
Like N KOMENNYA
LOPE U FULL
LANJUT ***
Xavier merasa bahagia karena akhirnya Lala tidak menolak kehadirannya, makan tidak menolak jika nantinya dirinya dan Mamanya datang ke rumah mereka.
Jika seperti begini maka sudah tidak ada kendala lagi untuk hubungannya dan Lala, tinggal Bagaimana caranya menghadapi kedua orang tua wanita yang diam-diam sudah mencuri hatinya itu.
" Ya sudah kalau begitu kita temui orang tua kamu Yuk kasihan mereka ditinggal pergi begitu saja Padahal mereka sedang khawatir sekali lho sama kamu Yang selama menginap di rumahnya Nona Alina tidak pernah memberi kabar, Jadinya tadi disuruh antar ke sini Saya melihat keadaan kamu seperti apa seh tau-taunya kamu malah ngambek! "ajak Xavier.
" loh kamu kok malah menyalakan aku, ini semua gara-gara kamu melakukan hal-hal yang secara tiba-tiba tanpa memberi kabar padaku lebih dahulu! masa iya aku harus diam saja melihat hal yang tidak aku sukai seperti itu, makanya lain kali kasih kabar atau gimana gitu biar aku tidak terkejut seperti tadi! "sungut Lala kesal.
" ya mau menjelaskan bagaimana orang kamunya langsung emosi seperti begitu, kamu sadar tidak wajah kamu tadi itu saat sedang marah seram sekali mirip seperti ibumu yang kalau marah aku saja sampai panik lu tadi?" perkataan Xavier itu membuat Lala yakin jika tadi pria itu kena apes akibat mendengar perdebatan dan cara ibunya yang kalau ngomong tidak pernah berhenti.
__ADS_1
" gimana tadi saat beberapa jam ketemu sama ibu lumayan kan kan cara dia ngomong, aku yang anaknya saja sampai menyerah kalah karena dia kalau ngomong itu sulit mau berhenti walaupun keadaan mau darurat atau tidak dia mah bodo amat? " Tanya Lala sambil menahan tawanya karena memang dirinya tidak bakalan tersinggung jika membahas soal ibunya sebab itu bukan rahasia umum lagi bagaimana kelakuan wanita paruh baya itu.
Xavier hanya bisa menghela nafasnya kasar, karena jika ia membahas apa yang tadi terjadi dalam mobil bisa dipastikan Lala bakalan kesal kepadanya, jadi untuk cari aman Lebih baik diam itu emas.
" Ah tidak terlalu yang bagaimana kok Mereka terlihat santai saja, Lagian kamu pasti lebih tahu doang seperti apa jadi aku tidak perlu menjelaskan lagi soalnya takut salah ngomong!" sahut Xavier pelan.
" Memangnya kamu sanggup nanti kalau jadi menantunya ibu terus tiap hari dengerin dia ngomong melulu marah-marah enggak jelas? "Tanya Lala dengan tersenyum mengejek.
" kalau hanya soal beginian saja Aku mundur itu artinya kalah sebelum bertanding, Lagian Setiap manusia di dunia ini tidak mungkin sikapnya harus selalu sama dengan keinginannya kita. Jadi kalau dibawa santai saja pasti bakalan terasa biasa saja tergantung dari kitanya mau seperti apa!" jelas Xavier membuat Lala mengacungkan jempol pertanda setuju.
Lala akui jika semakin kesini dirinya semakin mengenal baik Xavier dan mengakui jika pria itu tak seburuk dengan Perkiraannya selama ini. memang benar kata pepatah Jangan menilai seseorang dari cover luarnya saja jika tak ingin salah mengambil langkah.
