AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 131


__ADS_3

HEHE KK YANG KATANYA MAU GANTUNG AUTHOR DI POHON TOGE INI UNTUKMU SAYANG AKOH


💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐


LANJUT ***


Selina menaik turunkan Alis menggoda suaminya itu,bagaimana tidak seorang Alex Roberto cemburu tidak pada tempatnya.Apalagi jika semuanya itu sampai benar benar terjadi,Selina tinggal membayangkan saja hukuman yang bakal suaminya berikan.


"Sayang jadi gimana masih mau marah nggak?" goda Selina.


Alex menarik tangan istrinya itu lalu Selina terhuyung kedekatnya,Melihat wajah Selina yang hanya berjarak beberapa Centi membuat Alex ingin merasakan bibir merah merona milik Selina.


Ditariknya tengkuk istrinya dan mulai mencium rakus bibir Selina,karena tak kunjung mendapatkan penolakan dan juga balasan membuat Alex dengan semangat melakukan hal itu agar Selina membalasnya.


Selina yang merasakan sakit diperutnya akibat menunduk dan juga takut menyakiti Alex langsung menarik paksa kepalanya agar sedikit menjauh.


Jangan ditanya lagi bagaimana rupa Selina kini,wajahnya merona karena malu dan mungkin juga karena belum terbiasa.Apalagi siAlex yang kerjaanya tinggal nyosor saja,membuat sang istri jadi salah tingkah.


"Sayang kamu kenapa?" goda Alex.


"Diam jangan banyak bicara lagi,dasar suka ambil kesempatan dalam kesempitan." Kesal Selina sambil berlalu menuju ketempat tidurnya.


"Lho Yang kok kamu malah pindah kesebelah,kenapa tidak tidur bareng aku disini saja?" Tanya Alex penasaran.


"Nggak ah soalnya kamu pasien dan aku juga,jadi rugi dong masa sudah sewa kamar mahal tapi nggak digunakan." Sahut Selina cuek dan berjalan menuju ranjangnya,karena dari semalam tubuhnya tak diistirahatkan sama sekali.


Setelah ingin menikmati waktu tidur yang terlewat,ternyata jauh dari harapan Selina karena ternyata suaminya berulah lagi.Dan yang lebih parah,hal yang seharusnya dibahas saat sudah kerumah mau tak mau harus dibahas sekarang.

__ADS_1


"Sayang kalau misalnya ginjal kamu tinggal satu bisa punya anak lagi tidak?" tanya Alex penasaran.


Selina membulatkan matanya mendengar pertanyaan Alex tadi,bikin adonannya saja belom apalagi bicara hasil donatnya ya jauh lah dari kata berhasil.


"Astaga kamu itu kenapa sih,kasih pertanyaan yang selalu lari dari realita yang ada.Memangnya kamu sudah nyicil buat anak,jadi sekarang tanya seperti itu?" kesal Selina.


"Ya aku kan harus biasakan telinga kamu mendengar hal itu,biar besok lusa tinggal dipraktekkan sudah tidak kaku lagi." Sahut Alex.


"Etdah nih orang bener bener ya,masih sakit tapi pikirannya kemana mana." kesal Selina.


Ketika sedang asyik berdebat keduanya dihentikan oleh suara ketukan pintu,lalu tanpa permisi sitamu tak diundang itu pun masuk.



(babang Rivan)


LANJUT ***


"Tidak;


"Ganggu;


Jawaban Alex dan Selina berbeda ,mendengar jawaban istri itu membuat Alex menatap tajam kearah Selina.ia kesal karena Selina tak mendukung perkataannya,apalagi orang itu adalah Rivan.


"Dasar pengganggu bukanya menjauh malah mendekat terus,kalau begini terus posisiku bakal dalam bahaya nih," umpat Alex dalam hati.


Melihat Selina yang terbaring dengan selang infus ditangannya,membuat Rivan cemas dan langsung mendekatinya tanpa peduli tatapan mematikan dari sang suami.

__ADS_1


"Kamu kenapa kok bisa begini hem,perasan kemarin baik baik saja?" Tanya Rivan cemas.


"Apa urusannya kamu dengan istriku,seharusnya yang cemas itu kan aku bukan kamu?" Kesal Alex.


"Aku nggak Papa kok Mas,ini juga sudah mendingan." Sahut Selina yang tak ingin membuat Rivan cemas.


"Lho Sayang kamu kok tega sih,masa suami kamu panggil nya heii,kamu atau apalah eh malah giliran dia dipanggil MASS." Alex menekan kata kata itu agar istrinya sadar.


Selina tahu jika suaminya dalam mode terbakar bukan karena api tapi karena cemburu yang menyala nyala.


"Sayang udah deh masa hanya itu saja dipermasalahkan," bujuk Selina memanggil mesra suaminya agar berhenti marah.


"Nah itu dengarkan aku dipanggil Mas saja nggak marah saat kamu dipanggil sayang.Coba pikir lebih romantis mana Mas atau Sayang?" goda Rivan.


"Dasar nggak ada akhlak memangnya kamu siapa sampai harus marah karena disayang sayang istriku," maki Alex.


Melihat wajah kesal sahabatnya itu,Rivan ingjn sekali memancing emosinya. Lagian Alex pasti hanya memakinya,belum tentu dia bisa turun dari ranjang dan menghadiahi bogem mentah padanya.


"Oh jelaslah aku harus marah,karena aku adalah Pebinor diantara kalian.Asal kamu tahu ya sekarang itu pebinor lagi ngalahin pelakor," goda Rivan sambil terkekeh geli melihat wajah merah padam milik Alex.


"Rivan Orlando,besok kupastikan perusahaanmu tinggal nama," ancam Alex dengan nada serius.


Sementara itu Rivan menanggapi dengan santai sahabatnya yang sedang kebakaran jenggot itu.


"Oh gampang itu,kalau sampai kamu melakukannya aku tinggal bawa pawang kamu kabur pasti masalah akan beres." Sahut Rivan santai.


"Maksudnya?" Tanya Alex bingung.

__ADS_1


"Yaiya kalau kamu bikin bangkrut perusahaanku,aku tinggal bawa kabur istri kamu pasti juga kamu bakal kembalikan semua padaku.Secara kamu sekarangkan makhluk terbucin sejagat raya,mengalahkan romeo dan juliet," sindir Rivan sambil membetulkan kursi untuk duduk disamping Selina yang membuat Alex meradang.


Sedang Selina dari tadi hanya menatap jengah kearah dua pria,yang hobinya berdebat saja dari tadi.


__ADS_2