AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 186


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


LANJUT ^^^


Rafa mengacak rambutnya frustasi,jika mengingat kesalahan bodoh yang telah ia lakukan tadi.Ia merutuki kebodohan nya,lebih mementingkan ego dari pada pengertian.


Ketika Rafa sadar bahwa Alina sekarang sedang berbicara dengan teman nya,ia langsung masuk kedalam kamar gadis itu dan terdengar obrolan yang membuat hati Rafa terharu.


"Mmm aku tidak bisa deh kayanya datang keulang tahun kamu." Sahut Alina.


"Iya tapi aku tidak punya pasangan lho,masa kamu tega buat aku kelihatan jomblo diulang tahun ku sendiri," bujuk Rendy sendu.


"Aku sudah punya kekasih sekaligus calon suami,kalau aku harus pergi otomatis harus bareng dia dong.Lagian calon suamiku lebih dari segala galanya,dibandingkan siapa pun didunia ini."Ujar Alina percaya diri.


"Siapa sih orang itu yang buat kamu jadi sebucin ini,aku penasaran." Tanya Rendy serius.


"Dia yang sudah ada saat aku baru lahir kedunia ini,dia yang selalu mendampingi ku saat aku melangkah pertama kali.Dia adalah sosok yang dulu kuanggap sebagai Ayah,Abang sekaligus pelindung ku disaat aku hanya punya Bunda saja. Jadi jika kamu tanya mengapa aku sebucin ini,jawabannya adalah aku juga tidak tahu," Jelas Alina yang tanpa ia sadari jika Rafa sudah berada dibelakang nya.


"Hemm baiklah jangan lupa ajak kekasihmu itu diulang tahun ku,karena pasti semua penasaran siapakah gerangan yang telah berhasil menaklukan primadona kampus," goda Rendy dari seberang.


"So pasti aku bakal bawa kekasih hati pemilik jiwaku,dan saat itu tiba tolong jaga tamu undangan mu untuk tak meneteskan air li*rnya," ledek Alina sambil tersenyum.


"Baiklah nona aku matikan dulu ya,mat malam cantik tapi kasihan sudah laku," pamit Rendy.


"Iya malam juga katanya ganteng tapi sayang tidak laku laku." Balas Alina dari seberang.


Tut...


Akhirnya panggilan itu dimatikan dan Alina langsung menoleh kearah belakang dan ia terkejut melihat Rafa yang berada dibelakang nya sambil memandang sendu kearahnya.


"Kamuu


Grep


Rafa langsung memeluk erat tubuh Alina,ia sangat terharu mendengar ketulusan Alina tadi dan ia tak pernah berbicara yang buruk tentangnya.


"Maafkan aku Yang,tadi aku salah bodoh dan idiot.Aku yang tak pernah bersyukur aku yang tak tahu diri aku yang tak punya malu.Maafkan aku tapi sungguh aku tak ada niat apapun itu,apalagi untuk menyakiti kamu.Sayang jangan tinggalin aku ya,karena jika sampai hal itu terjadi bisa dipastikan aku tidak akan mau hidup dibumi ini lagi." Ujar Rafa sendu sambil menitikan air mata.


Pria tampan tersebut bahkan tak ada rasa malu sama sekali ,jika menangis dihadapan Alina ia rela asal Alina tak meninggalkannya.


"Kamu ngomong apa dari tadi aku bingung jawabnya?" Tanya Alina heran.


"ini lagi pake acara nangis segala,kaya anak gadis yang lagi patah hati," ledek Alina lagi.

__ADS_1


"Sayang kamu tidak marah?" Tanya Rafa bingung.


"Kamu maunya aku marah begitu?" Tanya Alina.


"Ehh bukannya seperti itu,aku hanya tanya saja kok." Sahut Rafa bingung takut Alina malah betulan marah padanya.


"Lain kali saat mau mengatakan sesuatu tolong dipikirkan dahulu,bagaimana perasaan ku.Apa aku terima atau tidak,aku mampu atau tidak mencerna semuanya?" Jelas Alina.


"Yang aku khilaf tadi tapi jangan marah lagi Ya,pliss!" pinta Rafa lagi.


"Iya iya tapi hanya jangan ulangi lagi,aku itu sebenarnya kesal karena aku tanya tapi tidak dijawab itu kan sungguh memalukan apalagi didepan Ayah sama Bunda," oceh Alina dengan wajah yang cemberut.


"Baiklah maafkan aku Sayang,kamu boleh minta apa saja asal aku dimaafkan," ujar Rafa percaya diri.


"Apa saja?" Tanya Alina memastikan.


Rafa menganggukan kepalanya karena jika hanya itu bisa membuat Alina memaafkan nya,maka tak ada salahnya dong.


"Kamu jangan terlalu dekat dengan ku,kan malu dilihat orang kaya tidak ada orang lain lagi yang hidup didunia ini selain kita berdua," ucap Alina serius.


"Yang lainya ya,karena kalau itu mah aku tidak akan melakukannya. Karena dalam hidupku akan selalu mengekor kamu,dimana pun kamu berada!" tolak Rafa.


"Hemm aku tadi hanya tes saja lho,karena pasti jawabannya seperti itu," sindir Alina.


"Kamu manis sekali sih," gemas Rafa sambil mencubit gemas pipi Alina.