" ya Gimana nggak keluyuran kalau ditelepon Mama jika sedang nyasar. terus parahnya nyasar nya katanya cariin rumahnya kamu, daripada bakalan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan Lebih baik aku cari aman saja kan? soalnya gimana jadinya kalau sampai Mama ngomong yang tidak-tidak kalau Saat ketemu ibu, bisa habis kita jadi bahan eksekusi mereka!" jelas Xavier.
ketika sampai tempat mereka berpisah dengan Alina serta yang lainnya Lala kebingungan ketika hanya ada Alina saja di situ, Memangnya orang tuanya kemana sampai tidak bilang padanya.
__ADS_1
" loh Alina sendiri di situ memangnya Ibu sama Bapak kemana ya, masa iya Mereka pergi tidak bilang-bilang katanya kesini mau ketemu sama aku? " gumam Lala tapi masih bisa didengar oleh Xavier,
" ya sudah kita samperin saja daripada penasaran, Lagian Kasihan juga kalau Nona Alina sendiri di situ Kayak orang kebingungan' nanti aku bakalan kena dakwah nih sama Tuhan Rafa!" ajak Xavier.
Alina yang hendak menghubungi Lala langsung mengurungkan niatnya itu, karena orang ini sudah ada di hadapannya kini.
" akhirnya kamu nongol juga main pergi begitu saja kayak anak kecil sudah begitu tinggalin Ibu sama Bapak lagi, untung juga ada aku kalau tidak mereka Jadi apa tadi kayak orang kebingungan?" Sindir Alina karena memang merasa kesal dalam sikap yang Lala tunjuk kan tadi
" Ya sudah aku minta maaf tadi kebawa emosi saja makanya langsung nyelonong pergi begitu saja, Lagian kamu kalau jadi aku Pasti panik dong masa iya bakalan diam saja? " sahut Lala yang tak ingin disalahkan.
" Ya sudah kalau begitu kalian berdua pergi temuin ibu sama bapak mereka sudah pulang, dan tadi mereka sudah tanya-tanya tentang kalian Ya sudah aku ngomong aja daripada mereka penasaran!" jelas Alina membuat Lala menatap tak percaya ke arahnya kok bisa-bisanya Alina teledor bisa habis dirinya bakalan jadi santapan lezat Mira untuk memarahinya karena maklum selama beberapa hari ini mereka tidak punya bahan untuk berdebat dan hari ini adalah waktu yang pas.
" Astaga Lina kamu kok bisa ngomong ke ibu, Kamu tahu kan dia kalau lagi ngamuk karena aku tidak mengatakan sesuatu yang penting begini ini? wah semangat ku untuk pulang Jadi tertunda nih, soalnya bisa copot di kuping karena suara cempreng nya Ibu! " ujar Lala frustasi karena dirinya sudah asam garam menikmati tiap hari ocehan wanita paruh baya yang disebut sebagai Kanjeng Ratu nya dalam rumahnya mereka.
" itu mah derita kamu bukan urusanku, Lagian siapa suruh tadi Paman Xavier kasih Black card dengan kode pin-nya tanggal lahir kamu. ya sudah akhirnya jiwa keponya ibu mencuat di permukaan, karena aku merupakan anak yang baik dan tidak suka berbohong Ya sudah ngomong aja apa yang aku ketahui kurang lebihnya biar kalian tambahin sendiri dong bukan urusannya denganku!" sahut Alina santai tanpa beban seolah tak mau ambil pusing dengan beritanya Lala beberapa saat nanti.
__ADS_1
Lala mengacak rambutnya frustasi padahal dirinya tadi begitu percaya diri untuk mengatakan semuanya kepada Mira dan Eko tapi sekarang kepercayaan diri itu menguap pergi begitu saja, Bagaimana tidak jika sudah begini dirinya bakalan kesulitan untuk membela diri.
" Kamu sengaja akan melakukan hal itu di depan Ibu sama Bapak biar aku kena marah dari mereka? " Tanya Lala sambil menatap horor kearah Xavier yang sedang kebingungan Kenapa tiba-tiba dirinya yang disalahkan.