
HAII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMENNYA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
LANJUT ***
"Kamu itu bisa tidak kalau ngomong sesuatu pake perasaan,aku kan biasa saja tadi?Lagian dia kan sudah jadi calon suami aku,kalau kamu mah lagi proses cari saja dasar memalukan!" Ejek Alina.
"Ihh biar baru proses,tapi kan lagi Otw mau kesana jadi kamu jangan besar kepala sungguh memalukan!" Ujar Lala sinis.
"Hahaee dasar tidak tahu malu,suka nya cari perkara padahal wajahnya saja sudah ada perkara." Sinis Alina santai.
Mira yang sudah selesai masak,ia memanggil anak anak untuk makan.
"Anak anak,ayo makan!" Teriak Mira dari luar.
__ADS_1
"Astaga tuh Emak emak suaranya kaya Toa masjid!" Sungut Lala kesal.
"Nah itu yang bikin kamu anaknya jadi ikutan kan,jadi jangan kaget lagi ya Manis!" Ejek Alina santai sambil tersenyum dan keluar dari kamar Alina.
"Iya Buk,nih aku sudah datang!" Ujar Alina lalu duduk di bangku kosong.
"Lala nya mana Nak?" Tanya Mira memastikan.
Alina tak menjawab karena terlihat Lala sudah ada di samping,jadinya ia hanya memberikan kode lewat ekor mata.
"Bapak Mana Buk?" Tanya Lala heran.
"Ada di kamar mungkin sebentar lagi bakal keluar,ayo kalian makan lebih dulu nanti telat lho kuliahnya!" Ujar Mira sambil memberikan piring untuk Alina dan Lala.
Mira yang selalu saja kepo dengan urusan anak muda,langsung bertanya agar tidak penasaran lagi.
"Ana,Ibu boleh tanya tidak?" Tanya Mira memastikan.
"Ibu mau tanya apa?" Tanya Alina heran.
"Kamu beneran mau nikah sama Abang Bule tampan begitu,Ih Ibu jadi iri deh karena kalian paket komplit!" Puji Mira sambil senyum senyum.
__ADS_1
" Kata siapa tampan Buk,orang dia itu mulutnya ember terus menyebalkan sekali wajahnya jelek minta ampun begitu?" Sinis Lala kalau mengingat soal Rafa yang selalu mengatai dirinya.
"Hei bikin malu kamu itu jangan banyak komentar,sudah tidak laku masih percaya diri!Lagian itu suaminya Ana gantengnya paripurna begitu juga kok." Ketus Mira.
"Calon suami bukan Suami ya Ibu ,terus jangan bilang dia ganteng muka saja sudah buat rusak pemandangan begitu!" Kesal Lala ketus.
"Kamu kenapa musuh sekali sama Bang Rafa,dia salah apa perasaan orangnya manis begitu?" Tanya Alina heran.
"Kamu saja yang salah lihat Ana ku Sayang,mulutnya cerewet itu buat aku mau muntah." Ketus Lala kasar.
"Pagi semua,wah lagi berdebat apa suaranya kedengaran sampe di depan?" Tanya Eko Bapaknya Lala penasaran.
"Lagi bicara soal pria tampan yang menjadi calon suami Alina,tapi noh putri tidur kita seolah ingin menyangkal hal itu.Padahal dia sendiri tidak laku laku!" Sinis Mira menatap tajam kearah Lala yang terus mengunyah makanan yang ada dihadapanya kini.
"Ih itu kenyataan kok,orang Ana saja yang tidak sadar sama sekali!" Ujar Lala.
"Hadeuh sudah deh,apa tidak capek tuh mulut dipake berdebat terus?" Tanya Alina tak habis pikir biarlah dibilang tidak sopan oleh orang rumah.
"iya benar sekali Nak,mereka berdua itu hobinya berdebat hal yang tidak masuk akal. Entahlah Bapak saja bingung ,soal nya masalah kecil di jadikan besar kaya apa saja!"Eko menimpali.
"Eh bapak jangan macam macam kamu ya,yang bilang masalah kecil siapa?Masa dia anak tidak pernah mau mengalah,tapi Ibu yang harus!" Kesal Mira.
__ADS_1
Alina hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkah Lala yang terus dan Ibunya,karena hal itu sudah tak asing lagi untuknya.