
VOTE VOTE VOTE NYA
TERIMAKASIH!!!!!!!!
💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT ***
" Maksud Mas Rivan apa ya"? Tanya Selina masih belum mengerti arah pembicaraan Rivan
" Alex pasti mencari tahu keberadaan kamu,tapi apa boleh aku tahu selama kamu disini apa pernah bertemu dengan Klien yang bernama Leonard Roberto "? Tanya Rivan memastikan
Kening Selina mengerut pasalnya ia sangat kenal betul ,saat bertemu dengan Tuan Leonard pasti emosinya langsung naik.Karena pria paruh baya tersebut selalu memaksa nya,untuk mengenalkan Selina dengan anak lelakinya.
"Ishh Mas jangan sebut tuh orang,sudah tua tapi sukanya maksa kehendaknya. Aku kalau ketemu dia tiap hari,bisa bisa darah tinggi kumat lagi". Ketus Selina
" Memangnya kamu kenal Siapa dia"? Tanya Rivan penasaran
" Ya iyalah mas,dia kan orang yang selama ini yang selalu paksakan aku supaya jadi menantunya dia". Sahut Selina Santai
Deg
Rivan seakan tak percaya apa yang ia dengar kan ,apakah Leonard sudah tau kalau Selina adalah istri Alex.Dan apa maksud dari Leonard ingin menjodohkan Selina dan putranya ,Rivan pun bingung sepertinya keberadaan Selina sini sudah di ketahui Leonard dan putranya.
" Jadi kamu belum tahu kalau sebenarnya Leonard Roberto adalah Papanya Alex Roberto "? Tanya Rivan memastikan
Selina membulatkan matanya ,ia tak percaya apa yang didengar. Ternyata pria paruh baya,yang selama ini memaksa nya adalah mertuanya.
" Beneran Mas apa yang kamu bilang"? Tanya Selina cemas
" Hemm benar ,lagian apa untungnya aku bohong ke kamu".Ujar Rivan
Selina pun berpikir benar perkataan Rivan,apa untungnya Rivan membohongi nya.Yang harus ia pikirkan sekarang adalah ,bagaimana lepas dari jeratan keluarga Roberto.
" Kalau begitu aku harus gimana Mas"? Tanya Selina bingung
" Kalau misalnya aku minta kamu pergi dari sini,kamu mau tidak "? Tanya Rivan
Selina pun mencerna ucapan Rivan ,apakah memang ia harus pergi.Tapi kemana sedangkan ia tak punya apa apa ,yang bisa di gunakannya untuk pergi nanti.
Bahkan uang untuk biaya tranportasi ,ataupun untuk mendapatkan tempat tinggal baru saja tak ada. Tujuannya pergi kemanapun tak ada dalam benaknya ia bingung harus bagaimana.
" Aku harus pergi kemana,sedangkan uang pun tak ada."Lirih Selina
Rivan pun menatap iba kearahnya ,ia tak menyangka wanita cantik ini ternyata memikul beban berat.Ia bahkan bekerja untuk menafkahi dirinya sendiri,padahal mempunyai suami yang sangat kaya.
" Aku bakalan bantuin kamu ,jangan tolak ya bantuan dari ku". Pinta Rivan
__ADS_1
Selina mulai berpikir ,sepertinya ia harus kembali ke indonesia. Karena percuma saja ia berlari dan bersembunyi ,karena pasti akan di temukan oleh Alex.
" Antar aku pulang keindonesia Mas,nanti semua bantuan kamu bakalan aku kembalikan ".Pinta Selina balik
Rivan terkejut bagaimana bisa Selina meminta pulang keindonesia,sedangkan sebulan lalu ia memilih pergi.
" Kamu yakin mau pulang ,padahal aku bisa membawa kamu pergi le belahan bumi yang lain.Ingat kondisi kamu sekarang ,bukankah ada kehidupan lain yang sedang kamu jaga"? Tanya Rivan memastikan
" Hemm aku yakin Mas,karena tak mungkin kan berlari terus.Pasti juga akan ketemu mereka kembali ,aku juga tak mungkin lari dari kenyataan. "Sahut Selina
" Iya tapi aku nggak mau kamu kenapa napa Lina".Rivan memohon
" Aku harus menghadapi Alex,sehingga tak selalu di bayangi dirinya. Aku ingin mengurus perpisahan kami berdua ,supaya tak ada lagi ikatan yang tersisa.Agar aku pun tak di bayangi dosa,karena kabur dari rumah". Sahut Selina sambil menatap kedepan dengan pandangan kosong.
Rivan sebenarnya ingin egois ,ia tak ingin Selina kembali bertemu dengan Alex.Ia takut Selina bakalan luluh dan mau kembali dengan Alex.
Tapi itu semua hanya dalam otaknya ,tak ada niatan untuk mengungkapkan secara langsung. Karena tak ingin membuat Selina salah paham ,mengira dirinya memaksa untuk pisah dari Alex.
" Baiklah sore ini kita kembali ,tapi ingat sampai disana jangan sedih lagi ya.Dan ingat juga ada aku yang bakalan selalu jagain kamu,dan tak kan pernah tinggalkan kamu sendirian ". Ujar Rivan sambil mengusap pelan pipi Selina.
