AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 118


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT ***


Kini keluarga kecil Roberto telah selesai menikmati makan malam,dan tengah bersantai di ruang keluarga.Alex sebenarnya merasakan sakit dipinggangnya karena efek duduk terlalu lama,tapi ia juga tak ingin melewatkan momen bersama keluarga kecilnya.


Jika ditanya kenapa tidak mencarikan donor ginjal saja,pernakah dalam benak kita memikirkan betapa sulitnya mendapatkan orang yang baik hati.


Jika ada yang dengan suka rela mendonorkan ginjalnya ,belum tentu ada yang cocok dengannya.Saat menceritakan tentang donor ginjal,author langsung pikirannya tertuju kepada orang yang tak mampu.


Mereka akan melakukan apa saja asal esok bisa makan,walaupun dengan menjual salah satu organ penting dalam tubuhnya.


Bukannya selama ini Alex tak pernah mengusahakan sesuatu dengan kekuasaan yang dimilikinya.Namun ia masih berusaha untuk menjalani pengobatan dengan kemoterapi walaupun sangat menyakitkan.


Dalam hatinya selalu berkeyakinan suatu saat pasti Tuhan sudah menyiapkan pendonor untuknya.Ia pasrahkan semua yang terjadi dalam hidupnya ,karena kita manusia hanya bisa berusaha dan berdoa tapi semuanya sudah digariskan dari sang pencipta.


Selina yang menatap kearah Alex merasa lain dengan tatapan sayu Alex yang sepertinya sedang merasakan sesuatu.


" Kamu kenapa,apa ada yang sakit? " Tanya Selina memastikan.


" Aku nggak papa kok Yang ." Sahut Alex sambil memaksakan senyum.


" Pliss deh jangan sembunyikan sesuatu dariku ." Kesal Selina karena Alex hanya membalasnya dengan senyuman.

__ADS_1


" Kalau kamu capek lebih baik kita kembali kekamar," ujar Selina lagi.


"Tak perlu karena aku masih ingin mengobrol dengan kalian," tolak Alex.


" Kalau Ayah capek lebih baik istirahat saja kami nggak papa kok," usul Rafa.


"Iya Ayah daripada nanti kalau sakit gimana." Alina menimpali.


"Maafkan Ayah ya karena kondisi fisik seperti ini membuat kita tidak bisa mengobrol banyak," sesal Alex tak enak hati.


"Kamu jangan bicara seperti itu aku yakin kamu pasti sembuh kok,dan kembali kumpul seperti ini lagi. " Sahut Selina sambil menatap kearah suaminya.


" Aku bantuin ya," pinta Selina lagi.


" Baiklah." sahut Alex.


Saat Selina akan bangun dan membantu Alex berpindah ,secara tiba tiba tubuh pria tersebut jatuh dan tak sadarkan diri.Selina menjadi panik ia histeris melihat tubuh Alex yang sudah tak sadarkan diri.


Rafa dan Alina tak kalah panik ketika melihat tubuh Ayah mereka dilantai.Alina menangis ketakutan tak ingin Alex kenapa napa apalagi dengan mereka yang baru bertemu dalam hitungan hari.


" Bang pergi panggil satpam didepan untuk bantu angkat Ayah kemobil," pinta Selina.


Tanpa banyak bicara Rafa berlari menuju keluar rumah untuk mencari bantuan.


" Pak tolong Ayah ," teriak Rafa yang pengucapan bahasa indonesianya masih kaku.


" Lho Tuan kenapa den? " Tanya satpam panik.


" Ayo masuk kedalam bantu bawa Ayah kemobil supaya kita kerumah sakit jangan lupa suruh sopir juga bantuin," teriak Rafa panik.


Kini tubuh Alex Sudah dibawa masuk kedalam mobil dan ditaruh dijok belakang. Selina memangku kepala suaminya itu sambil mengelus rambutnya pelan,sepanjang perjalanan air mata wanita tersebut tidaklah berhenti mengalir.


Alina sebenarnya ingin ikut tapi Selina melarangnya karena sudah malam dan ia tak ingin anaknya kerumah sakit apalagi sampai bermalam disana.

__ADS_1


Karena udara dirumah sakit tidak cocok untuk Alina yang masih kecil itu.Rafa ngotot untuk ikut jadi mau tak mau Selina mengijinkannya.


" Yah bangun ya pliss masa kita baru ketemu kamu langsung seperti ini? " lirih Selina sambil menitikkan air matanya.


Ia tak ingin berpisah lagi dengan suaminya itu,terlepas dari semua kejadian dalam rumah tangga mereka bukankah saling memaafkan adalah sesuatu yang indah.


Alex dalam pingsannya mendengar suara sang istri tapi terasa sangat jauh untuk digapainya.Selina datang dalam tidurnya itu dengan jarak yang membuat Alex berusaha untuk bangun dan mengejarnya.


" Pak bisa cepat sedikit tidak hah! " bentak Selina keras hilang sudah sikap sabar dan lembutnya karena sangat mengkhawatirkan suaminya itu.


" Sabar nyonya sedikit lagi kita sampai. " Sahut sopir tersebut gugup takut kena amukan majikannya itu.


"Apa kau bilang hah sedikit lagi? Entah kebohongan apalagi yang kau ucapkan jika dalam lima menit belum sampai segera pergi dari hadapanku, " ketus Selina lagi.


" yaelah kalau model begini mah Tuan Alex kalah garang, " gumam sopir tersebut dalam hati.


" Bunda jangan marah marah begitu ya Ayah pasti baik baik saja, " Rafa berusaha menenangkan Bundanya itu.


" Bunda bingung nak soalnya Ayah kamu belum sadar juga dari tadi, " Lirih Selina sambil menundukan kepalanya.


Tak berselang lama sampailah mobil tersebut didepan rumah sakit milik keluarga Roberto.Sang sopir turun dan berlari masuk kedalam UGD untuk memberitahu kepada dokter penjaga untuk membantu Tuan muda mereka.


" Dokter tolong tuan muda, " Teriak sopir tersebut panik.


Dokter sudah tidak asing lagi dengan wajah pria paruh baya itu,jadi ia tahu benar siapa Tuan muda yang dimaksud.


Mereka membantu membawa Alex masuk dan melihat seorang wanita cantik yang matanya sembab disamping brankar tempat Alex terbaring.


" Permisi apa anda Nyonya Selina? " Tanya dokter tersebut penasaran.


" Iya benar, " sahut Selina bingung karena dokter tersebut tahu namanya.


" Semoga dengan kembalinya anda Tuan Alex bisa sembuh.Kalau begitu saya permisi dulu untuk mengecek keadaannya, " pamit dokter tersebut.

__ADS_1


__ADS_2