"Memang aku manis,coba kamu putar Kopi tanpa gula terus minumnya sambil lihat aku pasti kopinya bakal langsung terasa manis." Sahut Alina percaya diri.


"Haha iya iya kamu selalu paling benar." Rafa menimpali.


"Mana bisa begitu ,lagian jika ingin aku bangun nya tepat waktu maka harus tidur disini.Karena jika tidur sendiri bisa dipastikan aku akan susah tidur ,bawaannya gelisah bolak balik kesana kemari maka bangun pagi mataku langsung jadi panda," ucap Rafa mendramatisir keadaanya.


Alina yang polos mah percaya saja,karena kata kata Rafa terdengar serius bahkan wajahnya terlihat tak bercanda.


"Iyokah?Kalau begitu kamu tidur disini saja deh,terus aku disofa!" pinta Alina serius.


"Ya kok gitu sih Yang,padahal aku bisa tidur kalau mencium bau kamu," ucap Rafa memelas.


"Hemm baiklah ayo tidur jangan begadang lagi!" ajak Alina lalu segera naik keatas tempat tidur.


Rafa merasa bahagia karena ternyata membujuk Alina sangat tak susah,karena hanya dengan bermodalkan wajah yang sendu maka masalah beres.


Saat tidur Alina sengaja sedikit kepojokan agar Jarak dirinya dan Rafa tidak terlalu dekat,maklumlah bukan muhrim jadi harus jaga jarak.


Rafa tak terima karena percuma saja membuat permohonan tidur bersama,jika akhirnya masih ada jarak diantara mereka.


"Lho Yang,jauh amat jaraknya?" Tanya Rafa bingung.


"Ya memang harus jauh karena kita belum sah lho,tidak boleh ada kontak fisik apalagi keluar dari batasan yang ada." Sahut Alina.


"Memangnya aku mau ngapain kamu?" Tanya Rafa.


"Ya buat jaga jaga!" Sahut Alina ambigu.

__ADS_1


"Kamu pilih yang mana ,dekat dengan ku atau aku yang bakal paksa kamu sekarang!" perintah Rafa yang tak ingin dibantah.


Alina yang waspada mau tak mau mendekati Rafa lalu memaksa untuk menutup matanya,ia tahu apa yang ada dalam pikiran Rafa kini.


Rafa yang melihat Alina akan tidur langsung bangun dan menidih tubuh Alina dibawah kukungannya.Alina yang terkejut langsung menatap pria yang kini berada diatas nya itu,tatapan keduanya bertemu dan....


Cup


cup


cup...


Rafa mengecup sekilas bibir Alina lalu yang terakhir ia ******* sedikit dan ia sengaja menggigit bibir bawah Alina agar ia membuka mulutnya.


Alina yang paham dengan kemauan Rafa,langsung membuka mulutnya hingga terjadilah saling mengecap dan *******.keduanya bahkan melakukan menurut ritme yang begitu seksi ,hingga saling bertukar Saliva pun terjadi.


Dalam kamar yang menjadi saksi bisu terdengar bunyi decapan bibir,yang begitu mengalun indah.Keduanya bahkan terlihat sudah berkabut nafsu yang menggebu,Rafa yang mengambil alih mulai melepas pagutan mereka dan menyusuri leher jenjang Alina membuat pemilik nya mendesah karena sensasi yang diberikan Rafa.


"Mmmm Yang sudah dong nanti khilaf lho," pinta Alina.


"Ma**ng o*t saja Yang,pliss," bujuk Rafa yang sudah membuka bajunya.


Alina yang tak tega mau tak mau menganggukan kepalanya,karena ia juga sebenarnya menikmati sentuhan Rafa ditubuhnya.


Karena sudah mendapatkan lampu hijau,Rafa langsung melahap tubuh Alina dengan ganas bahkan suara berat pria itu terdengar jelas ditelinga Alina.


Srett


Baju yang dikenakan Alina Sudah tak berbentuk lagi,hingga tersisa pakaian dal*m yang berwarna coklat dan terlihat tak bisa menampung Isi dalamnya.


"You so se*y Baby," ujar Rafa yang terlihat sangat mengagumi tubuh indah kekasihnya itu.


Alina yang juga menghipnotis dengan roti sobek diperut Rafa,membuat tangannya terulur untuk membelainya membuat pria itu mengerang penuh kenikmatan.


"Mmmm Sayang aku sudah tidak kuat," Desah Rafa.


Alina yang sudah paham jika Rafa meminta lebih,ia pun dengan suka rela memuaskan sesuatu dibawah Rafa yang sudah berdiri tegak bagaikan tongkat yang sedang dipancang.


"Ya seperti itu iya lebih cepat lagi," desah Rafa sambil memejamkan matanya.


Jika dipikir apa yang dilakukan Rafa dan Alina adalah dosa,hello guys ini novel jadi nikmati saja ya sayongku...


Bukan mau ajarkan hal yang tak sopan ,tapi begitulah daripada sok polos tapi otaknya ngeres🀣🀣🀣🀣🀣..


Bercanda kali Mak,jangan marah marah ya nanti author cium dehπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚maksudnya cup jauh dari merauke sini...



mampir ya mak...



Kalau yang ini sudah End sayang...

__ADS_1


Maaf jika harus berakhir dengan promo


__ADS_2