" Makasih ya Mas,karena sudah mau menolongku.Kalau soal itu Mas jangan khawatir ,karena aku adalah wanita hebat dan tak kan mewek karena kejadian ini". ujar Selina
" Ya sudah kamu siap siap kita langsung berangkat ,tapi sebelum nya singgah dahulu di hotel ". Ujar Rivan yang membuat Selina salah paham ,ia kira Rivan bakalan macam macam padanya di hotel.
"Ehh ngapain ke hotel segala,kenapa nggak langsung ke bandara "? Tanya Selina
" Ya nggak gitu juga kan ,masa harus ke hotel segala ,lebih baik aku cancel tak jadi ikut kamu".Tolak Selina
pletak
Rivan menyentil keningnya Selina ,yang berpikiran Aneh aneh.Ia tertawa kecil melihat wajah kesal Selina ,yang sedang menatap tajam kearah nya.
" Heii bumil menurut kamu aku mau ngajak kehotel mau ngapain ,kan disini juga bisa kan". Goda Rivan lagi
" Ya sudah disini saja,ngapain ke hotel segala". Sahut Selina yang polos atau belum konek ya.
" Oh jadi kamu maunya kita main nya sini,baiklah nona Selina ayo tunjukkan kamar kamu". Ujar Rivan yang menahan tawanya ,karena sepertinya Selina mulai mengerti maksud dari perdebatan mereka kini.
" Kyaaa,,Dasar mesum bujang lapuk jomblo ngenes ,kamu dari tadi maksudnya apa hah"? Teriak Selina kesal karena merasa dikerjain oleh Rivan .
Buhaaaaa
Rivan akhirnya mengeluarkan tawanya,ia bahkan sampai memegang perutnya. Karena melihat wajah Selina antara malu dan marah,terlihat sangat menggelitik perutnya.
" Aduhh Lina kamu tuh ya,sudah tua tapi otaknya polos amat sih". Ujar Rivan di sela tawanya.
" Tertawa terus Tuan Rivan Orlando ,bila perlu tertawa sampe sukses biar puas sekalian ". Kesal Selina.
__ADS_1
" Iya iya maaf".Rivan berusaha menghentikan Tawanya ,karena melihat wajah Selina yang memang sangat kesal kepadanya.
" Sudah puas ketawain aku hemm,terus mau kasih alasan apa kang mass". ujar Selina sambil menatap tajam kearah Rivan.
" Ya habisnya kamu gimana nggak ketawa coba,masa di ajak kehotel langsung pikiran aneh muncul.Atau memang kamu nggak sabaran ya,pengen begituan sama aku"? Ujar Rivan sambil menaik turunkan alisnya.
Alhasil karena ucapan Rivan yang minta dikasih hadiah ,dengan senang hati Selina pun memberikannya.
Plakk
Satu pukulan telak tepat mengenai lengan Rivan,yang membuat empunya meringis kesakitan.
" Ngomong tuh seenaknya ,nggak dipikir dahulu. memangnya kamu pikir aku kucing ,yang mau saja di gituin sama kamu". Sahut Selina Ketus
" Ya sudah maafin aku ya tadi tuh hanya bercanda doang,aku mau ajakin kehotel karena mau ambil barang barang aku yang disana.Tapi karena kamu keburu salah paham,ya sudah aku ladeni saja jangan sampai tersangkut beneran kan lumayan tapi ternyata salah sasaran ". Sahut Rivan menjelaskan
"Hemm ,ya sudah aku siap siap dahulu,sekaligus mau bereskan semua nya tapi setelah menghubungi Tuan Devan dahulu.Biar bagaimanapun dia yang selama ini membantu ku dan yang menjagaku selama disini". Ujar Selina
"Ya sudah kamu hubungi dia saja ,aku yang bantu menyimpan barang barang kamu.Tapi sebelum itu aku mau tanya,kamu sanggup nggak kita berangkat sekarang apa tidak capek "? Tanya Rivan khawatir
" Hehe tenang saja Mas ,anak aku kan kuat seperti emaknya". Ucap Selina
" Ohh aku kira kuat seperti bapaknya ". Rivan menimpali
" Ogah".
Rivan membantu memasukkan barang Selina kedalam koper ,tapi sebenarnya Selina menolak. Namun namanya Rivan selalu saja puny cara untuk membujuk nya,mau tak mau iapun luluh.
Tut tut tut
" Hallo,
" Hallo Tuan
" Iya Sel ada apa,kamu nggak kenapa napa kan". Tanya Devan cemas
" Iya Tuan aku baik kok,jangan khawatir ". Sahut Selina
" Ada apa kamu menghubungi ku Sel"? Tanya Devan memastikan
" Aku mau pamit Tuan,maaf jika tak mengatakan secara langsung. Karena tak ada waktu lagi,maaf jika selama ini banyak merepotkan ". Ujar Selina
Devan sebenarnya ingin menolak kemauan Selina ,tapi ia yakin wanita tersebut sudah memikirkan secara matang sebelum bertindak.
Lagian ia juga masih mencari tahu,siapa sebenarnya yang menguntit Selina tadi.
" Kapan berangkatnya "? Hanya pertanyaan itu yang lolos dibibir Devan.
__ADS_1