya akhirnya saya telepon Xavier buat Tunjukkan saya saya jalan pulang, Tujuan saya yaitu ingin bersilaturahmi ketemu sama ibu bapak sekedar saling mengenal karena Biar bagaimanapun Kun jadi tidak ada salahnya kalau orang tua saling mengenal." jelas Adel sambil tersenyum sedangkan Xavier deg-degan parah karena takut Mamanya itu bakalan salah ngomong dan rencananya bakalan hancur di tengah jalan.
" jadi di sudah cukup saya berbasa-basi nya dan langsung ke intinya saja, maksud kedatangan saya kesini ini yaitu melamar putri Bapak untuk jadi menantu saya kalau kalau semoga kalian setuju karena Biar bagaimanapun saya sudah merasa cocok dengan putri Bapak dia yaitu Lala!" setelah mengatakan hal itu Adele menatap kearah putranya yang juga sedang menatapnya wanita paruh baya itu merasa bangga ketika bisa melamar anak gadis orang untuk putra kesayangannya itu.
" Sebelumnya saya sangat berterima kasih karena ibu sudah memenuhi undangan saya tadi yang langsung dikatakan oleh Xavier karena biar bagaimanapun kita sebagai orang tua tidak boleh membiarkan anak-anak terlalu lama berpacaran seperti istilah zaman sekarang. karena nanti apa yang bakalan mereka lakukan di luar sana kita tidak akan tahu sama sekali sebelum dosa itu terjadi tidak ada salahnya jika membuat mereka bersatu!" Eko menatap ke arah istrinya yang terlihat seperti ingin menyampaikan sesuatu dan dirinya pun tidak pernah melarang Mira jika ingin berbicara karena Biar bagaimanapun yang merasakan sakit saat melahirkan Lala adalah istrinya itu bukan dirinya.
" kalau Boleh saya tahu maaf bukannya tidak sopan tapi ayahnya Xavier dimana ya, maaf sekali lagi jika pertanyaan saya ini terkesan tidak begitu terlalu sopan hanya saja biar kita lebih saling mengenal sebagai nanti Calon keluarga?" ternyata nerapakah juga ya menanyakan hal itu padahal suaminya Eko dan Lala tidak pernah berpikiran sampai ke situ.
Adele tertawa pelan karena ternyata Mira sangat peka dengan keadaan padahal dirinya tadi sempat melupakan mengatakan soal kebenaran tentang suaminya, beginilah kelakuannya mamak berflowers segala sesuatu pasti bakalan terlihat lebih peka padahal orang yang maksud tak menyadari hal itu sama sekali.
" Papanya Xavier sudah meninggal dari dia masih kuliah jadinya Hanya kami berdua saja yang di rumah, jadi maaf kalau saya sendiri yang yang datang melamar mengalah karena maklum janda!" jelas Adele membuat Mira dan Eko menjadi tak enak hati.
" Astaga Maafkan saya jika tadi tidak sopan, Soalnya maklum kita kan baru sekali bertemu jadinya belum saling mengenal dengan benar!" ujar Mira tak enak hati.
" santai saja jangan terlalu dibawa serius begitu lagian kalau memang tidak tahu masalahnya di mana karena itu memang kenyataan status saya janda kecuali suami saya masih ada terus saya ngomong kalau saya janda anak itu lain lagi ceritanya bakalan dipidana!" ujar Adele Sambil tertawa tapi berbeda dengan Xavier yang sudah merasa kesal.
Bagaimana tidak penjelasan dari tadi itu seolah adalah hal yang tidak ia harapkan sama sekali, karena kalau melamar orang pasti pembahasannya tentang pernikahan kok ini boro-boro mengarah kesana menyentil sedikitpun saja tidak membuat terjadi kebingungan ini kenapa tidak ada orang sedikitpun yang membuka pembicaraan itu.
" ini kok pembahasannya mengarah ke hal lain ya, Padahal tadi maksud tujuan datang ke sini untuk membicarakan soal kami? Ah Mama juga tidak peka sekali Setidaknya kalau lamaran sudah diterima ya bahas soal pernikahan, ini malah saling mengatakan hal yang tidak jelas apa tidak tahu kalau anaknya lagi pengen kawin? " sungut Xavier dalam hati.
" Ibu kok malah ngajakin bicara yang lain terus pembahasan soal kami nya apa, Dasar orang tua tidak peka padahal ini kan kesempatan bagus Kapan lagi bisa bertemu seperti ini ?" sungut Lala dalam hati yang ternyata pemikirannya tak beda jauh dari safir hanya saja Mana berani berbicara secara langsung nanti bakalan jadi bahan ledekan kedua wanita paruh baya itu.
" wajah kalian berdua kenapa Kok tidak sedap dipandang seperti begitu, Memangnya ada yang salah atau gimana? habis cemberutnya kompak sekali kita kan jadi bingung Sebenarnya kalian itu maunya apa, Lain kali kalau ada yang tidak disetujui yang ngomong saja tidak usah pakai malu segala deh? " tanya Mira penasaran membuat Xavier dan Lala Saling pandang karena Kok bisa ya wajah mereka berdua cemberutnya bersamaan.
__ADS_1
" Kenapa kalian berdua malah Saling pandang, orang tua lagi ngomong kok bukannya dijawab malah saling melepas Rindu? " kali ini Adel yang bertanya membuat Lala mau tidak mau menyampaikan apa yang menjadi untuk umatnya kalau tidak sampai Tahun Baru Imlek pun orang tua mereka tidak bakalan mengerti.
" ya Siapa suruh kalian jadi orang tua itu tidak ada rasa peka nya sama sekali, masa bahas lamarannya saja tidak ada yang bener kok malah ngegosip sekarang memangnya kalian pikir kami tidak penasaran apa? " sungut Lala ah membuat semua orang Saling pandang dan menatap kearah Xavier karena mereka yakin pasti pemikiran pria itu juga seperti Lala.